42 คำอธิษฐานบนถนนหลากสี (42 Prayers on the Rainbow Road)

42 คำอธิษฐานบนถนนหลากสี (42 Prayers on the Rainbow Road)

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-02-27
Oleh:  Luna of The SeaOngoing
Bahasa: Thai
goodnovel12goodnovel
Belum ada penilaian
33Bab
1.1KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

"บนระเบียงที่สูงเสียดฟ้า ท่ามกลางแสงไฟของเมือง เธอเฝ้ามองโลกเบื้องล่าง ราวกับกำลังถามหาสักที่ ที่หัวใจได้พักพิง ท่ามกลางความวุ่นวายที่ไม่มีวันจบสิ้น เธอโหยหาความสงบและรักแท้มาเติมเต็มช่องว่างในหัวใจ"

Lihat lebih banyak

Bab 1

บทที่ 1.โลกที่ไม่ใจดีกับฮันน่า

"Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan."

"Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil."

"Masuk dulu sana!"

Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikannya. Pria berusia 23 tahun itu pun berlari menuju kamar utama. Namun saat baru saja sampai di ujung tangga. Bejo mendengar ribut-ribut yang berasal dari dalam kamar.

"Kamu kalau begini terus, gimana kita mau punya anak? Mamah tuh sudah mendesak aku. Kamu nggak paham kewajiban kamu. Percuma aku punya istri kalau kamu begini."

"Mas tapi aku memang sulit menerima kamu. Sakit, Mas. Kita bisa usaha lagi, Mas. Jangan menyerah! Aku masih mau."

"Mau usaha seratus kali pun kalau kamu terus menolak saat aku masukin, gimana mau bisa? Kamu taunya aku harus sabar, sabar, dan sabar. Kamu sendiri nggak bisa usahakan. Gila kamu tuh! Satu tahun aku sama sekali belum bisa menikmati tubuh kamu. Menikah tanpa bercinta, hambar rasanya, Mila!"

Deg

Bejo terbeliak mendengar apa yang Tuannya katakan. Satu tahun menikah belum bercinta? Gila! Betah banget. Padahal istri dari majikannya itu sangatlah cantik dan juga seksi. Mana betah melihat tanpa menikmati?

"Bejo!"

"Eh iya, Tuan. Saya di sini. Ada apa, Tuan?" tanya Bejo kemudian mendekati majikannya. Bejo melirik ke arah pintu yang sedikit terbuka dan terlihat Nyonyanya nampak sedih.

"Ikut saya ke ruang kerja!" perintah pria yang berkuasa di rumah ini.

"Baik, Tuan."

BRUGHH

Kedua mata Bejo terbelalak melihat banyaknya uang diletakkan di atas meja kerja Tuannya. Bejo menelan kasar salivanya kemudian melirik ke arah pria matang itu yang nampak gagah dan berkharisma.

"Kenapa? Mau?"

Bejo meringis mendengar itu. "Siapa yang nggak mau sama uang Tuan, tapi ini maksudnya apa, Tuan?" tanya Bejo dengan sangat berhati-hati sekali.

Pria itu pun terlihat duduk di kursi kebesarannya dan Bejo memperhatikan dengan sedikit membungkuk. Dalam hati Bejo masih bertanya-tanya, untuk apa uang sebanyak itu dikeluarkan dari dalam brangkas?

"Duduk dulu!"

"Baik, Tuan."

Bejo pun segera duduk di seberang pria itu kemudian mengalihkan pandangan dari hal yang sangat menggoda di depan mata.

"Istri saya mengalami penyakit langka yang tidak semua wanita mengalaminya. Saya akan kasih kamu sepuluh miliar, lebih dari yang kamu lihat saat ini kalau kamu bisa menyembuhkannya."

Bejo menganga mendengar apa yang pria itu katakan. Ini Tuannya serius atau tidak sich? Dalam hati Bejo pun ragu. Penyakit apa memangnya yang diderita Nyonya?

"Apa tugas saya, Tuan?" tanya Bejo tanpa ragu. Kali ini dia benar-benar penasaran karena bayaran dengan jumlah sangat banyak sudah ada di depan mata.

"Gampang saja. Kamu hanya perlu menyentuh istri saya."

"Me... Me... Menyentuh, menyentuh gimana maksudnya, Tuan?"

