共有

Bab 50

作者: Addarayuli
last update 公開日: 2026-05-28 18:53:54

Suara ketikan keyboard laptop terdengar nyaring di dalam sebuah ruangan yang sepi, seorang pria dengan garis rahang yang tegas nampak memfokuskan tatapannya ke layar laptopnya yang menyala. Kacamata bertengger di hidungnya yang mancung, seketika sorot matanya yang datar berubah menajam dengan kening yang mulai berkerut.

Dia mengangkat jemarinya dari atas keyboard, tangan kanannya dia gunakan sebagai tumpuan pada meja. Matanya bergerak ke sana kemari mangamati sebuah platform berita yang sedang
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 51

    Sepasang mata mengerjap pelan ketika cahaya matahari menembus masuk melewati celah gorden kamar apartemen. Selimut tebal masih membungkus tubuh wanita yang hanya berbalut baju tidur tipis, jam dinding masih menunjukkan pukul enam pagi."Engh..."Perlahan matanya terbuka, tubuhnya mengeliat pelan di atas ranjang queen size. "Sudah pagi?" Celine menyibak selimutnya kemudian bangkit dari ranjang, dia segera mencari keberadaan ponselnya kemudian mencari platform berita semalam. Namun, ada sesuatu yang aneh sedang terjadi. Keningnya berkerut dalam sambil tangannya terus bergerak mencari beritanya."Loh, kenapa beritanya tidak ada?"Celine bangkit dari duduknya saking terkejutnya, dia menggigit ujung kukunya ketika platform dan beberapa portal berita yang lain bersih dari berita yang seharusnya di update pagi ini."Sialan, apa mereka membohongi aku?" geram Celine.Celine menyugar rambutnya ke belakang dengan kasar, raut wajahnya jelas menampilkan kekhawatiran dan rasa kesal. Dia sudah men

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 50

    Suara ketikan keyboard laptop terdengar nyaring di dalam sebuah ruangan yang sepi, seorang pria dengan garis rahang yang tegas nampak memfokuskan tatapannya ke layar laptopnya yang menyala. Kacamata bertengger di hidungnya yang mancung, seketika sorot matanya yang datar berubah menajam dengan kening yang mulai berkerut.Dia mengangkat jemarinya dari atas keyboard, tangan kanannya dia gunakan sebagai tumpuan pada meja. Matanya bergerak ke sana kemari mangamati sebuah platform berita yang sedang ramai di perbincangkan, dia merasa ada yang aneh dengan platform itu dimana berita yang sempat viral mulai meredam dan hilang bak di telan bumi.Evan, dia menegakkan tubuhnya dan mulai mencari pada portal berita lain yang ternayta juga sama. Berita-berita itu tiba-tiba hilang dari linimasa semua portal berita."Ada apa ini?"Evan yang saat ini sedang bertugas untuk mengamati siklus saham perusahaan Lysander tiba-tiba dikejutkan dengan hilangnya semua berita dari peredaran."Kenapa semua beritany

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 49

    Adrian kembali mencium bibir Meysa dengan tempo sedikit menuntut meninggalkan jejak kehangatan membuat Meysa mengerang pelan. Dia menindih tubuh Meysa hingga kulit mereka saling bersentuhan dan bergesekan membuat gelenyar aneh yang mulai mereka rasakan, bak sengatan listrik yang membuat bulu kuduk meremang.Satu persatu sisa pakaian di tubuh keduanya mulai Adrian lepaskan dan tercecer begitu saja di lantai kamar, kini tubuh keduanya sudah tak halangi sehelai benang pun. Rasa malu yang Meysa rasakan tadi mulai digantikan dengan perasaan mengebu, seperti ada tarikan magnet, dia mulai mengingkinkan lebih.Kamar yang luas itu begitu sunyi, hanya terdengar suara detik jarum jam dan suara decapan ciuman Meysa dan Adrian yang semakin lama semakin intes. Deru napas keduanya mulai memburu, keringat muncul ditubuh mereka membuat tubuh yang menempel itu terasa lengket.Adrian melepaskan ciumannya, dia bangkit dari posisinya lalu bergerak ke arah saklar lampu yang berada tak jauh dari sisi ranjan

