LOGINเซียนหยีทะลุมิติเข้ามาในร่างหญิงอ้วนอัปลักษณ์ นางถูกตราหน้าว่าปีนเตียงเจ้าอ๋อง ที่จริงมิใช่เช่นนั้น เจ้าของร่างโดนบ่าวในจวนตีจนตาย เซียนหยียุค 2000ปีจึงเข้ามาในร่างนี้ ผู้ใดอยากตายก็เข้ามา...
View MoreAnniversary Terakhir
Andai aku tahu sejak awal kalau dia tidak menginginkan pernikahan ini, aku tidak akan memaksa menikah meski pernikahan kami sudah direncanakan sejak kami masih kecil. ______ "Kayra memintaku untuk segera menikahinya, Anin. Kami sudah lama menunggu." Sepuluh tahun kami menikah, ternyata apa yang aku lakukan selama ini tidak membuatnya menerimaku. Andai aku tahu sejak awal, aku tidak akan memaksakan diri menikah dengan Mas Fajar. Saat itu ibu mengajakku ke kampung halaman setelah bapak meninggal, ibu bilang, mereka sudah menjodohkanku dengan anak temannya. Fajar Nugraha nama lelaki itu. Aku tidak sepenuhnya ingat karena keluarga kami di perantauan saat kami sama-sama masih kecil. "Pergilah, temui keluarga Abas, nikahkan Anin sama Fajar. Aku tidak mau membawa hutang janji sampai mati." Bapak bilang itu hutang janji, aku tidak tahu perjanjian seperti apa yang mereka lakukan hingga ibu langsung membawaku ke kota tempat tinggal keluarga Mas Fajar. Saat ibu menemui keluarga Mas Fajar, mereka tampak sangat menerima kami hingga saat ibu mengatakan perihal pernikahan kami pun mereka langsung menyambut antusias. "Kami sudah lama menunggu kalian datang." Begitu kata ibunya Mas Fajar saat itu. Merasa tidak ada lagi yang perlu diperbincangkan, mereka akhirnya merencanakan pernikahan kami. Aku dan Mas Fajar juga bertemu biasa saja, kupikir karena kami belum terlalu kenal saja makanya sikapnya tak acuh. Namun, setelah kami menikah, aku mendengar sendiri kalau ternyata Mas Fajar sebenarnya sudah punya calon istri dan mereka hampir menikah sebelum aku datang. "Kenapa Mas nggak bilang kalau sudah punya calon?" tanyaku waktu aku memergoki Mas Fajar bersama kekasihnya seusai pernikahan kami. "Seharusnya kamu sadar dengan sikapku selama ini, Anin. Kenapa kamu seolah tidak mau tahu perasaanku, memangnya kamu menikah hanya peduli dengan perasaanmu saja," kata Mas Fajar kala itu. Kayra --kekasihnya menangis sambil memeluk Mas Fajar, rasanya hati ini bagai dic*bik. Aku seperti wanita murahan yang menawarkan diri untuk dinikahi, padahal jika Mas Fajar mengatakan terus terang sebelumnya, aku tidak memaksa dan kami akan kembali ke kota tempat tinggal kami. Setelah aku mengetahui yang sebenarnya, aku meminta pembatalan nikah, tapi saat itu ibu yang ternyata mendengar pembicaraan kami, memohon padaku untuk bersabar. Ya, aku akhirnya memutuskan untuk bersabar sampai Mas Fajar menerimaku. Tahun berlalu pernikahan kami berjalan hingga di tahun kedua aku melahirkan Bani, putra pertama kami yang wajahnya sangat mirip dengan Mas Fajar. Aku pikir setelah anak kami lahir, Mas Fajar mau menerimaku, ternyata aku salah, dia tetap bersikap acuh padaku, bahkan semakin hari dia semakin menunjukkan kalau dia jijik padaku. "Kalau itu yang kamu harapkan, baiklah, Mas. Aku menyerah, tapi dengan satu syarat." "Apa pun akan aku lakukan asal kamu mau kita cerai." "Aku ingin di anniversary terakhir kita, kamu beri aku hadiah." Aku menghela napas berusaha untuk tetap tegar. "Sehari saja, kamu menjadi suami selayaknya suami tanpa ada Kayra di antara kita. Setelah itu, kamu bisa menalakku." "Sehari kan?" Mas Fajar tampak berat dengan permintaanku. Aku mengangguk, "sehari saja, aku ingin ke tempat yang dulu kita rencanakan untuk bulan madu." Dulu sebelum kami menikah, aku sudah merencanakan bulan madu dan Mas Fajar menyetujui saja rencana kami. Aku sudah menyiapkan semuanya, tiket sudah dipesan dan Hotel juga sudah di booking. Namun, setelah menikah, rencana itu digagalkan sepihak oleh Mas Fajar karena alasan Keyra tidak setuju. Aku pun waktu itu hanya ikut saja apa yang dikatakan Mas Fajar. "Sabar, Nduk. Jadi istri yang patuh pada suami, nanti lama-lama Fajar akan menerimamu. Lihatlah batu itu, sekeras-kerasnya batu jika ditetesi air pasti akan berlubang. Apalagi hati manusia." Nasehat ibu selalu aku ingat, aku menjalankan kewajibanku sebagai istri, menyiapkan semua keperluannya, menjaga rumah agar tetap bersih hingga dia merasa nyaman dan merawat serta mendidik anak kami dengan baik . Aku masih ingat, begitu bangganya Mas Fajar ketika Albani putra kami mendapatkan penghargaan di sekolahnya. Aku mengamalkan ilmu yang kudapat dulu untuk mengajari putraku hingga beberapa kali sekolah menunjuk Bani mewakili sekolahan. Selain memang Bani anak yang cerdas, dia juga rajin belajar, tidak pernah protes saat aku mengajaknya belajar. "Anin memang ibu yang pintar, dia yang mengajari Bani sampai Bani bisa lolos seleksi tingkat provinsi." Kala itu Mas Fajar dengan bangga memujiku, aku tahu dia memang tulus saat itu. Selama ini aku memang berusaha melakukan hal yang membuat Mas Fajar bangga. Namun, itu tidak lama karena tiba-tiba Keyra datang saat kami merayakan keberhasilan Bani dan Mas Fajar berubah seketika. Mungkin saat itu Keyra mendengar Mas Fajar memujiku, Keyra memberi kode pada Mas Fajar untuk menjauhiku dan seperti biasanya, Mas Fajar langsung patuh pada Keyra. Apa orang tua Mas Fajar tidak menegur? Tentu mereka tidak menegur Mas Fajar yang tampak jelas menunjukkan kepeduliannya pada Keyra dibanding aku. Aku pernah meminta ibu mertua untuk menasehati Mas Fajar, tapi ibu malah menjawab itu bukan urusannya karena masalah hati tidak bisa orang lain ikut campur. "Mereka sudah dekat sejak lama, Anin. ya, wajar kalau mereka masih saling mencintai. Lagi pula, mereka juga hampir menikah kalau saja kamu tidak datang." Mendengar ucapan ibu mertua hatiku sakit, aku tidak tahu kenapa dulu waktu ibuku datang mereka seperti menunggu kedatangan kami. Satu tahun yang lalu ibuku meninggal, Mas Fajar semakin berani menunjukkan sikap tidak sukanya padaku, kalau biasanya Mas Fajar menutupi hubungan buruk kami di depan orang-orang, tapi setelah ibu meninggal dia terang-terangan. Semua karyawan rumah makan kami juga tahu dan mereka bukannya membelaku, justru mereka membela Keyra yang hanya seorang mantan. Saat ada wanita yang seharusnya membela wanita lain, tapi apa yang aku harapkan, aku dituduh perebut padahal aku tidak tahu apa-apa dengan hubungan mereka. "Siapkan semuanya, aku hanya tinggal berangkat saja kan?" tanya Mas Fajar sembari mengikat tali sepatunya. Dia sudah memakai baju olah raga, biasanya saat libur begini Mas Fajar mengajak Bani olah raga, bocah itu sudah menunggu di luar sejak tadi. "Iya, Mas, aku siapkan semua, termasuk berkas untuk mengajukan gugatan cerai kita."ในค่ำคืนนั้นท่ามกลางหิมะตกหนักลงมา หลินซีพลันมองถาดน้ำแกง นางทราบข่าวว่าเขาอยู่ในห้องหนังสือ หลินซีรีบตุ๋นน้ำแกงรังนกมาให้โอวหยางเสียนโอวหยางเสียนพลันมองหลินซีที่เดินเข้ามาพร้อมกับชามน้ำแกง ใบหน้างามพลันระบายไปด้วยรอยยิ้ม หากแผนการนี้สำเร็จ เซียวอ๋องจะกลายเป็นคนสารเลวที่แย่งคู่หมั้นน้องชาย อีกทั้งโดนขุนนางยื่นฟ้องมิให้มีสิทธิ์ในบัลลังก์อีกต่อไป"น้ำแกงอะไร" เซียวอ๋องแกล้งถาม ไม่คิดเลยว่าเพื่อให้ได้ในสิ่งที่นางต้องการ นางถึงกับต้องทำคุณไสย์ใส่เขา