Driving You Crazy
“Aku sudah cukup peduli selama ini. Sekarang, saatnya memikirkan diriku sendiri. Aku lelah memikirkan orang yang tidak punya otak.”
Tak butuh waktu lama baginya untuk memutuskan. Vivian mengambil mantel dari sandaran kursi, meraih kunci mobil, dan meninggalkan apartemen tanpa menoleh lagi. Langkahnya cepat dan mantap menuju mobil, seakan dia tahu persis ke mana dia akan pergi. Sekali lagi, dia memilih lari ke tempat yang paling dia tahu mampu memberinya pelarian sementara dari kenyataan, kelab malam elit di distrik Meatpacking. Setidaknya dia tahu bahwa banyak minuman di sana yang mampu menyegarkan pikiran.
Bab Populer