Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Balada Cinta ShaBar

Balada Cinta ShaBar

Tadi, waktu mau masuk terminal satu, kayanya liat toko suvenir, deh. Pas nyampe sana, ternyata bukan toko suvenir. Lebih mirip toko kelontong dengan barang yang lucu-lucu. Ada sutil warna-warni, talenan imut bentuk ikan warna pink, tatakan gelas gambar anjing lucu. Ada juga celemek item bergambar kucing putih lagi natap tajam sambil megangin bola wol yang ujungnya mlungker-mlungker ngebentuk tulisan meow.
1015.2K viewsOngoingAdded to Library 349 Times as warung kucing
Read
+Library
WARUNG SOTO MBOK KARSIEM

WARUNG SOTO MBOK KARSIEM

WARUNG SOTO MBOK KARSIEM 2 Di hadapanku berdiri sosok tinggi besar, dengan bulu lebat memenuhi tubuhnya, tanganya sangat besar dan ukuran setiap jarinya sebesar buah pisang, mahluk itu menggeram, mata merahnya melotot, dari sorot matanya sepertinya mahluk ini marah kepadaku, mahluk itu maju mendekatiku, aku mundur dan tubuhku menabrak sesuatu, ketika aku menoleh kebelakang, di belakangku berdiri sosok pocong dengan kain kafan yang berwarna kecoklatan dan wajah hancur lebur, mulut pocong itu terbuka lebar, dari mulutnya keluar cairan merah pekat berbau anyir bercampur busuk. Aku berlari menjauh dari kedua mahluk menyeramkan ini, sayangnya aku malah menabrak sosok berambut gimbal dengan lidah
108.9K viewsCompletedAdded to Library 345 Times as warung kucing
Read
+Library
Tante Retno, I Love You

Tante Retno, I Love You

"Angkringan yang nasi kucing dan lauknya harganya seribuan di daerah Sleman itu masih enggak sih, Nic sekarang?" Nico memikirkan angkringan yang dimaksud oleh Rio. Beberapa saat ia memikirkannya hingga akhirnya ia menganggukkan kepalanya. "Masih, yang di daerah Pangukan, Sleman 'kan ya?" "Iya. Itu tempat di mana kalo kita bokek, makannya ke sana. Memang tempat yang penuh dengan kenangan dan enggak akan pernah terlupakan seumur hidup. Semua serba seribuan. Murah gila. Di saat parkir motor aja dua ribuan, di sana uang segitu sudah dapat dua nasi kucing," ucap Rio yang membuat mereka berdua tertawa.
13.5K viewsCompletedAdded to Library 270 Times as warung kucing
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Minimal warunglah. Untunglah Kang Jito Akik punya famili yang tinggal di kota Kendil dan membuka warung gudeg khas kota itu. Akhirnya, Sarni Trilili diantar oleh Yu Munah Soblem ke tempat familinya itu. Mbah Darmo, ya Mbah Darmo. Warungnya sangat terkenal di mulut, mata dan telinga anak-anak kampus biru lumut. Meski tempatnya nylempit tapi warung itu tak pernah sepi. Mbah Darmo menyambut niat Sarni Trilili itu dengan gembira. “Hanya seperti ini warungnya, nduk. Tapi laris. Tak tahulah kenapa warung ini jadi begitu ramai dan dikagumi anak-anak kampus biru lumut.”
1.6K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as warung kucing
Read
+Library
Dari Pengkhianatan jadi Nikah Dadakan

Dari Pengkhianatan jadi Nikah Dadakan

tanya Alaric penasaran. Niko menengok ke arloji yang menunjukkan pukul sebelas siang. “Nasi kucing itu ya nasi biasa, Pak. Tapi memang cara bungkusnya itu kecil, lauknya juga dikit. Makanya dinamakan nasi kucing, yang jual pun biasanya penjual tenda di pinggir jalan,” ujar Niko menjelaskan. “Nanggung sekali dibungkus kecil. Memangnya tidak niat jualan, sampai lauknya sedikit?” tanya Alaric bingung.
1020.5K viewsCompletedAdded to Library 490 Times as warung kucing
Read
+Library
Pewaris Bodoh Mengguncang Dunia

