Masukเมื่อโชคชะตา..เหวี่ยงคนที่เหมือนตายจากกันไปแล้วให้วนกลับมา การแก้แค้นจึงเริ่มขึ้น เรื่องย่อ เมื่อโชคชะตาพลิกผันนำพา ‘ภูริต’ นักธุรกิจหนุ่มไฟแรง เพลย์บอยตัวพ่อ ที่เบื้องหลังเต็มไปด้วยบาดแผลในอดีต ให้หวนกลับมาพบกับ ‘ปาริตา’ รักแรกของเขาที่หายไปอย่างไร้ร่องรอยนานถึงหกปี หญิงสาวผู้เคยฝากทั้งความทรงจำแสนหวานและความเจ็บปวดเจียนตาย กลับมาปรากฏตัวในงานเลี้ยงหรูในฐานะพนักงานเสิร์ฟ ในอดีต..ปาริตาคือหญิงสาวที่ภูริตรักจนหมดใจ ทว่าทุกอย่างต้องจบลงเพียงเพราะเธอเลือกที่จะทิ้งเขาไปเพราะเงิน.. รวมทั้งข่าวลือที่ว่า เธอนอกใจเขา! เหตุการณ์ครั้งนั้นทำให้ภูริตแตกสลาย ปางตาย... ความเจ็บปวดเหล่านั้นเกาะกินใจจนกลายเป็น ‘ความแค้น’ รอวันเอาคืน เมื่อได้หวนกลับมาพบกันอีกครั้ง เขาจึงไม่ลังเลที่จะใช้ความแค้นทวงคืนทุกอย่างที่เคยสูญเสียไป และดึงเธอเข้ามาในวังวนของเขาด้วยเงื่อนไขอันโหดร้าย... "เธอจะต้องชดใช้ในฐานะนางบำเรอของเขา"
Lihat lebih banyak“Paramitha tidak ada di kamarnya!” Abhimata terburu-buru memasuki ruang keluarga. Ia menyerahkan sebuah kertas pada ayahnya. “Dia meninggalkan sebuah surat.”
Wajah Seno Wiratama langsung mengeras. Rahang-rahang wajahnya terlihat jelas, matanya menatap nyalang pada selembar kertas yang ia baca. Berani-beraninya Paramitha kabur saat acara sakral yang melibatkan kerajaan.
Hari ini adalah pernikahan sang putri pertama, Paramitha Wiratama dengan pangeran ketiga. Semuanya telah siap, kereta kuda sudah datang dari kemarin sore, tinggal menunggu calon pengantin wanita untuk berangkat ke istana.
“Apa yang ditulisnya? Kenapa ia pergi di hari pernikahan?” Utari menatap sang suami. Mata wanita itu berkaca-kaca. Paramitha adalah putri kesayangannya, bagaimana bisa pergi sendiri tanpa tahu ke mana?
Sejak kecil Paramitha terbiasa di rumah dan bermain dengan anak-anak sekitar rumah saja, tidak pernah pergi jauh. Gadis itu seperti permata Wiratama yang dijaga dengan sangat hati-hati.
Saat keluarga kerajaan datang melamar Paramitha, Seno dan Utari sangat senang dan berbangga hati. Anak kesayangan mereka akan mengangkat derajat keluarga. Menikah dengan keluarga kerajaan adalah kebanggaan semua orang.
“Paramitha pergi bersama Caraka. Ia tidak mau menikah dengan pangeran ketiga,” ucap Seno dengan suara rendah dan berat. Terdengar helaan napas beberapa kali, berpikir jalan keluar untuk menghadapi keluarga kerajaan,
Pangeran ketiga bukanlah pewaris kerajaan, lelaki itu lahir dari selir yang dihukum mati. Ia dianggap pangeran yang terbuang dan terkenal kejam. Itu juga yang menjadi alasan Paramitha kabur.
Seno mengurut keningnya perlahan, kalau sampai pangeran ketiga tahu Paramitha kabur, habis sudah keluarga Wiratama. Pasti akan dihukum, entah diusir atau dipenjara. Keduanya tidak ada yang lebih baik.
Netranya tiba-tiba melihat Nirmala, anak bungsu yang memiliki perangai berlawanan dengan Paramitha. Tidak ada jalan lain. Seno berseru, “Nirmala, kamu harus menggantikan Paramitha menikah dengan pangeran!”
