Chapter: Bab 6 : Pria yang tak diundang“Cepatlah pakai hijabmu, aku tidak akan melihat,” titah Haikal yang membelakangi Renjana.Renjana menurut.“Sudah?” Haikal memastikan.“Belum Kak,” jawab Jana berusaha untuk cepat merapikan hijabnya. Haikal masih menunggu tanpa berbalik badan.“Sudah Kak, terimakasih banyak ya Kak?” ucap Renjana.“Jangan menangis lagi ya?” ujar Haikal sambil menatap wajah sembab Renjana.“Milla sangat keterlaluan,” umpatnya pada sang kekasih.Renjana hanya diam, sampai bel pulang berbunyi.**“Saat itu mungkin kalian sudah saling jatuh cinta. Siapa yang lebih dahulu mengungkapkan?” Tanya Sherly sang psikiater.“Tidak ada yang mengungkapkan Dok. Kami hanya saling tahu satu sama lain, saling menyapa, bersenda gurau melalui pesan-pesan yang kami kirim dengan kenyamanan, saling menatap saat kami bertemu di lingkungan sekolah, serta saling memberikan semangat saat salah satu dari kami menjalankan tugas sekolah,” tutur Renjana menyayangkan hubungan mereka.“Aku sungguh mencintainya Dok, dia pun tahu, namu
Last Updated: 2026-08-11
Chapter: Bab 5 : Terluka lagi“Oh itu Na yang namanya Haikal, yang main darbuka,” bisik Lilis di telinga Jana.“Biarkan saja,” singkat Jana.“Pantas saja jadi idola para siswi, ganteng banget Na,” Lilis ikut kagum.“Lis! Inget kita disini mau sekolah, bukan mau cari idola!” tegas Renjana memarahi sahabatnya.“Hahaha… Aku sudah tahu jawabanmu pasti seperti ini Na,” Lilis terkekeh melihat wajah sahabatnya yang mulai sinis.Demo ekskul telah selesai, seluruh siswa diperbolehkan untuk istirahat terlebih dahulu.“Dimana kantinnya?” Tanya Lilis pada siswi lama yang baru saja melewati lorong.“Terus saja kesana, sebelah kanan,” seorang senior memberitahu. Renjana dan Lilis lekas melewati lorong dengan setengah berlari.BRUKRenjana menabrak seseorang dari balik dinding lorong.“Ah,” Keluh Jana yang sudah terduduk di tanah.“Maaf-maaf,” seseorang itu segera turun dari memastikan Jana.Netra keduanya saling bertemu, hingga mengaktifkan mode berhenti pada waktu yang semula berjalan cepat.HAIKALSeseorang yang ia tabrak ad
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: Bab 4 : Pria Idola SekolahBaim melangkah mendekati Jana, dan segera memeluk Jana dengan erat lalu mendaratkan bibirnya pada bibir Renjana. Jana membeku, dadanya berdegup kencang tak beraturan.‘Apa ini?’ teriaknya dalam hati.Hatinya menolak keras, namun tubuh seakan terbius dengan keadaan yang tak pernah ia kenal sebelumnya.“Jana? Jana milik Bapak ya,” ungkap Baim menatap dalam masih memeluk Jana.Jana hanya terdiam tak mengerti. Ingin menangis namun tertahan entah oleh apa. Yang bisa ia lakukan hanya membeku, tak ada yang bisa mencairkan tubuhnya. Hingga akhirnya Baim pergi meninggalkan Jana dalam ruangan yang lengang tanpa suara, tanpa penopang, tanpa cahaya yang bisa menjelaskan apa yang tengah terjadi olehnya.Tubuhnya tersandar ke dinding yang dingin, tubuhnya melorot ke lantai kehinaan. Air mata ikut luruh, jiwanya hancur berkeping bagai puing yang sengaja diruntuhkan oleh seseorang yang bahkan telah ia hormati, ternyata dialah penghancur utama istana kehormatannya.Tatapan Jana kosong, tangannya berge