"Bercintalah dengannya! Ingat, ini tugas dan perintah! Ini menjadi salah satu pekerjaanmu. Bukan hanya main-main dan ingin menikmati tubuh istri saya saja. Kalau kamu berhasil bercinta dengannya, maka uang seratus kali lipat dari apa yang kamu lihat ini akan menjadi milikmu!"

Bejo semakin dibuat tak percaya dengan apa yang didengarnya. Bejo melirik uang yang ada di atas meja saja sudah membuatnya menelan ludah.

Godaan dunia sangat jelas di depan mata. Apalagi harus menyentuh istri orang. Apa tidak enak coba?

"Maaf Tuan, tapi apa yang Nyonya derita selama ini? Maaf kalau saya lancang. Saya juga harus tau penyakit apa yang Nyonya alami agar saya tau cara menyembuhkannya."

"Vaginismus."

"Apa itu vaginismus, Tuan?" tanya Bejo yang sama sekali tidak tau kalau ada penyakit dengan nama seperti itu.

Kedua alis Bejo menukik kala mendengar penjelasan dari Tuan Saka, pria yang akan mengubah hidupnya menjadi jauh lebih baik dengan uang sepuluh miliar.

"Penyakit yang sangat langka terjadi pada wanita. Entah apa alasannya, dia tidak bisa aku masukin. Saat penetrasi dia bisa menerima tetapi saat aku hendak masuk, dia selalu kesakitan bahkan meronta dan menolak. Kamu sudah paham sekarang?"

"Ta... Tapi Tuan, bagaimana kalau Nyonya menolak? Saya hanya sopir pribadi beliau dan saya baru tiga hari bekerja di sini. Kami pun belum dekat Tuan dan apa Nyonya mau dengan saya?"

"Hahahaha jangan kamu pikir saya tidak tau, Bejo! Di kampus wanitamu banyak bukan? Kamu kerja untuk bisa bayar kuliah. Dengan uang yang saya berikan, tidak kuliah pun kamu tidak akan diinjak-injak orang."

"Lagi pula dari segi penampilan kamu tidak buruk. Kamu tampan dan tubuhmu juga proposional. Hanya saja kurang diolah sedikit. Kamu berpendidikan, kamu bekerja karena untuk membayar kuliah bukan hanya sekedar untuk makan. Tidak buruk!"

"Satu lagi, saya tidak menerima penolakan! Ini sebagian dari pekerjaan kamu. Jika tidak mau, maka kamu akan saya pecat!"

Deg

"Waaaahhhh jangan dong, Tuan! Bulan depan saya harus bayar semester. Nggak lucu kalau saya sampai dipecat. Nanti kuliah saya gimana. Oke saya akan terima tapi saya tidak bisa pastikan Nyonya mau dengan saya."

"Itu urusan gampang! Tugasmu hanya satu, sembuhkan dia dari penyakitnya! Setelah dia bisa menerimamu maka tugasmu selesai," sahut Tuan Saka dengan santainya.

Namun pertanyaan dari Bejo selanjutnya membuat pria itu hampir saja melempar vas bunga ke kepala Bejo.

"Bagaimana kalau sampai Nyonya ketagihan dengan saya Tuan, terus tidak mau lepas?" Pertanyaan yang sangat berani tak mengira akan kena amuk Tuan Saka.

"Mati saja kamu, Bejo!"