อีกทั้งวางแผนอย่างชั่วร้าย"น้ำแกงรังนกเจ้าค่ะ" ใบหน้างามส่งสายตาออดอ้อนให้เขาเซียวอ๋องยกขึ้นมาดื่ม ภาพสุดท้ายวูบดับลงกับพื้นทันทีอีกด้านหนึ่งหน้าจวนเซียวอ๋องยามนี้ หนานอ๋องพาทหารเข้ามาบุกจวนเซียวอ๋องยามพลบค่ำ "ท่านอ๋องเหตุใด ท่านพาทหารมามากมายเช่นนี้" อาเสิ่นพลันมองหนานอ๋องนำทหารบุกเข้ามา"หุบปากของเจ้าเสีย วันนี้ข้าจะพาคู่หมั้นของข้ากลับจวน" หนานอ๋องไม่ฟังคำของอาเสิ่น เขาพาทหารมุ่งหน้าไปที่ห้องหนังสือ เพราะสาวใช้รายงานว่า เซียวอ๋องกับหลินซีอยู่ห้องหนังสือ"ท่านเข้าไปมิได้นะ ท่านอ๋อง" อาเสิ่นขวางทาง บ่าวเยี่ยงเขาต้องเล่นตามบทละคร"หลีกไป
เมิ่งชีชีพลันอยู่ที่โรงหมอของเซียนหยี เมิ่งชีชีตัดสินใจที่จะเรียนหมอ "อาหยีหลายวันมานี้เจ้าเป็นอันใดไป" แน่นอนว่าเมิ่งชีชีพลันสังเกตสหายรักของนาง "ท่านอ๋องโดนมนต์ดำเข้าให้แล้ว""อะไรนะ" เมิ่งชีชีตกใจไม่น้อยหลังได้ยินสหายรักเอ่ยเช่นนี้ "ข้าสั่งให้คนในจวนค้นเรือนหาสิ่งของนั้นอยู่ เจ้ามิต้องกังวลไป" "คุณหนูเมิ่งซื่อจื่อมาหาท่าน" เซียนหยีพลันมองเสี่ยวอิงเข้ามารายงายแล้วมองเมิ่งชีชี"นี่เจ้าเหตุใดซื่อจื่อจึงมาหาเจ้า" เซียนหยีมองสหายรัก"ข้ากับครอบครัวของเขาตกลงหมั่นหมายกันแล้ว""ขอแสดงความยินดีกับเจ้าด้วย" เมิ่งชีชีพลันยิ้มแล้วเดินออกไปหาซื่อจื่อน้อย"พระชายาอาเสิ่นมาเจ้าค่ะ" เสี่ยวอิงวิ่งไปวิ่งมาจนเหนื่อย อาเสิ่นพลันรีบร้อนเดินเข้ามา ใบหน้าของเขาเหมือนคนไม่ได้นอนมาหลายวัน"พระชายาข้าน้อยไปเจอหุ่นตัวนี้ใต้หมอนของเซียวอ๋อง ข้าสั่งให้สาวใช้ทุกคนค้นหาในตอนทำความสะอาดเรือน" เซียนหยีพลันมองหุ่นไม้ตัวนี้ เขียนอักษรวันเดือนปีเกิดของเซียวอ๋องชัดเจน"ข้าจะพยายามให้เขากลับมาเป็นปกติให้ได้ ภายในวันนี้ ส่วนเจ้ารีบนำหุ้นตัวปลอมไปใส่ไว้ใต้หมอนเหมือนเดิมอย่าให้หลินซีสงสัยเป็นอันขาด" พูดง่าย ๆ อย่าแหว
เซียนหยีคิดว่านางจะต้องรีบไปหาหยางฮองเฮาโดยด่วน วันถัดมาเซียนหยีเข้าวังอย่างลับ ๆ ไปเข้าเฝ้าฮองเฮา ทางประตูหลังวัง หวงกงกงรีบพาเซียนหยีเข้ามาในตำหนักพระนาง"ถวายพระพรเสด็จแม่" เซียนหยีพลันมองหยางฮองเฮากับองค์หญิงสามที่กำลังดื่มชา"อาหยีเจ้ามาแล้ว" "หม่อมฉันมีเรื่องด่วนกราบทูลเพคะ ยามนี้เซียวอ๋องให้หลินซีเข้ามาในจวน""เจ้าว่าอะไรนะ" องค์หญิงสามกับฮองเฮาตกใจจึงเอ่ยขึ้นพร้อมกัน"หม่อมฉันเกรงว่า เซียวอ๋องจะโดนคุณไสย์เข้าแล้ว""แล้วพวกเราจะทำอย่างไร""หม่อมฉันให้อาเสิ่นค้นหาอย่างลับ ๆ ในเรือนท่านอ๋อง หากหาเจอมีทางแก้ไข""เจ้ารู้รึไม่ ใครอยู่เบื้องหลัง""เซี่ยไทเฮา""เราก็คิดเหมือนกันกับเจ้า เพราะนางเคยวางพิษกู่ อีกทั้งส่งคนวางยาพิษทำลายร่างกายเซียวอ๋อง ทุกอย่างรอดมาได้เพราะเจ้าช่วยเขา ครั้งนี้เราหวังว่าเจ้าจะช่วยเซียวอ๋องสำเร็จ"องค์หญิงสามไม่คิดเซียนหยีจะช่วยพี่ใหญ่ของนางหลายครั้ง นางตาบอดที่เห็นกงจักรเป็นดอกบัว"พี่สะใภ้ที่ผ่านมาข้าขอโทษ""ไม่เป็นไร""เสด็จแม่ เรื่องนี้เราจะกราบทูลเสด็จพ่อเช่นไร" เซียนหยีพลันเอ่ยถาม"ฝ่าบาทไม่ทรงเชื่อใครง่าย ๆ หากไม่มีหลักฐาน ข้าจะให้คนจับตาดูไทเฮา นางอ
