Istri Pengganti Sang Miliarder
Saat petugas membuka pintu dan memperlihatkan kamar yang telah kami pesan, aku terdiam sesaat.
Di atas ranjang, ada handuk yang dilipat menjadi dua angsa, saling berpagut, lengkap dengan taburan kelopak mawar merah yang memberikan nuansa romantis. Arlan tampak sangat puas, senyumnya lebar seperti anak kecil yang baru saja mendapat hadiah.
“Gimana, Ta? Keren, kan?” bisiknya di telingaku, terdengar bangga.
Aku hanya mengangguk sambil tertawa kecil. “Romantis banget, Lan. Nggak nyangka kamu bisa sekreatif ini.”