ログインพรลดาแม่ค้าขายอาหารออนไลน์ถูกคนรักโกงเงินไป แต่ยังดีที่อีกฝ่ายได้นำที่ดินบ้านสวนมาจำนองไว้ หญิงสาวจึงตัดสินใจที่จะม่เริ่มต้นใหม่ที่นี่ แต่เมื่อมาถึงกลับไม่เป็นอย่างที่คิด เพราะบ้านสวนแห่งนี้แทบจะเป็นที่รกร้างอยู่แล้ว แต่ความซวยไม่ได้มีแค่นี้ เมื่อคอแห้งอยากกินน้ำมะพร้าว ขณะที่กำลังสอยมะพร้าวอยู่นั้น กลับถูกลูกมะพร้าวตกใส่หัวจนเธอต้องเข้ามาอยู่ในร่างของ หญิงสาวที่ชื่อ เจียงเสวี่ยอิ๋ง ในยุค 80 เจียงเสวียอิ๋งเป็นคนที่เอาแต่ใจและเย่อหยิ่ง เธอมีแม่ที่คอบเลี้ยงดูและเอาใจใส่จนเกินไป ส่วนน้องสาวกลับกลายเป็นเด็กรับใช้ให้พี่สาว พอได้รับความทรงจำมา พรลดาแทบอยากจะตายอีกรอบ แต่ทำไม่ได้จึงต้องยอมรับชะตากรรม เมื่อมาอยู่ในร่างนี้แล้ว สิ่งแรกที่ต้องทำคือปรับตัวเองให้ได้ และต้องทำให้น้องสาวเลิกกลัว และครอบครัวกลัวมาเป็นครอบครัวอีกครั้ง และต่อมาเธอตั้งใจว่าจะทำการค้าโดยการขายอาหารเพื่อให้ครอบครัวมีกินมีใช้ และส่งน้องสาวเพียงคนเดียวให้เรียนต่ออย่างที่หวัง เจียงเสวี่ยหนิงคนใหม่จะทำได้อย่างที่ตั้งใจหรือไม่ ตามมาเอาใจช่วยเธอได้เลยค่ะ
もっと見るHari ini aku tengah bersantai setelah beberapa hari sibuk mengurus acara pernikahan mommy. Aku juga bisa menenangkan hatiku untuk sesaat setelah apa yang kulihat beberapa hari yang lalu. Kejadian di mana aku hanya bisa membeku dan mematung melihat perselingkuhan diantara Ardian dan seorang wanita yang tidak aku kenal. Aku tebak wanita itu lebih tua dariku dan juga Ardian. Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana ekspresi Ardian ketika aku memergokinya tengah berselingkuh. Sambil menahan tangis dan menahan semua emosiku aku hanya bisa menatap tajam ke arah Ardian dan juga wanita itu secara bergantian.
Bagaimana aku tidak marah, setelah begitu merindukan Ardian karena kesibukanku dan tak bisa bertemu selama beberapa hari, aku berniat memberikan sebuah kejutan kecil dengan datang ke rumahnya. Ketika aku membuka pintu, senyuman yang merekah di wajahku langsung hilang seketika. Di sana, Ardian tengah duduk di sofa ruang tamu dengan seorang wanita di atasnya.
“Kiran?” Ardian buru-buru mendorong tubuh wanita itu dari pangkuannya. Ia segera bangkit berdiri untuk menghampiriku.
“Ardian, kau tega sekali berselingkuh di belakangku!” Aku menatap tajam Ardian sambil mengepalkan tangan, mencoba menahan emosiku.
“Kiran, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu. Apa yang kau lihat tidak seperti yang kau pikirkan,” ucap Ardian mencoba menjelaskan kepadaku dengan raut wajah yang gelisah.
Aku mendorong tubuh Ardian kuat-kuat, membuat pria yang aku cintai itu mundur beberapa langkah. “Kita putus!”
Detik berikutnya, aku meninggalkan Ardian tanpa menoleh ke belakang sedikit pun. Aku tidak peduli dengan Ardian yang terus saja memanggilku dari kejauhan. Aku terus melangkahkan kaki dengan yakin seraya menyeka air mataku dengan kasar. Saat itu hatiku begitu hancur seperti ada banyak duri tajam yang menancap di dalamnya sampai membuat dadaku terasa sesak.
“Kiran, ada seseorang yang ingin menemuimu di luar,” ucap Mommy setelah membuka pintuku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Suara kencang Mommy membuyarkan lamunan burukku tentang Ardian saat ia tertangkap basah berselingkuh beberapa hari yang lalu.
