รุ่นพี่คนนี้ต้องเป็นของผม

รุ่นพี่คนนี้ต้องเป็นของผม

last update最終更新日 : 2025-03-28
作家:  Waida連載中
言語: Thai
goodnovel16goodnovel
評価が足りません
14チャプター
677ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

ความรักหวาน

เศร้าใจ

อ่านฟิน

ดื้อรั้น

วัยรุ่น

เสียใจ

แอบรัก

เจ้าชู้

นอกใจ

ลูก้าหนุ่มน้อยมัธยมต้นที่ค่อยตามจีบรุ่นพี่สาวมัธยมปลาย แต่จีบไปจีบมากลับตกหลุมรักไม่รู้ตัวจนหมดใจ เมเบลรุ่นพี่สาวที่ไม่ค่อยมีเพื่อน แต่เมื่อมีหนุ่มน้อยเข้ามาเติมเต็มในชีวิตนั้นมันก็ทำให้เธอหัวใจเต้นแรงอย่างที่ไม่เคยจะได้รู้สึกแบบนี้กับใครมาก่อน เมเบลจากสาวที่โดดเดียวก็กลายมาเป็นสาวคลั่งรักเด็กหนุ่มรุ่นน้องแบบไม่รู้ตัว ความรักของวัยรุ่นที่อายุต่างกันจะเป็นอย่างไรกันต่อนะ รอติดตามตอนต่อไปได้เลยจ้าา~ ขอค่าขนมเป็นกำลังใจให้มีแรงเขียนตอนต่อไปด้วยนะคะ(≡^∇^≡)

もっと見る

第1話

บทที่ 1 ภารกิจพิชิต(รัก) ตอนที่ 1 ผมชอบพี่ครับ!

Lunara Angkasa tidak pernah membayangkan bahwa pimpinan yang tiba-tiba diturunkan perusahaan adalah ayah biologis putrinya. Seandainya tahu akan bertemu Kayden Narasoma di sini, Lunara tidak akan datang ke perusahaan ini apa pun alasannya.

Dalam beberapa hari terakhir, departemen sudah ramai membicarakan bahwa akan ada pimpinan muda berbakat yang langsung ditempatkan dari pusat. Katanya, pria itu adalah putra keluarga presdir grup perusahaan ini yang terlahir kaya raya.

Setiap pencapaian dalam riwayat hidupnya adalah pencapaian yang tak mungkin dikejar oleh orang-orang biasa seperti mereka.

Pria yang berdiri di ruang rapat itu memasukkan satu tangan ke saku. Setelan jas khusus yang dikenakannya, membuatnya tampak anggun dan berkelas. Tubuhnya tinggi tegap, sisa-sisa kekanakan masa lalu telah diasah menjadi sorot ketajamanan. Meski masih muda, wibawanya terasa mengintimidasi.

Jemarinya yang tegas menggenggam remote, sambil memaparkan isi PPT dengan lancar. Suara yang rendah dan merdu itu bergema di seluruh ruang rapat. Tak seorang pun berani menarik napas terlalu keras, takut kesan pertama di hadapan atasan baru ini terlihat gugup.

Lunara berharap bisa menundukkan kepala sedalam mungkin.

Sayangnya, lantai ruang rapat dipoles hingga mengilap. Bukan hanya tak ada celah untuk bersembunyi, pantulannya malah menyorot jelas wajah Lunara yang canggung dan tertekan.

Lunara memang tahu bahwa perusahaan ini milik Keluarga Narasoma, tetapi dia tidak menyangka Narasoma yang dimaksud adalah milik keluarga Kayden. Jari-jari kaki Lunara menekan lantai, punggungnya basah oleh keringat dingin. Rasa sesak menyeruak ke dadanya.

Sudah tiga tahun. Tiga tahun mereka tidak bertemu, dan tiga tahun pula sejak mereka putus.

"Siapa penanggung jawab proyek ini?"

Dari depan, terdengar suara yang dingin dan berjarak. Tatapan pria itu menyapu seluruh karyawan di bawah, membuat suasana seketika mencekam dan tak seorang pun berani bersuara.

Kayden mengerutkan kening, lalu meninggikan suaranya. "Bahkan proyek yang kalian tangani sendiri juga lupa?"

Rekan kerja di sebelah Lunara berdiri dengan gemetar, suaranya penuh ketakutan. "Pak Kayden, saya yang bertanggung jawab."

Entah hanya perasaannya atau bukan, pada saat Lunara mengangkat kepala, pandangannya seolah bertemu dengan Kayden. Tatapan itu terasa membeku di udara, membuat Lunara lupa bernapas sejenak.

Kayden segera mengalihkan pandangan dan berkata dengan nada kesal, "Bagian-bagian ini perlu diperbaiki. Dengan hasil seperti ini, bagaimana kalian berani mengajukannya?"

Lunara menghela napas lega. Dia pikir, Kayden seharusnya tidak melihatnya. Lunara yang sekarang sudah sangat berbeda dari Lunara tiga tahun lalu.

