Tak Semanis Madu
tanyaku mataku mula mengembun lagi, belum sembuh luka sudah kembali terluka.
"Bukan, sayang, bukan gitu maksudnya."
"Terus?"
"Papaku bisa menghabisiku kalau melihat mata kamu seperti itu, Bell, sembab, merah, pucet lagi," teraangnya.
"Pucet? Aku pucat?" Kupegang wajahku menatap Abi penuh selidik.
"Iya, kurang tidur juga bisa," sindirnya.
"Abi ... jangan membahas itu terus!" protesku mencubit tangannya.
الفصول الرائجة