Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Taring Emas Sang Alpha

Taring Emas Sang Alpha

Wajah prajurit itu tampak pucat pasi, matanya terbelalak penuh ketakutan bercampur kepanikan yang luar biasa tatkala menatap ke arah mereka berdua. “Yang Mulia Solvatar! Tabib!” teriak prajurit itu dengan suara bergetar hebat, seolah-olah berusaha meraup udara di tengah kepanikannya. “Ini tentang Tuan Nachtmar! Suhu tubuhnya mendadak naik sangat drastis dalam beberapa menit terakhir, dan sekarang ... sekarang seluruh tubuhnya mulai mengejang hebat di atas ranjang!”
10884 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Ia berlari keluar dari kompleks Jati Sakti yang berduka, jantungnya berdebar kencang dengan ketegangan antara amarah dan tekad. Langit terlihat berwarna merah jingga menjelang malam, tetapi bagi Anggrawati, itu tampak seperti tetesan darah. Dan malam ini, dia tahu, adalah pertanda bahwa teror Dewa Maut yang lama telah menghasilkan sesuatu yang jauh lebih menakutkan. Lahir dari kegilaan murni yang menyembah kehancuran itu sendiri. Kultus Darah Hitam bergerak ke arah tempat kekuatan Dewa Maut berada, merobek tabir di antara alam fana dan ketiadaan.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Berikut versi yang sudah diperbaiki dan dirapikan agar menyatu dengan Bab 103: Malam semakin larut, tetapi tak satu pun dari mereka benar-benar ingin masuk ke kamar masing-masing. Ada perasaan aneh—seperti berdiri di ambang sesuatu yang besar. Bukan akhir, melainkan perubahan. Aruna kembali keluar ke teras. Langit benar-benar gelap, hanya bulan tipis menggantung pucat di antara awan. Embun menyusul tanpa suara, berdiri di sampingnya. “Kamu takut?” tanya Embun pelan.
955 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Sang Putri Terbuang

Kebangkitan Sang Putri Terbuang

“Dan alasan mereka cukup kuat untuk membuat seluruh desa terkunci seperti ini. Ketakutan telah merasuki setiap sudut desa ini.” Salah satu pengawal mendekat dengan napas terengah, wajahnya dipenuhi kekhawatiran. “Nyonya, hari sudah hampir gelap. Kita harus mendirikan tenda sebelum malam tiba. Hutan ini terkenal berbahaya saat malam tiba.”
1018.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 537 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Matahari terbenam, memenuhi langit dengan cahaya senja. Di senja yang perlahan menyelimuti, lonceng Kuil Dewa Selatan berdentang, bergema di antara pegunungan bersama kicauan burung-burung yang kembali pulang. Lyra perlahan membuka matanya dan melihat sosok tinggi dalam jubah abu-abu-putih, bermandikan cahaya kuning yang hangat, berdiri di depan tempat tidurnya.
984.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

“Kalau gerbang kedua terbuka… dunia ini jadi ladang berburu para iblis. Raka tidak akan selamat. Kita semua tidak akan.” Tengah malam itu, seluruh desa menggigil. Bukan karena angin dingin, melainkan getaran dari dalam tanah. Para penduduk terbangun karena tanah seperti bernapas. Rumah-rumah berderak. Atap mengelupas. Bayi-bayi menangis tanpa suara. Burung hantu menabrak jendela dan mati seketika.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

Kenapa bocah itu nggak mati saja? Ia mengepalkan tangan. Pandangannya menatap pintu yang baru saja menutup. Dan malam itu, untuk pertama kalinya, Zelina tahu: tidur tak akan lagi membawa tenang. Yang menemaninya hanyalah rasa takut… dan niat yang perlahan tumbuh dari kegelapan.
10139.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai when the night was full of terrors
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Dinlea
novel ini bagus ceritanya.. cm terkadang ada rasa utk menskip krn bahasa yg digunakan terlalu bagus.. shg aku yg kurang pandai ini lebih suka bahasa yg langsung tp the poin dari cerita. tanpa perumpamaan.. maaf y Thor mksh
Baca Semua Ulasan
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

**Tapi karena tiap malam… Aaron bicara dalam tidur. Bahasa yang tidak dimengerti siapa pun. Bahasa roh. Dan kadang-kadang, saat langit benar-benar gelap… **ia menggertakkan gigi dan ruangan bergetar.** --- > *Di kejauhan, di atas langit Tebing, seekor bayangan besar mengitari awan — belum turun, belum utuh, tapi… sedang mendekat.* ## 📖 **BAB 3 — “T-Rex Kecil dan Sang Ayam Kampung”**
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

“Apa yang sebenarnya disembunyikan benda kecil ini?” Lonceng kecil di sakunya terasa semakin berat seiring langkahnya menuju kampus. Seakan benda itu memiliki energi misterius yang berusaha menarik perhatian dari makhluk-makhluk lain di sekitarnya. Sambil melangkah, Gracya berusaha menenangkan diri dengan berpikir bahwa malam ini mungkin adalah langkah pertama untuk melepaskan dirinya dari belenggu horor ini. Jika lonceng ini benar-benar memiliki pengaruh mistis, mengembalikannya ke tempat asalnya mungkin akan mengakhiri teror yang terus menghantuinya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

41. Penyerangan Monster Kerajaan Worewolf malam ini tampak begitu hening. Tidak ada suara lolongan yang biasanya akan terdengar menggema dan saling bersahutan mengingat malam ini adalah malam purnama. Saking sunyinya membuat Pangeran Nathan yang berdiam diri di balkon utama istana mengerutkan dahinya dalam-dalam. Bahkan hanya untuk merasakan udara malam saja ia tidak bisa. Suara serangga malam pun tak terdengar sedikit pun, membuat laki-laki itu semakin yakin ada sesuatu yang mengganjal. Ditambah sinar rembulan di atas sana berwarna keorange-an, membuat para kaumnya ragu untuk menyambut purnama kali ini. Ada sesuatu yang salah malam ini. Tetapi apa?
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status