Home / Young Adult / Jerat Ketos Galak / Bab 172. Menuju Danau Merah

Share

Bab 172. Menuju Danau Merah

Author: Sweety
last update publish date: 2026-06-16 22:00:39

Kyrran menuntun kudanya berjalan pelan menuju area keberangkatan. Begitu mereka tiba, semua orang menoleh pada kedua remaja di atas kuda yang sama tersebut.

Papa Adriell dan Mama Drassha serta Om Kayrell dan Tante Raisa saling melemparkan lirikan. Nampaknya mereka sedang nostalgia masa muda ketika berkuda bersama seperti Kyrran dan Andrea sekarang.

Sementara itu, kedatangan dua remaja itu disambut rentetan komentar jahil para saudara dan sepupu Kyrr
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Rini Angriani
aduh aduhhh kyrran mulaiiiii
goodnovel comment avatar
Sweety
langsung kak ... bab baru sudah up kak
goodnovel comment avatar
Sweety
bab baru sudah up yaa
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jerat Ketos Galak   Bab 174. Kembali ke Asrama

    "Pantas saja Kyrran menanyakan concealer, ternyata untuk ini," gumam Andrea pada dirinya sendiri saat menatap cermin dalam kamar mandi paviliun. Gadis itu kemudian membuka tutup concealer dan menarik aplikator kecil dari dalam tabung kecil di tangannya. Sedikit cairan berwarna senada dengan kulit beningnya menempel di ujung spons. Ia menepuk-nepukkan concealer di area lehernya yang ingin disamarkan. Setelah itu, ia membaurkannya perlahan menggunakan ujung jari hingga warnanya menyatu dengan kulit Andrea. Belum keluar dari sana, Andrea malah berkutat dengan ponselnya. Dia membuka aplikasi pintar pencari informasi dan mengetik sesuatu. Gadis itu mengulum bibir rapat-rapat sembari memfokuskan manik hazelnya ke layar, membaca informasi yang muncul. Selanjutnya, gadis itu menyunggingkan senyum. "Jadi… aku dan Kyrran beneran sudah pacaran?" Di sisi lain, di balkon p

  • Jerat Ketos Galak   Bab 173. Kyrran Seorang Vampir?

    Andrea tidak berhenti terpana dengan kecantikan danau berkilau merah. Untuk beberapa saat, ia fokus mengambil gambar dan foto bersama Kyrran. Namun tak berselang lama, bisikan Kyrran di telinganya membuyarkan perhatian gadis itu. "Mau lihat apa yang dipastikan Gal di lehermu?" suara Kyrran berat dan rendah, tepat di daun telinga Andrea. Ia bahkan merasakan ujung bibir Kyrran menyentuh kulitnya samar-samar. Jantungnya berdebar cepat untuk kesekian kalinya. Lantas gadis itu mengerjap pelan sebelum sedikit menoleh."Mau," jawab Andrea polos. Rasa penasaran membelenggunya. Dia memang ingin tahu apa yang dicari oleh kakaknya Kyrran. "Memangnya apa?" ucapnya bertanya balik. Tanpa menjawab pertanyaan itu, Kyrran menarik pergelangan tangan Andrea dengan lembut, kemudian menyandarkan punggung Andrea ke batang pohon besar yang berdiri di tepi danau. Untuk beberapa saat tatapan mereka saling bertaut. Kyrran meniti garis hidung Andrea l

  • Jerat Ketos Galak   Bab 172. Menuju Danau Merah

    Kyrran menuntun kudanya berjalan pelan menuju area keberangkatan. Begitu mereka tiba, semua orang menoleh pada kedua remaja di atas kuda yang sama tersebut. Papa Adriell dan Mama Drassha serta Om Kayrell dan Tante Raisa saling melemparkan lirikan. Nampaknya mereka sedang nostalgia masa muda ketika berkuda bersama seperti Kyrran dan Andrea sekarang. Sementara itu, kedatangan dua remaja itu disambut rentetan komentar jahil para saudara dan sepupu Kyrran. "Apa kalian gak ada kegiatan lain selain mengganggu?" desis Kyrran. Para saudaranya semakin mencengcengi mereka. Andrea merasakan wajahnya menghangat, kemudian menunduk sambil mencengis-cengis. Noela menuntun kudanya berhenti di sebelah kuda Kyrran. "Uww… sudah berani go public ya." Elyse melingkarkan lengannya ke pinggang Noela dan menyandarkan kepala di punggung gadis itu. "Awww… kalian so sweet banget." J

