DUKUN 99
Usianya mungkin sepantaran denganku.
"Mbah, kenapa wajahku selalu pucat?" Ia mengeluh sedih. "Seperti kurang nutrisi. Padahal aku rajin minum vitamin, tidur teratur juga pakai skin care mahal."
"Banyak yang mengatakan bahwa aku sama sekali tidak menarik."
"Seperti mayat hidup, mereka bilang." Ia menatap Bapak dengan binar memohon.
Bapak meneguk kopinya yang masih berkepul uap. Setelahnya, ia meminta ijin untuk menilik bola mata wanita itu.