Reset
cerca Riko masih terus fokus dengan ponselnya.
“Ehhh, Erlangga kan?”
“Tuh pinter, lo masih ada kelas kan? Masuk sono, ntar kumpul di warung Bi Miun.”
“Warung?”
“Astagaaaa, lo tuh kalo punya ot---” terus saja mengomel, itu memang hobi Riko. Sambil terus mengotak atik ponsel, dia menoleh ke belakang hendak menjitak kepala cowok yang sedari tadi nimbrung pembicaraannya dengan Iqbal. Tapi langsung mencelos, keberaniannya luntur. Lidahnya ngilu, tidak tahu harus bagaimana lagi. Riko cuma bisa menepuk pelan bahu Iqbal yang belum menoleh ke belakang.
Hot Chapters