Share

Bab 53

Author: Skyy
last update publish date: 2025-11-30 20:06:43

Togar hampir terjatuh ketika lututnya melemas, tapi Harris bergerak lebih cepat. Ia menangkap tubuh lelaki tua itu sebelum menghantam lantai. Sentuhan pertama langsung memberi sensasi dingin—dingin yang tidak berasal dari kulit, tapi dari sesuatu yang bergerak di balik kulit.

“Tenang,” bisik Harris, meski ia sendiri tidak merasa tenang.

Togar tersentak kecil, seperti tubuhnya menolak disentuh. Aura hitam di sekitar batang lehernya berkedut, lalu mereda, lalu mencoba muncul kembali. Harris memut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 318

    Sebagai petarung peringkat keempat dalam daftar seni bela diri Universitas Arcapura, Raditya jarang memberikan penilaian setinggi itu kepada orang lain. Namun tepat ketika ia selesai berbicara, sebuah suara santai tiba-tiba terdengar dari sampingnya."Universitas Arcapura terkenal karena para penggemar bela dirinya. Aku agak heran melihat begitu banyak orang memperhatikan seorang gadis hari ini."Suara itu terdengar lebih dulu sebelum sosok pemiliknya muncul.Sesaat kemudian, seorang pria berpakaian putih dengan rambut agak berantakan berjalan mendekat sambil memasang senyum malas di wajahnya. Gerakannya terlihat santai seolah tidak ada satu hal pun di dunia yang mampu membuatnya serius.Tanpa sungkan, pria itu langsung merangkul bahu Raditya seperti seorang teman lama. "Jangan-jangan mereka semua jatuh cinta padanya?" lanjutnya sambil terkekeh. "Atau mungkin sedang menunggu kesempatan menjadi pahlawan yang menyelamatkan gadis cantik dari bahaya?"Raditya bahkan tidak menoleh. Dengan

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 317

    Naufal mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih. "Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanyanya frustasi. "Apa kita hanya bisa berdiri di sini dan menunggu kekalahan?"Nadira terdiam sesaat sebelum menghela napas panjang. "Saat ini, satu-satunya harapan kita adalah Harris."Matanya beralih ke arah pintu masuk arena seolah berharap seseorang segera muncul dari sana. "Kalau dia datang, kita masih punya peluang. Sebelum itu terjadi, kita hanya bisa bertahan sebisa mungkin dan berusaha memenangkan waktu."Setelah mengatakan itu, Nadira melangkah maju. Tatapannya tertuju lurus ke arah arena duel. "Aku yang akan menerima tantangan ini."Ia memahami situasi mereka lebih baik daripada siapa pun. Di hadapan Sentra Bela Diri Garuda Merah, apalagi menghadapi lima petarung inti mereka, kekuatan Perguruan Bela Diri Amethys sama sekali tidak berada pada level yang sama.Satu orang saja sudah cukup untuk menghancurkan mereka. Karena itulah, tujuan mereka saat ini bukanlah menang. Mereka han

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 316

    "Hahaha!" Reyhan memandang mereka sambil tersenyum penuh ejekan."Sungguh mengharukan," katanya sambil bertepuk tangan beberapa kali. "Perguruan Bela Diri Amethys memang luar biasa. Dari belasan anggota, sekarang hanya tersisa empat orang."Tatapannya menyapu Nadira, Kayla, Naufal, dan gadis terakhir yang masih bertahan.Kemudian senyum sinis di wajahnya semakin lebar. "Dengan jumlah seperti itu, kalian masih bermimpi menjadi lawanku?"Begitu kalimat tersebut terucap, para anggota Sentra Bela Diri Garuda Merah langsung tertawa terbahak-bahak."Benar sekali!""Empat orang melawan lebih dari seratus anggota Sentra Bela Diri Garuda Merah?""Hahaha! Ini bahkan tidak bisa disebut pertarungan!""Mereka sedang mencari jalan menuju kekalahan!""Kalau aku jadi mereka, aku sudah menyerah sejak tadi!"Gelombang ejekan langsung menyebar ke seluruh arena.Sebagian penonton ikut menggelengkan kepala, sementara yang lain memandang Perguruan Bela Diri Amethys dengan rasa kasihan.Karena dari sudut pa

