LOGINErina ketahuan hamil di hari H pernikahannya dengan kekasih, tapi dia merasa belum pernah berhubungan dengan kekasihnya itu atau pun orang lain. Dia tidak tau siapa pelakunya. Tapi karena sudah seperti itu, Erina tidak ada pilihan lain kecuali pergi ke luar kota untuk menghindari cacian yang ada. Hingga saat di kos, Erina memiliki tetangga yang baik, tapi aneh. Erland. Pria yang seperti orang berada tapi tinggal di kos sempit saja sudah terlihat aneh. Sampai akhirnya Erina sadar kalau Erland adalah ketua Mafia Italia yang sudah memerangkapnya dan juga orang yang membuatnya hamil.
View MoreWhen Emma Cartwright pulled into the parking lot of Shooter’s Bar on that Friday night, she was a woman with a mission. Like the best of missions, it was simple, clear, and had a defined and measurable aim: Emma was going to go in there and pick up a scorching hot man and go home with him.
Shooter’s was, she knew, hands-down the best damn place in Denver to embark on such a mission. According to Kat, the guys in this place were pretty much after nothing but a good time. And Emma needed a good time tonight.
She sat in her car for a minute, running over the game plan in her mind. OK, so a few deal breakers in terms of her choice for her very first one-night-stand:
First, Kat had said that Shooter’s attracted lots of soldiers passing through, and Emma wasn’t so interested in guys recently back from combat. Chances were they’d be traumatized, and she had more than enough trauma going on in her life right now. No, tonight was an escape for her, and as such, she wasn’t interested in damaged, possibly dangerous, guys. And she’d have to keep her wits about her here: no getting drunk and putting herself in a bad situation with the wrong guy.
Second, nobody too sweet. He had to be a nice guy, clearly, but not relationship material. She had a tendency to get attached to sweet guys, guys who held her hand and wanted to take her for dinner. But if this was just casual sex, then she didn’t want it to be with a guy that she’d really want to see again.
Third, she needed to lie about herself. Not her name; that was going a bit far. But she definitely didn’t want anyone knowing that she was a psychologist – that tended to freak people out even at the best of times – so tonight she was going to be Olivia Jameson’s personal assistant. She was sure that Liv wouldn’t mind the deception, though she was pretty certain that her actual assistant Nigel most definitely would.
As if she had conjured Olivia up just by thinking about her, Liv’s ring tone trilled from Emma’s purse. She pushed ‘reject’ and then turned the ringer to vibrate. She knew that Kat and Liv and Jenny were all anxious to hear the final diagnosis after almost a month of medical tests, but Emma didn’t want to talk about that right now. Tomorrow was fine for doom and gloom. Tonight was about grabbing on to life with both hands, as hard as she could, as many times as she could take it.
She knew that what she was doing was unhealthy and reactionary. If one of her patients had received the kind of bad news that she’d gotten that day, and they then had turned around and flung themselves full-on into a one-night-stand, Emma would have plenty to say about that. She’d say they were in some major denial, and desperately trying to avoid inevitable pain, and maybe even engaging in some complicated form of self-harm.
Shut it, Dr. Cartwright. Looking for affirmation of life is completely normal when you’ve been marked by death.
She looked at herself in the mirror. Her blue eyes had shadows under them and she looked pale. She slicked on a bit of concealer and blush and shook out her long, dark hair. She unbuttoned the top button of her white blouse, hesitated, then undid the second one. And there she was, a curvy, thirty-one-year-old woman looking good in her tight black skirt and high heels, a pretty young woman just looking for a good time.
In the mirror, Emma met her own eyes for a few seconds.
Here we go.
