FAZER LOGINSudah beberapa hari ini, Naya menerima pesan yang masuk ke ponselnya dari nomor tak di kenal. Pesan yang dikirim oleh nomor misterius itu menunjukkan foto Ilham, suaminya sedang berduaan dengan seorang wanita sedang berada di beberapa tempat yang berbeda. Dan yang paling mencurigakan ialah ketika salah satu foto yang dia terima berlokasi di sebuah hotel ternama di kota mereka. Bagaimanakah kelanjutan ceritanya? Apakah Naya hanya diam saja ketika fi perlakukan curang oleh suaminya? Yuk ikuti kisahnya dalam Novel yang berjudul Foto Mesra Suamiku Dengan Wanita Lain berikut ini.
Ver mais三年前、|紗那《さな》は最も愛する人と結婚した。
表向きは家同士の政略結婚。少なくとも彼女自身は、それが愛による結婚だと信じていた。家の利益のためではなく、自分は愛されているのだと。
|白府裕司《しらふゆうじ》。
彼は結婚式で、彼女に永遠の幸福を約束した。生涯を共にすると誓った。
あのときの誓いの言葉は、あまりにも誠実で、愛に満ちていた。だからこそ三年後、裕司が別の女性とホテルにいると知った今でも、紗那はあの日彼が口にした一言一句を思い出してしまう。
ホテルの柔らかな絨毯の上を歩きながら、紗那の心もまた足元と同じようにふわふわと沈み、どこにも着地できずにいた。
裕司が浮気をしている兆しは、今日に限ったことではない。それでも、こうして現実として突きつけられたのは、今日が初めてだった。見知らぬ相手から送られてきた写真――裕司のベッドでの姿を目にした、その瞬間から。
写真の中で、裕司は優しく微笑んでいた。まるで春風のような穏やかな笑み。それが、紗那には吐き気を催すほどに嫌悪感を抱かせた。
これまでずっと、紗那は裕司のことを、無口で感情を表に出さない、どこか冷たい人間だと思っていた。
結婚式でもあまり笑わず、ただ誓いの言葉を読むときだけ、目元を潤ませ、声をわずかに震わせていた。
あのとき、彼も感動しているのだと、紗那は信じていた。
だが今になって思う。
あの誓いは、本当に自分に向けられたものだったのだろうか。 紗那の中で、その確信が崩れていく。「あなたの夫、本当にあなたのことを想っていたと思う?」
今朝、突然そんなメールが届いた。
画像が表示された瞬間、紗那は眠りから叩き起こされたかのように目を見開いた。写真は何枚もあった。場所も服装も違う。つまり、異なる時期に撮られたものだ。
ただ一つ共通しているのは、そこに映っている女性が常に同じ人物であること。そして、裕司が彼女に向ける視線も、笑みも、紗那が一度も向けられたことのないものだった。
その女性の顔に、紗那は見覚えがあった。
|白府千織《しらふちおり》――裕司の名目上の妹。白府家の養女であり、血の繋がりはない。祖父の旧友が亡くなり、その遺された子どもを不憫に思って引き取った――そんな話を聞いたことがある。
千織が白府家に来たのはすでに小学生の頃だったため、養女であることは誰もが知っている「公然の秘密」だった。
裕司と千織の関係についても、紗那は以前からいくつかの噂を耳にしたことがある。
それらはすべて、ただの噂だと笑い飛ばしていた。
裕司が結婚してから、千織は海外へ留学に出された。だから紗那が彼女と顔を合わせる機会はほとんどなかった。
まさか三年後、こんな形で再び彼女を見ることになるとは思いもしなかった。写真の中の千織は、あまりにも明るく、無邪気に笑っていた。「いつまで裕司の妻の座に居座るつもり?あなたは所詮、よそ者でしょう?」
メールには、そんな言葉も添えられていた。
あまりにも多すぎる情報に、紗那の頭は追いつかなかった。
ただ彼女は、メールに記されていた場所へと、ほとんど反射的に駆けつけた。ドアを叩くその直前、紗那は心の底から祈っていた。
どうか、すべてが嘘であってほしいと。だが、扉を開けたのは裕司だった。
全身の血が逆流するような感覚に襲われる。心臓が締め付けられるほど苦しくなる。
目の前に立つのは、上半身裸の夫。紗那は信じられない思いで彼を見つめた。
一方で裕司は、彼女の姿を見てもただ眉をひそめただけ。驚きも動揺もない。まるで最初からこうなることを予想していたかのようだった。
「……紗那お姉さん?」
室内から、もう一つの声が響く。
ほどなくして、バスルームから現れたのは、バスタオル一枚を体に巻いた千織だった。
まだ水滴の残る髪。
裕司は紗那よりも先に千織を気遣い、そばにあったタオルを手に取ると、彼女の髪を拭こうとする。「風邪ひくぞ。ちゃんと拭いてから出てこい」
「だって、紗那お姉さんか気になったんだもん。もしそうなら、来るの早いね。メール送ったばかりなのに」
甘えるように千織が言う。
裕司は小さく笑った。
「まったく……」
その光景を前にして、紗那は言葉を失う。
目の前にいるのは、三年間共に暮らしてきた夫のはずなのに、今の自分は、まるで他人の家庭に踏み込んだ侵入者のようだった。「裕司……どういうこと……っ」
涙がこぼれ落ちる。
