ホーム / Mafia / Obsesi Cinta Sang Mafia / Bab 72 Kekuatan Sean

共有

Bab 72 Kekuatan Sean

last update 公開日: 2026-04-07 20:26:38
Aisyah merasa benda milik Sean tidak juga kembali ke bentuk semula. Barang suaminya tetap kekar dan tegang.

“Sayang, sudah pukul berapa sekarang? Aku mau mandi,” ucap Aisyah.

“Sayang, sepertinya milikku masih bisa menembakan susu panas di dalam sana,” bisik Sean.

“Apa?” Aisyah mendongak.

“Tidak apa. Kamu diam saja. Aku yang akan berkerja. Aku sudah menyimpan susu ini sejak lama menunggu kamu, Sayang.” Sean kembali berada di atas Aisyah.

“Apa? Apa bisa seperti itu?” tanya Aisyah bingung.

“Saya
Fit Tree Fitri

Terima kasih. Semoga sukaaaaaa.

| 27
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (8)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
syicinhai
lanjut lagi
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Hahaha. udah Bab 70 yee
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 140 Kontraksi

    Aisyah bangun di pagi hari. Dia duduk dengan sangat susah. Tangannya berpegangan pada pinggir tempat tidur agar mendapatkan bantuan tarikan.“Allahu Akbar.” Aisyah mengatur napas. Dia berdiri dan berjalan perlahan ke kamar mandi.“Sayang.” Sean dengan mudah terbangun. Dia melihat Aisyah sudah masuk ke dalam kamar mandi.“Jangan dikunci.” Sean dengan cepat beranjak dari kasur dan berlari ke kamar mandi. Dia segera masuk dan menyusul Aisyah.“Sayang, kenapa tidak membangunkan aku?” tanya Sean khawatir. Pria itu segera mencuci muka.“Aku mau buang air kecil dan langsung mandi. Sebentar lagi subuh baru bangunkan kamu.” Aisyah tersenyum.“Jika kamu terbangun. Harus bangunkan aku, Sayang. Apa pun itu,” tegas Sean.“Baiklah.” Aisyah mandi dibantu Sean. Wanita itu duduk du kursi yang memang telah disiapkan.Sean dengan telaten membersihkan tubuh Aisyah. Dia menyampo rambut hitam istrinya. Membilas hingga bersih. Seorang mafia menjadi pria lembut dan perhatian ketika dia dipertemukan Tuhan den

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 139 Hamil Besar

    Sean terus berada di sisi Aisyah. Dia tidak pernah meninggalkan istrinya sedetik pun. Sepanjang hari menemani Aisyah yang sedang hamil tua. Tim dokter telah standby di klinik mendekati hari kelahiran. Perut yang besar karena mengandung sepasang bayi kembar yang kuat.“Allahuakbar.” Aisyah sudah kesulitan bergerak.“Pelan-pelan, Sayang.” Sean menggandeng tangan Aisyah. Mereka jalan-jalan di taman menunggu waktu kelahiran.“Iya, Sayang.” Aisyah yang sudah makan sesuai dengan pengaturan ahli gizi masih tidak bisa mengontrol pertumbuhan bayi kembarnya. Dia harus menguras banyak tenaga untuk menjaga dan membawa bayi yang ada di dalam kantung rahim.“Sayang, aku tidak kuat lagi berjalan,” ucap Aisyah menghentikan langkah kakinya.“Duduk di sini, Sayang.” Sean membantu Aisyah duduk di kursi taman.“Langkahnya semakin sedikit setiap hari. Aisyah benar-benar kesulitan dan kelelahan.” Sean menatap Aisyah khawatir.“Pertumbuhan bayi sangat cepat sehingga berat badan mereka terus naik. Padahal dok

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 138 Sepasang Bayi Kembar

    Aisyah rutin melakukan pemeriksaan setiap bulan di klinik pribadi yang disiapkan Sean. Uang benar-benar memudahkan segala urusan. Pria itu bahkan mampu mendatangkan tim dokter terkenal dan mahal sekalipun untuk merawat anak serta istrinya. Dia membali semua perlengkapan kesehatan untuk mengisi klinik sehingga Aisyah tidak perlu pergi ke luar untuk pemeriksaan hingga melahirkan.“Selamat pagi, Nyonya Aisyah.” Tim dokter terbaik menyambut kedatangan Aisyah untuk pemeriksaan dan USG di usia kandungan yang telah tujuh bulan. Wanita itu sengaja menunggu hingga tujuh bulan untuk melihat jenis kelamin calon bayi kembarnya.“Silakan, Nyonya.” Dokter Elena membawa Aisyah ke ruangan khusus.“Sayang, aku sudah tidak sabar.” Sean selalu setia mendamping Aisyah.“Tenanglah, Sayang.” Aisyah tersenyum melihat Sean yang selalu gugup setiap kali dia melakukan pemeriksaan.Aisyah telah berbaring di atas tempat tidur. Dokter mengoleskan gel khusus di area tubuh agar transduser bisa menghantarkan gelomban

