Share

Bab:42

Author: HALLOSEAN
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-27 12:33:26

Violet tertegun. Matanya membulat tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

Belum… memiliki nama?

“Apa, Tuan? Putri Tuan belum mempunyai nama?” tanya Violet dengan nada kaget dan tidak percaya. Suaranya terdengar putus-putus, masih mencoba mencerna ucapan yang baru saja keluar dari mulut Lucas.

Ini tidak masuk akal. Bagaimana mungkin seorang bayi yang sudah satu bulan hidup di dunia ini belum memiliki nama?

Lucas menarik sebelah alisnya ke atas dengan ekspresi datar. Jari-jar
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab:74

    Violet menceritakan semuanya dengan suara yang pelan namun berat. Masa lalunya bersama Axel dari awal pertemuan mereka yang tidak disengaja, tawa-tawa kecil yang pernah mengisi hari-harinya, hingga hari di mana Axel sendiri yang menghancurkan semuanya dengan memilih wanita lain di atas dirinya tanpa rasa bersalah sedikit pun. "Dan kau berakhir dengan suami brengsekmu itu." Lucas tersenyum tipis, melirik Violet yang terdiam dengan kedua mata yang mulai berkaca-kaca. "Yang ternyata tidak ada bedanya dengan Axel, mantan kekasihmu itu. Sama-sama hanya pandai mempermainkanmu." Violet hanya mendengus pelan mendengar itu. Wajahnya menunduk, matanya kosong menatap lantai seolah di sana tersimpan semua jawaban yang tidak pernah ia temukan. "Mungkin aku memang ditakdirkan hidup seperti ini, selalu disakiti oleh orang yang aku percaya." kata Violet, suaranya tercekat di tenggorokan. Napasnya mendadak terasa sesak, seolah ada sesuatu yang mencekiknya perlahan dari dalam dadanya sendiri. Luca

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab: 73

    Violet terdiam. Tatapannya kosong, kedua tangannya mengepal kuat di sisi tubuhnya. "Kenapa kau diam, Violet? Aku menyuruhmu membuka pakaianmu,bukan menyuruhmu berdiri seperti patung di depanku." kata Lucas, meneguk alkohol dengan santai, kakinya disilangkan. Kedua matanya menatap Violet dengan tenang, namun di balik tatapan itu tersimpan sesuatu yang tidak bisa begitu saja dibaca. Lucas tersenyum miring, mengamati tatapan Violet yang kini menatap balik seperti menatap musuh. Ia tahu Violet sedang sangat kesal, marah, dan tidak terima dengan apa yang baru saja ia minta. "Maaf, Tuan. Aku tidak mau." tolak Violet, nadanya sedikit tegas dan terdengar lebih kasar dari biasanya. "Itu sama saja Tuan melecehkan aku. Aku tidak terima." tekan Violet, genggamannya semakin kuat. Lucas mendengus berat, terkekeh kecil. "Kau memang berbeda dari yang lain, Violet." Ia mengamati wajah Violet sejenak, lalu bersuara lebih ringan. "Sudahlah — duduklah. Aku tahu kau lelah." Dengan ragu, Violet dudu

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab:72

    "Daddy, aku ingin menikah dengan Violet." kata Axel, langsung menerobos masuk ke ruang kerja Darren tanpa mengetuk.Darren yang tengah menandatangani dokumen mengangkat kepalanya perlahan. Ia menyipitkan mata ke arah Axel yang melangkah mendekatinya dengan langkah yang tergesa dan penuh amarah yang belum sepenuhnya tersembunyi."Sudah Daddy katakan, Axel,kau tidak bisa menikahinya." Darren membuka suara, melepaskan kacamatanya dan meletakkannya dengan tenang di atas meja."Kenapa, Daddy?!" Suara Axel meninggi, kedua tangannya mengepal kuat di sisi tubuhnya, hampir saja ia menghantam meja kerja sang ayah.Darren mendengus pelan. "Duduk."Axel tidak duduk. Ia hanya tersenyum miring, tatapannya menajam. "Apa ini karena Lucas, Daddy? Sehingga kau berkata aku tidak bisa menikahinya?" tukas Axel — tangannya bergerak, menyapu semua benda di atas meja kerja Darren hingga berhamburan ke lantai.Darren menatap tajam ke arah Axel. "Apa yang kau lakukan, Axel? Kau tahu Daddy tidak menyukai hal se