Nirmala berdiri. “Tidak Ayah! Aku tidak mau me–”
“Ini perintah! Kamu tidak bisa membantah. Demi nama baik keluarga kita dan untuk menghindari hukuman dari kerajaan.” Seno berdiri menatap tajam Nirmala, suara lantangnya membuat keluarga yang hadir terdiam. “Utari, dandani Nirmala agar bisa segera berangkat menuju kerajaan!”
“Ayah! Aku tidak mau!” teriak Nirmala. Ia berlari mengejar Seno yang keluar dari ruang keluarga. “Ayah!”
Gadis itu menghadang jalan Seno. “Aku tidak mau pergi ke istana, Ayah. Tolong jangan paksa aku.”
“Kalau kamu tidak mau menikah dengan pangeran, maka kamu bukan anak keluarga Wiratama lagi!” ancam Seno.
Nirmala terdiam. Matanya berkaca-kaca. Ini lebih menakutkan dari sekadar mimpi buruk.
Setelah langkah Seno menjauh, Utari mendekati Nirmala dan menariknya ke ruangan untuk didandani. Tidak ada kelembutan dari sang ibu. Wanita itu mendandani Nirmala seperti mendandani boneka.
“Ibu …,” lirih Nirmala. Berharap ibunya membuka suara untuk menghibur atau sekadar basa-basi.
“Jangan merengek! Setidaknya masa depanmu terjamin di istana. Dibandingkan dengan Paramitha yang entah di mana ia berada,” ujar Utari mengusap air mata.
Bukan kesedihan karena Nirmala akan pergi meninggalkannya, tetapi sedih karena kehilangan Paramitha.
***
Kereta kuda melaju meninggalkan halaman rumah Wiratama. Roda kayunya berderak pelan, terdengar menyayat hati. Seolah ikut meratapi nasib penumpang di dalamnya. Nirmala duduk kaku, pandangannya kosong. Setiap getaran kereta seperti membawanya menjauh dari rumah, menuju dunia yang belum pernah ia jamah.
Nirmala menahan tangis. Karena ia tahu menangis tidak akan mengubah apa pun. Sejak kecil, ia selalu berada di balik bayang-bayang Paramitha, anak yang disayangi semua keluarga. Sedangkan dirinya? Anak bungsu yang dianggap keras kepala dan sering membantah. Namun kini, justru ia yang harus menanggung akibat dari kepergian sang kakak.
“Putri Wiratama, kita sudah sampai istana.” Seorang penjaga membuka tirai kereta dan membantu Nirmala turun.
Setelah turun dari kereta, Seno berdiri di samping Nirmala. Di belakang mereka, semua keluarga Wiratama mengiringi menuju aula.
Pintu aula terbuka lebar, sudah dipenuhi oleh para tamu dan keluarga kerajaan. Duduk di paling depan, sang raja didampingi ratu. Tepat di tengah aula, pangeran ketiga sudah menanti calon pengantinnya.
Langkah Nirmala terasa berat, banyak ketakutan hinggap di benaknya. Akankah sang pangeran menerima pengantinnya diganti?
“Berhenti!” seru sang pangeran. Matanya menatap nyalang Nirmala. Ia mendekat dan tiba-tiba menghunuskan pedang pada Nirmala. “Kamu bukan pengantinku. Siapa kamu? Di mana Paramitha?”
Ujung pedang itu berkilat, hanya berjarak sejengkal dari leher Nirmala. Gadis itu membeku. Wajahnya pucat pasi. Kakinya terasa lemas.
Seluruh aula mendadak sunyi. Terkejut dan penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Pangeran Arya, sang pangeran ketiga itu tak pernah bermurah hati pada siapa pun.
“Jawab!” bentak Arya, “aku bertanya, siapa kamu?”
Nirmala menelan ludah. Tangannya gemetar, namun ia memaksa diri berdiri tegak. Jika hari ini memang akhir hidupnya, ia tidak ingin mati sambil berlutut.
“Hamba … Nirmala Wiratama,” jawabnya dengan nada bergetar, “adik dari Paramitha.”
Para tamu semakin kaget. Beberapa bangsawan saling berbisik, baru kali ini ada kejadian mengejutkan seperti ini. Sementara itu, Ratu menegakkan punggungnya, menatap tajam ke depan. Raja sendiri mengernyitkan dahi, sorot matanya penuh pertanyaan.
“Adik? Berani sekali keluarga Wiratama mempermainkan kerajaan. Apakah kamu tidak tahu hukuman atas perbuatan kalian ini?” Mata Arya tajam menatap Nirmala, kemudian menatap satu per satu keluarga Wiratama. Wajah mereka pucat pasi.
Ujung pedang itu sedikit terangkat. Nirmala menelan ludah. Selangkah saja Arya maju, maka pedang itu akan menembus leher Nirmala.
Abhitama maju ke depan, kemudian berlutut di hadapan Arya. “Mohon ampun, Pangeran. Maaf atas kelancangan kami. Adik hamba, Paramitha Wiratama telah kabur dari rumah. Sehingga kami membawa Nirmala Wiratama sebagai pengantin pengganti. Semoga Pangeran bermurah hati dan mengampuni kelancangan kami.”
Seno ikut berlutut, diikuti seluruh keluarga Wiratama, kecuali Nirmala. Gadis itu tak berani bergerak sedikit pun.
“Hukuman bagi pengkhianat adalah mati ….” Suara berat itu menggelegar di aula yang seketika hening. Pangeran Arya menatap tajam pada Nirmala.
Hari pernikahan yang seharusnya dirayakan sukacita, akankah berubah menjadi acara kematian?
-
Bersambung
ตอนพิเศษ 3ภูริตเดินสำรวจไปรอบบ้านของหญิงสาวหลังปรับความเข้าใจกันเป็นที่เรียบร้อย การได้กลับมาเจอกันในครั้งนี้เขาสาบานกับตนเองแล้วว่ามันจะเป็นครั้งสุดท้าย เพราะชายหนุ่มไม่คิดที่จะปล่อยมือปาริตาอีก ไม่มีวันยอมให้เธอหายไปอีกเป็นครั้งที่สามอย่างแน่นอน“ไม่นอนอีกหรือคะพี่ภู ขับรถมาเหนื่อยๆ น่าจะพักนะคะ” คนตัวเล็กเดินท้องโย้เข้ามาจนต้องแอ่นหลังเล็กน้อยเพราะท้องค่อนข้างใหญ่ ภูริตตรงเข้ามาประคองเมียรักนั่งลงบนเตียง“ระวังนะคะริตา ให้พี่อุ้มไหม”“ไม่ต้องหรอกค่ะ หมอบอกว่าริตาควรออกกำลังเยอะ ๆ จะได้คลอดง่าย ๆ การเดินก็ถือเป็นการออกกำลังกายอย่างหนึ่งนะคะ”หันมาตอบเขาพร้อมยิ้มกว้าง รอยยิ้มที่ไม่ได้เห็นมาหลายเดือนทำเอาชายหนุ่มอดใจไม่ไหว เมื่อพาเธอนั่งลงเขาก็นั่งลงข้าง ๆ แล้วหอมแก้มหล่อนไปหนึ่งฟอดทันที“พี่คิดถึงริตาที่สุดเลย”“พี่ภู...อย่าค่ะ มันจั๊กจี้”เสียงหวานร้องห้าม พยายามเบี่ยงตัวหลบเขาแต่ก็ถูกขโมยหอมแก้มไปได้อีกหลายฟอดก่อนจะจบลงที่ใบหน้าหล่อซุกเข้าที่ซอกคอหอมกรุ่น“ริตาบอกพี่ว่า...ต้องออกกำลังกายเยอะ ๆ เพื่อให้ลูกคลอดง่ายใช่ไหม”“ใช่ค่ะ ที่ผ่านมาริตาพยายามขยับตัวทำนู่นทำนี่ตลอด เพื่อเป็นกา