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: Bab 3 : Luka Pertama“Kenapa?” Tanya Sanjana pada Renjana yang berhambur kepelukan sang ibu.“Aku takut pengujinya Bu,” jujurnya.“Pengujinya galak ya?” pak Kholis segera memahami keadaan Jana. “Iya Pak” Jawab Jana sambil meringis.“Yasudah tidak apa-apa, mau jajan?” pak Kholis menenangkan.“Mau pulang saja Pak,” pinta Jana.“Yasudah kalau gitu, tidak apa-apa pulang duluan saja. Anisa dan Angga pulang sama Bapak,”“Iya Pak,” dengan tubuh lesu, Jana menyalami pak Kholis dengan penuh penyesalan karena sudah ia pastikan sekolahnya tidak akan menang kali ini karenanya.“Maaf ya Pak? Kami pamit pulang duluan,” pamit Sanjana.“Iya Bu tidak apa-apa. Hati-hati di jalan,” jawab pak Kholis dengan lembut.Sanjana dan Renjana kini sudah berada di dalam mobil, mereka duduk bersebelahan, Sanjana yang menyetir, karena mang Jaja sebagai supir pribadi mereka sedang sakit.“Ayah ada di rumah Bu?” Tanya Jana.“Tidak,” jawaban singkat Sanjana dengan tatapan mata yang tak beralih sedikit pun.Renjana terdiam. Sejak saat diri
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: Bab 2 : Teman berbeda agama“Ibu kenapa?” lirih Jana di hadapan wajah ibunya.“Tidak apa-apa Nak,” jawab sang ibu.Seharusnya Jana tidak mempercayai kalimat itu, tapi, anak seusia Jana hanya sebatas memahami bahwa ibunya ingin beristirahat, meski ada rasa iba disana.“Bagaimana mengajinya?” Sanjana tidak ingin putri kecilnya terlalu dalam memikirkan ada apa sebenarnya yang terjadi pada ibunya.“Alhamdulillah Bu, semua berjalan lancar. Lilis membimbingku dengan baik,” ceritanya.“Tadi ada teman sekolah juga Bu, yang rumahnya dekat sungai sana,” lanjutnya dengan semangat.“Jana bahagia?” tentu saja pertanyaan itu untuk menambah kebahagiaan Jana.“Iya Bu, Jana mendapat banyak teman disana,”“Alhamdulillah kalau begitu, istirahatlah lebih cepat, besok harus bangun untuk sekolah kan?” titah sang ibu.“Iya Bu,” Jana segera melaksanakan perintah sang ibu.**Sekolah dasar cukup menyenangkan, tapi ada sesuatu yang membuat Jana tak memiliki semangat untuk menjalaninya, entah apa itu, Jana belum menemukannya.Meski ia cu
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: Bab 1 : Cerita tersembunyiRenjana, gadis elegan nan mempesona. Pemilik rambut pirang bergelombang, pemilik daya tarik alami bagi siapapun yang melihatnya.“Yah. Bagaimana cara Jana menjalankannya?” Tanya gadis belia berambut pirang sambil berusaha menjalankan mobil-mobilan di tangannya.“Mundurkan dulu Na, lalu lepaskan,” Jawab Liu pada putri kecilnya.“Seperti ini Yah?” Renjana segera mengerti apa yang dititah oleh ayahnya.“Bagus, betul seperti itu Renjana Sayang,” telapak selebar kepala Renjana itu segera mengelus pelan rambut panjangnya.“Yah. Kata Ibu, perempuan tidak boleh main mobil-mobilan,” Tanya Renjana mengerjapkan mata dengan polosnya.“Boleh Kok, meskipun Jana perempuan, Jana harus bisa semua, bahkan harus bisa menaklukkan dunia ini,” jawab Liu yang tidak dimengerti oleh Renjana.“Tuan, Mister Hook menelpon anda,” seorang bodyguard menyerahkan secon ponsel bisnis pada Liu.Liu mendengkus kasar.“Saya telah memesan marmer pada orang lain, karena marmer yang kau kirim sebagai contoh itu dibuat denga
