Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ARTUR

ARTUR

Dan tuan Arfan menganggapku adalah orang itu dan masa keemasan ini akan segera berganti dengan kemunduran yang pesat karena itu pula tuan Arfan mengangkatku sebagai murid nomer satunya dan mengajarkan semua yang dia ketahui padaku. >> Tuan Arfan melihat batu yang di bentuk sedemikian rupa sebagai penunjuk waktu yang mengandalkan sinar matahari jam sudah menunjuk pukul sembilan tapi Artur tak juga bangun. Walau tuan Arfan adalah seorang pejuang dan seorang yang berilmu tinggi namun dia seorang yang sangat lucu dan suka bertingkah sembrono. Karena tau sudah siang namun Artur belum bangun dia menyuruh semua muridnya berkumpul dan masuk ke kamar Artur untuk berakting sedih seakan-akan Ken sudah
102.5K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as vanitas no carte characters
Read
+Library
Hasrat Sang Pewaris

Hasrat Sang Pewaris

Saka tersenyum tipis sambil merogoh sesuatu dari tas slempang di dadanya. Saka merasa salut dengan Vanessa yang masih kuat untuk membalas tatapannya yang sejatinya memiliki aura yang sangat kuat. Itu menandakan jika Vanessa merupakan wanita yang berbeda, wanita yang mungkin unik. "Ini kartu ATM punyaku," ucap Saka sambil menyerahkan sebuah kartu berwarna hitam dengan garis keemasan di sudut dan sisinya. Vanessa menerima kartu tersebut, menyelidikinya hingga berkali-kali, membolak baliknya dengan kening yang mengerut.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as vanitas no carte characters
Read
+Library
EVANESCENT

EVANESCENT

kata Naras dengan santai. “Haishh. Untung sayang. Jangan kemana-mana, aku otw.” Setelah panggilan dari Livya berakhir, Naras kembali menikmati secangkir cappucino yang ia pesan sembari menatap pejalan kaki yang lalu lalang di trotoar. Tiba-tiba tubuhnya membeku dan gerakannya terhenti. Ia melihat sesosok laki-laki dengan jas hitam sedang tersenyum pada nenek penjual buah di seberang. Tak lama kemudian laki-laki itu masuk ke dalam mobil sport berwarna silver dan pergi.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as vanitas no carte characters
Read
+Library
CEO adalah Maut

CEO adalah Maut

Membawa Zayn dan Vanilla ke keluarga Aditama seperti menyerahkan seonggok daging pada karnivora. *** Kartika menyusun satu per satu makrame ke dalam kardus dengan hati-hati. Ia mengusahakan agar tidak ada bagian yang tertindih. “Semuanya udah, Tik?” tanya Vanilla sambil memeriksa pesanan dalam layar iPad-nya. “Udah, Bu. Tinggal satu kardus ini saja,” jawab Kartika. “Oke.” “Van, ini sisanya.” Tante Lusi meletakkan satu kardus besar yang baru selesai dilakban.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as vanitas no carte characters
Read
+Library
Menantu Konglomerat

Menantu Konglomerat

jawab Raul. Vincent membolak-balik kartu itu. Warna dominannya hitam pekat, dan di salah satu sisinya ada ukiran seekor naga berwarna emas. ‘Apalagi ini?’ pikirnya. Jika benar itu prank, Vincent salut sebab tampaknya perempuan di hadapannya ini sudah menyiapkan segalanya dengan baik. Bahkan dia dan timnya sudah mencetak sebuah kartu yang terlihat sangat berkelas dan elegan itu!
1.8K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as vanitas no carte characters
Read
+Library
Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO

Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO

Ia adalah Dante, salah satu pria yang baru direkrut Vanesia untuk menjalankan misinya. “Semua sudah siap,” kata Dante singkat. Vanesia mengangkat alis. “Bagus. Aku ingin membuat Noah dan Jasmine menderita. Tapi jangan buru-buru.” Dante menyipitkan mata. “Kau mau bermain-main?” Vanesia tersenyum tipis. “Aku ingin Jasmine kehilangan segalanya lebih dulu. Termasuk kepercayaannya pada Noah.” Dante mengangguk. “Aku mengerti.”
109.2K viewsCompletedAdded to Library 276 Times as vanitas no carte characters
Read
+Library
I Win You (Indonesia)

I Win You (Indonesia)

Ia menatap dalam-dalam mata pria yang ia cintai, mengecup bibirnya dengan lembut lalu berucap, "Kau seorang Knight, selamanya." Nick menatap Vanilla, bibirnya mengulas senyum. "Nama itu milikmu." Vanilla menggeleng. "Aku adalah Vanilla West." Nick mengusap kulit pipi Vanilla. "Kau membenci Rafael?" Bersambung.... Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan RATE! Salam manis dari Cherry yang manis. 🍒
9.9792.1K viewsCompletedAdded to Library 31.7K Times as vanitas no carte characters
Show Reviews (241)
Read
+Library
Senada
Hay kk, sukses selalu yah, maaf mau numpang promo. bagi kk mana tau ada yang berkenan untuk mampir juga ke cerita aku. "Radit dan Tia" By Senada. berharap banget buat kehadirannya. terimakasih banyak. 🥰🥰🙏
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Black Shadow

Black Shadow

Nindy telah mati, sementara dirinya mengaku bernama Yuna ping. "Kak, kenapa kakak seperti itu? Kenapa?" pikirnya. "Dendamkah kakak pada kami? Kak, andai kakak tahu jika kami tidak meninggalkan kakak waktu itu!!!" Cindy terdiam sejenak. Pikirannya kembali ke masa 7 tahun silam, di mana saat itu dia, Marcel dan Luna berhasil meloloskan diri dari kejaran pembunuh bayaran. *Flashback*
103.9K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as vanitas no carte characters
Read
+Library
VENDETTA

VENDETTA

Tanya Fitri. “Tante saja awalnya tak percaya ketika pacar pertama dia rebut, begitu pun pacar kedua, akhirnya pacar ketiga Tante main petak umpet sampai di hari pernikahan Tante tak undang dia,” lanjut Fitri lagi. “Bisa jadi karakter Bagas seperti papanya, dan karakter Rahma sama seperti ibunya,” ungkap Hanum. ≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
493 viewsCompletedAdded to Library 15 Times as vanitas no carte characters
Read
+Library
Marga Kuromori

Marga Kuromori

tanya Tuan Ikada. “Orang itu begitu cepat menghilang setelah mengetuk pintu sekali. Mungkin orang yang memberi surat ini kepada Orochi bukan Sumiye, berupa kaki tangan yang sengaja dibayar oleh Sumiye,” jelas Pak Haede “Seandainya dulu kita dekat dengan Orochi, ini semua tidak terjadi,” tambah Pak Zukida. “Entah kenapa aku setuju kepada Yosihara untuk memenggal kepalanya.”
103.6K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as vanitas no carte characters
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status