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 315

    Melihatnya pergi, beberapa anggota lain yang sebelumnya menyatakan ingin keluar juga ikut meninggalkan barisan. Mereka menundukkan kepala sepanjang jalan dan sama sekali tidak berani menatap Nadira maupun Kayla. Sebenarnya, sebagian dari mereka masih merasa bersalah. Namun rasa bersalah itu tidak mampu mengalahkan rasa takut.Lawan yang akan mereka hadapi adalah Sentra Bela Diri Garuda Merah, klub terkuat di Universitas Arcapura. Dalam pandangan mereka, pertarungan hari ini tidak memiliki harapan untuk dimenangkan.Karena itu, mereka memilih meyakinkan diri sendiri. Mereka sudah datang ke arena untuk menunjukkan dukungan, dan mereka merasa tidak berhutang apa pun lagi. Dengan pemikiran tersebut, langkah mereka menjadi jauh lebih ringan saat meninggalkan Perguruan Bela Diri Amethys.Nadira memperhatikan semuanya dalam diam. Ia tidak mencoba menghentikan siapa pun, juga tidak menunjukkan kemarahan ataupun kebencian. Seolah kepergian orang-orang itu sama sekali tidak mampu mengguncang ha

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 314

    Tatapannya kemudian beralih kepada Nadira. Ekspresinya sedikit melunak, tetapi hanya sesaat. "Aku mengakui bahwa Kak Nadira banyak membantuku selama ini. Untuk itu aku memang berterima kasih." Ia menggelengkan kepala. "Tapi aku tetap tidak mengerti kenapa kalian harus menantang Sentra Bela Diri Garuda Merah."Menurutnya, keputusan tersebut sama saja dengan bunuh diri. "Aku sudah melakukan bagianku dengan datang ke sini hari ini. Tapi kalau kalian mengharapkanku naik ke arena dan menghadapi orang-orang itu, maaf. Aku tidak ingin mati hanya demi mempertahankan harga diri yang tidak ada gunanya."Kata-kata itu seperti pisau yang menusuk tepat ke dada Kayla.Karena yang paling menyakitkan bukanlah penghinaan dari musuh, melainkan pengkhianatan dari orang yang pernah berdiri di pihak yang sama.Perlahan, kedua mata Kayla mulai memerah. Ia menggigit bibir bawahnya sebelum berkata dengan suara yang sedikit bergetar, "Tidak akan ada yang mati. Bertahanlah sedikit lebih lama lagi. Harris pasti

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 313

    Suara tawa di bawah arena semakin keras.Mendengar berbagai ejekan yang ditujukan kepada Harris, wajah Kayla berubah semakin buruk. Bibirnya bergetar karena marah, tetapi ia tidak mampu membantah satu pun tuduhan tersebut. Karena satu fakta memang tidak bisa disangkal, Harris belum datang.Dan tepat ketika suasana mulai semakin tidak menguntungkan, seorang mahasiswi dari Perguruan Bela Diri Amethys tiba-tiba melangkah keluar dari barisan. Wajahnya dipenuhi kegelisahan, sementara suaranya terdengar gemetar saat berbicara."Ketua..." katanya pelan sambil menundukkan kepala. "Aku ingin keluar dari Perguruan Bela Diri Amethys."Kalimat itu langsung membuat Kayla menoleh tajam. "Apa katamu?" bentaknya.Tatapan marahnya membuat gadis tersebut tanpa sadar mundur selangkah. Namun sebelum situasi memburuk, Nadira menarik napas panjang dan mengangkat tangan untuk menghentikan Kayla. Kesedihan terlihat jelas di matanya."Kalau itu keputusanmu, pergilah," ucapnya pelan.Mendengar jawaban tersebut

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 227

    “Kirana, ini pertama kalinya Harris datang ke Kota Puspadana. Kenapa tidak kamu ajak dia berkeliling saja? Kondisi keluarga kita sekarang kurang pantas untuk menjamu tamu.”Suara Reynan terdengar santai, tapi mengandung dorongan halus yang sulit ditolak.Di sampingnya, Bianca segera menimpali denga

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 226

    Atmosfer di sekitar runtuhan itu berubah hening, tapi menekan. Seolah udara ikut menahan napas.Para elit dari keluarga Arkana berdiri kaku, wajah mereka kehilangan warna. Ketakutan merayap tanpa ampun, menyusup ke dalam tulang, membekukan nalar. Tak ada lagi sisa kesombongan yang tadi sempat merek

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 185

    Namun saat itu, telinganya menangkap suara sangat pelan dari arah kamar mandi.Ia tersenyum miring. “Ah… jadi masih ada satu lagi.”Ia menatap Reno dengan mata dingin. “Kalau kau tak patuh, aku akan membunuh orang tuamu. Dan adikmu yang bersembunyi di kamar mandi.”Ia tertawa pelan. “Berapa umurnya

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 138

    Namun Kayla tetap berdiri di tempatnya. “Aku tidak akan membiarkanmu maju.”Sikap keras kepala Kayla membuat kepala Harris Gunawan terasa berdenyut. Ia tahu gadis itu tidak bermaksud buruk. Bahkan, mereka pernah menghabiskan waktu bersama. Justru karena itulah Harris berada dalam dilema, ia tak mun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status