Mag-log in"Segalanya dimulai dari pandangan pertama, ketika kau tahu kalau dia akan menjadi milikmu." Rosalind Prada telah memenangkan kompetisi untuk membuat sebuah lukisan besar di tengah-tengah lobi sebuah gedung baru milik Adelio Carlos. Di sebuah pesta untuk memberi penghormatan pada dirinya, Rosalind pertama kali bertemu Adelio, dan langsung tertarik padanya. Ini juga membingungkannya, Rosalind biasanya tidak tertarik terhadap orang asing. Pria yang misterius, intens, berkuasa. Adelio benar-benar membuatnya bingung. Tapi Rosalind menyukainya. Sedangkan untuk Adelio, Rosalind adalah jenis wanita yang tidak bisa dia tolak, seseorang yang jarang dia temui. Kemudian dengan satu cara, Adelio akhirnya berhasil membuat Rosalind menyetujui perjanjian hubungan di antara mereka. Yaitu tidak ada komitmen apa pun. Rosalind adalah gadis usia dua puluhan yang berjuang untuk menyelesaikan kuliahnya dan berjuang untuk hidup. Wanita yang ceria, sederhana, berkemauan keras. Berjiwa seni tinggi dan sedikit lugu, dan tidak pernah menyadari kalau dirinya adalah wanita yang sangat cantik dan menarik. Adelio adalah pria kaya raya yang berwibawa di usia tiga puluhan yang sangat menyukai dan menikmati seni dengan kekayaan miliknya. Pria yang egois tapi berhati lembut dan pria dominan. Pria yang tidak pernah bisa berkomitmen karena pengalaman masa lalunya.
view moreSudah lewat tengah malam ketika Adelio membukakan pintu kamarnya untuk Rosalind dan dia berjalan ke dalam kamar yang elegan dengan lampu yang remang-remang."Aku pikir mungkin aku tidak akan pernah berada di dalam kamar tidur ini lagi." Kata Rosalind, melirik ke sekitarnya. Mereka pernah bersama-sama sepanjang malam, Adelio tidak pernah meninggalkan sisinya, Rosalind sangat sadar ketika Adelio memperkenalkannya kepada pelukis dan beberapa kolektor seni atau menunjukkan padanya empat lukisannya yang sudah di perbaiki, atau mereka berbicara dengan teman-teman dan keluarga. Sementara itu, Rosalind bertanya-tanya apa yang sedang ada di pikiran Adelio, apa yang akan di katakan Adelio saat mereka hanya berdua, secara pribadi?Rosalind telah di tawari kerja sama oleh tiga galeri terkenal untuk koleksi di masa yang akan datang dan di minta untuk melakukan pameran di sebuah museum di Italia. Dia melihat ke arah Adelio saat itu, karena Adelio adalah pemilik semua lukisannya saat ini, tapi Adeli
Sepuluh hari kemudian, Billi berdiri di depan lemari baju Rosalind mengenakan jas dan mengaduk-aduk gantungan di sepanjang rak sementara Rosalind memandangnya dengan lesi dari tempatnya duduk di tepi tempat tidurnya."Bagaimana dengan ini?" Tanya Billi, memegang sebuah gaun dan mengeluarkannya dari lemari.Rosalind berkedip ketika melihat Billi memegang gaun yang dia kenakan untuk acara perayaan beberapa waktu yang lalu, di malam dia bertemu Adelio untuk pertama kalinya. Rasanya mustahil kalau hidupnya telah berubah drastis sedemikian rupa dalam waktu yang singkat. Rasanya tidak mungkin kalau dia jatuh cinta dengan cepat, dan kemudian tersesat di dalamnya. Tapi kemudian ketika dia mempertimbangkan segalanya, itu membuat perasaannya semakin sedih.Billi memperhatikan Rosalind yang kurang antusias pada gaun itu. "Apa? Gaun ini manis.""Aku tidak ingin pergi." Kata Rosalind, suaranya terdengar serak karena jarang bicara."tentu saja kau akan pergi." Kata Billi, memberinya tatapan tajam.
Adelio tidak bicara pada Rosalind di mobil menuju bandara, dia hanya menatap lurus ke depan saat dia menyetir, jari-jarinya memutih saat dia menggenggam setir dengan erat. Ketika Rosalind mencoba untuk memecah kesunyian dengan meminta maaf, Adelio segera memotongnya."Bagaimana kau tahu di mana aku berada?" Tanya Adelio tanpa memandang Rosalind."Aku pernah dua kali melihatmu dengan dokter Julia, salah satunya di Paris dan satunya lagi di rumahmu. Dan pengurus rumah mengatakan kalau dia adalah seorang dokter." Jawab Rosalind.Adelio berbalik menatapnya dengan tajam. "Itu bukan jawaban, Rosalind.""Aku... aku tahu kalau kau melihat situs tentang rumah sakit itu beberapa kali saat aku meminjam tabletmu untuk belajar peraturan mengemudi." Rasa bersalah membuat Rosalind semakin tidak berdaya ketika dia menyadari kalau Adelio menatapnya dengan marah."Kau memeriksa aktivitasku?" Tanya Adelio dengan nada tidak percaya."Ya." Jawab Rosalind, dia mengakuinya. "Aku minta maaf. Aku hanya khawat
"Bagi orang yang mengenal dan mencintai Helena sebelum dia sakit mereka pasti mengingat kalau dia adalah orang yang sangat baik, itu lebih baik dari pada mereka melihat bagaimana kutukan ini menghancurkannya, menghilangkan jati dirinya, jiwanya. Mungkin apa yang kami lakukan salah. Atau juga tidak. Adelio sebenarnya tidak setuju dengan keputusan kami ini.""Dia masih berumur sebelas tahun ketika ibunya kembali ke sini, benar kan?" Tanya Rosalind."Hampir." Jawab nenek Adelio. "Tapi kami tidak mengatakan pada Adelio kalau ibunya masih hidup dan di rawat di sini sampai dia berusia dua puluh lima tahun. Cukup tua untuk memahami kenapa ami membuat keputusan ini untuk melindungi dia. Adelio saat itu hampir sama seperti kebanyakan orang, berpikir kalau ibunya sudah meninggal."Suasana tiba-tiba menjadi sunyi. Rosalind sibuk memproses informasi ini di kepalanya."Adelio pasti sangat marah ketika dia mengetahuinya." Kata Rosalind, diia tidak bisa menahannya."Tentu saja." Jawab nenek Adelio k
Esok sorenya, Rosalind duduk di bangku sendirian di lobi kantor milik Adelio Carlos. Pintu masuknya diatur dengan sangat rapi, modern, mewah, dan hangat. lantai merah kecoklatan dan dinding kayu kecoklatan. Penjaga keamanan di meja bundar di tengah lobi mengamatinya dengan rasa curiga yang berlebih
Adelio sedang mengikat dasinya saat Rosalind keluar dari kamar mandi lima belas menit kemudian. Mata mereka bertemu dalam bayangan cermin yang Adelio sedang gunakan. Tatapan Adelio perlahan menuruni tubuh Rosalind, tubuhnya mendadak berubah kaku.Rosalind memakai gaun dengan leher berbentuk
"Kau membuatku hilang kendali Rosalind."Senyum Rosalind sedikit memudar ketika dia melihat mata Adelio."Tidak ada yang salah dengan itu, benar kan?"Adelio terkejut. "Tentu saja tidak, tapi kita punya rencana." Gumam Adelio, menunduk dan mencium pipi Rosalind dan kemudia
Mereka masih berada di restoran, mengobrol, minum kopi, dan menunggu Hendrik datang dengan mobil yang Adelio minta."Itu dia." Kata Adelio, pandangannya tertuju pada sebuah sedan hitam. Rosalind mendengar Adelio bertanya pada Hendrik tentang menyewa mobil dan membawa mobil itu ke restoran.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.