Dia menundukkan kepala, berusaha meredam keberadaannya. Tatapannya terpaku pada lantai, sampai tiba-tiba Lunara melihat sepasang sepatu kulit mahal yang disemir mengilap berhenti tepat di hadapannya.

Seluruh tubuhnya terasa seolah-olah dilempar ke laut dalam. Air asin yang menyesakkan seolah menelan napas Lunara, membuat tangan dan kakinya mati rasa seketika.

Kayden berdiri di sampingnya.

Rekan kerjanya buru-buru membela diri, "Pak Kayden, ini sudah melalui umpan balik klien ...."

Remote di tangan Kayden dilempar ke atas meja. Dia mengangkat kepala, sorot matanya dingin dan tajam saat menatap rekan Lunara sambil berkata perlahan, "Rencana yang belum matang tetaplah belum matang. Standar kerjamu itu menjadikan klien sebagai tameng?"

"Atau kamu mengira tempat kerja ini arena main rumah-rumahan?"

Tatapan itu sarat penilaian dari posisi yang lebih tinggi. Namun, bukan rekan Lunara yang sedang melapor yang ditatapnya, melainkan ... dirinya.

Semua orang menunduk menatap punggung kaki masing-masing, takut amarah Kayden menjalar ke diri mereka. Lunara menarik napas dalam-dalam. Dia berusaha menenangkan diri.

Kayden melanjutkan, "Perbaiki dulu, baru ajukan lagi."

"Baik, Pak."

Saat semua orang akhirnya menghela napas lega, pandangan Kayden pun tertuju pada Lunara.

Wajah itu tetap cantik seperti dulu, hanya tubuhnya terlihat jauh lebih kurus. Kini dia mengenakan gaun kerja bergaya profesional, rambutnya tersanggul rapi di belakang telinga. Kulitnya masih pucat cerah seperti sebelumnya, tetapi lingkar hitam dan kelelahan di bawah matanya tak bisa disembunyikan.

Tatapannya sama sekali tidak mengarah kepada Kayden.

Kayden menyunggingkan senyum sinis. "Kalau lain kali masih bawa proposal seperti ini, tanggung sendiri akibatnya."

Jari-jarinya yang panjang mengetuk meja di hadapan Lunara. Lunara tahu betul, itu pertanda suasana hatinya sedang sangat buruk.

Sorot mata hitam itu menyimpan emosi yang sulit ditebak. Cukup dengan satu tatapan saja, telapak tangan Lunara sudah basah oleh keringat. Untungnya, Kayden tidak berkata apa-apa lagi dan beralih menanyakan perkembangan proyek lainnya.

Betis Lunara bergetar pelan.

....

Setelah rapat selesai.

Lunara kembali ke meja kerjanya bersama rekan-rekan lain. Setelah duduk dan meneguk setengah gelas air, barulah perasaannya sedikit tenang.

Proyek yang dikritik Kayden juga termasuk proyek kelompok Lunara. Akibatnya, hampir seluruh departemen harus lembur.

Rekan di sebelahnya mengeluh, "Atasan baru pasti mau unjuk taring. Kita ini dijadikan contoh. Lunara, kamu tahu nggak kenapa Pak Kayden berdiri lama sekali di dekat kita? Aku hampir mati ketakutan."

Lunara tertegun sejenak.

Kayden berdiri di dekat mereka, kemungkinan untuk mendengar jawaban rekan kerja dengan lebih jelas. Namun ketika kelompok proyek lain memberikan laporan, dia tetap tidak pergi. Dia terus berdiri di sisi Lunara.

Lunara tidak berani mengangkat kepala. Begitu rapat berakhir, dia segera pergi dengan tergesa-gesa dan tidak berani menoleh sedikit pun.

Melihat sikap Kayden, sepertinya dia memang sudah melupakan masa lalu mereka yang singkat dan kacau itu. Jika tidak, mengapa dia bisa berdiri di samping Lunara begitu saja tanpa bereaksi apa pun.

Hanya ketika sudah tidak peduli, seseorang bisa bersikap setenang itu.

Dulu, Kayden adalah primadona Fakultas Ekonomi Universitas Andara, empat tahun berturut-turut menyandang gelar idola kampus. Kisah cintanya dengan Lunara sempat menghebohkan banyak orang.

Saat itu, banyak yang mengatakan bahwa Lunara menjadikan Kayden simpanan. Lunara menggunakan uang untuk mengikat pria itu, membuat Kayden menjual dirinya demi dia.

Lunara sendiri pernah berpikir begitu. Bagaimanapun, Kayden kala itu tampak seperti mahasiswa miskin. Namun, uang yang diberikan Lunara tidak pernah dia terima.

Hingga hari ulang tahun Kayden tiba, Lunara masuk ke akun aplikasi belanja milik Kayden. DIa berniat melihat barang-barang mahal apa yang dimasukkan Kayden ke keranjang tapi tak pernah dibeli, agar Lunara bisa memesankannya sebagai hadiah.

Namun, Lunara melihat pesan pribadi Kayden dengan orang lain di aplikasi itu. Orang itu memanggil Kayden dengan sebutan mesra, "Kak Kay".

Bahkan berkata bahwa Kayden terlihat bukan tipe orang yang akan menyukai Lunara.

Saat itu, Lunara merasa tercengang, tubuhnya langsung mematung dari ujung rambut hingga ujung kaki. Namun tidak apa-apa. Kayden tidak membalas pesan tersebut, jadi hadiah itu tetap dibeli.

Saat Kayden menerima hadiah itu di pesta ulang tahunnya, dia tidak tampak terkejut atau senang. Dia hanya mengucapkan terima kasih dengan datar. Dengan memanfaatkan waktu ke toilet, Lunara pergi membayar tagihan.

Saat kembali, dia mendengar suara-suara penuh sindiran dari dalam ruang privat.

"Kalau bukan karena Lunara yang nggak tahu malu dan ngotot menempel sama Kak Kay, mana mungkin Kak Kay mau sama perempuan sekampungan seperti itu."

"Benar. Cuma punya sedikit uang saja sudah merasa hebat."

Kayden mengucapkan satu kalimat yang terdengar jelas di telinga Lunara, "Sebenarnya aku juga nggak pernah menganggap Lunara penting."

Tawa riuh orang-orang di sekitarnya menelan sisa ucapannya.

"Sudah kubilang, Kak Kay pasti nggak tertarik sama orang kaya dadakan seperti itu."

Lunara tidak pernah bisa melupakan perasaan saat itu. Dadanya terasa sakit sampai sulit bernapas, tangan dan kakinya mati rasa seperti tersetrum. Kebetulan, saat itu keluarga Lunara juga sedang mengalami masalah. Ayah Lunara, Orion Wikara, kemudian mengirimnya ke luar negeri.

Sekali pergi, tiga tahun telah berlalu.

Tiga tahun kemudian dia kembali. Siapa sangka, atasan yang tiba-tiba ditempatkan di perusahaan ini adalah Kayden?

Bahkan jika dipukuli sampai mati sekalipun, Lunara tidak akan pernah menyangka bahwa Kayden yang dulu harus mengandalkan kerja paruh waktu dan beasiswa hanya untuk makan, ternyata adalah putra tunggal Grup Narasoma.

Namun melihat sikap Kayden barusan, sepertinya Kayden berniat berpura-pura menjadi orang asing baginya.

Ada baiknya juga kalau begitu.

....

Di dalam kantor presiden direktur.

Kayden duduk di sofa kulit asli yang empuk. Jari-jarinya yang panjang dan ramping menggerakkan mouse, dengan mudah memunculkan data seluruh karyawan.

Nama Lunara ada di dalamnya.

Setahun lalu dia sudah bergabung di sini. Dengan riwayat kerja yang cemerlang dan kemampuan profesional yang menonjol, Lunara bukan hanya lolos masa percobaan, tetapi juga bahkan menjadi ketua tim proyek.

Wajah Kayden tampak muram. Buku-buku jarinya mengetuk meja, satu demi satu.

Sekretaris bernama Ignas berdiri di samping sambil mengamati ekspresi atasannya. "Pak Kayden, apakah ada instruksi?"

Kayden mengangkat cangkir kopi di sampingnya dan menyesap dengan sikap anggun, lalu berkata tenang, "Aku baru datang, masih belum familier dengan proyek-proyeknya. Perkenalkan para ketua tim ini padaku."

Ignas langsung mengerti dan mulai memperkenalkan satu per satu. Terakhir, barulah dia menyebut Lunara.

"Bu Lunara masih muda. Dia baru setahun pindah ke kantor pusat, sebelumnya bekerja di divisi luar negeri. Prestasinya sangat baik."

Prestasinya sangat baik?

Sudut bibir Kayden terangkat membentuk senyum dingin.

Putri Keluarga Angkasa yang diingatnya, ternyata bisa merendahkan diri untuk benar-benar bekerja? Sulit dipercaya bahwa pencapaian-pencapaian itu bukan hasil uang Keluarga Angkasa.

Bagaimanapun, Lunara memang suka menggunakan uang untuk mempermalukan orang lain. Dan paling suka pula menghilang tanpa kabar ketika perasaan sedang memuncak.

Melihat Kayden tidak berkata apa-apa, Ignas membaca situasi lalu melanjutkan, “Proyek ini sepenuhnya ditangani Bu Lunara. Dewan direksi juga cukup menaruh harapan padanya.”

Ignas menghela napas pelan.

Sejak masa magang, Lunara sudah berada di bawah bimbingannya. Bisa dibilang, Ignas-lah yang membesarkan Lunara dari nol. Dia sangat menghargai anak muda seperti Lunara yang sedikit bicara, tidak membuat masalah, bekerja terstruktur, dan punya kemampuan nyata.

Karena itu, dia tak kuasa menahan diri untuk menambahkan beberapa kalimat lagi.

"Kalau memang hasil kerjanya kurang baik, Pak Kayden silakan tegur dia. Asalkan beri dia satu kesempatan."