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
33 Bab
บทที่ 1.โลกที่ไม่ใจดีกับฮันน่า
ปี 1985 “ฮันน่า..ฮันน่า!”เสียงผู้หญิงคนหนึ่งตะโกนเรียกชื่อเด็กน้อยดังลอยมาจากในบ้านแต่ฮันน่ายังคงก้มหน้าก้มตาเล่นของเล่นอยู่บนพื้นดินหน้าบ้านอย่างไม่สนใจ ใบหน้าเล็กๆ ของเธอเต็มไปด้วยความสุขและจินตนาการที่ไร้ขอบเขตในโลกส่วนตัวของเธอเองตามประสาเด็กอายุ 4 ปี เดือน ลูกพี่ลูกน้องที่อายุมากกว่าฮันน่าหลายปีปลุกเธอจากความสนุกเล็กๆ น้อยๆ นั้น "ฮันน่า แม่เรียกแล้วนะ" ฮันน่าหันไปมองยังไม่ทันขานรับเสียงใดๆ ทันใด หญิงสาวคนหนึ่งเดินตรงมาด้วยท่าทางมั่นใจอายุราว 20 ปีแต่งตัวด้วยเสื้อตัวใหม่สีสดใส ชายเสื้อถูกเก็บเข้าในกางเกงยีนเอวสูงอย่างเนี้ยบ ริมปากเคลือบลิปสติกสีแดงสดใบหน้าของเธอเรียบเฉยจนแทบจะไร้อารมณ์ ท่าทางของเธอดูเคร่งขรึมและจริงจัง และนั่นก็คือ จูเลีย แม่ของฮันน่า “ไปกันได้แล้วนะ ฮันน่า ไหนชิ้นไหนของลูก เอาไปเล่นที่นู่นด้วยนะ”จูเลีย พูดพลางหยิบของเล่นที่ฮันน่าถืออยู่ในมือเก็บใส่ลงกระเป๋าข้างในนั้นเต็มไปด้วยเสื้อผ้าของลูกสาวที่พับอย่างระมัดระวังแล้ว เธอจูงมือเล็กๆ ของลูกสาวออกไปด้วยสายตาเย็นชา "แต๊ก... แต๊ก... แต๊ก..." เสียงมอไซค์คันเก่า เสียงนั้นดังสนั่นเหมือนเสียงคำรามที่แทรกผ่านความเง
Baca selengkapnya
บทที่2.เสียงปลอบโยน
เมื่อฤดูทำไร่ทำสวนได้ผ่านพ้นไป ความวุ่นวายจากการเก็บเกี่ยวก็ทุเลาลง แต่สำหรับฮันน่า งานยังไม่จบเพียงเท่านั้น วันหยุดของเธอยังคงเต็มไปด้วยงานรับจ้างเล็กๆ น้อยๆ ทุกบาททุกสตางค์ที่ได้มาถูกเก็บหอมรอมริบเพื่อค่าใช้จ่ายในการไปโรงเรียนแต่ในบางวันเสาร์อาทิตย์ที่งานไม่หนักจนเกินไป ฮันน่าก็พอจะมีช่วงเวลาที่ได้ผ่อนคลายบ้าง ช่วงเวลานั้น เธอจะได้นั่งดูรายการโทรทัศน์ในห้องนั่งเล่นเล็กๆ ของบ้าน ความสุขเล็กๆ นี้คือช่วงเวลาที่ฮันน่าได้หลบหนีจากโลกแห่งความรับผิดชอบและความกดดัน เธอจะดูโทรทัศน์ด้วยสายตาเปล่งประกาย ไม่ว่าจะเป็นรายการเกี่ยวกับการ์ตูน นิทาน หรือเรื่องราวจากต่างแดนที่เธอไม่เคยสัมผัส มันทำให้เธอได้เปิดโลกในจินตนาการของเด็กบ้านนอกคนหนึ่งที่ยังคงมีความฝันและความหวังเล็กๆ ซ่อนอยู่ในใจ วันหยุดสัปดาห์ก็มาถึงอีกครั้งวันนี้เป็นวันที่ไม่มีงานจิปาถะใดๆ ที่ต้องทำ ฮันน่ารู้สึกดีใจที่วันนี้เธอได้มีเวลาว่างเป็นของตัวเอง เธอได้นั่งลงอย่างสบายใจบนพื้นไม้เย็นๆ ในห้องนั่งเล่นเล็กๆ โทรทัศน์เก่าเครื่องนั้นที่ตั้งอยู่ตรงมุมห้อง ฮันน่านั่งอยู่หน้าจอโทรทัศน์เก่าๆ มือเล็กๆ ของเธอค่อยๆ หมุนปุ่มปรับช่องไปทีละนิด
