Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Berhenti Mengejarku, Pangeran!

Berhenti Mengejarku, Pangeran!

Dan makhluk-makhluk mengerikan yang berkeliaran di kejauhan. Tulisan di bawahnya berbunyi: ‘Nochtaryn. Sebuah tanah yang gersang saat musim kemarau dan membeku seperti es pada musim dingin. Tempat yang mampu membunuh manusia secara perlahan. Ditambah monster-monster yang siap menerkam siapa pun yang lengah.’ Aruna membalik halaman berikutnya. Kini muncul gambar seorang pria.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Annora with Mr.Lee

Annora with Mr.Lee

Sentuhan di Balik Kegelapan ​Langkah kaki yang berat dan konstan itu terdengar kian mendekat, menggetarkan lantai beton gudang bawah tanah sektor C yang dingin. Gema suara Mateo yang memanggil namanya justru membuat Annora kian tenggelam dalam paranoia. Di dalam kepalanya yang buntu, semua pria di tempat ini adalah ancaman. Rambut hitam panjangnya yang tergerai berantakan menempel di pipinya yang basah oleh air mata, sebagian menutup mata almond-nya yang melebar penuh horor. Ia meremas clutch hitam di dadanya sekuat tenaga, menahan isak tangis agar tidak menimbulkan riak suara sekecil apa pun.
354 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
TERJEBAK MANISNYA PSIKOPAT GILA

TERJEBAK MANISNYA PSIKOPAT GILA

Apa yang akan aku tulis adalah tambahan terbaru untuk Night Series. Adegan apa yang harus aku mulai? Ed Scar, penguasa dunia horor, terkenal karena menanamkan rasa takut ke dalam kehidupan sehari-hari. Triknya adalah mengubah hal biasa menjadi sesuatu yang menakutkan. Sesaat setelah aku berpikir, sebuah ide muncul di benak ku. Dengan sudut bibirku yang melengkung ke atas, aku mulai mengetik
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Dari kegelapan di luar pendopo, tampak rombongan besar makhluk-makhluk aneh beriringan mendekat: Ular-ular besar melilit pepohonan, matanya merah membara, Bayangan berwujud anjing setinggi manusia, berjalan dengan langkah mengancam, Sosok-sosok gelap tanpa bentuk pasti, hanya kabut yang berdenyut-denyut seperti jantung. Bu Darmi menarik napas panjang. Malam ini, ia adalah benteng terakhir. "Reza... cepatlah kembali..." bisiknya pelan, sebelum menutup mata, dan mulai membaca doa pelindung dengan seluruh kekuatan jiwanya. Di langit yang gelap, kilatan petir merah mengoyak kegelapan, pertanda bahwa malam itu, perang antara dunia manusia dan dunia lelembut benar-benar dimulai.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat

Diam-Diam Menjadi Hunter Terkuat

ucap Quinn sembari mengusap kedua lengannya dengan ekspresi sedikit cemas. Quinn pun kembali berkata seraya memperlihatkan ekspresi penuh horor, “Kejadian yang kemarin sudah cukup membuatku tidak bisa tidur nyenyak. Setiap kali aku memejamkan mata, aku pasti membayangkan adanya goblin menyeramkan di samping tempat tidurku dan siap memukuliku sampai mati!”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Bakti yang Tidak Dihargai

Bakti yang Tidak Dihargai

Sialnya semakin di tahan, dorongan itu kian besar. Setengah sadar aku beranjak dari tidur, melangkah perlahan menuju kamar mandi yang ada di belakang. Lampu ruang keluarga menjadi satu-satunya penerangan malam ini. Aku hilangkan perasaan takut yang hadir. Aduh, kenapa wajah pocong menghantuiku? Kapok nonton film horor malam jumat begini. Mana sepi banget malam ini?
121.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Terjebak dalam Tubuh Istri CEO yang Tak Diinginkan

Terjebak dalam Tubuh Istri CEO yang Tak Diinginkan

Napas Gisella tercekat. “Dan kau kira Arxavie salah satu dari mereka?” “Bukan. Aku yakin. Dia yang terakhir.” Scene: Ancaman Muncul Malam itu, langit dipenuhi awan tebal. Suara hewan malam menghilang. Wiliam keluar vila dengan senter, memeriksa sekitar setelah mendengar bunyi seperti langkah kaki di rerumputan. Dan di sanalah dia berdiri.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Malaikat Maut

Tetanggaku Malaikat Maut

Michigan, Oktober 2022. Angin malam di musim gugur berhembus cukup kencang, menyapu helaian rambut berwarna ash brown milik Ezra. Dengan santai, ia berdiri dalam bayang malam yang gelap di sebuah gang yang sepi. Ditambah dengan pakaian suit dan trench coat hitam yang ia gunakan membuat Ezra menyatu dengan kegelapan. Mata hijaunya bergerak melihat ke arah jam tangan yang ia gunakan.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Di sekitar mulut pria itu terkena noda darah karena baru saja menggigit wanita di tangannya. Diana tahu jelas pria itu bukanlah manusia. Dia adalah mayat hidup atau biasa dikenal dengan zombie. Mengetahui bahaya mengincarnya, Diana segera berlari menuju pintu darurat. Dia segera berlari menaiki tangga. Di belakangnya zombie itu pun berlari mengejarnya. Suaranya erangannya layaknya binatang buas yang kelaparan. Jantung Diana berdetak cepat akibat perpaduan antara rasa takut dan juga karena dia berlari melewati tangga satu persatu dengan cepat.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai when the night was full of terrors
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status