DIA BUKAN BAPAKKU
“Mulai sekarang juga, kamu nggak perlu lagi bantu-bantu di warung. Biar Tegar sama Ajeng yang urus. Kamu fokus saja sama program kehamilan. Ibu kasih waktu kamu, enam bulan.”
Nisma terperanjat. Apa maksudnya dengan waktu enam bulan? Nisma melihat Tegar, yang hanya diam memandang meja, begitu juga dengan bapak mertuanya. Dia melihat wajah Ajeng, yang tampak tak merasa bersalah.
“Kalau sampai enam bulan ini kamu nggak juga hamil, kamu Ibu kasih dua pilihan,” sambung Ibu mertuanya. Nisma menelan ludah. Apalagi ini? Kenapa harus ada pilihan?
Hot Chapters