Taubat Sang Pendosa
"Terserah kamu aja kalau begitu. Mas ngikut."
Aku pasrah ketika warna-warna yang lain dicobakan ke tubuhku. Dia masih saja membolak-balik kain yang sama, kemudian menukarnya lagi. Begitu terus hingga setengah jam berlalu.
Biru, abu-abu, hitam, cokelat, krem, begitulah gumaman Riska sejak tadi. Sepertinya dia kebingungan.hendak memutuskan karena dirasa bagus semua.