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab:71

    "Jawab aku... apa kau masih perawan?" kata Lucas, mengangkat wajahnya dan menatap Violet yang kini tampak berantakan, pipinya basah oleh air mata yang tidak berhenti mengalir. "Jawab aku, Violet. Apa kau benar masih perawan?" ulang Lucas, suaranya lebih ditekankan kali ini. Violet tidak menjawab. Ia memalingkan wajah ke samping, menolak menatap Lucas. Lucas mulai geram. Kebisuan Violet justru semakin mengusik rasa penasarannya yang sudah tidak bisa dibendung. Tangannya bergerak memegang bahu kiri Violet yang masih terasa bergetar, mencengkeramnya dengan kuat hingga Violet mengeluarkan suara kecil kesakitan. Tidak berhenti di sana — Lucas menarik dagu Violet dengan kasar, memaksanya berhadapan dengannya, sementara tangannya telah kembali memasang celananya. Kedua mata Lucas menatap tajam langsung ke mata Violet. "Jawab aku, Violet jika kau tidak ingin aku memotong lidahmu itu." ucap Lucas, setiap kata ditekankan dengan dingin. "Apa benar kau masih perawan?" Violet menarik napas

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab:70

    Violet tersentak kaget, seluruh tubuhnya membeku seketika. Jantungnya berdetak sangat kencang seolah dialiri listrik, napasnya naik turun tidak beraturan, bahkan ia hampir tersedak mendengar apa yang dibisikkan Lucas tepat di telinganya. Lucas tersenyum sinis, matanya melirik wajah Violet yang tampak panik. "Kau kenapa terlihat panik, Violet? Apa perkataanku benar?" bisik Lucas dengan suara seraknya yang dalam. Violet langsung bergerak panik, tubuh mungilnya masih terkunci oleh Lucas yang berdiri begitu dekat dengannya. "Tidak, Tuan." kata Violet sedikit membentak dengan nada panik. "Saya panik—" Violet tergagap, suaranya terbata-bata. "—karena putri Tuan sedang menangis, jadi saya harus menenangkannya, Tuan." Apa yang dikatakan Violet memang benar. Azura, putrinya, tengah menangis karena dirinya sendirilah yang membuat sang putri kaget akibat suara hentakan nya tadi. "Iya, aku tahu putriku menangis. Tapi kau tidak bisa mengelak, Violet — kau panik karena ucapanku, bukan?" kata

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab:69

    Deg!Tubuh Violet terdiam kaku. Jantungnya berdetak sangat cepat, seolah ingin melompat keluar dari dadanya. Kedua tangannya yang semula terangkat kini terhenti di udara, sementara aliran darahnya terasa seperti berhenti sesaat.Kedua matanya membulat sempurna karena terkejut.Tatapan itu.Tatapan yang begitu tajam dan menyeramkan.Tuan Lucas kini berdiri tepat di depan pintu kamar Azura, menatapnya dengan sorot mata yang sulit dijelaskan—dingin, marah, dan penuh tekanan.Violet tidak menyangka sama sekali bahwa Lucas berada di dalam kamar Azura saat dirinya baru saja membuka pintu.Perlahan, ia menggigit bibir bawahnya. Tatapannya tertuju pada Lucas dengan perasaan campur aduk—takut, gugup, dan kebingungan.Ia hendak membuka mulut untuk berbicara.Namun—Tiba-tiba tubuhnya tersentak.Lucas menarik tangannya dengan kuat.Gerakan itu begitu kasar hingga membuat tubuh Violet hampir kehilangan keseimbangan. Ia nyaris terjatuh jika saja Lucas tidak langsung menyeretnya lebih dekat.“Ah…”

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab:64

    “Apa? Menikah?” ulang Lucas, masih tidak percaya. Wajahnya menegang, keterkejutan jelas tergambar di sana.Darren mengangguk pelan dengan senyum tipis. “Iya. Axel, adikmu, ingin menikahi wanita yang menjadi babysitter keponakannya sendiri,” ujarnya tenang seraya menyalakan rokok yang baru saja diam

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab:63

    "Azura, kamu ini mirip siapa sih? Cantik sekali." Gumam Violet tersenyum ke arah Azura yang ia letakkan di atas kasur miliknya setelah memandikan bayi mungil itu. Azura yang mendengar suara Violet langsung memegang kedua jari telunjuknya dengan tangan mungilnya yang berbeda. Mulut mungil itu ber

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab:62

    "Violet," panggil Sofia dari ambang pintu dengan suara yang sedikit ragu-ragu. Violet yang mendengar suara Sofia itu langsung tersadar dari lamunannya yang dalam. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Sofia yang sedang berdiri di ambang pintu sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal—

  • Babysitter Kesayangan Mafia   Bab:61

    Pintu kamar Violet terbuka perlahan, membuat Violet yang tadinya hendak memejamkan mata kini membatalkan niatnya saat melihat Lucas memasuki kamar dengan wajah datar yang penuh ketegangan. Aura yang dibawa pria itu sangat berbeda dari biasanya—lebih gelap, lebih berbahaya, dan penuh dengan sesuatu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status