Aku Bukan Orang Ketiga
Jujur, dia penyemangatku untuk pergi ke sekolah setiap pagi, berusaha mencuri pandang disaat upacara bendera atau ketika jam istirahat tiba, sungguh indah semuanya.
Tanpa banyak basa-basi kuterima lamaran dari orang tuanya, perjodohan yang bagaikan sebuah anugerah untukku, begitu banyak mimpi yang telah kurajut.
"Gue akan berhenti bekerja dan akan menjadi ibu rumah tangga yang sempurna, mengurus anak- anak dan suami tercinta," ucapku waktu itu di depan Loli, sahabatku.
"Emangnya Lo gak rugi resign dari pekerjaan ini, bahkan ini impian lo sejak dulu kan?"