Pelakor Untuk Balas Dendam
Tanpa merasa bersalah sama sekali, Maureen turun dari mobilnya dengan bergaya seperti dia kan menghadiri sebuah pesta penghargaan, lengkap dengan memakai kacamata hitam untuk menutupi setiap gerakan matanya.
Dia berjalan dengan percaya diri, meski sedang dilihat oleh orang-orang yang sedang bersedih.
"Owh, ini ya jasadnya? Sudah kami bilang, lakukan pekerjaan dengan baik. Sayangilah nyawa kamu yang hanya satu, jangan bersikeras melawan orang yang memiliki kekuasaan," ujar Maureen mendatangi anak mendiang yang berumur paling tua.
"Untuk apa kamu datang ke sini, pergi sana! Tempat ini, bukan untuk orang jahat seperti kalian. Kamu harus bertanggung jawab atas kematian kedua orang tuaku."
Hot Chapters