INICIAR SESIÓNหลิวซืออินถูกฉุดจากเกี้ยวเจ้าสาว ความแค้นของเขาทำลายนางยังไม่พอ ยังก่อสายใยเป็นสองชีวิตน้อยๆ ในท้องนาง เมื่อพบกันอีกครั้งคนชั่วคนนั้นกลายเป็นแม่ทัพใหญ่ แล้วอย่างไรต่อให้ท่านเป็นฮ่องเต้ข้าก็ไม่ให้อภัย! แนะนำตัวละคร หลิวซืออิน สตรีผู้เกิดมาอาภัพดั่งถูกสวรรค์แกล้ง ห้าขวบก็กำพร้าไร้บิดามารดา อาศัยอยู่ในบ้านตระกูลหลิว ไม่ต่างจากบ่าวไพร่คนหนึ่ง ท่านอาแท้ๆ ไม่ใส่ใจ อาสะใภ้ทุบตีรังแก อีกทั้งยังส่งนางขึ้นเกี้ยวเจ้าสาว เพื่อแต่งงานกับเจ้าหนี้แทนบุตรีตัวเอง ชะตาลิขิตให้ถูกคนชั่วฉุดจากเกี้ยวเจ้าสาว ความแค้นของเขาทำลายนางยังไม่พอ ยังก่อสายใยเป็นสองชีวิตน้อยๆ ในท้องนาง เมื่อพบกันอีกครั้ง คนชั่วคนนั้นกลายเป็นแม่ทัพใหญ่ นางจะไม่ยอมให้เขาพราก เจ้าก้อนแป้งฝาแฝดของนางไป ท่านเป็นแม่ทัพแล้วอย่างไร ต่อให้ท่านเป็นฮ่องเต้ข้าก็ไม่ให้อภัย! *** เยี่ยเหวินจ้าว แม่ทัพใหญ่แห่งเป่ยถัง เขาฟื้นขึ้นมามีชีวิตใหม่หลังจากถูกเล่ห์ลวงจากหญิงชั่วผู้เป็นป้าสะใภ้หลอกให้เขากลายเป็นคนร้าย ทำลายชีวิตสตรีผู้น่าสงสาร ชะตาลิขิตให้พบเจอบิดาแท้ๆ ทำความดีความชอบในสงคราม จนได้เป็นแม่ทัพใหญ่ของแคว้น สิ่งเดียวที่ยังติดค้างในใจ นั่นคือ การตามหาสตรีนางนั้น ! ///
Ver más"Pasti Raka suka sama hadiah yang ku bawa," gumam Nadia, wanita cantik berusia 22 tahun pemilik iris coklat itu tengah membawa kue di tangan kanannya dan sebuah paper bag berwarna biru di tangan kirinya.
