Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The Wind

The Wind

Apa kau menyukai angin?? Angin yang berhembus dengan lembut... ----- #Viona_Arkaila Aku duduk di kelas dengan masih menunduk, aku mencoba mengalihkan perhatian sambil membaca buku, tetapi tetap saja aku merasakan tatapan membunuh dari mereka-para penggemar Evan-bisa langsung menghujam punggungku. Sejak Evan mendorongku agar masuk kelas tadi pagi, tatapan mereka tidak berubah, tolong! Aku bisa lihat mata mereka seakan-akan ingin lepas dari tempatnya.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as wind breaker x reader
Read
+Library
Broken Wings

Broken Wings

Aku sontak menutup mata dan telinga seiring dengan bunyi kaca pecah. Saat aku kembali membuka mata, kulihat seseorang berdiri di sana. Suaraku mendadak hilang saat kulihat sosok yang baru saja mendobrak pintu dengan tongkat di tangan itu adalah Dendra. Lelaki itu berdiri di sana dengan seringai yang membuat tubuhku mendadak beku. Aku berusaha memanggil Adrian. Berkali-kali, tetapi hanya mulut tanpa suara.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as wind breaker x reader
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

Bibir Dev melengkung lebar dengan mata berselimut kaca. The End
109.0K viewsCompletedAdded to Library 215 Times as wind breaker x reader
Read
+Library

Frequently Asked Questions

Ada sesuatu yang membius tentang dunia 'Wind Breaker'—bagaimana setiap karakter tidak sekadar jadi sosok fiksi, tapi seolah punya napas sendiri. Kalau harus memilih, aku mungkin adalah Jo Togame: si jenius otodidak yang sukanya mengotak-atik mesin, tapi punya sisi awkward saat berinteraksi sosial. Mirip seperti kebiasaanku ngoprek PC sampai larut malam sambil ngobrol sama teman-teman Discord. Aku suka cara mangaka menggambarkan ekspresi Jo yang datar tapi sebenarnya penuh rasa ingin tahu, seperti ketika dia memelajari kelemahan lawan lewat data daripada insting. Hidup di antara dua dunia—logika dingin dan panasnya persahabatan—itu rasanya sangat relate!

Yang bikin karakter ini makin menarik adalah perkembangannya dari seorang penyendiri jadi bagian dari keluarga Bofurin. Aku pernah mengalami fase serupa ketika pertama kali gabung komunitas cosplay; awalnya cuma jadi silent reader, tapi lama-lama ketagihan diskusi teori sampai akhirnya ikutan event. Jo mengingatkanku bahwa keterampilan teknis saja tidak cukup tanpa orang-orang yang mendukungmu. Mungkin itu sebabnya arc pertarungannya melawan Sakura terasa begitu personal—kadang kompetensi harus berhadapan dengan emosi yang belum bisa diukur algoritma.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status