Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Broken Vessel

Broken Vessel

Semoga saja dia tidak marah karena aku mengikuti jejaknya ke sini. Dua jam kemudian, mobil van ini memasuki area Laboratorium Pengendalian Arte yang berpusat di Kota Centralis, tetapi dibangun dan beroperasi di bagian luar kota, di tengah-tengah hutan rimbun dan terpencil. "Kamu tidak salah menyetir, kan? Kenapa daritadi hanya ada pohon?" tanya salah seorang yang duduk di bangku depan. "Entahlah, aku hanya mengukuti petunjuk jalan yang diberikan oleh Letnan Adrian," jawab rekannya dengan kurang yakin sambil memperhatikan layar ponselnya.
109.3K viewsCompletedAdded to Library 296 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Skandal Pembalasan: Istri Berkhianat, Mertua Memikat.

Skandal Pembalasan: Istri Berkhianat, Mertua Memikat.

sebuah suara tenang memecah ketegangan. Citra menoleh cepat dan tertegun melihat sosok yang berdiri di ambang pintu masuk butik. Vani Adam melangkah anggun dengan kacamata hitam yang perlahan ia turunkan ke hidung mancungnya. Vani menyodorkan sebuah kartu hitam eksklusif kepada kasir tanpa memandang wajah Citra. Kilat kepuasan terpancar dari sepasang mata indahnya yang dulu sering menjadi sasaran perundungan Citra saat sekolah. Roda kehidupan kini berputar dengan cara yang sangat sarkas bagi mereka berdua.
102.7K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Kembali Pada Sang Pemilik Hati

Kembali Pada Sang Pemilik Hati

Reno memanjat kursi untuk bisa melihat dari atas. Vanka membuka pita emasnya. Mengangkat tutup kayunya. Di dalamnya, sebuah ponsel model terbaru dengan warna hitam matte. Di bawah ponsel itu, selembar kertas kecil dilipat rapi. Vanka mengambil kertasnya. Tulisan tangan. Rapi. Ia mengenal tulisan itu bahkan sebelum ia selesai membacanya. "Kartu kreditmu sudah mati. Tapi ada urusan kita yang belum selesai. Malam ini."
554 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Evanescent

Evanescent

tanyaku mempersingkat waktu. Sepertinya sekarang pun, Natasha makin lemas begitu tau putri tunggal nya tidak kunjung pulang. "Vodka? Striptis? Losmen?,"tanya Nacita membungkam bibir nya menatap kedua makhluk ababil tak tau diri. Gadis pirang itu terlalu polos dan muda dalam berpikir.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Hasrat Sang Pewaris

Hasrat Sang Pewaris

Saka tersenyum tipis sambil merogoh sesuatu dari tas slempang di dadanya. Saka merasa salut dengan Vanessa yang masih kuat untuk membalas tatapannya yang sejatinya memiliki aura yang sangat kuat. Itu menandakan jika Vanessa merupakan wanita yang berbeda, wanita yang mungkin unik. "Ini kartu ATM punyaku," ucap Saka sambil menyerahkan sebuah kartu berwarna hitam dengan garis keemasan di sudut dan sisinya. Vanessa menerima kartu tersebut, menyelidikinya hingga berkali-kali, membolak baliknya dengan kening yang mengerut.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as vanitas no carte
Read
+Library
CEO adalah Maut

CEO adalah Maut

Membawa Zayn dan Vanilla ke keluarga Aditama seperti menyerahkan seonggok daging pada karnivora. *** Kartika menyusun satu per satu makrame ke dalam kardus dengan hati-hati. Ia mengusahakan agar tidak ada bagian yang tertindih. “Semuanya udah, Tik?” tanya Vanilla sambil memeriksa pesanan dalam layar iPad-nya. “Udah, Bu. Tinggal satu kardus ini saja,” jawab Kartika. “Oke.” “Van, ini sisanya.” Tante Lusi meletakkan satu kardus besar yang baru selesai dilakban.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as vanitas no carte
Read
+Library
VERDINDA

VERDINDA

teriak Vanya menggedor pintu cokelat itu lagi. Verdi beralih membaringkan tubuh, memejamkan mata, dan tersenyum kecil. "Stress gue hari ini!" **
103.7K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as vanitas no carte
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

tanya Xaviera dengan khawatir. Speranza menatap Xaviera dan Caiden secara bergantian. Dia menunjuk kotak yang berada di sampingnya. "Kenapa semua kotak ini kosong?" tanya Speranza membuat Caiden dan Xaviera terdiam. "Semua kotak itu ...." Xaviera bingung harus mengatakan apa. Dia menatap Caiden meminta bantuan. "Itu semua adalah kotak sisa. Kotak yang berisikan barang-barang kita sudah di kirimkan," kata Caiden membantu Xaviera menjelaskan.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as vanitas no carte
Read
+Library
EVANESCENT

EVANESCENT

kata Naras dengan santai. “Haishh. Untung sayang. Jangan kemana-mana, aku otw.” Setelah panggilan dari Livya berakhir, Naras kembali menikmati secangkir cappucino yang ia pesan sembari menatap pejalan kaki yang lalu lalang di trotoar. Tiba-tiba tubuhnya membeku dan gerakannya terhenti. Ia melihat sesosok laki-laki dengan jas hitam sedang tersenyum pada nenek penjual buah di seberang. Tak lama kemudian laki-laki itu masuk ke dalam mobil sport berwarna silver dan pergi.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Evanescent

Evanescent

Pria itu mengumpat karena sepeda motor yang ia kendarai tiba-tiba berhenti dan sulit untuk dinyalakan kembali. Pria itu terpaksa meninggalkan benda yang sudah tidak berguna lagi untuk saat ini, ia berlari ke dataran yang lebih tinggi di mana terlihat ada beberapa pohon tumbang di sana. Mata tajam Garrand menyisir semua bagian di sekelilingnya berharap bisa menemukan tanda-tanda keberadaan Sarra. "Arghh!!" geraman tertahan terdengar katika Garrand merasa kesal, dia marah pada dirinya sendiri, sudah sedikit lama dan ia tidak menemukan wanita keras kepala bernama Sarra Bellou.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as vanitas no carte
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status