Baca selengkapnya
บทที่3.เพื่อนคนหนึ่งที่ห่วงใย
ในโลกส่วนตัวที่ฮันน่าสร้างขึ้นทุกอย่างเต็มไปด้วยสีสันและจินตนาการอันไร้ขอบเขต โลกใบนี้คือที่ที่เธอได้หลบหนีจากความเหนื่อยล้าและความโดดเดี่ยวในชีวิตจริง ความสุขเล็กๆ ที่เธอเฝ้ารอทุกสัปดาห์คือรายการ “เพื่อนของเด็กๆ”ที่ออกอากาศช่วงบ่ายของทุกเสาร์และอาทิตย์ซึ่งก็ทำให้เธอว่างจากการทำงานในบ้านตอนเช้าแล้วก็ตั้งตารอราวกับเป็นช่วงเวลาที่พิเศษของเธอ รายได้เล็กๆ น้อยๆ จากการรับจ้างที่เธอเก็บหอมรอมริบสำหรับไว้เป็นค่าขนมไปโรงเรียนแต่ก็เพียงพอที่จะให้เธอได้ทำสิ่งหนึ่งที่เธอตั้งใจเธอยอมที่จะอดกินขนมเพื่อใช้เงินที่เก็บไว้ซื้อตราไปรษณียากรและซองจดหมายที่เธอตั้งใจเขียนจ่าหน้าซองถึงตัวเองตามผู้ดำเนินรายการได้แนะนำเพื่อให้ทางรายการจะได้ส่งของขวัญให้กับเด็กๆ ทุกคน ซองเอกสารสีน้ำตาลที่มาพร้อมกับอากรแสตมป์สีสันสดใสถูกส่งมาถึงมือฮันน่า เธอจับมันด้วยมือเล็กๆ ที่สั่นเล็กน้อยจากความตื่นเต้น สายตาจดจ่ออยู่ที่ชื่อของเธอที่เขียนด้วยลายมือบรรจงบนมุมซอง นั่นคือลายมือของเธอเอง... ดวงตากลมโตจับจ้องไปที่ภายใน จนในที่สุด... สิ่งที่เธอเฝ้ารอคอยก็ปรากฏออกมา ภาพนิทานแสนงดงามพร้อมสมุดระบายสีเล่มเล็กๆ ที่มีเรื่องราวเกี่ยว
Baca selengkapnya
บทที่4.ปลาน้อยในลำคลอง
7 ปีผ่านไป…ฮันน่าโตเป็นสาวน้อยวัยรุ่นที่มีชีวิตเรียบง่ายในชนบท เธอใช้วันหยุดเสาร์อาทิตย์ช่วยปู่ย่าทำไร่ไถนาตามประสาคนในครอบครัวที่หาเช้ากินค่ำ แต่เมื่อกลับมาบ้าน เธอมักจะแอบหลบอยู่ในห้องนอนเล็กๆ ของตัวเอง โลกส่วนตัวที่เธอสร้างขึ้นยังคงเต็มไปด้วยการขีดเขียนนิยายน้ำเน่าเล่มแล้วเล่มเล่าลงบนสมุดเก่าๆ ไม่ว่าจะเป็นเรื่องราวของเจ้าชาย เจ้าหญิง หรือชีวิตแสนสุขที่เธอจินตนาการขึ้นเพื่อหลีกหนีจากความเหงาและความโดดเดี่ยวที่เกาะกินใจในห้องเล็กๆ นั้น เธอรู้สึกเหมือนได้ปลดปล่อยตัวเองจากโลกภายนอก มีเพียงแต่เสียงดินสอขูดขีดบนกระดาษและเรื่องราวในหัวของเธอคือสิ่งเดียวที่ทำให้วันเวลาผ่านไปอย่างมีความหมายแต่แล้ว เสียงของหญิงชราก็ดังขึ้นจากหน้าประตูห้อง "ฮันน่า ได้เวลาออกจากห้องแล้วนะ" เสียงนั้นเข้มงวด เรียกให้เธอออกมาจากโลกส่วนตัว เสียงฝีเท้าของหญิงชราดังชัดเจนขึ้นเมื่อเธอเดินมาเคาะประตูซ้ำฮันน่าเงยหน้าขึ้นจากสมุดที่เธอกำลังเขียน นิ้วเล็กๆ ของเธอยังคงจับดินสอแน่น เธอถอนหายใจเบาๆ ก่อนจะวางมันลงบนโต๊ะไม้เก่าที่เต็มไปด้วยรอยขูดขีด เธอเดินออกมาพร้อมกับเสื้อผ้าเก่าๆ ที่มีกลิ่นอายของบ้านไร่ติดตัว"ไปหาปูหาป
Baca selengkapnya
บทที่5.คำพิพากษาในห้องสี่เหลี่ยม
แล้ววันนี้ก็มาถึงครูใหญ่ผู้เข้มงวดนั่งประจำโต๊ะในห้องปกครอง ใบหน้าดุดันและสายตาเย็นชา จับจ้องไปที่ฮันน่า ราวกับทุกคำพูดเป็นคำพิพากษา"เราจะไม่สามารถเก็บเธอไว้ในระบบทุนได้อีกต่อไป" ครูใหญ่พูดเสียงหนักแน่น "การไม่ปฏิบัติตามกฎและความประพฤติที่ไม่เหมาะสมไม่เป็นที่ยอมรับ เธอต้องเข้าใจว่าสิ่งนี้ไม่ใช่แค่เรื่องส่วนตัว แต่เกี่ยวข้องกับภาพลักษณ์ของโรงเรียน"ฮันน่าก้มหน้าลง น้ำตาไหลเงียบๆ ลงบนมือที่วางอยู่บนตัก เสียงของครูใหญ่ที่กล่าวคำตัดสินดังก้องในหูของเธอ ราวกับเสียงฟ้าผ่าที่ทำลายทุกความหวังในใจลงในพริบตา "เราจะไม่สามารถอนุญาตให้ฮันน่าเรียนต่อได้อีก..." คำพูดนั้นจบลง แต่ความหนักหนาของมันยังคงกดทับเธอไว้เธอพยายามจะกลั้นน้ำตา แต่ความเสียใจที่ท่วมท้นเกินจะทนก็ทำให้ไหลพรั่งพรูออกมา ใบหน้าของเธอก้มต่ำ มองเห็นเพียงเงาของตัวเองที่สะท้อนกับพื้นห้อง เงานั้นดูสั่นไหวและพร่าเลือนราวกับสะท้อนถึงหัวใจที่แตกสลาย ความผิดหวังที่ถาโถมเข้ามาซ้ำแล้วซ้ำเล่าเหมือนคลื่นลูกใหญ่ เธอไม่รู้ว่าจะลุกขึ้นจากความรู้สึกนี้ได้อย่างไร เสียงสะอื้นที่เธอพยายามกลั้นไว้กลับหลุดออกมาเป็นระยะ ความรู้สึกอับอาย ผิดหวัง และเสียใจ
Baca selengkapnya
บทที่6.หนุ่มน้อยแววตาซื่อ
ณ.จังหวัดหนึ่งทางภาคอีสาน บรรยากาศยามเช้าของหมู่บ้านเงียบสงบ เสียงไก่ขันคลอไปกับเสียงพูดคุยในตลาดเล็กๆ ที่ผู้คนมารวมตัวกันจับจ่ายใช้สอยกันตามปกติ แต่ในวันนี้ มีภาพที่แตกต่างออกไป ชายหนุ่มสูงยาวคนหนึ่ง ใบหน้ามีแววตาใสซื่อ แต่เต็มไปด้วยความมุ่งมั่น เขาคือ อาดัม หนุ่มน้อยลูกครึ่งที่พูดไทยไม่ชัดนัก มือข้างหนึ่งถือหนังสือพระธรรม ขณะที่อีกข้างหนึ่งโบกเรียกความสนใจจากผู้คน“คุณ...อยากขึ้นสวรรค์ไหม? พูดตามผม...”อาดัม หนุ่มน้อยใบหน้าสดใสที่สะท้อนความมุ่งมั่น ยืนอยู่ท่ามกลางฝูงชน น้ำเสียงของเขาแฝงความกระตือรือร้น แม้จะติดสำเนียงแปลกๆ แต่ความจริงใจที่แสดงออกทางแววตาและน้ำเสียงของเขา ก็เพียงพอที่จะทำให้ผู้คนบางคนหยุดเดิน และเริ่มมองไปที่เขาด้วยความสนใจ“พูดตามผมครับ...” เขากล่าวต่อ พลางหยิบหนังสือเล่มเล็กๆ ออกมาจากกระเป๋า “บนโลกนี้ เราอาจมีทั้งความสุขและความทุกข์ แต่บนสวรรค์ จะมีแต่ความสุขที่สมบูรณ์แบบ...”ผู้คนเริ่มรุมล้อมรอบตัวเขา บางคนยิ้มอย่างอ่อนโยน บางคนมองด้วยความสงสัย แต่ไม่มีใครเดินหนีไปไกล อาดัมไม่ใช่เพียงแค่พูด แต่แววตาและท่าทางของเขาบอกชัดว่าเขาเชื่อมั่นในสิ่งที่เขากำลังสื่อสาร