Kayden mengangkat kepala dengan dingin. Kelopak matanya terangkat sedikit, sorot matanya memancarkan hawa dingin yang membuat orang bergidik hanya dengan menatapnya.

Baru setahun kerja, sudah ada orang yang membelanya? Sepertinya Lunara memang masih sama saja, selalu pandai mengendalikan hati orang.

Ignas tidak menyadari perubahan ekspresi Kayden.

Dia menghela napas lagi lalu melanjutkan, "Kondisi keluarga Bu Lunara kurang baik. Ayahnya sudah meninggal, ibunya sakit keras, dan dia masih harus membesarkan seorang anak perempuan yang masih kecil. Anak itu juga kesehatannya kurang baik. Apalagi suaminya juga ...."

Kayden memotong dengan dingin dan melemparkan tatapan tajam. "Ignas, aku membayarmu untuk bekerja, bukan untuk bergosip."

Ignas bergidik ngeri. Setelah berulang kali meminta maaf dan melihat Kayden tidak berniat memperpanjang masalah, dia membungkuk dan keluar dari ruangan.

Untuk saat ini, dia masih belum bisa membaca suasana hati Kayden. Sepertinya, ke depannya dia harus lebih berhati-hati membawa diri.

Ruang kantor itu kembali sunyi.

Kayden mengelap kopi yang tidak sengaja tumpah tadi, lalu menggeser layar dengan mouse. Dia membuka berkas data karyawan Lunara. Foto identitasnya masih foto saat kuliah. Foto yang dulu dia ambil bersama Kayden setelah merengek agar Kayden ikut menemaninya.

Layar digeser ke bawah, ke kolom status pernikahan.

[ Menikah. ]
もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む
コメントはありません
14 チャプター
บทที่ 1 ภารกิจพิชิต(รัก) ตอนที่ 1 ผมชอบพี่ครับ!
"พี่สาวครับ ผมชอบพี่จริงจริงนะครับ ได้โปรดเถอะครับ อย่าได้เมินผมเลยนะครับ" หนุ่มน้อยลูก้าเดินตามพี่สาวไม่หยุดแล้วพูดด้วยเสียงที่ออดอ้อนตลอดทาง จนคนที่อยู่รอบนั้นพากันมองเป็นแถว รุ่นพี่สาวเมเบลที่เห็นท่าทางที่รุ่นน้องทำตัวเหมือนกับหมาเด็กน้อยที่ตามเจ้าของสุดที่รักไม่ห่างนั้น ทำให้เธอเสียงอาการเป็นอย่างมากจนอยากจะมุดหน้าหนีจาก ลูก้า เธอพยายามเดินตรงไปที่ห้องน้ำเพื่อกลบเลือนความเขินอาย แต่แล้วจู่จู่ได้เผลอชนกับเพื่อนรุ่นเดียวกันจนล้มลงกับพื้นเสียงดังสนั่น! "โอ้ย! ขอโทษค่ ! ทันทีที่เธอเงยหน้าขึ้นไปเจอกับ เจมส์เพื่อนรักสมัยตอนเด็กที่เคยอยู่ข้างบ้าน เธอก็กลับตกใจด้วยความแปลกใจเล็กน้อย "เจมส์ เธอมาที่นี่ได้ยังไง?" เจมส์มองหน้าเธอ พร้อมกับเอื้อมมือดึงเธอขึ้นมาอย่างอ่อนโยน และพูดด้วยน้ำเสียงที่ทุ่มต่ำเล็กน้อย "เจ็บตรงไหนหรือป่าว? เธอเดินไหวไหม?" เมื่อพูดจบ เจมส์อุ้มเธอขึ้นมาอย่างระมัดระวัง ทันใดนั้นลูก้าดึงเมเบลเข้ามาหาตนเอง และผลักเจมส์ออกไปอย่างแรง "ไม่ต้องยุ่ง!" ลูก้าพูดเสียงดังด้วยความหึงหวง และสายตาที่จับจ้องมาที่เจมส์อย่างน่ากลัว เจมส์หัวเราะเยาะเบาเบา พร้อมทั้งกระซิบใกล
続きを読む
ตอนที่ 2 ทายสิ ว่าใครเอ่ย?
"นี่เธอเดี๋ยวก่อนสิ อ๊ะ!" เมเบลรู้สึกเจ็บขามากขึ้นเรื่อยเรื่อยจนไม่สามารถที่จะเดินได้เลย แต่ความเจ็บปวดนั้นยังไม่เท่ากับความรู้สึกที่ได้พูดจากระทบจิตใจแรงแรงกับลูก้าออกไป ลูก้า หลังที่เดินจากเธอไปไม่นาน ก็กลับเผลอน้ำตาไหลออกมาอย่างไม่รู้ตัว ลูก้าพยายามกลั่นความรู้สึกตนเองไม่ให้ใครรู้ว่ากำลังเศร้า แต่จู่จู่ มีเพื่อนคนหนึ่งเดินเข้ามาข้างหลังเขา และเอามือทั้งสองข้างปิดตาเขาไว้ "ทายสิ ว่าใครเอ่ย?" เสียงหญิงสาวที่แสนหวานดังเข้ามาในหูของลูก้า ลูก้าปัดมือของหญิงสาวคนนั้นออก และเดินหนีอย่างไม่สนใจใยดี "ฉันรู้หรอก ว่าเป็นเธอหรอกนะ โรส" โรสหัวเราะเล็กน้อย และพยายามเดินตาม พร้อมกับเอาตัวเข้าไปใกล้ลูก้ามากยิ่งขึ้น จนหน้าอกของเธอดันไปชนกับแขนของลูก้า ลูก้าตกใจและเบี่ยงหน้าหนีไป "โธ่ลูก้า~ โดนสาวทิ้งมาหรอ?" ลูก้ารู้อยู่แก่ใจว่าโรสนั้นกำลังคิดอะไรอยู่ ลูก้าพยายามผลักเธอออกไป และพูดกับเธออย่างเย็นชา "ฉันรู้นะ ว่าเธอชอบฉัน แต่ฉันมีคนที่ชอบแล้ว เลิกยุ่งกับฉันเถอะ" คำพูดที่ลูก้าได้เอ่ยออกมานั้น ทำให้โรสไม่พอใจอย่างมาก เธอจึงพยายามจับมือลูก้า และเดินตามไม่ห่าง "อย่าไล่ฉันเลยนะ
続きを読む
ตอนที่ 3 ผมหวงนะครับ
"เจมส์ ฉันขอไปโรงเรียนด้วยได้ไหม" เจมส์ยิ้มด้วยความอบอุ่น พร้อมตอบกลับด้วยเสียงนุ่มนวลชวนฟัง "ได้สิครับ ขึ้นมาเลย" หลังจากได้ยินการอนุญาตจากเจมส์ เมเบลรีบขึ้นไปนั่งด้านหลังของจักรยานทันที เมเบลเอื้อมมือทั้งสองข้างไปจับเสื้อของเจมส์ตรงเอวเบาเบา เจมส์ที่เห็นเมเบลทำท่าทีแบบนั้นก็อดยิ้มไม่ได้ หลังจากนั้นเจมส์กับเมเบลได้นั่งจักรยานไปโรงเรียนด้วยกัน ทั้งคู่ชวนคุยกันเหมือนกับวัยรุ่นทั่วไป มีทั้งเสียงหัวเราะ และเสียงเล็กเสียงน้อยตลอดทาง จนพาให้คนรอบข้างเหล่านั้นต้องอิจฉาความน่ารักของวัยรุ่นสองคนนี้ ไม่นานมาก ถึงโรงเรียน ทั้งคู่ได้ลงจากจักรยาน พร้อมกับเดินไปในโรงเรียนด้วยกัน ณ ในบรรยากาศนั้นพวกเขาทั้งคู่พากันชวนหยอกล้อเล่นไปมาทั้งทางที่เดินไป และในตอนนั้นก็มีชายหนุ่มน้อยรูปงามดึงเมเบลแยกออกมาจากเจมส์อย่างรวดเร็ว จนเมเบลต้องตกใจกลัวตัวสั่นอย่างมาก พอเธอเงยหน้าขึ้น ก็ได้เจอกลับลูก้า "ทำบ้าอะไรของเธอเนี่ย!!!" เมเบลตะคอกใส่ลูก้าเสียงดัง และทันใดนั้น ลูก้าก็ได้เข้าไปกอดเมเบลอย่างแน่น จนเธอถึงขั้นตกใจกับสิ่งที่ลูก้าทำ "เธอเป็นอะไรหรือป่าว?" เมเบลถามลูก้าด้วยความเป็นห่วง ลูก้าที่กำ
続きを読む
ตอนที่ 4 สัญญา
โรสเป็นคนเดียวที่รู้ความลับของลูก้า และยังเป็นคนที่รู้จักลูก้าเป็นอย่างดีมากกว่าใครหน้าไหนทั้งนั้น โรสรู้ดีอยู่แก่ใจว่าเธอกำลังทำอะไรอยู่ แต่เธอก็ยืนยันจะทำสิ่งนั้นต่อ อย่างไม่แคร์สิ่งที่จะตามมาที่หลัง เหมือนกับที่ทำทุกครั้ง โรสก็แค่ผู้หญิงที่แสวงหาความสุขให้ตนเอง ในขนั้นเดียวกัน ก็มีฝนตกลงมาอย่างกะทันหัน เสียงฟ้าร้องดังสะเทือนไปทั่วโรงเรียนและหมู่บ้านที่อยู่แถวนั้น ช่วงเวลาที่ใกล้จะค่ำขึ้นเรื่อยเรือยพร้อมฝนที่ตกลงมาอย่างหนักแบบไม่หยุดหยั่ง มันทำให้ลูก้าที่กำลังตามหาเมเบลอยู่นั้น ยิ่งเป็นห่วงเมเบลมากขึ้นไปด้วย ตอนนี้ในใจของลูก้ามันไม่มีคำว่า"แค่ชอบเลยอยากเอาชนะใจเธอ"แต่มันเป็นความรักความผูกพันทุกครั้งที่ได้คุยกันและได้ทำอะไรด้วยกัน บ่อยครั้งลูก้าก็ไม่ได้รู้สึกตัวด้วยซ้ำว่าจะทำแบบนั้นไปทำไม ทำไมต้องใส่ใจหรือดูแลในสิ่งที่ไม่จำเป็นต้องทำก็ได้ แต่ ณ ตอนนี้เขารู้แล้ว ว่าที่ทำไปทั้งหมดนั้น เพราะเขาได้ตกหลุมรักเธออย่างจริงใจและหมดหัวใจ ลูก้าพยายามวิ่งตามหาไปทั่วรอบรั่วโรงเรียน จนไปได้ยินเสียงของเด็กสาวดังสะอื้นอยู่ใกล้ใกล้กับตรงที่จอดรถ ลูก้าที่ได้ยินเสียงแผ่วเบาจากตรงนั้น จึงรีบวิ่งไปดู
続きを読む
ตอนที่ 5 เมื่อไหร่นะ?
ลูก้าเขินเล็กน้อย ที่โดนพี่สาวเมเบลแกล้งจุ๊บแก้มแบบไม่ทันได้ตั้งตัว ลูก้าจึงเดินหนีอ้อมไปนั่งในรถ และหลบหน้าหนีจากเมเบล เมเบลจู่จู่ก็สะกิดที่ไหล่ของลูก้าเบาเบา และดูเหมือนลูก้าจะเริ่มมีอาการเขินหนักขึ้น จนแก้มกับใบหูของลูก้านั้นแดงอยู่ไม่น้อย "นี่เธอเขินหนักขนาดนี้เลยหรอเนี่ย? น่าตลกจังเลย ฮิฮิ" เมเบลยิ้มมุมปากแบบมีเลห์กลแอบแฝง คราวนี้เมเบลเปลี่ยนไปจับที่แก้มของลูก้า และพูดด้วยเสียงออดอ้อนแบบน่ารักมุ้งมิ้ง "เขินหรอค้าา~ เด็กน้อยย~" ลูก้าหันหน้ามามองจ้องที่เมเบล และปัดมือเธอออกเล็กน้อย "พี่อย่าแกล้งผมสิครับ ถ้าผมแกล้งพี่กลับบ้าง พี่จะรู้สึก" ลูก้าพลางยิ้มเจ้าเล่ห์ และจ้องมองมองไปอีกครั้งที่เมเบลอย่างลึกซึ้ง พร้อมกับจับมือเธอขึ้นมางับเบาเบา เมเบลรู้สึกสะดุ้งอยู่นิดหน่อย ก่อนจะดึงมือออกมาอย่างไว "รีบไปส่งฉันได้แล้วนะ มัวแต่หว่านเสน่ห์ใส่ฉันอยู่นั้นแหละ" "ครับคนสวย!" เมเบลหน้าแดง และพยายามหลีกเลี่ยงการสบตาจากลูก้า ลูก้าที่ได้ยินคำสั่งจากเมเบลก็ยิ้มและตอบกลับอย่างเร็ว พร้อมทั้งขับรถไปด้วย และพยายามชวนเธอคุยไปด้วย "เมื่อไหร่พี่จะมาเป็นแฟนผมน้าาา~" เมเบลยิ้มและหัวเร
続きを読む
ตอนที่ 6 ความจริงแล้ว
เมื่อลูก้าได้ส่งข้อความไปหาเสร็จ เวลาผ่านไปไม่นาน เขาคนนั้นก็ได้มาถึงหน้าบ้านของลูก้า "ก็อต! ก็อต!" ลูก้าที่ได้ยินเสียงเคาะประตู จึงได้เดินลงบันไดไป พร้อมกับเปิดประตูให้ใครบางคนเข้ามา "หายโกรธฉันแล้วหรอ?" คนที่เข้ามาหาลูก้านั้นคือ โรส โรสนั่งลงบนโซฟา และทำตัวลั้ลลา ใบหน้าที่เต็มไปด้วยเลห์เหลี่ยมต่างๆ รอยยิ้มที่แสดงถึงความไม่จริงใจ โรสเป็นเสมือนเพื่อนสนิทและแฟนเก่าของลูก้า ลูก้าเพ่งมองไปที่โรส ก่อนที่จะคุกเข่าต่อหน้าเธอ พร้อมทั้งก้มกราบลง "ผมขอโทษครับ" ลูกก้มหน้าตลอดและไม่แม้แต่จะสบตากับโรสเลยสักครั้ง ความจริงแล้วบ้านกับเงินจำนวนมากเป็นของคุณพ่อและโรสทั้งหมด รวมทั้งที่ลูก้าต้องยอมก้มหัวให้ขนาดนี้ก็เพราะเขาติดหนี้ก้อนโต จากการส่งเขาเรียนเข้าโรงเรียน ที่จริงลูก้าก็แค่เด็กกำพร้าที่คุณพ่อของโรสนั้นเอามาเลี้ยงเป็นของเล่นให้ลูกสาว แต่ด้วยคำโกหกของลูก้า ที่เคยโกหกกับเพื่อนในโรงเรียนว่าเป็นลูกคนรวย ก็เพื่อไม่ให้โดนบูลลี่และกลั่นแกล้งเขา ลูก้าไม่ใช่แค่เด็กที่ขี้โกหก แต่เขายังเป็นเด็กอีโก้สูงสุดสุดด้วย โรสใช้เท้ากดหัวของลูก้าลงอย่างช้าช้า "เธอขอโทษมากี่รอบแล้วนะ?" "ผมก
続きを読む
ตอนที่ 7 ไม่โดดเดี่ยว
"อืม...ผมคิดว่าจะมาอยู่ที่นี่ถาวรเลยล่ะ" เมเบลแอบยิ้มในใจเล็กน้อย เพราะตลอดทั้งสิบสี่ปีนั้น เธออยู่อย่างโดดเดี่ยวและไม่มีเพื่อนสักคนเลย นอกจากแม่ของเธอที่คอยอยู่เคียงข้างเธอ จนกระทั่งวันหนึ่งได้เจอกับลูก้า เธอจึงมีคนคอยอยู่ข้างเธอในยามเดียวดาย และในวันนี้เมเบลรู้สึกดีใจเป็นพิเศษที่เพื่อนรักตอนสมัยเด็กกลับมาหาเธออีกครั้ง ในรอบสิบสี่ปีที่จากเธอไปให้ต้องเหงา แต่ตอนนี้เธอไม่ได้อยู่คนเดียวอีกต่อไปแล้ว เพราะเธอมีลูก้าและเจมส์ที่คอยอยู่ข้างๆกัน ท่ามกลางแสงแดดเจิดจ้าของตลาดเช้า เมเบลและเจมส์เดินเคียงข้างกัน ท่ามกลางเสียงอึกทึกครึกโครมของพ่อค้าแม่ค้าและผู้คนมากมาย กลิ่นอาหารนานาชนิดลอยคลุ้งอยู่ในอากาศ เมเบลเดินเลือกซื้อผักสดอย่างตั้งใจ เจมส์เดินตามหลังมาอย่างเงียบๆ สายตาคมกริบของเขากวาดมองรอบด้านอย่างระแวดระวัง ทันใดนั้น เสียงกรีดร้องดังขึ้น เมเบลหันขวับไปมอง เห็นรถเข็นผักพุ่งเข้ามาอย่างรวดเร็ว "เมเบล!" เจมส์ร้องเสียงหลง เขาคว้าตัวเมเบลเข้ามาในอ้อมกอดแน่น "เจ็บตรงไหนหรือป่าว?" เจมส์เอ่ยถามเมเบลด้วยความเป็นห่วง และสายตาที่จับจ้องดูอย่างตั้งใจ "ฉันไม่เป็นไร ขอบคุณนะ" หลังจากเว
続きを読む
ตอนที่ 8 เซอร์ไพรส์
ห้องครัวอบอวลไปด้วยกลิ่นหอมของเครื่องเทศมากมาย แสงแดดยามบ่ายคล้อยสาดส่องผ่านหน้าต่าง บ่งบอกถึงช่วงเวลาใกล้ค่ำ เมเบลยืนหั่นผักบนเขียงไม้ จังหวะมีดกระทบเขียงเป็นจังหวะสม่ำเสมอ กลิ่นหอมของกระเทียมและน้ำมันฟุ้งไปทั่วห้อง เจมส์ยืนอยู่ข้างๆ เธอ แขนเสื้อถูกพับขึ้น เผยให้เห็นท่อนแขนแข็งแรง "ให้ช่วยอะไรไหม" เขาถาม เสียงทุ้มนุ่มทำให้เมเบลหันไปมอง "หั่นผักให้หน่อยได้ไหม?" เมเบลตอบพลางยื่นเขียงและมีดให้ เจมส์รับไปอย่างคล่องแคล่ว สมาธิทั้งหมดจดจ่ออยู่กับการหั่นผัก เสียงมีดกระทบเขียงดังเป็นจังหวะเบาๆ ในความเงียบ เมเบลแอบมองเจมส์ ใบหน้าคมสันภายใต้แสงสลัวช่างดูจริงจังและตั้งใจ เธอรู้สึกอบอุ่นที่เขายื่นมือเข้ามาช่วยแบ่งเบาภาระ พวกเขาสองคนทำอาหารด้วยกันนานสักพักใหญ่ จนกว่าจะเสร็จอีกทีก็ตกเย็นแล้ว ท้องฟ้าเริ่มเปลี่ยนสีเป็นสีส้มอมชมพู เจมส์ยืนเช็ดมือกับผ้ากันเปื้อนที่เพิ่งถอดออก กลิ่นหอมของอาหารเย็นที่ทำด้วยกันยังอบอวล กลบกลิ่นเครื่องเทศจางๆ ที่ใช้ไปเมื่อช่วงบ่าย เมเบลหันหลังให้ เปิดตู้เย็นแล้วดึงอะไรบางอย่างออกมา เจมส์ขมวดคิ้วสงสัย จ้องมองแผ่นหลังนั้นด้วยความอยากรู้ "นี่~ เค้กที่แม่ทำเก็
続きを読む
ตอนที่ 9 วันเกิด
เจมส์หัวเราะคึกคัก ที่เห็นเศษอาหารเลอะเทอะเต็มทั้งใบหน้าของลูก้า "นี่! หยุดหัวเราะนะ ไอ้แก่!" "ว่าใคร ไอ้แก่?" "คุยกับใครอยู่ก็ ว่าคนนั้นนั่นแหละ!" "ฟังแล้วอารมณ์ขึ้นเลยว่ะ!!!!" เจมส์โมโหเลือดขึ้นหน้า พร้อมกับพูดด้วยเสียงที่โกรธเคือง ลูก้าลุกขึ้นยืน ขี้หน้าเจมส์ และทั้งตะคอกใส่เจมส์ "แก่แล้วยังจะอวดดีอีก!" "ไอ้เด็กบ้าเอ้ยย!!!!" "ก็เข้ามาดิ ไอ้แก่!" ในขนั้นที่ทั้งคู่กำลังจะตีกัน เมเบลทุบโต๊ะสองมือเสียงดังสนั่นสั้นไหว จนจานข้าวและอาหารเคลื่อนไหวตามไปด้วยแรงสั่นสะเทือน "หยุด!!!! ทำบ้าอะไรของพวกเธอเนี่ย นี่มันเป็นวันเกิดฉันนะ หัดทำตัวดีๆหน่อยสิ!" เมเบลตะโกนดุเขาสองคนเสียงดังไปทั่วทั้งห้อง สีหน้าของเธอดูไม่เป็นมิตรเลยสักหน่อย และยังมีดวงตาที่เคร่งขรึมมืดมนไปด้วยความโกรธ เจมส์กับลูก้าทำหน้าเสีย พร้อมกับเข้าไปปลอบโยนเมเบลใกล้ๆ "ขอโทษนะครับ ที่ทำให้พี่ต้องโกรธ เดี๋ยวผมป้อนข้าวให้นะครับ" ลูก้าเอาช้อนตักข้าวขึ้นมา เขามือสั่นเกร็งเล็กน้อย รวมถึงเอามือลองไว้ไม่ให้หก "อะอ้ำๆหน่อยครับ" ในตอนนั้นเอง เจมส์ลุกไปนั่งคุกเข่าขอโทษเมเบลที่ตักเบาๆ แววตาเผยให้เห็นถึงความรู้สึก
続きを読む
ตอนที่ 10 ความเครียดในใจ
"เมเบล! นี่จะนอนไปถึงไหนเนี่ย? เที่ยงวันแล้วนะ ลงมาทานข้าวได้แล้ว!!!" เมเบลสะดุ้งตื่นจากเสียงตะโกนดังของแม่ เธอนึกถึงเรื่องเมื่อวาน วนคิดไปคิดมาไม่สิ้นสุดสักที กว่าเธอจะได้นอนหลับไป มันก็เกือบรุ่งเช้าของอีกวันแล้ว เพราะความคิดมากของเธอนั้นเอง จึงทำให้เธอตื่นสาย "ปวดหัวจังเลยย~" เมเบลพยายามควบคุมร่างกายไม่ให้หลับไหลอีกรอบ เธอลุกขึ้นด้วยความขี้เกียจ เดินลงไปข้างล่างและล้างหน้าเพื่อลบล้างความขี้เซาของเธอ "รู้สึกเหมือนบ้านมันหมุนได้เลย" "ตุ๊บ!" แม่ของเธอได้ยินเสียงเหมือนมีบางสิ่งตก จึงเดินไปดูด้วยความรวดเร็ว "เมเบล!" แม่ของเมเบลตกใจจนเบิกตาโต สิ่งที่อยู่ตรงหน้า คือเมเบลที่นอนสลบบนพื้น พร้อมกับเสียงลมหายใจแผ่วบางค่อยๆลดลง โรงพยาบาลรัฐบาล เวลา 13:17 น. แสงไฟสีขาวนวลจากหลอดฟลูออเรสเซนต์ส่องสว่างวาบเหนือศีรษะ แม่ ยืนรออยู่หน้าห้องฉุกเฉิน เสียงเครื่องมือแพทย์ดังแผ่วเบาแทรกกับเสียงประกาศตามสาย ภายในใจแม่เงียบงัน "คุณหมอว่ายังไงบ้างคะ?" แม่ถามเสียงสั่นกับพยาบาลที่เดินออกมา พยาบาลสาวมองหน้าเขาด้วยความเห็นใจ "คนไข้แค่พักผ่อนไม่เพียงพอและร่างกายอ่อนเพลียมากค่ะ ทางเราให้น้ำเ
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status