Cinta Pertama : Aku Bukan Orang Ketiga
“Seberat apa pun itu, kamu hanya harus melakukan sesuatu yang mungkin dapat merebut suamimu, kamu adalah Wanita dan istri yang sah di mata Allah, dan yang sah akan kalah dengan yang tidak ada hubungannya. Perkara hati mungkin memang miliknya, tapi di mata Allah, semua pahala datang kepadamu.”
Nania sedih mendengar curhatan putrinya, sejak dulu Jingga memang suka curhat pada ibunya. Ia lebih baik curhat kepada ibunya daripada pada orang lain.
“Sekarang Fatan sedang kebingungan, jadi tuntun dia pada Allah. Niscaya apa yang kamu inginkan akan kamu dapatkan, Nak.” Nania melanjutkan.
“Iya, Bu. Mungkin Jingga terlalu banyak pikiran. Jingga hanya takut suami Jingga masuk ke dalam api neraka.”
Hot Chapters