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Chapture 16Zuzu hanya diam di sepanjang perjalanan.“Zu?” suara Rasyid terdengar terhalang oleh helm.“Ya Pak?”“Loh ko masih Pak manggilnya?”“Aku harus panggil apa dong?”“Mas saja,”“Oke,”“Kita cari perumahan di daerah sini ya?”“Terserah Mas saja,”“Oke kalau gitu,”Motor yang mereka tumpangi itu berbelok membawa mereka ke sebuah perumahan elit yang katanya tak jauh dari kantor Rasyid.“Villa Mas Garden,” Zuzu membaca tulisan tersebut yang tertulis di sebuah batu besar yang menyambut kedatangan sepasang pengantin baru itu.Rasyid pun berhenti di sebuah pos, bukan untuk bertanya pada security, melainkan untuk menelpon seseorang.“Halo Pak Raka?” ucap Rasyid di samping Zuzu.“Saya sudah ada di Villa ni Pak. Saya akan mengambil satu rumah untuk istri baru saya,”“Wahaha. Mantap sekali Pak Rasyid ini. Oke-oke. Pilih saja mana yang mau. Nanti karyawan saya yang kesana untuk mengurus kontraknya,”“Baik Pak Raka. Terimakasih banyak,”Sambungan itu terputus.Mereka kembali menaiki motor dan melihat
Last Updated: 2024-05-09
Chapter: Chapture 15Pukul sebelas siang, Rasyid Dan Zuzu sudah berada di kediaman Zuzu. Semua mata tertuju pada siapa yang datang bersama Zuzu. Tak jarang para tetanga bertanya-tanya tentang siapa pria gagah bersih yang singgah di rumah Zuzu, si kembang desa itu.“Assalamu’alaikum Bah, Ibu?” ucap Zuzu di depan pintu.“Wa’alaikumussalam, Zu? Ada apa ko tiba-tiba pulang?” jawab Bu Ariah terkejut. Matanya memperhatikan pria tampan di belakang Zuzu.“Ini Bu. Pria yang mau menikahi Zuzu katanya,” celetuk Zuzu dengan polosnya.Benar saja, kepolosan Zuzu itu mendapat reaksi terkejut di wajah bu Ariah.“Maksudnya bagaimana Zu?” tanya bu Ariah terheran. “Masuk dulu sini, masuk Tong,” bu Ariah mempersilahkan terlebih dahulu.“Tunggu dulu disini ya, Ibu mau manggil Abah,” bergegas bu Ariah memanggil putranya untuk memanggil pak Aman.Beberapa menit kemudian, abah sudah datang dan duduk di hadapan Rasyid.Dengan percaya diri Rasyid menyampaikan maksud kedatangannya ke kampung halaman Zuzu.“Begini Pak. Saya sudah la
Last Updated: 2024-05-09
Chapter: Chapture 14Malam pun tiba, Zuzu telah selesai merapikan warung selepas maghrib tadi. Pakaian bagus telah ia kenakan dengan sempurna, rambut Panjang tergerai sampai bawah punggung, membuat parasnya terpancar begitu indah.Suara motor terdengar begitu gagah, berhenti di depan rumah.TIN…Suara klakson dibunyikan tanda pria itu sudah siap akan membawanya ke tempat yang belum pernah sama sekali ia pijak.Zuzu segera keluar menemui pria itu. Seketika waktu melambat, pandangan Rasyid begitu intens memandangi pesona Zuzu yang bak orang Belanda.“Ayo Pak,” Zuzu menegur.“Ayo,”Mereka segera berlalu dengan kecepatan tinggi. Tak ada obrolan selama diperjalanan, Rasyid dengan sangat fokus menyetir hingga mereka sampai pada tujuan hanya dengan waktu lima belas menit.Rasyid melangkah begitu saja menuju pintu utama mall, diikuti dengan Zuzu dibelakangnya.“Pak Rasyid?” seseorang tiba-tiba menyapa Rasyid dari belakang.“Eh Pak,” sahut Rasyid membalikkan tubuh menyalami pria berjaz yang ditemuinya itu.“Gimana