Kaki jenjangnya berhenti di depan apartemen Raka, ia hendak memberikan kejutan karena hari ini ulang tahun sang calon suami. Nadia menempelkan kartu akses khusus, ia mendapatkannya dari Raka. Bola matanya mengedar saat baru saja membuka pintu unit. Senyumnya semakin lebar saat mendapati kamar ini sepi. "Aku akan bersembunyi di lemari." Lemari berukuran besar itu muat oleh tubuhnya, dari sini ia bisa mengawasi situasi di luar lewat celah kecil. "Semoga Raka nggak lama, aku takut kuenya leleh," bisik Nadia. Tidak seberapa lama kemudian ia mendengar suara pintu terbuka, senyum di bibirnya semakin merekah saat menduga pasti itu kekasihnya. Namun, keningnya tiba-tiba mengerut saat mendengar sayup-sayup suara wanita. "Aah ... kakiku lemas, Sayang." Deg! Nadia terhenyak kaget. 'Aku tidak asing dengan suaranya,' batin Nadia. "Aku akan menggendongmu ke ranjang, Tania," sahut Raka yang semakin membuat Nadia bertanya-tanya. 'Tania? Tidak mungkin—' Nadia melongokkan kepala pada celah kecil lemari ini saat terdengar suara di ranjang. Seorang wanita dalam balutan pakaian kurang bahan tengah berbaring di ranjang kekasihnya, Wanita itu terus meracau hingga membuat telinga Nadia panas. Namun, racauan itulah yang membangkitkan jiwa kelaki-lakian Raka. Pria itu melepas semua helai benang yang ia kenakan. Detik berikutnya ia melakukan hal itu pada sang wanita hingga tubuh keduanya benar-benar polos. 'Ya Tuhan ....' Nadia semakin menekan dadanya, sesak sekali rasanya melihat pemandangan ini. Kenapa Raka melakukan hal keji itu dengan wanita lain? Ia merasa terhina kalau seperti ini. "Aku rindu kamu, Raka. Sudah satu bulan nggak kamu sentuh, rasanya selalu ada yang kurang," ujar wanita itu dengan suara parau. Nadia yang tadinya menunduk sontak mengangkat kepala, rahang runcingnya menegas mendengar suara menjijikkan itu. Wajah wanita itu.tertutup rambut, meskipun begitu ia masih bisa sedikit mengenali wanita itu dari bentuk tubuhnya. "Aku juga merindukanmu, Tania. Kau tidak tahu 'kan aku mati-matian menahan selama satu bulan ini. Ah, aku harus mengurus Nadia dulu karena dia sangat merepotkan," kata Raka. Deg! Nadia kembali terhenyak. 'Ta-Tania?' batinnya sambil membekap mulut. Mata cantiknya semakin membelalak lebar ketika wajah wanita itu menoleh ke arahnya saat Raka mengendus leher. Wanita itu tertawa sambil sesekali melenguh, membuat perasaan Nadia semakin memanas. Kedua tangannya mengepal dan dengan sisa kekuatan yang dimiliki, gadis berambut panjang itu merogoh tas untuk mengambil ponsel. Nadia merekam percintaan panas calon suaminya dengan sang kakak tiri dengan tangan gemetar, kedua air mata terus mengalir sampai hampir tiga puluh menit lamanya. 'Ya Tuhan ... demi apapun ini sakit sekali,' batin Nadia sambil tangannya menekan dada. Ia tidak peduli kakinya kesemutan di dalam lemari, kue yang dibawanya bahkan sudah meleleh karena berada di ruangan pengap dalam waktu lama. Kedua insan tidak punya hati itu sudah tertidur karena terlalu lelah bercinta, keduanya saling memeluk di bawah satu selimut tanpa sehelai benangpun. 'Aku tidak menyangka kamu sekejam ini, Raka. Dan aku lebih tidak menyangka kalau ... Kak Tania tega padaku.' Nadia berdiri di samping ranjang dengan napas tersengal, matanya menatap nanar pada Raka dan Tania yang tidur dengan pulas tanpa peduli ada hatinya yang tengah hancur. Gadis itu berbalik badan dan segera keluar, ia membuang kuenya ke tempat sampah yang ada di luar unit apartemen itu. Kakinya melangkah cepat agar bisa segera pergi dari gedung pencakar langit ini, ia ingin segera pulang dan mengadukan pengkhianatan Raka kepada kedua orangtuanya. "Aku akan membatalkan pernikahan kita, Raka!" gumamnya seraya masuk ke dalam taksi. Air mata luruh begitu saja saat mengingat pengkhianatan yang Raka lakukan tadi, mau sekuat apapun nyatanya hatinya tetap terluka. 'Tiga hari lagi kita akan menjadi suami istri, Raka. Tapi kamu tega melakukan ini padaku, padahal kamu tahu kakakku juga sudah punya suami,' batin Nadia sambil menghela napas dalam-dalam. Taksi berhenti di depan rumah sederhana berwarna putih. Nadia langsung memanggil ayahnya yang sedang berbincang-bincang dengan saudara lain yang ada di rumah itu untuk membantu persiapan pernikahan mereka. "Ada apa, Nadia? Kok wajahmu kelihatan sayu begitu?" tanya Toni, ayah kandung Nadia. Hening! Nadia belum berani menyahut. Ia takut kalau jujur akan membuat Ayahnya terkejut dan ikut sakit hati, tetapi kalau tidak jujur maka batinnya yang akan terus memanas. "Aku tadi dari apartemennya Raka, Yah." "Ya, kamu 'kan sudah bilang mau kasih hadiah ulang tahun. Bagaimana? Berhasil?" tanya pria paruh baya itu dengan senyum manis. Namun, gelengan kepala putrinya membuat senyum di bibir Toni memudar, kening keriputnya semakin mengerut dan kemudian bertanya, "ada apa, Nad? Kalian tidak ada ada masalah 'kan?" "Aku ... a-aku memergoki Raka bermain gila sama perempuan lain, Yah. Dia mengkhianati aku. Dia ... dia bahkan nggak tahu aku bersembunyi di dalam lemari membawa kado dan kue, dia malah asyik sama wanita lain," jelas Nadia yang sontak membuat Toni tercekat. Nadia menangis tergugu dan menutup wajah dengan kedua tangannya, air mata terus mengalir seakan tidak mau dihentikan. Bak ada guntur keras yang menghantam jantungnya, Toni merasa dadanya nyeri melihat putrinya menangis pilu di bawah kakinya. "Maaf sudah membuat Ayah malu. Tapi batalkan saja pernikahan ini, aku nggak mau menikah dengan seorang pengkhianat," ucap Nadia di sela-sela isak tangisnya. "Batalkan saja katamu?! Apa kamu buta, hah?! Kamu tidak lihat berapa banyak biaya yang sudah kami kelurkan untuk membayar wedding organizer? Seenaknya saja kamu minta batalkan!" sentak Mella. Wanita paruh baya yang merupakan ibunya Tania itu datang dengan mata melotot dan wajah merah padam. Kedua tangannya berkacak pinggang sambil terus menatap tajam ke arah Nadia. Lima tahun lalu setelah istri pertama Toni, Yuni, meninggal karena kecelakaan tunggal, Toni menikahi Mella yang merupakan seorang janda. Mella membawa Tania dalam pernikahan ini, kemudian tiga tahun setelahnya Tania menikah dengan pria yang ia pilih dan kini keduanya LDR lantaran sang suami bekerja di luar kota. Nadia sudah biasa saat Mella membentaknya, ibu tirinya itu tidak sungkan meskipun ada sang Ayah. Ah, Nadia bahkan merasa dirinya tidak lagi mempunyai sosok orang tua semenjak Ayahnya menikah dengan Mella. "Laki-laki tidak akan kehilangan apapun meskipun sudah melakukan hubungan badan, Nadia! Kamu tidak apa-apa tetap menikah, asal kita tetap menjaga rahasia ini agar tidak ada yang tahu," ujar Mella dengan napas menggebu. Apa Mella sudah gila? Wanita itu benar-benar tidak memikirkan perasaan Nadia. "Lupakan kejadian ini, Nadia. Lupakan juga tentang wanita yang menjadi selingkuhan Raka. Jangan buat malu aku dan Ayahmu. Kamu akan tetap menikah dengan Raka!" imbuh Mella. Nadia sontak menggeleng keras. "Tapi, Bu ... wanita itu ... selingkuhannya Raka adalah Kak Tania!" pekiknya.บทที่ 80ตอน วิวาห์ของสองเรา /2 (จบ)“ท่านแม่ ข้าง่วงแล้ว”ผิงอันอ้าปากหาว อี้หนิงเองก็เริ่มตาปรือ วันนี้พวกเขาตื่นเต้นกับงานมาก ตื่นเช้ามาแต่งตัวเข้าร่วมขบวนแห่ มาถึงก็เล่นกันในงานจนตอนนี้หมดแรงแล้ว“ง่วงก็นอนลง มาแม่ห่มผ้าให้”เด็กน้อยทั้งสองนอนลงบนเตียง ให้มารดานอนตรงกลาง ผิงอันกอดมารดาเอาหน้าซุกอกนอนหลับตาพริ้ม หลิวซืออินเกาหลังให้อี้หนิงแบบที่ทำทุกคืน ลูกชายนางขาดคนเกาหลังจะนอนไม่หลับ คืนนี้เด็กชายถูกมารดาเกาหลังจนเพลินหลับไปแล้วแกรก !