“Katakan saja aku tidak ada, Mom. Aku sedang tidak ingin menemui siapa pun untuk sekarang,” balasku dengan nada pelan dan juga malas.
“Mommy sudah mengatakan jika kau akan turun sebentar lagi.”
Aku langsung menoleh ke arah mommy dan menatapnya dengan sinis. Ia hanya menggerakkan bahunya dan menyuruhku untuk segera turun dan menemui orang yang ingin bertemu denganku itu. Dengan perasaan malas dicampur kesal, aku keluar dari kamar tanpa berbicara dengan mommy yang masih berdiri di ambang pintu.
Aku menuruni tangga dengan malas seraya melihat ke arah orang yang duduk di sofa menungguku. Aku langsung tersenyum miring setelah melihat siapa yang datang.
“Sedang apa kau di sini?” tanyaku setelah berada di ujung tangga.
Ardian langsung menoleh ke arahku dan berdiri dari duduknya. “Kiran, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu.”
“Semuanya sudah jelas! Kita tidak memiliki hubungan apa pun lagi dan tidak ada yang perlu dibicarakan!” Suaraku meninggi dan bernada tegas.
Aku benar-benar muak dan jijik melihat seorang pengkhianat yang berani datang ke sini setelah apa yang sudah ia perbuat padaku.
“Kiran, sebaiknya kau mendengarkan lebih dulu apa yang ingin aku sampaikan. Apa salahnya jika aku ingin berbicara empat mata denganmu?”
Aku terdiam sejenak, mencoba berpikir untuk membiarkan Ardian memberi penjelasan. Namun, apa salahnya jika aku mendengarkannya lebih dahulu. Anggap saja jika ini semua adalah perpisahan antara aku dan Ardian. Memang, aku berencana untuk ikut bersama mommy dan ayah tiriku keluar kota beberapa hari lagi. Aku menarik napasku dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar.
“Baiklah,” jawabku akhirnya memberi keputusan setelah beberapa menit menimbang-nimbang.
***
Ardian membawaku ke sebuah cafe yang terletak tidak terlalu jauh dari kediamanku. Ia juga memesankan minuman dan juga beberapa makanan untukku.
“Jadi ... apa yang ingin kau katakan kepadaku, Ardian? Aku tidak memiliki banyak waktu untuk berbincang denganmu di sini,” ucapku langsung tanpa basa-basi lagi.
Meski wajah Ardian bisa dibilang cukup tampan—membuatku sampai tergila-gila padanya—aku cukup menyesal memberikan semua yang Ardian inginkan, termasuk sesuatu yang selama ini aku jaga. Aku tidak menyangka, jika pria yang duduk di depanku ini bukan lagi kekasihku. Ardian, dia hanyalah seorang pria brengsek yang berani mengkhianatiku setelah aku memberikan tubuhku. Jika teringat dengan semua yang sudah terjadi, aku benar-benar ingin menangis. Tetapi, nasi sudah menjadi bubur. Waktu yang sudah terjadi tidak akan pernah terulang. Aku menangis sampai histeris pun tidak akan pernah merubah keadaan. Yang bisa aku lakukan sekarang, hanyalah mencoba berdamai dengan diriku maupun masa laluku.
“Kiran, aku tahu jika apa yang aku lakukan itu salah. Aku tidak tahu apa yang berada di pikiranku sampai aku berani mengkhianati wanita yang aku cintai. Kiran, aku mohon kepadamu dengan setulus hatiku yang paling dalam untuk memaafkanku. Tidak, aku memang tidak pantas untuk kau maafkan. Tetapi, Kiran, aku benar-benar mencintaimu. Aku ingin kita sama-sama membangun kembali hubungan kita. Aku berjanji untuk memperbaiki kesalahanku yang sudah aku perbuat padamu.”
Ardian meraih tanganku dan menggenggam dengan erat. Namun, dengan cepat aku langsung menepis tangan Ardian, lalu menatap sinis ke arah pria yang sudah mengkhianatiku itu seraya tersenyum kecut setelah mendengar permintaan Ardian yang tidak tahu malu itu.
“Ardian, aku sudah memaafkanmu. Tetapi pengkhianatanmu kepadaku tidak pernah bisa aku lupakan. Bagaimana bisa kau tidak tahu malu memintaku untuk memperbaiki hubungan yang tidak bisa lagi utuh seperti dulu?” Aku memalingkan wajahku ke arah lain.
Aku tak sanggup melihat wajah Ardian yang menatapku dengan sendu. Aku tidak mau lagi tergoda dengan wajah tampannya. Hatiku terlalu sakit untuk menjalani semua ini. Lebih baik, aku kehilangan Ardian di sisiku daripada bayangan pengkhianatan Ardian terus saja membayang-bayangiku jika aku kembali menerimanya.
Ardian cukup tertegun dengan apa yang kukatakan padanya. Ia membenarkan duduknya seraya menatapku dengan ekspresi kecewa. “Kiran, tidak bisakah kau memikirkannya lebih dulu sebelum kau mengatakan semuanya seperti ini? Kau baru saja membuatku kecewa.”
Spontan aku langsung menoleh dengan menatapnya nanar. “Kau lebih membuatku kecewa, Ardian! Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku dan memberikan apa pun yang kau mau. Dengan mudahnya kau berkhianat dan merusak kepercayaanku padamu. Dan, betapa tidak tahu malunya dirimu berkata seperti itu kepadaku!”
Emosiku tiba-tiba saja meluap seketika. Suaraku meninggi membuat orang-orang melihat ke arah kami berdua. Namun, aku tidak peduli dengan pandangan orang-orang itu. Aku beranjak dari kursiku, berniat meninggalkan Ardian. Aku tidak mau emosiku meluap-luap tanpa bisa kukendalikan dan membuatku terlihat bodoh di mata orang lain.
“Kiran,” panggil Ardian, membuatku terpaksa menghentikan langkahku. “Lalu bagaimana dengan nasib tabungan bersama kita? Aku juga memiliki hak untuk mendapatkan uangku kembali.”
วันเวลาผ่านไป...วันนี้อากาศดีมากสองสามีภรรยาพาลูกชายตัวน้อยของพวกเขาไปปิกนิกที่สวนสาธารณะกลางเมือง เจิ้งเจียห่าวในวัยเพียงไม่กี่ขวบวิ่งเล่นไปมารอบบริเวณที่พ่อกับแม่นั่งอยู่อย่างสนุสนาน ขณะที่หานเจิ้นตงกำลังนั่งคิดอะไรเรื่อยเปื่อย ส่วนเจียงเสวี่ยอิ๋งก็หยิบเอาอาหารที่เตรียมมาออกมาจากตะกร้าท่ามกลางความเงียบสงบของสวนสาธารณะ พวกเขานั่งบนผ้าปูที่นั่งที่เตรียมมาและเริ่มพูดคุยกันถึงอนาคตของครอบครัวที่พวกเขาฝันไว้ เมื่อพวกเขามองดูลูกชายเจียงเสวี่ยอิ๋งก็เริ่มพูดออกมาอย่างเงียบ ๆ“พี่ตง... ฉันว่าเราควรเริ่มลดบทบาทของเราในธุรกิจแล้วนะ” เจียงเสวี่ยอิ๋งเริ่มต้นด้วยเสียงที่แผ่วเบา แต่มีความมุ่งมั่นอยู่ในนั้นหานเจิ้นตงมองไปที่เธออย่างสนใจแล้วถาม “หมายความว่าไงครับ เราจะให้ใครมาดูแลธุรกิจแทนอย่างนั้นเหรอ”เจียงเสวี่ยอิ๋งยิ้มบางๆ และพยักหน้า “ใช่ค่ะ... เราจะจ้างคนเก่ง ๆ มาทำงานแทนเรา แล้วเราจะได้ทุ่มเทเวลาให้กับครอบครัว อย่างน้อยตอนนี้ธุรกิจของเราเติบโตพอสมควรแล้วนะ ทั้งเราและลูก เราสามคนมีชีวิตที่พอเพียงแล้วนะ”หานเจิ้นตงยังคงฟังเธอด้วยความตั้งใจ เขารู้สึกว่ามีอะไรบางอย่างที่ไม่เหมือนเดิม แต่เมื่อม