Baca selengkapnya
บทที่7.ความฝัน
กลางกรุงที่พลุกพล่าน ท้องฟ้าสีครามถูกขับเน้นด้วยเส้นขอบฟ้าของตึกสูงรายรอบเสียงรถยนต์และฝูงชนที่เดินขวักไขว่สร้างบรรยากาศที่เต็มไปด้วยพลังของเมืองหลวง ใจกลางความวุ่นวาย สองพ่อลูกยืนอยู่ริมฟุตาบาธในเสื้อผ้าที่เรียบง่าย ฝุ่นจับรองเท้าสะพายกีต้าร์คู่ใจข้างหลัง ดวงตาของอาดัมเปี่ยมไปด้วยความหวัง ลึกซึ้งและสุกใส ราวกับแสงประกายเล็กๆ ที่ส่องผ่านม่านเมฆหมอกแต่เขามองตรงไปข้างหน้าอย่างแน่วแน่ ตึกกระจกสูงระฟ้าที่สะท้อนแสงแดดยามบ่ายดูเหมือนจะเป็นมากกว่าอาคารมันเป็นเป้าหมาย เป็นปลายทางของความฝันที่เขาและพ่อร่วมกันสร้าง ดวงตาคู่นั้นไม่เพียงสะท้อนภาพความทะเยอทะยาน แต่ยังแฝงไว้ด้วยความเชื่อมั่นในพลังของเสียงเพลงและอนาคตที่ยังไม่ถูกกำหนด อาดัมและพ่อก้าวเข้าไปในตึกสูงตระหง่าน ประตูอัตโนมัติเปิดออก ล็อบบี้กว้างขวางที่ปูด้วยหินอ่อนเงาวับ แสงไฟนีออนสาดส่องให้ทุกอย่างดูหรูหราและเต็มไปด้วยความน่าเกรงขาม เสียงรองเท้าของพวกเขากระทบพื้นดังกังวานในพื้นที่ที่ดูจะกว้างใหญ่เกินกว่าที่คุ้นเคย อาดัมเหลือบมองรอบตัวด้วยความตื่นเต้น ขณะที่พ่อมองตรงไปยังแผงปุ่มเรียกลิฟต์ ด้วยใบหน้าที่แฝงความมุ่งมั่นเมื่อประตูลิฟต์เปิ
Baca selengkapnya
บทที่8.เส้นทางที่กำหนด
อาดัมก้าวเข้ามาในห้องที่ดูโอ่อ่า แต่กลับมีบรรยากาศที่เคร่งขรึมจนทำให้เขารู้สึกเหมือนอากาศหนักขึ้นทุกย่างก้าว พื้นพรมหนานุ่มช่วยกลบเสียงฝีเท้าของเขา แต่หัวใจที่เต้นแรงกลับก้องอยู่ในความรู้สึก ราวกับเสียงกลองที่ดังขึ้นเรื่อยๆ ใกล้จังหวะไคลแมกซ์แสงไฟสีขาวนวลส่องลงมาจากโคมระย้าด้านบน ทำให้เงาบางๆ จากเฟอร์นิเจอร์ในห้องทอดลงบนพื้น เจ้าของค่ายเพลงนั่งอยู่ที่เก้าอี้หนังตัวใหญ่ ด้านหลังเป็นชั้นวางหนังสือและรางวัลมากมายที่ประดับอย่างเป็นระเบียบ เขาดูสง่างามแต่ก็น่าเกรงขาม ราวกับราชาผู้ครองอาณาจักรมือของเขาเคาะปากกากับเอกสารตรงหน้าอย่างเป็นจังหวะ เบา แต่ชัดเจนพอที่จะสร้างแรงกดดันในความเงียบของห้อง ดวงตาคมกริบของเขาจ้องมองมาที่อาดัม ราวกับสามารถมองทะลุความคิดในใจของเขาได้ทุกอย่าง“นั่งลงสิ” เขาเอ่ยด้วยน้ำเสียงเรียบนิ่ง แต่แฝงด้วยอำนาจที่ไม่อาจปฏิเสธได้อาดัมขยับเข้าไปน
Baca selengkapnya
บทที่9.ทุ่งนาที่แห้งแล้ง