Pewaris Bodoh Mengguncang Dunia

Dia menjinjing karung tersebut dan melangkah lebar dengan cepat ke suatu tempat. Junaedi dan Jamelah pun bergerak mengikuti pria tersebut. Langkah pria itu terhenti di sebuah rumah makan yang berlokasikan tepat di depan Stasiun M. Rumah Makan Te-Bing (sate kambing). Pria itu tampak berbincang-bincang dengan pengurus rumah makan tersebut, lalu memberikan sekarung daging kucing itu kepadanya. "Apa apaan ini!" Gigi Junaedi menggertak. Kedua tangannya mengepal tak terima. "Mereka memberi makan orang-orang dengan daging kucing dan bilang bahwa itu adalah daging kambing?"
105.0K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as warung kucing
Read
+Library
Pendekar Sinting dari Laut Selatan

Pendekar Sinting dari Laut Selatan

-o0o- "Aku mendengar Pak Tua Kusumo, pemilik warung di pusat kadipaten, mengatakan kalau kau sedang sakit, Bik. Apa benar begitu?" Angon Luwak bertanya pada Nyai Cemarawangi. Ketika itu mereka bermalam di hutan. Desa terdekat masih cukup jauh. Sementara malam sudah terlalu larut untuk menempuh perjalanan. Karenanya mereka membuat api unggun.
98.8K viewsOngoingAdded to Library 193 Times as warung kucing
Read
+Library
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

“Dina hiji tempat di gunung, lamun syarat sudah ada semua geroan ngaran nini Anteh. Engke nini datang jang mukakeun jalan. (di suatu tempat di gunung, kalau syarat sudah ada semua panggil nama nenek Anteh, nanti nenek datang buat membukakan jalan.)” Aku masih terdiam dengan ucapan nenek itu, kemudian nenek itu tersenyum kembali keluar warung ditemani kucingnya. Dia pun menyimpan sebuah selendang di kursi warung sebagai pembayaran makanan kucing tadi, dan berjalan ke arah Gunung Sepuh meninggalkan warung.
9.8683.3K viewsCompletedAdded to Library 13.7K Times as warung kucing
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Bab 6: Warteg Tengah Malam dan Nasi Goreng Arwah --- Sudah menjadi kebiasaan bagi trio Kalibungkus—Raka, Desi, dan Ucup—untuk merayakan setiap kasus supernatural yang berhasil mereka tangani dengan satu ritual sakral: makan malam di Warteg Bu Sri. Warteg Bu Sri terletak di sudut tikungan Pasar Lama, tempat yang terkenal dengan dua hal: pertama, ayam gorengnya yang gurih seperti mantra penyembuh patah hati. Kedua, warteg itu tidak pernah tutup. Bahkan di malam Jumat Kliwon, ketika seluruh desa menutup pintu rapat-rapat dan menggantung bawang putih di jendela, Bu Sri tetap melayani pelanggan dengan senyum lebar dan celemek bertuliskan “Makan, Jangan Takut. Setan Juga Lapar.”
953 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as warung kucing
Read
+Library
Pembantu Rasa Nyonya

Pembantu Rasa Nyonya

tambahku merajuk. "Lain kali saja, ya?" katanya sambil menarikku untuk masuk di kursi belakang bersama dia. Setelah memberi instruksi ke pak Sopir, akhirnya kami jalan. Warung ini sangat terkenal selain harga ya tidak mahal, rasannya juga enak, segar. Olahan kambing, tapi, tidak eneg. "O, ini namanya tengkleng?" kata Mas Suma sambil membolak-balik tumpukan ikatan tulang, jerohan dan daging.
9.81.3M viewsCompletedAdded to Library 25.1K Times as warung kucing
Show Reviews (144)
Read
+Library
Penghujung Cerita
Rani tidak sadar bahwa dari dulu mas Suma xpernah suka wanita dan wanita pertamanya adalah Rani kalu Suma curang knpa dari dulu tidak buat knpa baru skrng pdhl dia duda udah lama menurutku paling hebat itu Dewi ngk ada wanita lain..
Astika Buana
Terima kasih sudah membaca cerita ini. Ikuti cerita lainnya dengan ketik di kolom pencarian: astika buana. . Terima kasih. Sayangi diri kalian dengan selalu bahagia, apapun keadaannya. . LOVE astika Buana
Read All Reviews
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status