คืนนั้นเซียนหยีนอนหลับสนิทโดยมีเซียวอ๋องคอยดูแลนอนกอดนางทั้งคืน เซียนหยีพลันลืมตาขึ้นมาพบว่าเซียวอ๋องหายไปแล้ว ช่างเถอะเขาคงไปค่ายทหารตามเคยเซียนหยีมาเปิดโรงหมอหยีแต่เช้า นางขายครีมหน้าเด้งด้วย ลูกค้าของนางเป็นเหล่าสตรีชนชั้นสูงไปหาชนชั้นล่างสุด"พระชายาแย่แล้วบัดนี้ เซียวอ๋องเชิญคุณหนูหลินมาที่จวนให้นางดีดเพลงพิณให้ฟัง" อาซานเป็นคนเข้ามาแจ้งข่าวเจ้านายเซียนหยีให้เสี่ยวอิงเฝ้าร้านเนื่องจากเสี่ยวอิงสามารถขายครีมได้ กระนั้นนางจึงรุดมาที่จวนเซียวอ๋องตึ่ง ตึ้ง ตึ่ง เสียงคนงามพลันดีดเพลงพิณในศาลาสระบัว หลินซีไม่คิดเลยว่าจะมีวันนี้ วันที่เซียวอ๋องเชิญนางมาที่จวนแบ้วให้นางมาดีดเพลงพิณให้เขาฟังใบหน้างามพลันระบายไปด้วยรอยยิ้ม เซียวอ๋องพลันมองหลินซีไปด้วยความรักความเสน่หา"พี่เสียน ข้ารักท่านแม้ท่านจะแต่งงานกับผู้อื่นไปแล้ว" นี่คือความในใจของหลินซี นางหน้าแดงก่ำ "พวกเจ้านี่มันหญิงร้ายชายเลวจริง ๆ คนหนึ่งแต่งงานแล้ว คนหนึ่งเป็นคู่หมั้นน้องชาย" เซียนหยีในชุดสีขาวพลันเดินเข้ามามองสองคนที่ไม่รู้จักฟ้าสูงแผ่นดินต่ำหลินซีพลันมองเซียนหยีที่ด่านางฉอด ๆ "ท่านอ๋องพระชายาของท่านเหตุใดถึงได้ใช้คำพูด
เซียนโหรวพลันมองสถานที่แปลกใหม่ เซียนฮูหยินกับฮูหยินผู้เฒ่าเซียนต้องตกใจเมื่อเห็นเซียนโหรวกลายเป็นคนบ้า"ท่านแม่ ท่านย่า ความแค้นของข้ากับซูเหนียงได้จบลงตั้งแต่ที่นางตายไปแล้ว ยามนี้เซียนโหรวเหมือนไม่มีมารดา ถึงอย่างไรนางก็บุตรสาวของท่านพ่อคนหนึ่ง ให้อภัยนางเถอะเจ้าค่ะ" เซียนหยีมองดูเซียนโหรวพลันกอดต
เซียนหยีในยามนี้นางกับเซียวอ๋องสวมชุดแต่งงานสีแดงเพลิงกำลังเดินขึ้นบันไดมุ่งหน้าไปท้องพระโรงทีละก้าว แขกเหรื่อในงานล้วนแต่เป็นขุนนางในราชสำนักต่างมองเจ้าบ่าวเจ้าสาวค่อย ๆ สาวเท้าขึ้นบันไดเซียวอ๋องพลันถือผ้าแพรแดงไว้เขาชำเลืองเจ้าสาวของเขาพบว่านางพลันผอมลงยิ่งนัก เมื่อทั้งคู่มาที่ท้องพระโรง แต่ยังมิไ
"ข้าก็ดีกับเจ้าไม่น้อย" เซียนฮูหยินเสียใจ นางรักเซียนอ้ายมาก"ข้าเกลียดพวกท่าน""ข้าคิดว่าจะให้เจ้าแต่งงานกับบุตรชายขุนนางหลังจากเจ้ากลับมาถึงเมืองหลวง จึงได้ให้แม่สื่อเสาะหาคุณชายตระกูลใหญ่ให้เจ้า" ภาพวาดนับสิบถูกนำมากองต่อหน้าเซียนอ้าย นี่คือสิ่งที่ทั้งสามคนปรึกษากัน แต่ไม่คิดว่าเซียนอ้ายจะตอบแทนเช่
เซียนหยีพลันนึกถึงเรื่องในถ้ำเมื่อครั้งก่อน นางยังหน้าแดงไม่หาย เจ้าอ๋องบ้าซุกหน้าอกนาง ส่วนนางจับแท่งหยกของเขา ช่างไม่มีฝ่ายใดได้เปรียบและเสียเปรียบทุกคนเสมอกัน ตอนนั้นทั้งสองยังไม่แต่งงานกัน แต่ทว่ายามนี้ทั้งสองคนพลันแต่งงานกันแล้ว เซียนหยีพลันมิได้ตอบอันใดปล่อยให้เจ้าอ๋องบ้ากอดนางจนถึงเช้าพอเซียว
reviewsMore