เสียงประตูเปิดออก พร้อมกับร่างสูงใหญ่ในอาภรณ์สีแดง ก้าวเข้ามาในห้องหอ กว่าที่ฉู่หมิงฮ่าวจะปลีกตัวออกมาได้ ก็ถูกเพื่อนในกองทัพ พี่ชายตนเอง และพี่ชายเจ้าสาว รินเหล้าส่งให้ไม่หยุดหย่อน เขาอาศัยตัวเองคอแข็งจึงรับมือได้ไม่ยากนัก แต่ให้ดื่มจนไม่ได้เข้าหอ เขาคงกลายเป็นคนโง่ แม่ทัพหนุ่มจึงดื่มบ้างแอบเทรดแขนเสื้อบ้าง แสร้งทำเมามายจึงมีโอกาสได้เข้าหอเสียทีภายในห้องหอเทียนแดงมงคลจุดให้ความสว่างเหลือเพียงครึ่งแท่งแล้ว สุรามงคลบนโต๊ะรอเจ้าบ่าวเจ้าสาว มาคล้องแขนดื่มกิน เจ้าสาวคนงามสวมชุดวิวาห์สีแดงนั่งรออยู่บนเตียงฉู่หมิงฮ่าวหยิบคันชั่ง เดินไปยังเตียงด้วยอารมณ
บทที่ 79 ตอน วิวาห์ของสองเรา /1 เกี้ยวเจ้าสาวสีแดง ถูกแบกออกจากหน้าประตูจวนของเสนาบดีหยาง วันนี้หยางอี้หลันบุตรีของท่านเสนาบดีออกเรือน สินเดิมของเจ้าสาวถูกจัดเตรียมไว้มากมาย สมกับเป็นลูกสาวของเสนาบดีกรมคลังการแต่งงานครั้งนี้เจ้าบ่าวคือ ฉู่หมิงฮ่าว แม่ทัพใหญ่ของแคว้นเป่ยฉี เขาเป็นบุตรชายคนรองของใต้เท้าฉู่อี้หนาน ท่านโส่วฝู่ผู้เป็นที่ไว้วางพระทัยของฮ่องเต้ แม่ทัพหนุ่มอยู่ในชุดเจ้าบ่าวสีแดงสวมหน้ากากเงินปกปิดใบหน้าไว้ครึ่งหนึ่ง ขี่อาชาสีขาวดูสง่างาม บนนั้นยังมีร่างของเด็กชายตัวน้อยสวมชุดสีแดงนั่งอยู่ด้วย ผู้คนที่พากันมามุงดูขบวนแต่งงาน ต่างตื่นตะลึงกับรูปโฉมของเจ้าบ่าว“ท่านแม่ทัพฉู่หมิงฮ่าว สวมหน้ากากเงินปกปิดใบหน้า เพราะเขาเป็นแม่ทัพของกองทัพวายุทมิฬ คนในกองทัพนี้ล้วนลึกลับ จนถูกขนานนามว่า กองทัพปีศาจ”คนที่พากันมุงดูซุบซิบถึงเจ้าบ่าว พวกเขาได้ยินชื่อของกองทัพวายุทมิฬก็พากันกลัวตัวสั่น ได้ข่าวว่าแม่ทัพฉู่เพิ่งจัดการกับโจรสลัดที่โหดเหี้ยมผู้หนึ่งของหนานไห่ได้ ฮ่องเต้จึงพระราชทานสมรสให้แต่งกับบุตรีท่านเสนาบดีหยาง“บุตรีท่านเสนาบดีหยาง พลัดพรากจากครอบครัวตั้งแต่เล็ก ท่านแม่ทัพฉู่หมิงฮ
บทที่ 78 ตอน พบผู้มีพระคุณทั้งสอง/2ฉู่เฟยหยางเป็นฝาแฝดกับฉู่หมิงฮ่าวย่อมหน้าตาคล้ายกัน บุตรของเขาหน้าตาเหมือนบิดาทั้งคู่ จึงดูคล้ายกันเหมือนฝาแฝด แม่หนูผิงอันมองหน้าท่านพ่อกับท่านลุง แล้วมองหน้าพี่ชายตนกับลูกชายท่านลุง“โอย เหมือนกันจนข้าแยกไม่ออกแล้ว ข้าตาลายไปหมดแล้วเจ้าค่ะท่านย่า”ผิงอันน้อยเอียงหน้าซบท่อนแขนของท่านย่า พลางกรอกตาไปมา ท่าทางนั้นทำให้ทุกคนที่เห็นต่างพากันหัวเราะขบขัน หลงเสน่ห์ของแม่หนูน้อยเข้าไปแล้ว“ท่านพ่อท่านแม่ นี่คือหยางอี้หลันภรรยาข้า”หลิวซืออินเดินเข้ามาได้เห็นทุกคนในห้องกำลังหัวเราะท่าทางตลกของผิงอันพอดี เมื่อฉู่หมิงฮ่าวแนะนำนางให้ครอบครัวของเขา จึงประสานมือย่อตัวลงทำความเคารพอย่างนอบน้อม รูปร่างหน้าตาของนางทำให้ทุกคนหันมาจ้องมองอย่างสนใจ“เหมือนข้าคุ้นหน้าเจ้า”ใต้เท้าโส่วฝู่มองบุตรีของเสนาบดีหยาง พลันรู้สึกว่าเคยพบเจอสตรีนางนี้มาก่อน ฮูหยินเองก็มองจ้องหน้านาง คิ้วขมวดเล็กน้อยเหมือนกำลังครุ่นคิด“ท่านทั้งสองคือ... คือผู้มีพระคุณของข้ากับลูก อี้หนิงผิงอัน รีบคุกเข่าเร็ว”หลิวซืออินจำทั้งสองได้ในทันที นางไม่เคยลืมใบหน้าของผู้มีพระคุณ ที่ช่วยชีวิตนางกับลูกน้อ
