Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Harta, Tahta, Obsesi Gila

Harta, Tahta, Obsesi Gila

Arkana tiba-tiba memanggil. Arletta menoleh tanpa suara. Pria itu lalu menyodorkan dua kartu berwarna hitam. Satunya kartu kredit, satunya lagi kartu debit. "Simpan ini," ucap Arkana lagi. "Buat?" "Ya buat membeli kebutuhan kamu. Juga buat jajan kamu. Siapa tahu, kamu mau jajan cilok atau batagor mungkin?" Ada-ada saja. Mana ada tukang cilok bayarnya pake kartu begitu?
1031.7K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as vanitas no carte
Show Reviews (24)
Read
+Library
Kiki Sulandari
Arletta....ksu sangat beruntung mendapatkan sahsbat seperti Karmila Semogs persahabatan Arlettta & Karmila tettsp langgeng hingga ke anak cucu......... Terima kasih Teteh Amih Lilis Ditunggu karya - karya berikutnya...️...️...️
Sindy Septi
ceritanya keren banget dan konflik bgt pokoknya...gimana kuat dan tangguhnya arletta menjalani kehidupannya yg penuh dengan konflik dimulai dari kecil udah kehilangan saudara kembarnya dan ketika dewasa dia harus bertahan menjalani kehidupannya yg keras pokoknya kawal sampe tamat ceritanya
Read All Reviews
Broken Vessel

Broken Vessel

Semoga saja dia tidak marah karena aku mengikuti jejaknya ke sini. Dua jam kemudian, mobil van ini memasuki area Laboratorium Pengendalian Arte yang berpusat di Kota Centralis, tetapi dibangun dan beroperasi di bagian luar kota, di tengah-tengah hutan rimbun dan terpencil. "Kamu tidak salah menyetir, kan? Kenapa daritadi hanya ada pohon?" tanya salah seorang yang duduk di bangku depan. "Entahlah, aku hanya mengukuti petunjuk jalan yang diberikan oleh Letnan Adrian," jawab rekannya dengan kurang yakin sambil memperhatikan layar ponselnya.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 303 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Skandal Pembalasan: Istri Berkhianat, Mertua Memikat.

Skandal Pembalasan: Istri Berkhianat, Mertua Memikat.

sebuah suara tenang memecah ketegangan. Citra menoleh cepat dan tertegun melihat sosok yang berdiri di ambang pintu masuk butik. Vani Adam melangkah anggun dengan kacamata hitam yang perlahan ia turunkan ke hidung mancungnya. Vani menyodorkan sebuah kartu hitam eksklusif kepada kasir tanpa memandang wajah Citra. Kilat kepuasan terpancar dari sepasang mata indahnya yang dulu sering menjadi sasaran perundungan Citra saat sekolah. Roda kehidupan kini berputar dengan cara yang sangat sarkas bagi mereka berdua.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Kembali Pada Sang Pemilik Hati

Kembali Pada Sang Pemilik Hati

Reno memanjat kursi untuk bisa melihat dari atas. Vanka membuka pita emasnya. Mengangkat tutup kayunya. Di dalamnya, sebuah ponsel model terbaru dengan warna hitam matte. Di bawah ponsel itu, selembar kertas kecil dilipat rapi. Vanka mengambil kertasnya. Tulisan tangan. Rapi. Ia mengenal tulisan itu bahkan sebelum ia selesai membacanya. "Kartu kreditmu sudah mati. Tapi ada urusan kita yang belum selesai. Malam ini."
696 viewsOngoingAdded to Library 15 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Transmigrasi ke Tubuh Istri Bisu Sang Mafia

Transmigrasi ke Tubuh Istri Bisu Sang Mafia

Ia bangkit, mengenakan jubah sutra hitamnya, dan melangkah keluar menuju ruang kerja pribadi Calvin di ujung lorong lantai dua. ​Lampu meja kerja menyala remeh, memantulkan berkas-berkas rahasia yang berserakan. Namun, bukan berkas bisnis kartel yang menarik perhatian Amora. Di atas meja kayu mahoni itu tergeletak sebuah amplop cokelat tebal tanpa pengirim, disegel dengan lak merah berlogo lambang keluarga tua yang telah lama runtuh: Keluarga Vane. ​Jemari lentik Amora merobek amplop itu. Di dalamnya terdapat beberapa lembar foto cetak polaroid lama dan selembar surat dengan tulisan tangan yang dicetak rapi:
10562 viewsCompletedAdded to Library 21 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Evanescent

Evanescent

Alvydradirgantara
tanyaku mempersingkat waktu. Sepertinya sekarang pun, Natasha makin lemas begitu tau putri tunggal nya tidak kunjung pulang. "Vodka? Striptis? Losmen?,"tanya Nacita membungkam bibir nya menatap kedua makhluk ababil tak tau diri. Gadis pirang itu terlalu polos dan muda dalam berpikir.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Hasrat Sang Pewaris

Hasrat Sang Pewaris

Chana LeePewaris
Saka tersenyum tipis sambil merogoh sesuatu dari tas slempang di dadanya. Saka merasa salut dengan Vanessa yang masih kuat untuk membalas tatapannya yang sejatinya memiliki aura yang sangat kuat. Itu menandakan jika Vanessa merupakan wanita yang berbeda, wanita yang mungkin unik. "Ini kartu ATM punyaku," ucap Saka sambil menyerahkan sebuah kartu berwarna hitam dengan garis keemasan di sudut dan sisinya. Vanessa menerima kartu tersebut, menyelidikinya hingga berkali-kali, membolak baliknya dengan kening yang mengerut.
102.3K viewsCompletedAdded to Library 51 Times as vanitas no carte
Read
+Library
CEO adalah Maut

CEO adalah Maut

Membawa Zayn dan Vanilla ke keluarga Aditama seperti menyerahkan seonggok daging pada karnivora. *** Kartika menyusun satu per satu makrame ke dalam kardus dengan hati-hati. Ia mengusahakan agar tidak ada bagian yang tertindih. “Semuanya udah, Tik?” tanya Vanilla sambil memeriksa pesanan dalam layar iPad-nya. “Udah, Bu. Tinggal satu kardus ini saja,” jawab Kartika. “Oke.” “Van, ini sisanya.” Tante Lusi meletakkan satu kardus besar yang baru selesai dilakban.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as vanitas no carte
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

nadhifahr5
teriak Vanya menggedor pintu cokelat itu lagi. Verdi beralih membaringkan tubuh, memejamkan mata, dan tersenyum kecil. "Stress gue hari ini!" **
103.8K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as vanitas no carte
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

Sabittttt_
tanya Xaviera dengan khawatir. Speranza menatap Xaviera dan Caiden secara bergantian. Dia menunjuk kotak yang berada di sampingnya. "Kenapa semua kotak ini kosong?" tanya Speranza membuat Caiden dan Xaviera terdiam. "Semua kotak itu ...." Xaviera bingung harus mengatakan apa. Dia menatap Caiden meminta bantuan. "Itu semua adalah kotak sisa. Kotak yang berisikan barang-barang kita sudah di kirimkan," kata Caiden membantu Xaviera menjelaskan.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as vanitas no carte
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status