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 137 Keluarga Besar

    James tiba di bandara. Dia berjalan dengan santai. Pria itu tidak terlihat seperti seorang Mafia.“Tuan James. Mobil sudah menunggu.” Seorang pria dengan setelan jas hitam berdiri di depan James.“Siapa kalian?” tanya James curiga. Pria itu tidak bisa percaya sembarangan orang.“Kami kiriman tuan muda Sean. Anda bisa memeriksa ponsel,” jawab pria itu.“Mm.” James mengeluarkan ponsel dan mengaktifkannya. Dia melihat pesan dari Elio.“Ini bukti kami anak buah Tuan Sean.” Pria itu memperlihatkan kode di layar ponselnya.“Dia dengan mudah tahu kedatanganku.” James tersenyum. Dia mengikuti anak buah Sean pergi menuju ke tempat parkir.“Silakan, Tuan.” Pria dengan jas dan kacamata hitam membuka pintu untuk James.Mobil melaju dengan kecepatan standar menuju kawasan pribadi milik Sean. Pria itu duduk santai di kursi belakang dan memperhatikan jalanan. Lelaki yang terus melajang setelah istrinya meninggal dan tidak pernah berpikir untuk menikah lagi.Mobil berhenti di depan taman villa yang me

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 136 Kekacauan

    Kebahagiaan Sean tidak bisa ditutupi. Seluruh dunia hampir tahu karena perubahan sikapnya. Dia mengubah jalur bisnis dan mematikan beberapa bisnis lainnya. Keluarga di Amerika pun merasakan perubahan itu tanpa perlu mendapatkan laporan dari Rome. Mereka kebingungan.“Apa yang dilakukan, Sean?” tanya Kakek Jack kesal. Pria itu melempar berkas ke lantai.“Tuan Sean memutuskan jalur perdagangan senjata ke negera konflik. Dia hanya akan bekerja sama dengan negara yang membeli senjata untuk perdamaian dunia dan melindungi diri,” jelas Luca yang merupakan asisten Jack.“Apa? Kenapa? Apa Sean sudah gila karena menikahi wanita bercadar itu? Dia mematikan bisnis dua keluarga yang telah diwariskan turun temurun.” Jari-jari Jack meremas berkas.“Kita mengalami banyak kerugian dalam beberapa bulan ini. Ternyata ini ulah Sean. Apa dia mau membunuh semua anggota keluarganya yang hidup dari bisnis ini?” Jack yang berdiri karena marah kembali duduk.“Panggilkan James!” perintah Jack.“Baik, Tuan.” Luk

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 135 Kabar Gembira

    Ruang pemeriksaan klinik terasa sejuk, dengan aroma harum bunga mawar yang samar. Aisyah duduk di kursi, tangannya menggenggam erat jemari Sean. Perutnya belum terlihat besar, namun rasa haru dan bahagia jelas terpancar dari matanya.Sean menatap istrinya dengan penuh perhatian, seolah ingin menyalurkan ketenangan lewat genggaman tangannya. Pria itu terlihat lebih gugup dari Aisyah.“Sayang, aku sudah tidak sabar mau melihat anak kita,” bisik Sean di telinga Aisyah.“Sayang, apa kamu gugup?” tanya Sean yang membuat Aisyah hampir tertawa karena suaminya lah yang gugup."Permisi, Nyonya Aisyah dan Tuan Sean. Kita akan memulai pemeriksaan,” Elena duduk di depan Aisyah dan Sean.“Silakan, Dok.” Aisyah selalu terlihat tenang. Apalagi dia seorang dokter bedah yang sudah terbiasa berada di lingkungan dan situasi menegangkan. Hanya pemeriksaan kehamilan biasa saja. Dia selalu berpikiran baik.“Baiklah. Bagaimana kabarnya? Ada keluhan mual atau lelah? Bagaimana dengan nafsu makan dan jadwal tid

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 6 Sean Costa Nostra

    Sean dirawat di rumah. Pria itu tidak teriasa berada di rumah sakit. Dia duduk di atas tempat tidur dengan bertelanjang dada karena ada luka yang harus dijaga.“Permisi, Tuan. Kami akan mengganti perban.” Dokter dan perawat mengetuk pintu kamar Sean ditemani kepala asisten rumah tangga. Seorang pria

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 5 Keluarga Maria

    Jordan dan Leana duduk di sofa yang ada di kamar mereka. Pasangan suami istri itu tampak gelisah.“Sayang, Sean akan segera pulang. Mereka akan bertemu di hari ulang tahun Maria yang kedua puluh.” Leana menatap Jordan. “Ya. Dia akan pulang, tetapi tidak tahu kapan? Maria akan berulang tahun bulan d

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 4 Berpisah

    “Alhamdulilah.” Aisyah tersenyum melihat kedatangan para penyelamat. Dia berlari menuju tenda darurat.“Dia.” Sean mengikuti Aisyah dengan tubuh yang sakit.“Semuanya. Tim penyelamat datang.” Aisyah benar-benar bersemangat untuk menyampaikan kabar bahagia kepada semua orang yang masih selamat.“Syu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 3 Keberuntungan

    Aisyah sendirian mengobati para penumpang dan kru pesawat. Dia memeriksa semua orang baik itu para penjahat.“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Pria itu menembaki mereka tepat di jantung. Benar-benar ahli.” Aisyah melihat pada Sean yang rebahan di lantai pesawat.“Rena! Bangun Rena!” Pramugari mena

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status