  • Jerat Ketos Galak   Bab 171. Berkuda dengan Kyrran

    Andrea sudah tahu betul kalau Kyrran tidak akan suka jika dirinya dekat dengan cowok lain—meskipun itu kakak Kyrran sendiri. Namun, bagaimana Andrea bisa langsung menghindar kalau dia saja tiba-tiba dihampiri? Melihat tatapan Kyrran yang begitu tajam dan rahangnya mengeras, Andrea akhirnya sampai pada keputusan untuk menenangkan cowok itu. Dengan memberi kecupan singkat di bibir Kyrran. "Masih marah?" ujar Andrea sembari menurunkan tumitnya yang menjinjit, sambil menahan tatapan ke wajah Kyrran. Meski hanya sesaat, nyatanya kecupan itu sudah cukup untuk membuat sorot mata Kyrran yang semula dipenuhi rasa cemburu sedikit melunak. "Jangan marah ya," bisik Andrea pelan. Namun alih-alih menjauh, Kyrran justru meraih wajah Andrea. Tatapannya masih tajam, meski kini terselip kelegaan yang sulit disembunyikan. Cowok itu menunduk dan meraup benda kenyal berwarna merah itu. Kyrran melumatnya tanpa ampun dan Andrea sendiri mengikuti ritme yang diciptakan cowok itu di bibirnya.

  • Jerat Ketos Galak   Bab 170. Misi Iseng Isaac

    Isaac sempat berkumpul dengan Jergar, Narell dan Darell. Lelaki berusia dua puluh tahun itu kemudian menyampaikan sebuah ide iseng untuk mengerjai Kyrran. "Aku mau lihat bagaimana adik kita cemburu," ucapnya menyeringai tipis. Area persiapan berkuda mulai ramai oleh anggota keluarga yang sibuk memilih helm, sarung tangan dan kuda masing-masing. Di tengah keramaian itu, Isaac melancarkan aksinya. Ia berjalan santai menghampiri gadis pujaan hati adiknya. "Andrea," sapa pria berambut cokelat terang itu, tersenyum ramah. "Mau berkuda bersamaku?" ajaknya pada gadis cantik itu, kemudian menoleh ke arah beberapa kuda yang sedang disiapkan staf. Andrea berkedip bingung, bahkan bibirnya terlihat sulit mengucapkan satu kata pun. Isaac maju selangkah sehingga jarak di antara mereka menipis. Senyum jahil mulai muncul di wajahnya lantaran sudut mata lelaki itu sudah melihat Kyrran memperhatikan dari kejauhan. Isaac menurunkan sedikit wajahnya. "Aku bisa membantu memilih kuda untuk

  • Jerat Ketos Galak   Bab 169. Brunch Bersama Keluarga Kyrran

    Sunroom mansion keluarga Yoseviano pagi itu dipenuhi suara percakapan hangat dan dentingan halus peralatan makan porselen.Cahaya matahari menembus dinding kaca tinggi, menerangi meja panjang yang dipenuhi berbagai hidangan brunch. Andrea dan para sahabatnya serta seluruh anggota keluarga Yoseviano telah berkumpul di sana. Keributan pagi tadi di kamar Kyrran tiba-tiba mengubah arah perbincangan lantaran celetukan Papa Adriell terdengar. "Papa mendengar kalau pagi-pagi tadi ada keributan di kamarmu, Kyrran." Tatapan tajam pria itu tertuju pada sang putra. "Apa yang terjadi?" ucapan Papa Adriell begitu tenang namun seperti ada tekanan sarkas di untaian katanya. Pria itu kemudian menyesap kopi dalam cangkir tanpa mengalihkan pandangan. Semua orang yang tahu kejadian sebenarnya memilih fokus pada makanan mereka meski sempat menahan napas. Andrea sendiri hampir tersedak jus yang sedang diminumnya. Jantungnya mulai berde

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status