บทส่งท้าย ครอบครัวที่สมบูรณ์เมื่อหานเจิ้นตงก้าวเข้ามา ทุกสายตาต่างจับจ้องมาที่เขา บรรดาญาติ ๆ ต่างตกตะลึงเมื่อเห็นชายหนุ่มผู้มีใบหน้าละม้ายคล้ายเจิ้งซ่านหยวน บางคนถึงกับน้ำตาคลอเบ้า ย่าของเขาแนะนำเขาให้ทุกคนรู้จัก เสียงทักทายดังขึ้นอย่างต่อเนื่อง ทุกคนต่างเข้ามาทักทายและต้อนรับเขาด้วยความยินดีชายหนุ่มได้พบกับลูกพี่ลูกน้องหลายคน รวมถึงเหล่าบรรดาน้า ๆ ที่ต่างพากันมองเขาด้วยความประหลาดใจปนยินดี หานเจิ้นตงรับรู้ได้ถึงความอบอุ่นของครอบครัวที่เขาไม่เคยสัมผัสมาก่อน แม้จะเป็นการพบกันครั้งแรก แต่ทุกคนต่างให้การต้อนรับเขาอย่างดีท่ามกลางสายตาของญาติ ๆ กลับมีหญิงสาวคนหนึ่งที่จ้องมอชายหนุ่มงด้วยแววตาที่แตกต่างจากคนอื่น จิงเหยียน ญาติห่าง ๆ ของเขา หญิงสาวใบหน้างดงาม ดวงตากลมโตเต็มไปด้วยความหลงใหลตั้งแต่แรกเห็น หัวใจของเธอเต้นแรงยามที่สบตากับหานเจิ้นตงค่ำคืนนั้นท่ามกลางแสงจันทร์สลัว จิงเหยียนถือโอกาสเข้าหาหานเจิ้นตงขณะที่เขาอยู่เพียงลำพังที่สวนหลังเรือน“พี่เจิ้นตง ฉัน...ฉันชอบพี่” จิงเหยียนพูดออกมาอย่างตรงไปตรงมา เธอจ้องมองเขาด้วยสายตาแน่วแน่และเต็มไปด้วยความคาดหวังหานเจิ้นตงถอนหายใจ เขาไม่แปล
หัวใจของหานเจิ้นตงเต้นแรง นี่เป็นครั้งที่สองที่เขาได้ยินชื่อ ‘เจิ้งซ่านหยวน’ ก่อนหน้านี่เหมือนกับว่าเขาเคยได้ยินชื่อนี้มาแล้ว“คุณยาย ผมคิดว่าคุณยายอาจจะเข้าใจผิดไปจริง ๆ ผมเพิ่งจะอายุยี่สิบกว่าเองนะครับ เป็นลูกของคุณยายไม่ได้หรอก” ชายหนุ่มพยายามพูดด้วยน้ำเสียงนุ่มนวลและแล้วอยู่ ๆ ก็นึกขึ้นมาได้อย่างกระทันหันว่า เมื่อตอนที่แม่เอาสมุดบันทึกกับรูปของพ่อให้เขาดูนั้น แม่บอกว่าพ่อชื่อเจิ้งซ่านหยวน คิดแล้วก็ถึงกับอึ้งไปชั่วครู่แต่หญิงชรากลับจับมือเขาไว้แน่นกว่าเดิม นางมองเขาด้วยสายตาเว้าวอน “ลูก…พ่อหนุ่มคือสายเลือดของตระกูลเจิ้งใช่ใหม่”หานเจิ้นตงเงียบไปชั่วขณะ เนื่องจากไม่แน่ใจเหมือนกัน“แม่เคยบอกกับผมว่าพ่อของผมชื่อเจิ้งซ่านหยวน” เขาตอบอย่างระมัดระวัง “แต่ผมไม่เคยพบพ่อ”เมื่อได้ยินเช่นนั้น นางจึงเบิกตากว้างด้วยความตกใจ ก่อนจะหลั่งน้ำตาออกมาอีกครั้ง “พ่อหนุ่มต้องเป็นลูกชายของซ่านหยวนแน่ ๆ หน้าตาช่างเหมือนกับซ่านหยวนมาก ฉันคือย่าของพ่อหนุ่ม พ่อหนุ่มเป็นหลานของย่าจริง ๆ”หานเจิ้นตงตกตะลึงไปชั่วขณะ หัวใจของเขาสับสน เขาเฝ้ารอวันที่จะกลับบ้านไปพบภรรยาอันเป็นที่รัก แต่ตอนนี้…โชคชะตากลับดึงเขาใ
