Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Fake

Fake

Tentu saja walaupun kembar Laura dan Naura sangatlah berbeda, Naura menampilkan kesan feminism, anggun, halus, pintar dan penurut sedangkan Laura cenderung berantakan sering mengupat, tomboy dan lebih suka menggunakan celana robek-robek dibandingkan rok menampilkan kesan galak dan pemberontak serta sebuah tahi lalat yang begitu mencolok di dekat bibirnya menjadi satu pembeda diantara keduanya, sehingga setiap hari Laura harus memakai conclear untuk menutupi tahi lalatnya. “Loh Abi, kok bisa lewat sini?” Tatapan aneh Laura layangkan pada Abi, ini tidak wajar dia bisa bertemu dengan Abi di sini karena arah rumahnya dan lelaki itu tentu saja rutenya sangat berbeda dan jauh.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as v ff
Read
+Library
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as v ff
Read
+Library
FANS

FANS

Nara tak mengerti apa sebenarnya yang salah pada dirinya sampai harus mengalami kejadian seperti ini lagi dan lagi. Nara sangat kesal, ia memacu motornya dengan kencang agar bisa segera menangis sepuasnya di rumah. Bagaimanapun juga menangis di atas bantal jauh lebih nyaman daripada di jalanan seperti itu. Karena terlalu banyak air mata yang menutupi kedua bola matanya, Nara jadi tidak bisa melihat jalanan dengan jelas. Sudah beberapa kali ia coba singkirkan air matanya tapi masih tetap jatuh lagi dan lagi. Hingga akhirnya, BRUAAAK ... Nara menabrak mobil di depannya.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as v ff
Read
+Library
Vice Versa

Vice Versa

seru Virgo. Hanna mengerling ke arah Fisesa yang sudah kembali melamun. Ia tersenyum sinis. Meremehkan. Sejak hari pertama berkenalan di kelas, dengan cepat ia tidak menyukai Fisesa. Menurutnya, persona yang menopengi Fisesa tidak akan cocok dengan miliknya. Bertolak belakang. Virgo mengenalkan diri kembali dengan lebih serius. Ia adalah ketua dari Private Course Club disingkat P.C.C.. Namanya punya dua zodiak karena mamanya ngefans dengan Ian Somerhalder yang zodiaknya Sagitarius.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as v ff
Read
+Library
Mate

Mate

kata Mas Wira membuatku menatapnya dengan tatapan nahan gondok. Aku berjalan di belakang Hafiz. Ia memperlambat langkahnya hingga kami beriringan. Sepanjang jalan kami diam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing. “Bentar.” Hafiz menahanku yang hendak menyebrang. “Ayo.” Hafiz menarik tanganku, sedangkan tangan kanannya di arahkan ke kendaraan agar berhenti dan membiarkan kami menyebrang. “Mas saya pesan vanilla latte, ya.” pesan Hafiz. “Kamu mau apa?”
103.8K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as v ff
Read
+Library
Dirty Office

Dirty Office

Aagghhh! ***
1034.1K viewsCompletedAdded to Library 956 Times as v ff
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

teriak Vanya menggedor pintu cokelat itu lagi. Verdi beralih membaringkan tubuh, memejamkan mata, dan tersenyum kecil. "Stress gue hari ini!" **
103.6K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as v ff
Read
+Library
U

U

Makanan di depan mataku jauh lebih menarik untuk aku hadapi bukan? Bima POV end.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as v ff
Read
+Library
MAAF

MAAF

Yuni yang merasa terancam hanya bisa melangkah menjauh ke belakang dan menempelkan tubuh kecilnya di dinding belakang lift. Wanita itu memamerkan beberapa kissmark yang berceceran di buah dadanya bagian atas, sangat banyak sampai Yuni pun merasa jijik jika harus menghitungnya secara terang-terangan. Meski belum pernah melakukan apa pun, Yuni bukanlah gadis bodoh yang tidak mengetahui hal semacam itu di usianya yang sekarang ini. Dia hanya bisa menunduk agar tidak sampai melihat semua itu,
103.4K viewsOn holdAdded to Library 85 Times as v ff
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status