Mencintai Suami Adikku
“Jangan mengalihkan pembicaraan, Zahrah!”
“Aku tidak mengalihkan pembicaraan, Bang. Tapi bener, kan? Sudah lewat jam enam sore, tiga puluh menit lagi adzan magrib dan Abang malah di sini,” jelasku sembari melirik jam mungil yang melingkar di lengan.
“Kamu menghindari Abang? Kenapa melihat ke sembarang arah begitu, Zahrah? Orang yang kamu ajak bicara ada di sini, di depanmu ....” Bang Hasan menunjuk aspal tempatnya berdiri saat ini.