Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

sahut Jimat semangat menunjukkan kopi hitam hangatnya. “Eh, di mana warungnya?” tanya Misa, ia ingin membeli sesuatu pula. “Di sana, jalan itu belok kiri lalu belok lagi kanan. Nah, di samping kiri jalan ada sebuah warung kecil.” Jimat menjelaskan. “Oh,” Misa dan Aurel masuk ke dalam rumah, mengambil uang untuk membeli sesuatu. Di sana nantilah mereka akan menemukan sebuah keanehan.
8.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai warung mama
Baca
+Pustaka
My 'Bad' Boyfriend

My 'Bad' Boyfriend

Dan yang lebih penting lagi, hasil dari usaha tersebut dapat mencukupi kebutuhanku dan Xander selama ini. "Toko apa?"cecar Mama sambil mengangkat cangkir tehnya dari permukaan meja. "Itu..." Mulutku tiba-tiba terasa kaku. 'Kenapa, Ris? Kok kamu malu sih? 'Kan usaha kamu halal!', tegurku kepada diri sendiri yang masih saja tidak percaya diri. "Saya... buka warung nasi, Ma." Ku beranikan diri untuk menatap balik Mama yang masih menunggu jawabanku.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai warung mama
Baca
+Pustaka
Terjebak Kenangan Kakak si Mantan

Terjebak Kenangan Kakak si Mantan

tukas Mama Mayang sambil membawa lauk pauk ke meja makan. "Ooh, jadi Mama suka ngelonin sarung Papa kalo lagi ditinggal ke luar kota? Nah, kalo lagi di rumah gini, kok malah dicuekin, sih?" Goda Papa Bagas sambil merangkul Mama Mayang.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai warung mama
Baca
+Pustaka
Dicintai Kakak Ipar

Dicintai Kakak Ipar

Tertera di sana nama sang mama. “Assalamualaikum, Ma.” “Wa'alaikumussalam, Sayang. Kamu masih ada di Bandung?” “Aku sudah ada di Jakarta, Ma. Apa Mama butuh sesuatu?” “Sayang, Mama boleh minta tolong!?” “Tentu saja, Ma. Apa itu?” “Sayang, bisa kamu ambilkan proposal di yayasan pendidikan Raudhatul Jannah?”
1086.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai warung mama
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
edward
rosak ceritanya setelah mati baru suka pengorbanan elah muslihat doang ngak usah masuk penjara biar makin dekat sama erland..liat aja tadi bayinya mau mati masa jadi suka ingat bodoh plin plan kayak penulisnya..ngak benar rosak tapi bagus ceritanya hahahaha tolong kak jangan plin plan fokus aja.
Alif Sarjana
kok cerita aida dan erland jadi sepintas lalu aja sepatutnya cerita byan jadi sepintas lalu lagian byan anak angkat..ngak nyambung ngak enak sih hati..cerita erland tergantung season 2 harus makin seru rendra tuh kasi adik liat bahagia bukan jadi sepintas lalu BODOH ThOR..
Baca Semua Ulasan
Rumah Kosong di Dusun Angker

Rumah Kosong di Dusun Angker

Warung yang dahulu hanya gubuk reyot kini tampak mulai bagus terbuat dari papan kayu dan atap seng. “Kamu mau makan Ren? Cobain gulai ikan Bu Siti, enak banget tahu!”, kata Carla saat mereka turun dari mobil menuju warung “Boleh kalau memang enak. Aku sudah lama tidak mencoba makan makanan rumah kayak begini”, ujar Rendy “Adik-adik ini mau makan?”, tanya seorang wanita yang sudah cukup tua menyambut mereka “Bu Siti..!”, teriak Carla
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 371 kali sebagai warung mama
Baca
+Pustaka
Story Adik Iparku di Akad Nikah Suamiku

Story Adik Iparku di Akad Nikah Suamiku

Jelas sekali ia terlihat lebih muda dariku. “Arisan? Di mana, Ma?”tanyaku, pasti perkumpulan geng sosialita mama yang terdiri dari sepuluh orang wanita yang bergaya tak sesuai usia. “Di cafe Legitta,” ucap mama bersemangat. Siapa sih yang tidak tahu cafe Legitta yang sedang naik daun itu. Terutama bagi kalangan ‘atas’. Cafe bernuansa alam terbuka di tengah kota itu terkenal akan menunya yang enak dan menguras kantong. Bisa dipastikan mama meminta mas Adnan untuk membiayai kegiatannya itu.
1028.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 711 kali sebagai warung mama
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

Seperti sedang berpikir. “Rin ….” Dari balik pintu, Mama melongok. Rupanya Mama datang. “Eh, Mama, kapan datang, Ma? Sini-sini. Karin lagi video call dengan Bang Saga. Mama mau bicara sama dia?” “Oh, ya, boleh-boleh. Mama sudah kangen juga sama dia.” Kuserahkan gawai ke tangan Mama. “Assalamualaikum, Saga, apa kabarnya, Nak?”
9.379.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai warung mama
Baca
+Pustaka
Love You Aleea

Love You Aleea

"Minggu depan, ajak ke rumahlah. Sama teman-teman Abang yang lain juga. Mama mau ngadain syukuran." "Syukuran apaan?" tanyaku. "Mama udah beli toko sebelah. Rencananya yang itu khusus buat warung nasi. Langg*anan mama udah banyak yang minta catering makanan berat sebagai pendamping kue-kue. Jadi kayak one stop shopping gitu, Bang." "Alhamdulillah. Ehm, uang abang boleh dipakai buat nambahin modal Mama."
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai warung mama
Baca
+Pustaka
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Aku menyiapkan bekal air minum untuk suamiku. Mas Rahman berangkat kerja sekitar jam enam pagi. Aku bebenah rumah. Sekitar jam tujuh pagi, aku pergi kewarung. Biasanya jam segini warung sudah buka. Motor matic kukeluarkan dari rumah, akupun menaikinya ke warung. "Mbak Siti!" sapaku pada pemilik warung. "Mbak Arum, mau belanja apa?" Senyum ramah Mbak Siti terbit indah diwajahnya.
7.840.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai warung mama
Baca
+Pustaka
Dijodohin Bocil

Dijodohin Bocil

pinta Mamak. "Oke Mak, ini gulainya kalo sudah mendidih tolong matikan kompornya Mak" Melati kemudian mencuci tangannya dan pergi ke warung. Di selanjang jalan Melati mencium berbagai bau masakan dan juga bau kulit hewan yang di bakar. "Mbk Lis, beli" teriak Melati sesampainya di warung. Mbk Lis keluar dari dalam rumah dan menghampiri Melati.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai warung mama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status