แชร์

Bab 10 Bergesernya Rasa Sayang

ผู้เขียน: Celestial Soul
last update วันที่เผยแพร่: 2025-11-25 06:49:06

“Terima kasih, Pak.” Savita berkata lalu tersenyum pada satpam yang membuka gerbang rumah itu.

Setelah kejadian pagi yang menyesakkan hatinya, Savita memilih untuk menghibur dirinya dengan mendatangi yayasan milik Citra. Dia memang ada andil di yayasan Citra yang bergerak di bidang pendidikan dan seni. Dia mengikuti rapat penting bersama Citra dan beberapa pengurus yayasan mengenai prospek kegiatan yayasan kedepannya.

Celemek itu merupakan hadiah pemb

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku   Promo

    Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membaca cerita ini. yuk ramaikan cerita aku yg lain. judulnya Istri Gadai Marquess Kejam. Dan ada satu lagi judulnya Kakak Tingkatku Ternyata Pangeran Berdarah Perak dengan genre fantasi dan Young Adult. Terima kasih yaaa. semoga kalian sehat selalu.

  • Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku   Bab 172: Warisan Kasih Sayang

    “Ivan! Kamu beneran mau naruh ide kampanye semulus ini di meja Direktur? Ini tuh terlalu kalem, nggak ada gigit-gigitnya! Kamu denger nggak sih?”Suara Alea melengking di tengah hiruk pikuk ruang divisi kreatif Arrazka Media. Gadis itu melemparkan map draf ke meja kerja Kaivan dengan bunyiplakyang cukup keras.Beberapa staf lain hanya melirik sekilas, sudah terbiasa melihat "anak magang" bernama Ivan itu menjadi sasaran empuk omelan Alea yang terkenal tanpa filter.Kaivan mengangkat kepalanya, membetulkan letak kacamatanya sambil tersenyum tenang.“Justru itu intinya, Al. Kita nggak perlu teriak-teriak buat narik perhatian audiens. Kadang, pesan yang disampaikan dengan lembut jauh lebih masuk ke hati daripada yang maksa.”Alea mendengus, ia menarik kursi di samping Kaivan dan duduk dengan gaya serampangan. “Lembut itu buat lagu n

  • Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku   Bab 171: Jejak yang Terhapus

    “Selamat datang di rumah, Jagoan. Inggris beneran bikin kamu tambah tinggi ya?”Suara lembut Savita menyambut Kaivan tepat saat pemuda itu melangkah masuk ke ruang tengah rumah besar keluarga Arrazka. Savita berdiri dengan anggun, mengenakan tunik sutra berwarna pastel.Wajahnya memancarkan kedamaian yang luar biasa, meskipun garis-garis usia mulai terlihat halus di sudut matanya.Lima belas tahun telah berlalu sejak badai besar itu, dan Savita telah menjelma menjadi salah satu pemimpin media paling berpengaruh di negeri ini setelah berhasil mengambil alih dan melakukanrebrandingtotal Janardana Media Grup menjadi Arrazka Media.Kaivan tersenyum lebar. Diletakkan koper kabinnya dan langsung memeluk ibunya erat-erat. Tubuh Kaivan kini menjulang tinggi, melampaui tinggi Savita.“Kangen banget sama masakan Mama. Di sana cuma makan roti sama past

  • Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku   Bab 170: Janji di Balik Kelopak Bunga

    “Vita, kamu liat mawar putih yang baru mekar di pojok sana? Baunya enak banget, persis kayak parfum yang sering kamu pakai dulu.”Suara Dimas terdengar lembut saat berjalan perlahan di samping Savita menyusuri taman belakang rumah keluarga Arrazka.Sore itu, matahari tidak terlalu terik, sinarnya yang keemasan menyapu ribuan kelopak bunga yang sengaja ditanam oleh Ami dan Maia untuk merayakan kembalinya kehidupan di rumah ini.Taman yang dulu sempat terbengkalai kini berubah menjadi lautan warna-warni yang menyegarkan mata.Savita menghentikan langkahnya dan menghirup udara dalam-dalam.“Iya, Dim. Tante Ami pinter banget milih bibitnya. Aku nggak nyangka rumah ini bisa sehidup ini lagi. Dulu... tiap kali aku liat jendela, yang ada cuma bayangan tembok tinggi.”“Sekarang nggak ada lagi tembok yang ngurung kamu, Vita,” sahut Dimas.Pria itu berdiri tepat di hadapan Savita, menatapnya dengan binar mata yang tidak pernah berubah sejak pertama mereka bertemu. Penuh dengan ketulusan yang mu

  • Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku   Bab 169: Pulang ke Hati Mama

    “Maaf, Bu Gita. Berdasarkan verifikasi data di KUA dan catatan sipil, pernikahan Anda dengan Pak Mahendra Janardana dinyatakan tidak sah secara hukum. Anda tidak memiliki hak wali atas aset apa pun.”Suara Bastian terdengar datar di dalam ruang pertemuan kantor hukumnya. Gita, yang duduk di seberang meja dengan wajah pucat dan tanpa riasan, tampak seolah baru saja disambar petir.Dia tidak lagi mengenakan perhiasan mewah. Dia hanya mengenakan blus katun yang sudah mulai kusut dan tas yang sudah kusam.“Nggak mungkin! Kami punya buku nikah! Kami punya saksi!” teriak Gita.Suaranya melengking putus asa hingga memicu isak tangis bayinya di dalam kereta dorong.Bastian menyodorkan sebuah dokumen hasil investigasi forensik kepolisian.“Buku nikah itu dokumen palsu yang dipesan Mahendra. Saksi yang hadir saat itu orang bayaran,” ucap Bastian. “Mahendra sengaja melakukannya agar dia nggak perlu membagi sepeser pun hartanya jika suatu saat Anda menuntut cerai.”Gita merosot di kursinya. Air m

  • Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku   Bab 168: Fajar Setelah Badai

    “Pa, lihat ke depan. Jangan nunduk lagi. Dunia harus lihat kalau Papa sudah bebas.”Suara Savita terdengar lembut saat menggandeng lengan Bagas Arrazka tepat di depan gerbang besar Lembaga Pemasyarakatan. Pagi itu, matahari bersinar sangat cerah, seolah ikut merayakan keadilan yang akhirnya menemukan jalan pulang.Bagas, yang mengenakan kemeja katun rapi pemberian Savita, menghirup napas dalam-dalam. Matanya berkaca-kaca menatap hamparan aspal dan pepohonan di luar tembok penjara yang telah mengurungnya selama bertahun-tahun.“Rasanya kayak mimpi, Vita. Papa pikir Papa bakalan mati di dalam sana sebagai pecundang,” bisik Bagas, suaranya parau menahan haru.“Papa bukan pecundang. Papa itu pahlawan buat aku,” sahut Savita sambil mengeratkan gandengannya.Di belakang mereka, Bastian dan Bagus tersenyum lebar. Bastian baru saja menyelesaikan urusan administrasi pembebasan Bagas setelah Mahkamah Agung mengabulkan Peninjauan Kembali.Nama Bagas Arrazka resmi dibersihkan dari segala tuduhan

  • Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku   Bab 32 Ke Dokter

    “Sudah dirapikan Bi Uti.” Mahendra menjawab.“Oh. Baguslah.” Gita menjawab. “Kalau belum mau aku rapikan.”“Nggak perlu, Gita. Sekarang ayo kita masuk lagi ke kamar.”Ajakan Mahendra itu membuat Savita menghela napas lega. Walau begitu, dia tidak akan keluar dari dalam lemari sebelum semuanya aman.

  • Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku   Bab 7 Perang di Dapur

    “Ma, aku pulang, ya.” Savita menyandang tasnya lalu berdiri dari duduknya di ruang makan.“Kenapa buru-buru, Vita? Papamu paling sebentar lagi pulang.” Citra ikut berdiri lalu mengikuti Savita yang berjalan menuju ruang depan.Hari masih pagi. Savita memutuskan untuk menginap di rumah itu. Sepanjan

  • Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku   Bab 6 Pulang Sebagai Anak

    “Apa kabar, Sayang?” Citra memeluk singkat Savita. Kemudian diperhatikan putri semata wayangnya itu saksama. “Kamu kurusan.”Savita tersenyum tipis.“Dan agak pucat.” Citra kembali berbicara. “Mungkin aku kelelahan, Ma.” Savita berkata pelan tanpa melihat mata Citra. Dia khawatir saat melihat mata

  • Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku   Bab 5 Pernikahan yang Dikorbankan

    “Bagaimana kabarmu, Nak? Baik-baik saja, kan?” Suara Citra, Ibunya, membuat Savita menutup mata. Dihela napasnya pelan lalu tersenyum.“Baik, Ma,” balas Savita. “Aku lagi di sekolahan Kaivan.”“Loh, Kaivan bukannya ada mobil antar jemputnya dari sekolah kan, Vita?” terdengar suara heran dari Citra

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status