ตอนพิเศษ 2.2มือเล็กทุบลงที่อกเขา ชายหนุ่มรีบคว้าแขนหล่อนเข้ามาใกล้เพื่อดึงมากอดแนบแน่น แม้จะยังไม่แน่ใจว่ามันคือความฝันหรือความจริง แต่การได้เห็น ได้สัมผัสปาริตาอยู่ในตอนนี้มันเหมือนยาถอนพิษที่เข้ามาช่วยเขาได้ทันเวลาพอดี“ริตา พี่ขอโทษ พี่ขอโทษจริง ๆ พี่ขอโทษ”“พี่ภูบ้า คนบ้า ฮือ...อย่าทำแบบนี้สิคะ อย่าทำให้ตัวเองน่าเป็นห่วงขนาดนี้ อย่าตามหาริตาอีก อย่าตาม...ฮือ...”คนตัวเล็กดีดดิ้นอยู่ในอ้อมกอดของเขาครู่หนึ่งก็สงบลงก่อนจะพ่ายแพ้ต่อหัวใจและความโหยหาที่มี เรียวแขนเล็กโอบกอดชายหนุ่มกลับด้วยความรักทั้งหมดที่มี“พี่คิดถึงริตาเหลือเกิน พี่คิดถึงริตานะ”“ริตาก็คิดถึงพี่ภูค่ะ คิดถึงแทบบ้าเลย ฮึก!”น้ำตาหยดแล้วหยดเล่ารินไหลออกมา อ้อมกอดที่มีให้กันแนบแน่นราวกับไม่ต้องการจะปล่อยให้อีกฝ่ายหลุดมือไปอีก หลายเดือนที่หนีเขาไปไม่ได้ทำให้ความรู้สึกของหล่อนลดลงเลย กลับกัน...มันเหมือนเป็นการย้ำเตือนให้ปาริตารู้ว่าเธอรักเขามากแค่ไหนต่อให้ต้องแยกจากกันอีกสักกี่ครั้ง ก็ไม่อาจไปรักคนอื่นได้เลย“โอ๊ะ...คุณ...”สิธาที่ตามมาด้วยความเป็นห่วงและเพื่อช่วยเจ้านายตามหาตัวหล่อนกลับเข้ามาในห้องพอดี เขาตกใจมากที่ได้
ตอนพิเศษ 2.1“ยังไม่เจอเลย ผมหามาจะทั่วประเทศแล้วแต่ก็ไม่เจอ”ภูริตตอบปลายสาย ไพลินที่ไปดูงานอยู่ฝรั่งเศสโทรมาถามสารทุกข์สุกดิบเขาด้วยไม่ได้เจอกันมาหลายเดือน แม้จะจบสถานะการเป็นคู่หมั้นลงไปแล้วแต่ทั้งสองคนยังคงติดต่อกันในฐานะเพื่อน[คุณนี่มีความพยายามจังเลยนะคะ เป็นฉันหน่อยไม่ได้ ป่านนี้ได้คนใหม่ไปแล้วค่ะ]“คุณหาแฟนได้แล้วเหรอครับ?”เขายิงคำถามกลับไป บางทีไพลินอาจได้เจอผู้ชายที่ทำให้เธอตกหลุมรักจนอยากแต่งงานด้วยจริง ๆ แล้วก็ได้[ละเมออยู่หรือคะ อย่างฉันจะไปหาจากที่ไหนได้]“ถ้าคุณเปิดใจสักหน่อย ผมว่าคงหาได้ไม่ยาก ปัญหาคือคุณไม่เปิดใจต่างหากล่ะครับ”ชายหนุ่มให้คำแนะนำกับหล่อนทั้งที่ตนเองยังเอาตัวไม่รอดด้วยซ้ำ เวลาผ่านมาหลายเดือนแล้วแต่ยังไม่ได้ข่าวคราวของปาริตาเลย[เอาเวลาไปห่วงตัวเองเถอะค่ะ ไม่ต้องห่วงฉัน ตามหามานานขนาดนี้ ไม่ได้ข่าวอะไรบ้างเลยเหรอคะ]“ไม่เลยครับ”เจ้าของเสียงทุ้มตอบทันควัน เขาลองตามหาหล่อนตามสถานที่ที่เคยมาเที่ยวด้วยกันและตอนนี้ก็มาแวะอยู่โรงแรมที่ชะอำ สถานที่ที่เขากับเธอเคยร่วมกันสร้างความทรงจำแสนสุข[ฉันเอาใจช่วยคุณนะคะ แต่ตอนนี้ฉันต้องขอตัวก่อน มีประชุมด่วน ไว้คุยก
