Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jiwa Petarung Handal

Jiwa Petarung Handal

tanya Lelaki tua yang bernama Fengying, ayah Jia Li. Sementara Jianying, ibu Jia Li hanya diam sembari memperhatikan wajah Hao Yu yang begitu tampan. Memang siapa yang tidak terpesona dengan ketampanan Hao Yu, pemuda itu begitu tampan, wajahnya bercahaya. Putih bersih dan hidung tegap, rahang tegas dan bibir tipis berwarna merah jambu itu mampu membius setiap membius setiap wanita yang ia temui.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai yi nian yong heng
Baca
+Pustaka
Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Feng Huang - Kitab 3: Pedang Surga

Yang Huajin kembali mengangkat satu tangannya, lalu menyimpan satu tael emas itu ke balik pakaiannya. “Terima kasih untuk uang yang kalian berikan,” lanjutnya. “Dan seperti yang aku katakan tadi, aku lebih baik tidak mengetahui tentang apa pun yang kalian kejar itu. Aku hanya orang kecil, A Yin, A Jian. Dan orang kecil sepertiku hanya membutuhkan kehidupan yang sedikit lebih tenang. Kalian tahu, damai.” “Kau benar-benar luar biasa A Jin,” Feng tersenyum lebar. “Apakah semua orang di Hailing sepertimu?”
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai yi nian yong heng
Baca
+Pustaka
DANYANG

DANYANG

tanya Dayu. ***
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai yi nian yong heng
Baca
+Pustaka
Hasratku Menjadi Candunya

Hasratku Menjadi Candunya

Nan Yuheng berjalan keluar dari jalur VIP bersama asisten pribadinya, Qin Yan. Pria itu berdiri tegak seperti cemara, dengan wajah tegas dan tampan, balutan setelan hitam pekat menambah wibawa serta aura dingin yang kuat di sekelilingnya. Sopir sudah menunggu di luar bandara. Begitu melihat Nan Yuheng, ia segera membukakan pintu mobil. Begitu masuk ke dalam, Qin Yan yang duduk di kursi depan menyerahkan setumpuk dokumen berisi laporan kondisi terbaru Kota Haicheng.
10698 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai yi nian yong heng
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Rona muka Shu Yan yang berubah-ubah sangat lucu untuk dilihat. Pada saat Shu Yan hampir mempermalukan diri sendiri, sekelompok tuan muda mendekat. Beberapa yang dikenal Shu Yi adalah Xie Min, He Jinglin, dan Su Lingnan. Pria terakhir adalah kakak kandung Su Changying. "Senang melihat nona kedua Zheng di sini," ujar He Jinglin dengan kesopanan yang bisa diharapkan dari seorang bangsawan. "Apakah nona Xie melakukan sesuatu yang salah hingga anda membuatnya ketakutan?"
1022.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 673 kali sebagai yi nian yong heng
Baca
+Pustaka
1001 Reinkarnasi Dewi Bulan Merah

1001 Reinkarnasi Dewi Bulan Merah

ujar Su Yongseng pelan. "Paman, siapa pemuda itu," tanya Huanran yang memainkan kipas di tangannya. "Hanya beberapa kenalan, ingatlah untuk tidak berbuat onar," tegas YanZhen mengingatkan Huanran. "Tapi paman apa kau tidak merasa dia seperti seseorang yang kita kenal, ahh ya seperti Nona Tertua Kediaman Rong." Deg!!! Yanzhen memang sempat memikirkan nya, tapi melihat penampilan Yinzhen yang memang seperti pria dia menepis pikiran itu, tapi Yan Huanran mengganggunya lagi.
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai yi nian yong heng
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pangeran

Kembalinya Sang Pangeran

“Aku harus memberikan jubah itu padanya. Aku harus mengganti jubah itu karena aku tidak pernah mengirimkan hadiah padanya.” Yu Yong menoleh perlahan, raut wajahnya berubah, penuh tanda tanya. “Nyonya sangat yakin kalau hadiah itu pemberian Yang Mulia. Surat dengan inisial Y sebagai pengirimnya itu ….” Kalimat Yu Yong terputus ketika ia sadar bahwa siapa kemungkinan pemilik inisial Y. Sunyi menyusup di antara tumpukan kain. Hanya bunyi angin yang masih setia mengetuk kisi-kisi jendela tua.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai yi nian yong heng
Baca
+Pustaka
Ayah, Jangan Bunuh Aku!

Ayah, Jangan Bunuh Aku!

Jika dia tidak salah menilai maka pemuda ini setidaknya baru saja berusia 20 tahun , paling tua 25 tahun! Atau bahkan mungkin di bawah 20 tahun. Ning Xueqin tidak bisa menentukan usia pastinya hanya saja bisa mengatakan bahwa pemuda ini masih sangat muda. Hakim Yue ini bernama Yue Long, seorang pemuda Ibukota yang berasal dari Keluarga Menteri Pekerjaan Umum.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai yi nian yong heng
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status