それを見た裕司は、ただわずかに眉をしかめただけだった。そこにあったのは、苛立ちにも似た嫌悪だった。Kamipun sampai di sebuah klinik yang tidak jauh dari rumah aku bersama Mas Rafi. Sengaja aku tak ingin pergi ke rumah sakit besar, selain malas untuk mengantri, kurasa penyakitku ini tidak terlalu parah dan juga berbahaya."Selamat ya, buat Ibu dan juga Bapak," seru seorang Dokter setelah tadi memeriksaku dengan senyuman."Selamat apa ya, Dok?" Mas Rafi bergantian memandangi kami."istri Bapak saat ini sedang mengandung. Usia kandungan sudah memasuki usia lima minggu. Selamat, karena sebentar lagi Bapak akan menjadi seorang Ayah."Kulihat binar matanya memancarkan kebahagiaan. Matanya berkaca-kaca, merasa antara percaya dan tidak percaya. Di tatapnya wajahku secara seksama, kemudian kembali ke arah Dokter itu."Benar Dokter? Istri saya hamil?" dia meyakinkan. Dokter muda itu pun mengangguk sambil tersenyum."Alhamdulillah... " ucap aku dan Mas Rafi bersamaan..Mas Rafi tak henti-hentinya menggenggam tanganku. Merasa berbahagia karena telah berhasil mengandung dari buah cinta kami. Kin
Aku duduk di sofa ruang tamu lantai dua. Ruangan ini menjadi lebih luas setelah menyelesaikan renovasi. Bangunan yang tadinya bersekat tembok yang tinggi, kini telah menyatu dan menjadi luas. Karyawan di lantai bawah pun sudah bertambah dua orang lagi, sehingga mengurangi lelahnya Ibu dalam mengurus toko."Ibu masak bubur kacang hijau lho, Nay," ujar Ibu. "Pakai durian lagi. Sengaja Ibu buatkan makanan kesukaan kamu," lanjutnya lagi."Nanti Nay ambil sendiri saja, Bu," ucapku yang agak malas untuk bangkit, tanpa kutahu tiba-tiba saja Ibu sudah berjalan membawa nampan berisi mangkuk.Mendadak aku pusing, tenggorokanku rasanya penuh, hingga memaksaku untuk bergegas ke kamar mandi untuk mengeluarkan segala yang kumakan pagi tadi."Nay, kamu kenapa?" kudengar panggilan Ibu sambil mengetuk pintu. Aku terus saja memuntahkan apa yang ada, hingga tubuh ini jadi seperti tak bertenaga."Tidak tahu, Buk. Mungkin masuk angin," aku berjalan kembali ke sofa setelah membukakan pintu. Kulihat Ibu ber
Akhirnya hari bahagia itu datang juga. Seperti sebuah mimpi, kini aku benar-benar telah mengakhiri masa kesendirianku. Status yang masih menjadi momok yang menakutkan bagiku itu, terlepas sudah. Entah bagaimana caraku mengungkapkannya.Pagi tadi, dengan menggenggam erat tangan Bapak, Mas Rafi mengucapkan lafaz dengan begitu lantang, hanya dengan satu tarikan nafas saja. Membuat semua yang hadir mengucapkan Alhamdulillah dengan begitu antusias dan bersemangat.Sebuah pesta sederhana dilanjutkan dengan sebuah hiburan berupa musik dari orkestra yang biasa diadakan di kampung kami.Aku tidak perduli bagaimana dengan tanggapan keluarga Mas Rafi nantinya, yang selalu terbiasa dengan musik-musik nan elegan yang sering aku lihat di pesta-pesta kalangan orang kaya. Itupun aku tonton dari infotainment para artis.Tapi, sempat kulihat tangan Papa mertua ikut bergoyang juga, menikmati musik dangdut yang dinyanyikan sang biduan.Para sanak famili dan juga sahabat hampir semuanya hadir. Tak terkecu
