Suami Bersama
Kubiarkan jemari ini menari di atas layar, mengetikkan pesan untuk suamiku.
[Assalamu'alaikum, Mas, apa kabar? Kamu, kok, gak pernah telpon aku? Aku kangen kamu] ~ Istrimu~
Setelah selesai, langsung kukirim. Namun, aku harus kembali kecewa saat kulihat pesan yang kukirim centang satu.
"Centang satu?" gumamku dengan dahi mengerut.
"Mungkin Mas Yusuf udah tidur? Baiklah... besok saja kutunggu balasannya," kataku mencoba menghibur diri.