Wiro sang Penakluk
Hanya ada kelembutan dan perasaan sayang.
Lidah Wiro bermain di antara bibir Viana, meminta izin. Viana membuka mulutnya sedikit, menyambut lidah Wiro. Mereka saling membelai, menghisap perlahan, merasakan manisnya air liur yang bercampur, seperti dua jiwa yang sedang menari perlahan dalam keheningan malam. "Mmmh... Wiro..." desah Viana di sela ciuman, tangannya naik, mengelus rambut Wiro, menariknya lebih dekat.