Last Updated: 2024-04-16
Chapter: Chapture 13Zuzu melihat isi harves yang ia terima. Ada sebuah kain berwarna cream didalamnya.“Anggap saja ini permintaan maaf saya karena tidak menepati janji saya untuk mengantarkan kamu,” kata Rasyid.“Tidak usah seperti ini Pak. Saya tidak mau Pak,” tolak Zuzu.“Tidak apa-apa. Ini sebagai awal kita mengenal oke?” Rasyid memaksa.Zuzu hanya terdiam, kemudian ia berlalu meninggalkan Rasyid dan masuk kedalam rumah.Senyum Rasyid merekah saat Zuzu menerima hadiah darinya. Sungguh ia ingin sekali mengenal lebih dekat dengan gadis cantik itu.‘aku harus bisa mendapatkannya’ Rasyid menetapkan dalam hati.Tak lama kemudian bi Jumroh keluar dari rumah membawa panci kecil.“Mpok,” panggil Rasyid dengan semangat membara.“Apa?” sahut bi Jumroh.“Saya ingin menikahi Zuzu Pok,” katanya tanpa basa basi.“Istrimu kan sudah banyak,” sergah bi Jumroh.“Tapi saya cinta sama dia Pok. Tolong sampaikan pada Zuzu. Saya ingin serius sama dia,” katanya bersikeras memohon pada bi Jumroh.“Iya nanti tak sampein,” kat
Last Updated: 2024-03-23
Chapter: Chapture 12“Adara sakit Mas sudah tiga hari. Pihak pondok mengizinkan Adara pulang untuk mendapat perawatan dirumah,” beber Arum.“Mas besok ada perlu di perbatasan kota. Nanti biar Bima yang menjemput Adara ya?” ujar Rasyid seraya mengeluarkan ponsel di sakunya, segera menghubungi Bima, keponakannya.“Halo Bim?” ucapnya.“Iya Om?” sahut Bima dari balik saluran.“Besok bisa jemput Adara jam 9 pagi di pondok?”“Bisa Om bisa,”“Tidak kuliah besok?”“Kebetulan masuk siang Om,”“Oke kalau begitu, terimakasih ya?”“Iya Om aman,”Ia taruh benda pipih itu di meja, ia kembali bersantai menikmati cemilan yang disuguhkan Arum.“Besok langsung saja dibawa kerumah sakit, siang kalau Mas sudah beres urusan, Mas antar,” katanya sambil mengeluarkan dompet tebal miliknya.“Ni jaga-jaga kalau ada keperluan lain,” Rasyid memberikan lima lembar uang merah untuk Arum.“Baik Mas kalau begitu,”Tililit... Tililit..Sekar. Nama yang terpampang di layar ponsel. Membuat Arum seketika malas dengan suasana itu, Sekar sela
Last Updated: 2024-03-19
Chapter: Chapture 11Tililit...Ponsel Rasyid kembali berdering.‘feelingnya kuat sekali istri pertamaku ini’ gumamnya membaca sebuah nama di layar ponselnya.“Halo?” sapanya.“Mas dimana sekarang?” tanya wanita itu tanpa bas abasi.“Ini mau bertemu dengan ketua perhubungan, ada apa?” jawab Rasyid.“Setelah itu bisa pulang tidak Mas? Penting sekali,” rengek wanita itu.“Oke Mas akan segera pulang,”**“Rasyid, Mall Indah Cipinang yang sedang dibangun itu masuk perbatasan Jakarta. Dilaporkan pada saya bahwa pagar Pembangunan akan melewati batas tersebut. Tolong amankan dan bereskan pada atasannya,” ujar ketua perhubungan.“Sebelumnya saya sudah mewanti-wanti pada bosnya Pak, bahwa luas Pembangunan tidak semestinya keluar dari perbatasan. Mungkin ada sistem yang lalai dari mereka,” jelas Rasyid.“Tangani ini secepat mungkin sebelum terlanjur Pembangunan!” perintah sang ketua.“Baik Pak, saya akan bertemu atasannya,” kata Rasyid kemudian berpamitan pada sang ketua.‘ada-ada saja masalah proyek ini’ umpatnya
