STATUS WA SUAMIKU
Cahaya Senjasuamikusuaminyasuamiku paling sweetsuamiku yang tampan
Aku tersenyum penuh arti, sekaligus bangga dan terharu mempunyai sahabat yang sebegitu perhatiannya terhadapku.
"Baiklah, aku akan menunggu itu." Aku membalas. Lalu menyudahi untuk memakai ponsel, ku sandarkan kepala pada sofa, lalu memejamkan mata menikmati tiap goresan-goresan luka yang datang mendera.
Ting!
Bunyi notifikasi W******p membuyarkan lamunanku sekarang.
[Apa kau tak ingin menemuiku sekarang disini, siapa tau kau ingin menghajar pelakor itu,] tulis Nandini diakhiri dengan emot marah.