LOGIN1.เรื่อง ชิงรักพิศวาส นางเอกอยากออกจากบ้าน โดยอาศัยพระเอกที่เป็นมาเฟียและกำลังจะเป็นคู่หมั้นน้องสาว เธอใช้กายเข้าแลก 2.เรื่อง รักครั้งใหม่ หัวใจยังคงเดิม พระเอกกับนางเอกเลิกรากันเพราะความเข้าใจผิด ผ่านมาสามปี พระเอกนางเอกกลับมาเจอกันอีกครั้ง เป็นจังหวะเหมาะที่สุด นางเอกดันเลิกกับแฟนพอดี
View More"Wow ... kue buatan Mama bagus sekali!" sorak Geovan sambil bertepuk tangan dengan wajah dipenuhi senyuman.
Arthalita Yudono sedang menghias sponge cake dengan butter cream warna pink menggunakan pipping bag. Dia tersenyum gembira mendengar pujian putranya. "Iya dong, Sayang. Ini 'kan buat merayakan ulang tahun pernikahan papa dan mama. Semoga papa bisa pulang cepat dari kantor hari ini!" jawabnya. Seusai menyelesaikan dekorasi kue susun tiga itu, Artha melanjutkan acara masak-masak berbagai hidangan istimewa kesukaan keluarga kecilnya ditemani Geovan di dapur. Detik demi detik bergulir hingga langit di luar rumah terlihat mulai gelap. Meja makan sudah dipenuhi dengan berbagai sajian yang dibuat sendiri oleh Artha. Di rumah itu tidak ada pembantu rumah tangga, semua pekerjaan bersih-bersih, belanja, memasak, mencuci dilakukan sendiri oleh Artha setiap harinya. Namun, segalanya bisa terselesaikan dan rumah terlihat bersih terawat. Pukul 19.00 WIB, Geovan yang masih berusia enam tahun sudah mulai rewel karena lapar dan di meja penuh berbagai makanan lezat menggugah selera. Dia merengek sambil berkata, "Mama ... kapan papa pulang? Geo sudah lapar, apa nggak boleh kucomot sedikit saja makanan di meja?" "Sabar ya, Nak. Seharusnya papa kamu sudah ada di jalan pulang ke rumah. Papa tadi bilang ke mama lewat telepon kalau dia akan tiba tepat waktu bersama nenek juga. Tadi nenek kamu ada arisan di rumah teman dekatnya lalu minta dijemput sama papa sekalian!" hibur Artha seraya membelai kepala Geovan. Bocah itu pun mengangguk patuh meskipun bibirnya mencebik. Dia memegangi perutnya yang sudah berkeriut-keriut kelaparan. Tak biasanya dia terlambat makan sampai lebih dari jam tujuh malam. Hari ini spesial untuk mama dan papanya, dia tak ingin nakal dengan merusak suasana gembira. Akhirnya, pukul 20.15 WIB pintu teras depan dibuka dari luar. Suara itu membuat Geovan yang telah menanti-nanti kepulangan papanya sejak tadi melonjak kegirangan di atas kursinya. "Ma, itu pasti papa!" serunya penuh semangat. "Iya, Nak. Yuk kita sambut papa dan juga nenek!" sahut Artha sambil membawa confetti boom bersama Geovan. "Darrr!" "Darrr!" Serpihan kertas berkilauan warna warni berhamburan di udara menyambut kedatangan Banyu Respati yang melangkah masuk ke ruang makan. Namun, raut wajah pria itu sepertinya tak senang. "Hey, apa-apaan ini?!" tukas Banyu tajam sembari menoleh ke arah istrinya. "Happy anniversary ketujuh, Mas!" ucap Artha yang tersenyum gembira seraya maju mendekat ingin memberikan pelukan ke suaminya. Tanpa disangka tangan suaminya menepis dan mendorong bahu Artha sampai-sampai dia terhuyung ke belakang nyaris jatuh bila Geovan tidak menahannya. Dari belakang Banyu muncul Nyonya Diana Respati bersama seorang wanita tinggi semampai yang berparas cantik. Artha belum pernah mengenal wanita muda itu sebelumnya. Dia pun tak mengerti alasan kedatangan tamu tersebut malam-malam begini. 'Apa dia kerabat Mas Banyu atau koleganya ya? Mungkin diundang untuk ikut merayakan ulang tahun pernikahan kami!' batin Artha tetap berpikir positif. "Ckckck ... apa-apaan ini kok masak banyak banget sih, Tha? Sudah kayak mau arisan aja hidangannya semeja penuh begini. Dasar menantu boros!" omel Nyonya Diana tak setuju saat melihat isi meja makan penuh makanan mewah. "Ma, ini untuk perayaan anniversary pernikahan kami yang ketujuh. Semua aku sendiri kok yang memasaknya, nggak ada yang beli dari luar!" jawab Artha dengan wajah pucat pasi karena takut mertuanya mengamuk. Banyu tanpa mempedulikan perdebatan istri dan ibunya melangkah ke meja makan lalu menarik kursi kosong seraya berkata, "Ratna, duduk di sini dulu ya, kita makan bareng. Eman-eman kalau makanannya terbuang percuma!" Wanita yang dipanggil dengan sebutan nama Ratna itu melenggang ringan di atas sepatu