Last Updated: 2024-03-17
Chapter: Bab 90: TAMATJum’at, 13 maret 2023. Acara akad dan walimatul ‘ursy akan dilaksanakan. Semua persiapan selama tiga minggu lalu telah berbuah manis pada hari ini.Koordinasi pengurus yang sangat solid memuaskan. Mulai dari pengaturan para santri, tata letak dekorasi, serta sususan acara telah siap dimulai pada detik ini.Acara sakral, yaitu pengucapan janji suci, akan segera dimulai. Para tamu agung mulai berbondong menuju masjid dengan pelataran yang sangan indah. Dikhiasi bunga-bunga cantik bernuansa putih hijau, kursi-kursi yang berjejer rapi berselimutkan putih, karpet merah yang terbentang Panjang hingga tangga masjid yang sudah di dekor dengan lengkungan bunga di depan sebagai tempat penjemputan mempelai wanita saat ijab qabul telah dilantunkan. Semua tersusun rapi dan sangat khidmat.“Jiddan sudah siap?” tanya penghulu.“Insyallah siap,” jawabnya mantap.“Ankahtuka wazawwajtuka Inayatu Shalihah binti H. Hasan Asy-Syadzuli bi mahril madzkur haaaalan,”“Qobiltu nikahaha wa tazwijaha Inayatu Shal
Last Updated: 2023-11-04
Chapter: Bab 89: Harmonis“Sofi,” panggil Inda yang sangat mengerti apa yang sedang terjadi pada Sofia.“Ya Kak,” Sofia menoleh masih dengan wajah lesunya.“Dengarlah apa yang dikatakan oleh hatimu,” titah Inda tiba-tiba.Sofia hanya mengangguk lalu kembali berlalu.“Banyak yang menderita hatinya di rumah ini karena aku,” ucap Inda menyesal.“Kalau saja Ustadzah Inda saat itu tidak berterus terang memberitahu perasaan Kana pada Gus. Mungkin sampai kapanpun Kana akan terjerat oleh rasa yang membingungkan itu, dan menjadi benalu di rumah tangga Ustadzah. Karena untuk pergi dari pesantren ini pun Kana tidak mampu. Ternyata, cinta Kana pada pesantren ini, ketulusan Kana pada Umi dan Abi lebih besar dari apapun,”Inda terdiam, tertegun mendengar ucapan Kana.“Hingga akhirnya, Kana menemukan hikmah saat Kana berada di kampung. Seorang pria yang selama ini hanya sibuk dalam mempertaruhkan nyawa seseorang datang untuk menyatakan perasaannya dan mempertaruhkan hati seseorang,”“Jangan pernah tinggalkan pesantren Kan. Me
Last Updated: 2023-11-04
Chapter: Bab 88: kabar bahagia“Tapi…”“Kenapa?”“Naya malu Gus,”“Malu pada siapa?”“Anak santri. Mereka belum mengetahui acara ini. Dengan pergi berdua seperti ini, Naya khawatir ini akan menjadi fitnah,”Jiddan menghela napas memperbaiki posisi duduknya berhadapan dengan Naya.“Kana,” panggil Jiddan.“Baik Gus,” sahut Kana yang muncul dari ruang keluarga.“Tolong kumpulkan semua pengurus disini sekarang,”“Sekarang Gus?” tanya Kana memastikan.“Ya,”“Nggeh Gus,” angguk Kana segera bergegas keluar mengerjakan perintah Jiddan.Naya terbelalak mendengar ucapan Jiddan yang tiba-tiba memanggil semua pengurus untuk berkumpul.“Gus?” suaranya lirih tak percaya.“Kita cukup memberitahu pengurus saja kan?”“Kenapa tiba-tiba begini Gus? Gus semakin membuat Naya malu,” ujarnya mengerucutkan bibir manisnya.“Siap-siap saja dengan tanggapan mereka nanti,” Jiddan menggodanya.Mendengar kalimat itu, wajah Naya bereaksi kesal.“Gus!” kesalnya tertahan tak bisa berbuat apa-apa. Jiddan hanya tersenyum melihat wajah kesal Naya.“As
Last Updated: 2023-11-04