บทที่ 77 ตอน พบผู้มีพระคุณทั้งสอง/1รถม้าเคลื่อนจากหน้าจวนเสนาบดีหยางแล่นไปจอดยังหน้าจวนของใต้เท้าโสว่ฝู่ หน้าประตูฉู่หมิงฮ่าวยืนรอรับภรรยากับลูกๆ เมื่อเห็นรถม้ามาจอดก็รีบเดินไปหมายจะช่วยพาหลิวซืออินกับอี้หนิงผิงอันลงมา แต่คนที่เดินลงมาก่อนกลับเป็นบุรุษผู้หนึ่งหน้าตาหล่อเหลาท่าทางสง่างาม“ท่านคงเป็นพี่ชายของภรรยาข้า คารวะท่านพี่ภรรยา”ฉู่หมิงฮ่าวรู้ว่าท่านเสนาบดีมีลูกชายคนหนึ่ง ชื่อว่า หยางเทียน เป็นพี่ชายของภรรยาเขา จึงประสานมือทำความเคารพอีกฝ่ายอย่างนอบน้อม“เจ้าคือโจรชั่วที่บังอาจฉุดตัวน้องสาวข้าสินะ วันนี้ได้พบหน้าเจ้า เราคงต้องมีเรื่องพูดจากันสักหน่อย”หยางเทียนมองหน้าบุตรชายคนรองของท่านโส่วฝู่ เขาไม่เคยพบกับฉู่หมิงฮ่าวมาก่อน อีกฝ่ายเป็นแม่ทัพประจำการอยู่ค่ายทหาร คนที่เขารู้จักดีคือ ฉู่เฟยหยางบุตรชายคนโตของท่านโส่วฝู่ ตอนเด็กทั้งสองเคยเรียนสำนักศึกษาเดียวกัน โตมาถึงได้แยกย้ายไป ฉู่หมิงฮ่าวเป็นน้องชายฝาแฝดของฉู่เฟยหยาง ใบหน้าของทั้งคู่คล้ายกันมาก ต่างเพียงแววตาของฉู่หมิงฮ่าวดูแข็งกร้าวกว่าฉู่เฟยหยางเล็กน้อย“พี่เทียน ท่านโปรดละเว้นสามีข้าด้วยเถอะเจ้าค่ะ”หลิวซืออินลงจากรถม้า พร้อม
บทที่ 70 ตอน ชาติกำเนิด/3“พวกท่านทั้งสอง อย่าร้องไห้สิ ฮือ...”หลิวซืออินมองหน้าสองชายหญิง ที่พากันร้องไห้จนน้ำตาเปื้อนเต็มหน้า ก็อดน้ำตาไหลตามไม่ได้ ในใจของนางรู้สึกอบอุ่นอย่างประหลาด“พวกท่านเป็นบิดามารดาของซืออินได้อย่างไร นางเป็นบุตรสาวของพี่ชายสามีข้า”นางหวังจูแม้จะถูกตบปากจนปากบวม ยังออกมาโ
บทที่ 69 ตอน ชาติกำเนิด/2“พานางเข้ามา ข้าอยากคุยกับนางสักหน่อย”ท่านเสนาบดีหยางหันไปมองหน้าฮูหยินของตน นางพยักหน้าตอบรับ“ขอรับ ไปนำตัวหลิวซืออินเข้ามา”ใต้เท้าจื่อฝู่จึงสั่งการให้เจ้าหน้าที่นำตัวหลิวซืออินมา และนำตัวนางหวังจูกับลูกสาวมาด้วยทั้งสามคนนั่งคุกเข่าอยู่บนพื้น ใต้เท้าจื่อฝู่นั่งบนแท่นเ
บทที่ 68 ตอน ชาติกำเนิด/1ค่ำคืนที่ผ่านมาสี่คนพ่อแม่ลูกนอนห้องเดียวกัน อี้หนิงกับผิงอันนอนตรงกลางระหว่างบิดามารดา เตียงในห้องแม้จะแคบไปสักหน่อย แต่ไม่มีใครบ่น ด้วยอยากนอนร่วมกันเช้าวันรุ่งขึ้น ฉู่หมิงฮ่าวพาครอบครัวของเขาล่องเรือกลับหนานไห่ เมื่อมาถึงท่าเรือก็นั่งรถม้ามายังบ้านของหลิวซืออิน เขาอยาก
บทที่ 66. ตอน ข้าคือสามีที่หายไปของเจ้า/3"ท่านแม่ทัพ พวกเรานำตะเกียงมาให้เจ้าค่ะ"สองสาวใช้หิ้วตะเกียงมาวางตามมุมต่างๆ บนดาดฟ้าเรือ รวมถึงบนโต๊ะด้วย พวกนางเก็บถาดขนมที่กินหมดแล้วออก นำกาน้ำชากับถาดขนมใหม่มาวางแทน พร้อมกับยกกล่องใส่ดอกไม้ไฟมาด้วย"ฟ้ามืดแล้ว อี้หนิง ผิงอัน พวกเรามาเล่นดอกไม้ไฟกันเถ




![ต้าหวางอย่ามารักข้าเลย [NC30+]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)

reseñas