DUKUN 99
"Emm, misalnya berpuasa di hari tertentu. Mengamalkan doa khusus. Juga memberi sepersepuluh rejeki hasil uang balik ke masjid, orang miskin atau ke ibu kandung."
"Ah, gak sulit rupanya!" Bibir Tio melengkung ke bawah.
"Emang sih gak sulit-sulit amat!" Aku tersenyum kecut. "Tapi jika lalai, maka khodamnya akan pergi. Uangnya jadi normal lagi, sama dengan uang pada umumnya."
Gara-gara membicarakan si pembeli yang memelihara tuyul serta memakai uang balik, tak terasa sudah sepuluh menit aku dan Tio nongkrong di depan warung orang.