Chapter: Bab 87: Ruang bungaDua hari kemudian, kondisi bayi dalam kandungan Inda dinyatakan normal, dan sudah diperbolehkan pulang.Sore hari, Inda dan Jiddan sudah sampai di halaman pesantren. Suasana yang tenang, beberapa kegiatan masih berlangsung. Ada yang sedang menghafal di gazebo, ada yang sedang gotong royong membersihkan kamar masing-masing, dan ada juga yang sedang mengikuti ekstrakulikuler karena hari ini adalah hari minggu, dimana kegiatan kesenian dijadwalkan pada hari itu sebagai waktu refreshing bagi para santri.Juga, di area lahan kosong yang terletak di samping rumah pengasuh terlihat Pak Maman sedang mengkordinasi para pegawai yang mulai merancang pembangunan sebuah rumah yang akan dihadiahkan untuk Naya nanti.“Apa Naya sudah memilih desain interiornya Mas?” tanya Inda yang melihat-lihat area tersebut.“Dia masih melihat-lihat katalog yang diberikan arsitek kemarin Sayang,” jawab Jiddan santai.“Assalamu’alaikum Ustadzah?” sapa para santri yang berlalu di dekatnya dan tak lupa mereka menyalami
Last Updated: 2023-11-04
Chapter: Bab 86: Titik terangSungguh ingin ia mempertahankan sang mantan agar dapat kembali padanya. Sudah sejauh ini ia memperjuangkan sang kekasih, berharap masih ada ruang baginya untuk mendapat cinta yang selama ini telah ia pupuk hanya untuk wanita pemilik wajah anggun nan cantik, yang matanya mampu meluluh lantakkan hati yang memandangnya, yang senyumnya mampu meruntuhkan benteng pertahanan.‘In, siapa yang akan menutup luka yang tergores dalam di hati ini In? Aku masih menyayangimu bahkan entah sampai kapan. Bisakah kamu melihat itu In? aku akan selalu menunggumu’ Pemandangan di balik jendela bus menuju kota Jakarta terasa ikut mengiba merasakan pilunya cinta seorang pria yang baru saja menerobos masuk dalam kehidupan sang mantan. Dengan penuh resiko dan bahaya.KLING KLINGPonsel Zein berbunyi. Panggilan dari Firhan sang wakil keamanan.“Assalamu’alaikum Han,”“wa’alaikumussalam Zein,” jawab Firhan tergesa. “Zein gawat Zein. Ada pengeroyokan antar kekeluargaan di distrik 10 Zein,”Zein tertegun. “Ada bera
Last Updated: 2023-11-04
Chapter: Bab 85: RancuTAK TAK TAKLangkah kaki terdengar gagah mendekati ruang tunggu.“Sofi. Bagaimana keadaan Kakak?” panik Jiddan.“Kak Inda masih harus istirahat Kak,” jawab Sofia.Zein hanya melirik sinis pada Jiddan dan Naya yang baru saja sampai di ruangan itu. Jiddan melangkah sampai di depan Zein yang hanya duduk tak menghiraukan kedatangan Jiddan.“Silahkan tinggalkan ruangan ini,” perintah Jiddan pada Zein.Zein beranjak dari kursinya dan memandang tajam pada lawan bicaranya.“Jika kamu tidak bisa membahagiakannya. Lepaskan dia dari jerat hidupmu yang rumit itu!” ucapannya penuh penekanan dan mengintimidasi.“Apa hak kamu berbicara seperti itu?” cecar Jiddan.“Aku. Tidak akan pernah menyerah untuk ini! Ingat itu!”“CUKUP!” teriak Sofia menghentikan perdebatan keduanya. “Jika masih ada yang belum selesai antara kalian, kenapa kamu meminta aku untuk memulai suatu hubungan Kak? Kenapa?” derai air mata tak sanggup untuk dibendung. Kenyataan itu cukup menyakitkan bagi Sofia yang hanya menjadi batu lon
Last Updated: 2023-11-04