Erina Falistia, dia wanita 26 tahun yang memiliki hidup tidak ada bagus-bagusnya.Ibunya meninggal dunia besertaan Ayahnya menikah lagi saat dia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Dan selanjutnya dia memiliki seorang adik tiri dengan yang ternyata sudah ada sebelum ibunya meninggal, ya benar begitulah ayahnya memang selingkuh.Cukup menyebalkan menjadi Erina, ibu tirinya bersikap seperti layaknya ibu tiri dalam dongeng, jahat dan tidak berperi kemanusiaan.Rasanya Erina hanya ingin pergi dari rumah.Sampai kuliah Erina bisa pergi, tapi dia tetap merasa tertekan dengan mama tirinya, karenasesekali memejamkan mata, tapi dia berusaha mati-matian untuk tetap membukanya.Meski tampan orang di sampingnya teramat misterius, jadi Erina merasa agak … Takut?Iya takut, auranya itu loh juga mencekam.Namanya Erland.Aneh, Erina masih berfikir orang ini aneh karena tiba-tiba sksd dengannya, dan sekarang duduknya jadi berada di sampingnya.Tapi beruntung Erina tidak berada tidak di dekat j
Pagi-pagi sekali Erina membawa tas besar dan koper ukuran sedang keluar dari kos.Ya seperti dugaan Erina memutuskan tidak menggugurkan kandungannya dan memilih keluar dari kosnya tersebut, tidak hanya itu dia akan pergi ke kota lain yang memang lebih besar karena ibu kota negara ini.Erina semalaman berfikir begitu karena dia terngiang-ngiang dengan mimpi bocah yang memanggilnya Mommy. Jadi karena dia penasaran dengan wajah bocah itu, dia akan melahirkannya, pergi ke kota lain dan mulai menjalani hidup baru.Mungkin ini juga alasan tuhan memberi cobaan, yakni hikmahnya agar Erina bisa lepas dari ikatan keluarganya yang menyesakkan. Jadi sekarang dia bisa pergi tanpa harus berfikir dua kali."Akh,"Erina agak memekik kencang tanpa sadar, karena dia di senggol oleh seseorang, tidak sampai jatuh, tapi tasnya saja yang terlepas dari tangan juga terpelanting cukup jauh.Itu karena orang yang menyenggolnya adalah pria bertubuh gempal dan berlari pula, jadi Erina yang kecil macam toples leb
Setelah bersitegang cukup hebat, akhirnya Erina kembali ke kosnya, mama papanya benar-benar sangat marah, belum lagi keluarga Bima yang juga datang mencacinya habis-habisan.Intinya tadi Erina sudah seperti anak ayam yang terjebak di antara para manusia yang mempelotronya, tanpa ada satu pun yang menolong, sekalipun itu Bima pacarnya.Iya, Erina sadar, kalau di posisi Bima yang pacarnya ketahuan hamil di saat hari h pernikahan itu teramat menyakitkan. Tapi Erina juga tidak bersalah, Bima yang tidak mau mendengarkan penjelasan Erina sedikit pun.Huft, yang awalnya Erina menangis sedikit karena merasa sakit hati juga sakit fisik, lama-lama dia sampai tidak keluar air mata lagi, dia pasrah menerima hinaan juga sakit fisik sebab mama tirinya juga mama Bima sempat main fisik.Mengatai jalang lah, perek, dan banyak lagi jauh lebih pedas.Sakit hati dan fisik sudah tidak terbendung. Bersyukur setelahnya Erina di usir dari rumah itu. Dengan status pernikahan di batalkan.Ya, batal!Erina juga
"Shh.., mafianya sadis!" Wanita itu bergumam sambil bergidik ngeri ketika melihat berita di layar televisi yang mengatakan adanya penyelundupan obat-obatan ilegal ke dalam negeri, dan di temukan mayat di daerah sekitar transaksi di laksanakan.Dia bisa menduga kalau itu pasti ulah para mafia mengerikan dan sadis seperti di film-film.Erina Falistia, wanita 26 tahun itu pun bangkit dari tempatnya karena merasa tidak nyaman melanjutkan melihat layar televisi karena ada darah berceceran di lantai yang tidak di sensor.Perutnya yang terasa tidak nyaman jadi makin bergejolak lagi saja karena hal itu.Karena sudah tidak sanggup menahannya lagi, dia pun berlari kencang menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perut di wastafel."Wuokk ... Wuokk ..." Suara muntahan langsung memenuhi seluruh kamar mandi yang merembet ke kamar tidur sampingnya tadi.Tidak lama gadis dengan balutan seragam SMA itu nampak muncul dari balik pintu kamar mandi dan bertanya cemas. "Astaga Mbak Na, kamu nggak papa?"Ha






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews