Rasa
Kyra mengusap wajahnya dengan kedua tangan yang halus, ia mencoba menolak pikiran pikiran aneh di kepalanya.
Abian, ya itu satu nama yang mendeskripsikan pikiran Kyra saat itu. Saat tadi bertemu, Kyra cukup merasa aneh dengan sosok Abian, bukan aneh karena kepribadiannya yang sangat dingin saat berbicara tadi, tapi sosoknya cukup berbeda dari laki laki lai yang pernah ia jumpai sebelumnya. Kyra memiliki beberpa teman laki laki saat ia masih dibangku sekolah dasar, sebelum ia masuk di pondok pesantren Darul Haq, Kyra memilii tak banyak teman laki laki. Namun, semenjak masuk pesantren, Kyra jarang bersosialisasi dengan lawan jenis.
Sikat na Kabanata