"Banyak rekan-rekan yang sudah melapor sama Mas, kalau akun Mas diretas orang. Mas curiga itu Viona.jadi, kamu jangan sampai terkecoh jika ada pesan-pesan seperti itu, ya. Mas tidak akan mungkin tega meminta uang sama kamu dengan jalan seperti itu. Melihat kamu menjaga Alta sebaik ini saja, Mas sudah sangat berterima kasih." Ucapannya terdengar tulus dan tidak mengada-ada. Alhamdulillah, ternyata jawaban dari semua beban pikiranku sudah terjawab tuntas tanpa aku menanyakannya.Ternyata Mas Rafi benar juga, bahwa mimpi itu cerminan dari hati dan pikiran..Mobil kembali melaju pelan. Kulihat Alta sudah kembali akrab dengan Mas Rafi. Seakan-akan kejadian malam tadi tidak pernah terjadi. Atau mungkin dia bahagia karena sudah bertemu dengan ayahnya."Mas, tadi Mas Rafi ngomong apa saja sama Mas Ilham, kok jadi akrab?" Aku memberanikan diri untuk bertanya. Sebelum pulang tadi, kulihat Mas Rafi berbicara empat mata dengan Mas Ilham dan diakhiri dengan berjabat tangan dan... berpelukan. Ane
"Mas Ilham bilang apa, Mas?" akupun penasaran. "Dia bilang kamu meninggalkan dia dan Alta. Apa benar begitu? Atau Ilham yang sudah berani mengusir kamu?""Tidak, Mas. Nay sendiri yang memutuskan untuk pergi," aku tertunduk. "Apa Ilham bersikap kasar sama kamu, Nay?" suara Mas Rafi benar-benar terdeng
Malam ini aku menginap di rumah Ratna. Menumpahkan seluruh perasaan dan air mata yang kini membasahi wajah. Entah apa yang aku tangisi saat ini. Jatuhnya talak itu, perpisahan dengan Mas Ilham, ataukah terpaksa meninggalkan Alta seorang diri. Aku tidak tahu pasti. "Sabar Nay, sabar. Aku akan selalu
Berat memang meninggalkan Alta, tapi mau bagaimana lagi. Aku sama sekali tidak punya hak untuk membawanya. Bahkan untuk menggugat hak asuhnya pun aku tidak mungkin bisa. Biarlah ku tegarkan hati ini, suatu hari jika Alta mengingatku, dia pasti akan datang kepadaku. Dan aku akan dengan senang hati me
Tekadku sudah bulat. Tidak akan ada pertimbangan lain lagi. Sebisa mungkin aku harus secepatnya menyelesaikan hubunganku dengannya. Tapi aku tidak habis pikir, bukankah uang Mas Ilham semua sudah ditransfer ke rekeningku? Lalu bagaimana Mas Ilham mampu merayakan ulang tahun anaknya Viona hanya denga


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliações