Short
Jangan Jadikan Aku Pilihan Lagi

Jangan Jadikan Aku Pilihan Lagi

โดย:  Betshiจบแล้ว
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10บท
115views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Sebelum pesta ulang tahun dimulai, Anderson Zuvandy menayangkan layar ponselnya ke layar besar di ruang VIP. Dia membuat voting anonim di grup teman-teman mereka. Pertanyaannya …. [ Malam ini, seharusnya aku menemani pacarku memotong kue ulang tahun atau menemani teman masa kecilku menonton pemutaran perdana film? ] Hitung mundur selama 20 detik dimulai, sementara jumlah suara terus berubah. Pilihan teman masa kecil mendapat 17 suara, sedangkan pilihan pacar hanya mendapat satu suara. Semua orang mengira satu-satunya suara itu berasal dariku. Anderson bersandar di sofa. Dia tersenyum ketika melihat hasilnya. "Yang kalah jumlah harus mengalah kepada yang menang." Miranda Anggara segera menyelipkan tiket film ke telapak tangannya. "Semua orang juga merasa bahwa aku yang lebih membutuhkanmu." Aku mengenakan gaun favoritku, berdiri di depan kue ulang tahun yang bahkan belum dinyalakan lilinnya. Seseorang di ruang VIP bersiul. "Kak, jangan nggak menerima kekalahan, dong." Benar juga. Voting semacam ini sudah menjadi kebiasaan selama tiga tahun. Setelah bertengkar, mereka mengadakan voting untuk menentukan siapa yang harus meminta maaf lebih dulu. Bahkan saat mereka berkencan, teman-teman mereka mengadakan voting untuk menentukan siapa yang akan digandeng Anderson. Bahkan ketika aku bertanya apakah Anderson mencintaiku, dia juga melemparkan pertanyaan itu ke dalam grup. "Biar semua orang saja yang menilai." Dulu, aku mengira selama aku bisa menang sekali saja, dia akan dengan teguh berdiri di sisiku. Namun, aku tidak pernah menang sekalipun. Begitu pula dengan malam ini. Anderson bangkit dan mengambil jaketnya. Saat melewatiku, dia mengusap kepalaku sekilas. "Yang patuh, setelah aku pulang nanti, aku akan rayakan ulang tahunmu lagi." Aku menatap hasil voting di layar besar, lalu mematikan layar ponselku. Kemudian, aku mendorong pisau kue ke hadapannya. "Nggak perlu dirayakan lagi. Anderson, aku mundur dari permainan voting ini."

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1

Ruang VIP itu mendadak hening selama beberapa detik.

Tangan Anderson masih berada di atas kepalaku.

Miranda duluan tertawa, seolah baru saja mendengar lelucon ringan. "Alicia, jangan begitu, dong. Hari ini hari ulang tahunmu."

Anderson menarik tangannya kembali, lalu mengernyit. "Alicia Winara, semua orang ada di sini. Jangan langsung cemberut hanya karena kalah."

Dulu, setiap kali Anderson memanggil nama lengkapku, aku pasti akan langsung menundukkan kepala. Aku takut dia marah, takut teman-temannya meledek kami, dan takut pada akhirnya semua orang akan menganggapku terlalu membesar-besarkan masalah.

Namun, kali ini, aku hanya mencabut satu per satu lilin di atas kue ulang tahunku. "Yang memalukan bukan aku."

Miranda segera menarik ujung lengan baju Anderson. "Anderson, bagaimana kalau lupakan saja? Aku nggak jadi nonton film saja."

Meskipun berkata seperti itu, dia justru menggenggam tiket di tangannya erat-erat.

Teman-teman mereka yang lain langsung bersorak.

"Hasil voting sudah keluar, mana bisa ada pengecualian."

"Kak, yang lapang dada, dong. Besok juga masih bisa merayakannya lagi."

Anderson melirik jam tangannya. Filmnya akan mulai 20 menit lagi. Setelah terdiam sejenak, dia mengambil jaketnya. "Aku antar dia ke sana. Kalau kamu masih mau merayakan ulang tahunmu, tunggu aku di sini. Jangan terus membuatku harus menenangkan kalian berdua."

Aku mengangkat pandangan menatapnya. "Sudah kubilang, nggak perlu dirayakan lagi."

Seolah tidak mendengar ucapanku, Anderson langsung melewatiku.

Miranda mengikuti langkah Anderson. Saat melewatiku, dia menghela napas pelan. "Alicia, kamu tahu sendiri dia paling benci dipaksa untuk memilih."

Begitu pintu tertutup, musik di ruang VIP kembali terdengar. Voting di layar besar belum ditutup. Pilihan teman masa kecil mendapat 17 suara, sedangkan pilihan pacar hanya mendapat satu suara. Angka satu di bagian bawah layar seolah menjadi satu-satunya sisa harga diriku.

Ponselku bergetar. Suara baru kembali muncul di grup teman-teman mereka. Kali ini, bukan lagi polling anonim.

[ Coba tebak, berapa menit lagi Alicia akan mengejar untuk meminta maaf? ]

Sepuluh menit.

Setengah jam.

Besok pagi.

Miranda memilih opsi sepuluh menit.

Seseorang tertawa, lalu ikut memilih opsi yang sama.

[ Jangan terlalu meremehkan dia. Lima menit saja sudah cukup. ]

[ Dia nggak tega dengan Anderson. ]

Anderson tidak ikut memilih. Namun, dia juga tidak berusaha menghentikan mereka.

Di grup itu, tiba-tiba seseorang bertanya.

[ Apa suara voting pacar itu dipilih sendiri oleh Alicia? ]

Miranda membalas dengan emoji tertawa sambil menutup mulut.

[ Kalau bukan dia, memangnya siapa lagi yang bakal memilih dirinya? ]

Aku menatap kalimat itu. Perlahan, ujung-ujung jariku terasa dingin.

Ternyata, mereka bahkan tidak percaya satu-satunya voting itu berasal dari orang lain.

Aku keluar dari grup. Mahkota ulang tahunku masih tergeletak di atas meja. Potongan kertas berwarna emas itu basah oleh minuman hingga lembek. Aku mengambil tas, lalu berbalik dan pergi.

Seseorang berseru dari belakang, "Kak, serius mau pergi?"

Aku tidak menoleh.

Lorong itu begitu panjang. Dinding kaca memantulkan bayanganku. Gaun putih, mata merah, dan tangan kosong. Aku seperti badut yang akhirnya tidak sanggup melanjutkan pertunjukannya.

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
10
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status