Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Satu Tahun Jadi Istrimu

Satu Tahun Jadi Istrimu

Darian tampak berpikir serius seolah sedang menilai laporan keuangan. “Semua.” Tavira menahan senyum. “Kamu mau mulai dari menyiram dan menata rak bunga dulu?” Darian mengangguk mantap. “Baik.” Ia mengambil semprotan air, lalu mendekati rak bunga segar. Ia memiringkan botol terlalu tinggi, menyemprot terlalu dekat, air membasahi sebagian kelopak, beberapa terlalu basah.
1035.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang water the flowers
Ipakita ang mga Review (8)
Read
+Library
Liani April
Halo teman2, Harusnya cerita ini tamat hari ini, tapi editorku meminta bukunya diperpanjang sampai Desember. Jadi, kuharap kalian masih mau menemani kisah Tavira dan Darian sampai tamat nanti. Siap2 kisahnya akan makin intens dan baper, so kutunggu komentarmu. Terima kasih banyak sudah membaca~
Aurora Aurora
MALLLLEEESSS kalo CEO NYA DOYAN CELUP SANA SINI MURAHAN SAMA SI JALANG DELANEY...!!! PERCUMA JD CEO GA BISA LINDUNGIN ISTRINYA...!!! HARUSNYA SI JALANG DELANEY DIHUKUM, BAWA MASUKIN PENJARA KE KANTOR POLISI...!!! PARAH BANGET KARAKTER UTAMA LAKI2 NYA DARIAN,, CEO GA BISA NGAPA²IN...!!!
Basahin ang Lahat ng Review
Dijodohin Bocil

Dijodohin Bocil

Rendi menghampiri Melati untuk ikut membantu menyiram bunga. "Kak, aku mau menyiram bunga juga" Melati menyerahkan selang air ke Rendi "Ini, jangan terlalu banyak air dan jangan terlalu sedikit ya. Kalau kebanyakan bunganya bisa mati dan kalau kurang bunganya bisa kering" Rendi hanya mengangguk mendengar perintah Melati, dia merasa merawat bunga ternyata sulit. Terlalu banyak air mati, tapi kalau kekurangan air juga bisa membut bunga kering.
3.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 76 Beses bilang water the flowers
Read
+Library
Terjebak Kerjasama Paksa Dengan Gadis Indigo

Terjebak Kerjasama Paksa Dengan Gadis Indigo

Bukan hanya keras kepala, namun juga angkuh, dan denial akan kemampuannya. Nara menaburi air di dalam bath up dengan cairan kuning ekstrak bunga Chamomile dari botol kaca kecil di tangannya. Tubuh tanpa busananya kini sudah masuk ke dalam air hingga sebatas leher. Gadis itu memejamkan mata, menikmati kehangatan yang mengalir di seluruh tubuhnya. Aroma bunga chanomile membuat energinya seperti terisi kembali.
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 31 Beses bilang water the flowers
Read
+Library
Terjerat dendam pernikahan

Terjerat dendam pernikahan

Ia hendak meneruskan pekerjaannya untuk menanamkan bunga mawar yang ia sulap. Ezra melihat selang air. Ia segera menghidupkannya dan menyirami tubuh Vallen seperti tanaman. Membuat wanita yang berjongkok tersebut berteriak karena disangka hujan. Rupanya ulah sang sahabat. "Ezra hentikan! Kau membuat pakaianku basah!" teriak Vallen nyalang. Apalagi kini rambutnya pun basah.
104.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 172 Beses bilang water the flowers
Read
+Library
RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

Tapi setelah membuka pintu, dia langsung masuk ke dalam ruang miliknya. Dia sudah membeli benih Sunrose dan merasa harus menanamnya secepat mungkin. Di dalam ruangan yang redup, benih Sunrose menumpuk di tanah. Fikri segera membungkuk dan mengambil segelas air mata air ajaib, lalu menyiramkan air tersebut ke benih anggur Sunrose di tanah, dan merendarmnya selama setengah jam sebelum mulai menanam.
103.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 113 Beses bilang water the flowers
Read
+Library
Selubung Memori

Selubung Memori

Lavi bahkan tahu cara merawat bunga-bunga itu agar bisa berbunga lebih cepat. Di tengah jalan, kami bertemu bunga berwarna merah. Aku tahu jenis bunga itu. Aza juga pernah memberitahunya—dan Lavi melakukan hal yang sama seperti Aza. Dia mencabut bunga itu, lalu dari tangkai, bunga itu mengeluarkan semacam cairan. Lavi menunjukkannya. “Kau pernah mencobanya?” “Rasanya manis,” anggukku.
1019.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 558 Beses bilang water the flowers
Read
+Library
Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi

Suami Menikah Lagi, Aku Memilih Pergi

Angin sepoi-sepoi membawa aroma bunga dan tanah yang lembap. Kanina mengambil botol semprotnya. Lalu mulai menyiram dan menyemprot daun-daun tanaman yang ada di luar toko satu per satu. Air dari semprotan membentuk butiran-butiran kecil yang berkilauan di bawah sinar matahari. Daun-daun hijau tampak semakin segar. Bunga-bunga yang bermekaran bergoyang pelan tertiup angin. Kanina tersenyum sambil sesekali menoleh ke arah dalam toko. Melihat Artanti yang masih duduk di dekat jendela.
105.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 185 Beses bilang water the flowers
Read
+Library
Perawat Mantan Napi Milik Sang Pewaris

Perawat Mantan Napi Milik Sang Pewaris

“Aku akan mengambil minuman untukmu.” “Tidak perlu, sekarang aku sudah tidak haus lagi,” tolak Abra. Floryn berdiri berdecak pinggang. “Jangan menyentuh obat didekat bunga itu, itu berbahaya. Aku harus pergi mandi dulu. Jika kau membutuhkan sesuatu, panggil aku. Jangan naik ke atas karena tangganya masih licin, mengerti?” nasihat Floryn lagi masih terdengar ketus namun menunjukan perhatian.
9.924.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 547 Beses bilang water the flowers
Ipakita ang mga Review (21)
Read
+Library
puji amriani
otw 15k pembaca kasih crazy update dong kak🤏🤏🤏🤏🤏🤏🤏🤏 novel ini 2 bab keknya kurang banget soal nya secanduuuuu itu .. proud of you kak sudah menulis novel sebaguuuuusss dan sekeren ini. .. semangat nulisnya kak ditunggu lagi update nya
Silent Heart
Jujur, sejauh ini, ini adalah satu-satunya novel paling sering bikin mewek tapi ku baca sampai habis, gak bikin bosen, bikin penasaran, dag dig dug, mengaduk segala macam emosi. Sampai sekarang belum bisa move on. Moga ada segera ada karya baru yang bisa bikin move on...
Basahin ang Lahat ng Review
Satu Malam Bersama Adik Suamiku

Satu Malam Bersama Adik Suamiku

"Kami sangat bersyukur bisa menjadi orang tuamu. Kamu mengajarkan kami banyak hal setiap hari." Mereka bertiga berpelukan erat, ditemani hanya oleh suara film yang masih berlangsung di latar belakang. Beberapa hari kemudian, di sebuah pagi yang cerah, Ayla sedang mengajarkan Aruna cara menanam bunga di taman kecil mereka. Tiba-tiba, Aruna bertanya, "Bunda, kenapa bunga harus disiram setiap hari?" "Karena bunga butuh air untuk tumbuh, sayang," jawab Ayla sambil membimbing tangan kecil Aruna yang memegang alat penyiram.
2.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 87 Beses bilang water the flowers
Read
+Library
What the hell, Tetangga!

What the hell, Tetangga!

Seperti yang sudah Jane bilang sebelumnya, ia tidak terlalu mengabaikan rumahnya dan Maria, baru beberapa hari yang lalu dibersihkan, hanya saja ketika melihat bunga-bunga didepan rumah layu dan tak sesegar biasanya, Jane merasa harus memberi air agar semua kembang cantik itu bisa tetap hidup. Jane menarik selang berwarna biru itu, memutar pembuka air dan lalu mulai menyirami bunga-bunga disana dengan rata. Sudah hampir selesai, mungkin tinggal beberapa pot lagi yang belum, namun sebuah suara menyapa membuat Jane mau tak mau harus menghentikan kegiatannya. Jane menarik napas terpaksa sebelum melempar senyum yang dibuat-buat. Melihat dengan jelas ibu-ibu yang memakai kaos berwarna hot pink da
9.9181.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.2K Beses bilang water the flowers
Ipakita ang mga Review (50)
Read
+Library
Esteifa
makasih banget buat temen-temen yang udah mau koreksi di kolom komentar, baru liat ternyata banyak banget typo, salah nama, double ketik dll. what the hell Tetangga lagi revisi biar yang baca tambah nyaman *-* terimakasih.
LeeJaeWook13
cerita bagusss bangettt, gak banyak drama lebih ke slice of life, tapi tetap ada bumbu manisnyaa, konflik nya ringan tapi deep banget, suka bangettt intinya, btw aku masih belum rela mereka selesai huhu. Di tunggu next project nyaa. Fighting author
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
1
...
456789
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status