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 48

    Sentuhan pertama itu lembut, sebuah ketukan pelan di bibir seolah meminta izin. Tapi begitu tautan itu mengunci, segalanya berubah menjadi intens dan mendesak.Tangan Adrian bergerak cepat ke tengkuk Meysa, jemarinya tenggelam di antara helai rambutnya, menahan kepala Meysa agar tidak menjauh satu milimeter pun. Meysa membalasnya dengan cara yang sama, jemarinya meremas kemeja Adrian, menarik pria itu semakin rapat hingga tak ada lagi udara yang tersisa di antara dada mereka.Ciuman itu dalam, penuh tuntutan, dan sarat akan emosi yang selama ini mereka pendam. Setiap pagutan terasa seperti pembuktian bahwa mereka akhirnya benar-benar ada di sini, bersama. Napas mereka memburu, berkejaran dengan detak jantung yang berdentum bertalu-talu di balik rusuk. Adrian memiringkan kepalanya, memperdalam pautan, mengecap rasa manis yang selalu membuatnya hilang kendali, sementara Meysa melepaskan desahan pelan yang langsung tertelan di bibir Adrian.Waktu seolah melambat, tapi sensasi di sekitar

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 47

    Me: Aku langsung pulang ke rumah setelah acara selesai, kakak titip ibu ya.Meysa tersenyum tipis setelah selesai mengirim pesan untuk Maya, meski sudah hampir tengah malam namun dia tetap mengirim pesan pada Maya karena tak ingin adiknya khawatir."Mey," panggil Adrian.Meysa meletakkan ponselnya ke meja rias menatap Adiran dari cermi besar dimana suaminya baru saja masuk ke kamar sambil membawa segelas cangkir di atas nampan."Buat kamu."Meysa berdiri dari duduknya lalu menghampiri suaminya yang duduk di sofa, tercium aroma harum dari coklat panas yang Adrian bawa."Minum selagi masih panas," ucap Adrian.Meysa mengangguk kemudian mengambil cangkir itu, Meysa meniupnya pelan sebelum meminumnya. Rasa manis dan hangat bercampur jadi satu membuat tubuh Meysa terasa rileks dan hangat."Hem...enak," puji Meysa."Benarkah?"Adrian meraih tangan Meysa lalu ikut meminum coklat itu dari cangkir yang sama. Meysa sedikit membelakan matanya terkejut karena tindakan Adrian yang tiba-tiba, kini

  • Pengasuh Polos untuk CEO Dingin   Bab 46

    Ting.Layar tablet milik seorang reporter terkenal tiba-tiba menyala sesaat setelah Celine meletakkan ponselnya, pira itu lekas membuka pesan yang baru saja di kirim oleh Celine. Dia mengerutkan keningnya melihat isi pesan itu lengkap dengan keterangan serta foto seseorang pria paruh baya."Siapa ini, dan apa yang harus saya lakukan?" tanya reporter itu."Buat berita tentang pria ini, sesuai dengan apa yang aku kirim tadi.""Dia bukan siapa-siapa, hanya seorang pria yang sedang mendekam di penjara karena kasus korupsi.""Apa menariknya?" tanya reporter sambil menatap Celine.Celine mengangkat cangkir berisi kopi yang masih mengepul, dia menyeruput kopi panas itu lalu meletakkan kembali cangkirnya ke meja."Dia adalah ayah angkat dari istri Adrian Lysander.""Adrian Lysander? Dia sudah menikah?"Celine mengangguk sebagai jawaban. "Aku ingin berita ini tranding, sebisa mungkin meredam berita yang sedang naik sekarang."Reporter pria itu mnegangguk. "Aku akan mengirimnya pada tim editor,

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status