แต่เวลานี้ครอบครัวฮันน่าและชาวบ้านในชนบทแทบจะสิ้นหวังก็ว่าได้เมื่อถึงกลางฤดูร้อนที่แสนโหดร้ายจนทำให้ผู้คนท้อแท้กับอาชีพทำไร่ทำสวน ท้องฟ้าสีครามที่เคยงดงามบัดนี้ถูกแทนที่ด้วยหมอกควันจางๆ ที่เกิดจากไอร้อนระอุ นาข้าวที่เคยเขียวขจีและเต็มไปด้วยชีวิตชีวา กลับกลายเป็นเพียงทุ่งกว้างที่ปกคลุมด้วยความแห้งแล้ง ดินแตกระแหง สีน้ำตาลหม่น ฝุ่นทรายปลิวฟุ้งอยู่ในอากาศ เหมือนกับเสียงสะท้อนของธรรมชาติที่กำลังร้องไห้ในลำคลองที่เคยเต็มไปด้วยน้ำใสและฝูงปลาว่ายวน บัดนี้กลับกลายเป็นแค่ทางน้ำแคบๆ ที่แห้งขอด ปลาน้อยใหญ่ที่เคยมีให้จับกินทุกวัน เริ่มหร่อยหรอจนแทบจะมองไม่เห็น ความแร้นแค้นทำให้ชีวิตของชาวไร่ชาวนาหนักหนากว่าเดิม สถานการณ์การเงินของทุกครอบครัวในหมู่บ้านดิ่งลงเหว การขายผลผลิตที่เคยเป็นที่พึ่งในฤดูก่อนกลายเป็นเพียงฝันเลือนราง ในบ้านไม้หลังเล็กที่ตั้งอยู่กลางทุ่งแห้งผาก สองปู่ย่าของฮันน่าก็ไม่ต่างจากธรรมชาติรอบตัว พวกท่านนับวันยิ่งแก่ชราลง กำลังวังชาที่เคยมีเริ่มหมดไป การเดินเหินกลายเป็นเรื่องยากยิ่ง ลำพังการใช้ชีวิตประจำวันก็เหนื่อยล้า การทำไร่ทำสวนที่เคยเป็นความภาคภูมิใจในอดีตก็ไม่ใช่เรื่องง่ายอ
Baca selengkapnya
บทที่10.มิตรภาพและความลับ
ฮันน่าใช้ชีวิตในเมืองที่ไม่คุ้นเคยด้วยความเหงาและโดดเดี่ยว แต่โชคดีที่เธอมีแจนเป็นเพื่อนสนิทในโรงงาน ความไว้ใจจึงเริ่มขึ้นทีละเล็กละน้อยจากการพูดคุยและการใช้เวลาอยู่ด้วยกัน“ฮันน่า คืนนี้ไปกับฉันได้ไหม? มีหนุ่มนัดเจอที่ร้านอาหาร ไม่ไกลจากที่นี่หรอก เขาบอกว่าอยากเจอเธอด้วย” แจนพูดพร้อมส่งสายตาอ้อนวอน ในห้องน้ำหญิงที่ทั้งสองแอบมาพักเบรกช่วงบ่าย ฮันน่ามองแจนด้วยความลังเล เธอไม่ค่อยชอบพบปะคนแปลกหน้า แต่ก็ไม่อยากทำให้แจนผิดหวัง“แล้ว...เขาเป็นใครเหรอ?” ฮันน่าถามน้ำเสียงเรียบ แจนยิ้มทันทีราวกับรู้ว่าฮันน่าจะตอบตกลงในที่สุด“แค่ไปสนุกๆ เองน่า ฉันสัญญาว่าจะไม่ทำให้เธออึดอัด” แจนกล่าวด้วยน้ำเสียงกระตือรือร้น ฮันน่าพยักหน้าเบาๆ แม้ใจจะยังครุ่นคิด แต่เธอก็รู้สึกว่าแจนเป็นคนเดียวที่ทำให้ชีวิตในเมืองใหญ่นี้ดูมีชีวิตชีวามากขึ้นคืนนั้นอาจเป็นอีกครั้งที่ความสัมพันธ์ระหว่างพวกเธอแน่นแฟ้นขึ้น หรืออาจนำไปสู่เรื่องราวใหม่ที่ฮันน่าเองก็ไม่คาดคิด...หลังจากเลิกงาน ฮันน่าและแจนรีบเปลี่ยนเสื้อผ้าและออกเดินทางไปยังจุดหมายที่อยู่ห่างออกไปโดยรถแท็กซี่บาร์แห่งนี้ตั้งอยู่ในซอยเปลี่ยวลึกฮันน่าเดินตามแจนเข้าไปในร้
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status