ตอนพิเศษ 1.2ด้านภูริตหลังงานแถลงข่าวจบลงก็กลับมาที่เพนท์เฮ้าส์พร้อมสิธา เขาใช้ชีวิตแทบจะเรียกได้ว่าไร้วิญญาณไปวัน ๆ ขณะวิ่งเต้นตามหาปาริตาไปทั่ว ขนาดจ้างนักสืบมาช่วยกันหาก็ยังไม่พบ ราวกับหล่อนล่องหนหายตัวไปเลย ผลจากการเอาแต่จมปลักอยู่กับเรื่องของหญิงสาว จึงลงเอยที่เขาขอถอนหมั้นกับไพลิน“นั่งก่อนครับเจ้านาย”สิธาประคองภูริตมานั่ง ตอนนั่งรถมาก็เอาแต่ดื่มเหล้ามาตลอดทางจนเดือดร้อนให้เขาต้องช่วยแบกมาถึงบนห้อง“ทำไมริตาต้องทำกับฉันแบบนี้ด้วยวะ เธอทิ้งฉันอีกแล้ว”“เจ้านายอย่าเพิ่งอาละวาดครับ ใจเย็น ๆ ก่อน”ต้องช่วยจับตัวอีกฝ่ายเอาไว้เมื่อเขาเริ่มฟาดงวงฟาดงาอาละวาดเหมือนอย่างเคย ตั้งแต่ปาริตาหายไปเขาก็ไม่เป็นผู้เป็นคน ถ้าไม่กินเหล้าก็ออกไปตามหาเธอจนไม่ยอมหลับยอมนอน เดือดร้อนสิธาต้องไปหิ้วปีกพากลับมาทุกทีเรื่องงานบริษัทไม่ต้องพูดถึง จะเจ๊งจริง ๆ ก็คราวนี้!ออด...ยังจัดการเจ้านายไม่ทันเสร็จ ก็มีแขกมาหา สิธาละจากภูริตไปเปิดประตูก่อนจะพบว่าคนที่มาคือไพลิน อดีตคู่หมั้นของเจ้าของห้องนี้นั่นเอง เธอดันประตูแล้วเดินเข้ามาด้วยตั้งใจจะมาดูสภาพของชายหนุ่มที่กำลังนอนกอดขวดเหล้าอยู่บนโซฟาแล้วเอาแต่เพ้อ
บทที่ 46.2 นาฬิกาหยุดหมุนอีกครั้งปังๆๆๆ“รู้แล้ว ๆ ใครกันเนี่ย มาเคาะประตูบ้านคนอื่นแบบไร้มารยาท...!”นุจรีเดินมาเปิดประตูคอนโด หลังถูกเคาะรัวเสียงดังอยู่หลายสิบวินาที พอเปิดออกมาก็พบว่าเป็นภูริต คิดไม่ถึงเลยว่าเขาจะมาหาหล่อนถึงที่นี่“คุณภูมี...อ๊ะ! เจ็บนะ”“พูดมาให้หมดก่อนที่เธอจะคอหักตายคามือฉั
บทที่ 45.2 อย่าไป..สายตามองไปทางสร้อยข้อมือก่อนหยิบมันขึ้นมาดู นึกแปลกใจเพราะมีบางสิ่งไม่ถูกต้อง ภูริตนึกย้อนไปถึงความทรงจำล่าสุดที่มีต่อสร้อยข้อมือเส้นนี้‘อะไร’‘สร้อยข้อมือที่คุณซื้อให้ปาริตาไงคะ เธอฝากให้ฉันเอามาคืนเพราะว่ามันไม่มีค่าอะไรอีกแล้วเมื่อเทียบกับเงินที่ได้ไป ผู้หญิงคนนั้นไม่เห็นว่า
บทที่ 44.2 ฝันดีนะ NCสองเต้าอวบถูกฟอนเฟ้นทันทีที่พันธนาการถูดปลดออก ปากหยักครอบครองยอดถันงามจนมันแข็งขึ้นเป็นไต“อ๊ะ…”เสียงครวญครางของปาริตาดังขึ้นเมื่อเธอเสียววาบที่ปลายยอด ภูริตดูดดึงสลับระรัวเรียวลิ้นเลียไปมาอย่างทั่วถึงทั้งสองข้าง แขนแกร่งอุ้มหญิงสาวจนตัวลอยวางลงที่เตียง มือสากบีบสะโพกสวยเป็น
บทที่ 45.1 อย่าไป..ภูริตสะลึมสะลือตื่นมาในช่วงสายของอีกวัน วงแขนปาดป่ายหาคนตัวเล็กที่น่าจะนอนอยู่ข้างกายในตอนนี้ ทว่ากลับไม่พบ คิ้วเข้มขมวดเข้าหากันด้วยความแปลกใจก่อนลุกขึ้นมานั่ง กวาดสายตามองหาปาริตาทั่วห้องจนมั่นใจว่าหล่อนไม่ได้อยู่ในห้องนี้จึงลุกออกตามหาด้านนอก“ริตา ริตาอยู่ไหนคะ กลับห้องแล้วเ