อดีตที่ไม่เคยรับรู้เธอเม้มริมฝีปากแน่น แล้วพูดขึ้นมาอีกว่า “ที่ผ่านมาฉันเห็นอาตงต้องอดทนมากขนาดไหน ที่ถูกพ่อเลี้ยงกับน้องชายข่มขู่หาผลประโยชน์ ฉันรู้ว่าพี่มองฉันเป็นเพียงเครื่องมือที่ใช้กดดันอาตง ใช้ฉันเป็นข้ออ้างให้อาตงต้องยอมทำทุกอย่าง ฉันรู้ดีทุกอย่างแต่เลือกที่จะเงียบ เพราะกลัวว่าหากข้าขัดขืนพี่ก็จะรังแกเขายิ่งกว่านี้”“ถางเล่อถง! เธอนี่มัน...” หานเหอรุ่ยเบิกตากว้าง และพยายามพูด“แต่ตอนนี้ฉันไม่ไหวแล้ว” เธอตะโกนขึ้นเป็นครั้งแรกในชีวิต แล้วมองสามีของตนด้วยสายตาที่เต็มไปด้วยความผิดหวัง “ฉันจะไม่ทนอีกแล้ว ฉันขอหย่า!!”คำพูดของเธอทำให้ทุกคนในร้านตกตะลึง แม้แต่หานเจิ้นตงเองก็เบิกตากว้างมองแม่ด้วยความประหลาดใจถางเล่อถงหันไปมองลูกชาย แม้ว่าใบหน้าจะมีรอยยิ้มบางๆ แต่ก็เต็มไปด้วยความเศร้า “แม่ขอโทษนะ ที่ผ่านมาต้องทำให้ลูกลำบาก อาตง...แม่อ่อนแอเกินไป ทำให้ลูกต้องถูกเอาเปรียบมาทั้งชีวิต”หานเจิ้นตงรู้สึกเหมือนมีบางอย่างจุกอยู่ในอก เขาเข้าใจทุกอย่างดีมาตลอด แต่เมื่อได้ยินแม่พูดออกมาแบบนี้หัวใจของเขากลับเจ็บปวดอย่างบอกไม่ถูก เขาล้วงมือเข้าไปในลิ้นชัก หยิบเอาเงินปึกเดิมนั้นออกมาแล้วยื่นมันให้ห
เมื่อเห็นสมุดจดรายการต่าง ๆ ที่คนรักส่งให้ดูก็ถึงกับเบิกตากว้าง แล้วอดภูมิใจในตัวเองไม่ได้ แต่สิ่งที่ทำให้เขาตื่นเต้นยิ่งกว่าก็คือนี่คงเป็นช่วงที่เขาจะต้องกำหนดวันแต่งงานแล้วอย่างไรล่ะ“ถ้าอย่างนั้นพวกเราก็แต่งงานกันได้เลยสิ?”“ได้ค่ะ จัดพรุ่งนี้เลยก็ได้” หญิงสาวตอบรับอย่างยิ้มแย้มหลังจากผ่านคืนวั
ฉันจะไม่แต่งงานกับลูกชายรองของคุณหานจื่อหรงไปกินข้าวที่ร้านของเจียงเสวี่ยอิ๋งทุกวันและยังคงเทียวไล้เที่ยวขื่อเธอทุกวันเช่นกัน นานวันเข้าก็เปลี่ยนเป็นเข้ามาใกล้ชิดและพยายามที่จะจับเนื้อต้องตัว จนในที่สุดเจียงเสวี่ยอิ๋งก็เริ่มรำคาญและทนไม่ไหว เพราะรู้จุดประสงค์ของเขาแล้วว่าเขาไม่ได้มาเพื่อกินข้าวดั
ผมจะแต่งงานครับ“ครับแม่ นี่กำลังทำอะไรอยู่เหรอครับ” ชายหนุ่มถามเมื่อเห็นมือของแม่กำลังวุ่นอยู่กับการถักอะไรบางอย่าง“แม่กำลังถักเสื้อให้ลูกอยู่ไง เดี๋ยวอีกไม่กี่เดือนอากาศก็หนาวแล้ว” ถางเล่อถงตอบ นางหยิบเสื้อที่กำลังถักขึ้นมาทาบเข้ากับตัวลูกชาย พร้อมกับพูดด้วยรอยิมอีกครั้ง “แม่กะขนาดไว้ไม่ผิด น่าจ
“เดี๋ยวพี่ไปช่วยน้องเสวี่ยหนิงล้างจานดีกว่า ตรงนี้มีคนช่วยเยอะแล้ว” จางอี้หันไปบอกกับคนอื่น ๆ ก่อนจะเดินตามเจียงเสวี่ยหนิงไปหลังร้าน ก่อนหน้านี้เขาเห็นแล้วว่าถ้วยจานหลังร้านนั้นมีมากจริง ๆ“เสวี่ยอิ๋ง ป้ายหน้าร้านนี้จะให้เขียนชื่อร้านว่าอะไรเหรอ” หานเจิ้นตงถือไม้อัดแผ่นหนึ่งเดินเข้ามาในร้าน เขาตั้ง











