Mate
sungut Baya.
“Padahal kita seumuran, ya. Tapi, keliatannya tua-an kamu jauh dari aku, yang.” ledekku.
Baya mencebik. “Huh, biarin.”
“Oh ya, yang. Tadi ada Mama ke rumah. Terus dia bilang sesuatu.”
“Bilang apa?”
“Katanya jodoh aku tuh ada dua. Polisi sama Tentara. Ada-ada aja deh Mama. Tentara? Sejak kapan aku dekat sama Tentara. Nggak pernah. Hahaha… jadi nggak mungkin.”
Hot Chapters