high heels seraya melemparkan tatapan sinis merendahkan ke arah Artha. Dia menempatkan bokongnya di kursi yang ditarikkan oleh Banyu dan mengucap terima kasih singkat bernada elegan. "Istri kamu pintar masak, Mas. Wah, lihat ... masakannya sekelas koki restoran mahal lho. Coba kucicipin ya!" ujar Ratna lalu meraih sendok perak di samping piringnya. Dia menyendok sepotong daging ayam fillet goreng tepung dengan saus mentega kesukaan Geovan lalu mengunyah penuh penghayatan. "Mmm ... enak nih!" tukasnya. "Kamu makan yang banyak kalau memang suka, Ratna!" sahut Banyu. Kemudian dia mengambilkan lebih banyak potongan daging ayam itu ke piring wanita itu dengan penuh perhatian. Geovan mulai menangis, dia memeluk kaki mamanya yang mematung menatap suaminya memperlakukan wanita lain di hadapannya dengan mesra. "Ma, Geo lapar. Kok malah tante itu sih yang makan?!" tanya bocah itu dengan polosnya seakan-akan tak terima setelah penantiannya berjam-jam menahan keinginan untuk makan duluan tadi sampai sekarang kelaparan. "Sabar ya, Nak. Ya sudah, kita duduk juga lalu Mama ambilkan makanan kesukaan kamu, Sayang!" Artha berusaha menghibur putranya yang kecewa atas kelakuan papa dan tamu tak diundang itu. Dia pun duduk di seberang Banyu lalu mulai mengambilkan nasi serta berbagai lauk ke piring putranya. Sementara napsu makannya telah lenyap meski tak dipungkiri perutnya pun keroncongan. Hidangan istimewa yang seharusnya nikmat terasa hambar di lidahnya. Sesekali Artha melirik ke arah suaminya yang berbicara dengan nada penuh kehangatan dan sesekali mengambilkan makanan ke piring Ratna lagi. Perhatian Banyu tercurah seluruhnya ke wanita lain, bukan dirinya yang telah mendampingi dalam suka duka selama tujuh tahun terakhir. Nyonya Diana Respati pun berdehem keras lalu bertanya kepada putranya, "Banyu, kapan kamu mau bilang ke Artha tentang Ratna?" Pertanyaan itu menggantung dalam keheningan di meja makan. Artha menatap Banyu dan Ratna bergantian dengan kening berkerut tak paham dengan maksud mama mertuanya. Dia juga menunggu penjelasan suaminya dengan situasi janggal yang terjadi malam ini di rumah mereka. Tiba-tiba suara Geovan memecah kesunyian. "Mama, kue ulang tahun pernikahan yang tadi, apa sudah bisa dipotong?" "Umm ... oke, biar Mama bawa ke meja makan. Sebentar ya!" jawab Artha dengan pikiran yang sulit untuk tetap positif. Dia menahan diri sekuat-kuatnya untuk tidak menangis. Segala jerih lelahnya mempersiapkan perayaan kecil anniversary pernikahan seolah sia-sia. Dengan meja dorong beroda empat, Artha membawa kue susun tiga yang terlihat cantik sekaligus lezat dengan dekorasi cherry merah di atas butter cream berwarna putih pink. Ada boneka sepasang pengantin yang sedang berdiri berpegangan tangan melambangkan dia dan Banyu di puncak kue teratas. Lilin merah berbentuk angka 7 tertancap di susunan paling bawah kue itu. "Banyu, apa bisa aku pinjam korek gas sebentar untuk menyalakan lilinnya?" tanya Artha dengan hati teriris-iris. Suaminya justru sedang duduk merangkul bahu wanita lain di hadapannya. Sementara dia merayakan ulang tahun pernikahan dengan dada sesak oleh air mata. Pria itu menoleh perlahan dengan acuh tak acuh merogoh saku kemeja lalu mengeluarkan korek gas miliknya. "Nih, kasih ke mama kamu, Geo!" ucap Banyu tanpa repot-repot bangkit berdiri dari tempatnya. "Lho, Mas ... siapa dong yang tiup lilinnya? Kamu nggak ikut berdiri di sana?" tanya Ratna dengan sengaja. Senyuman menghina terukir di bibir merahnya seraya melirik ke arah Artha.บทที่ 19 ความรักบังตา“เด็ก ๆ ไปพักเถอะ เรื่องสู่ขอพวกผู้ใหญ่จะคุยกันเอง” พ่อของพี่แมทพูดขึ้น พวกเราก็ทำตามอย่างว่าง่าย พากันออกมาจากตรงนั้น ยัยโรส พี่ภูมิ พี่นิดา ยัยเม ก็พากันเดินแยกไป เหลือแค่ฉันกับพี่แมทที่เดินเคียงคู่กันออกมา“นี่แหนะ ๆ ”“โอ๊ย ๆ นิราตีพี่ทำไมครับ พี่เจ็บนะครับ”“ทำไมไม่บอกให้นิราเตรียมตัวบ้างล่ะคะ จะมาสู่ขอทั้งที ให้นิิราแต่งตัวสวย ๆ บ้างไม่ได้เหรอคะ”“กว่าจะเตรียมตัว ก็ไม่ทันไอ้ธามนะสิ เมื่อเช้ามันโทรมาบอกว่าจะไปสู่ขอนิรา พี่ได้ยินแบบนั้นพี่รีบเด้งตัวลุกจากเตียงไปหาพ่อแม่ทั้งที่ใส่ผ้าขนหนูพันช่วงล่างเลยแถมยังไม่ใส่กางเกงในด้วย ไอ้หนอนน้อยห้อยโตงเตงอยู่เลย พี่กลัวไม่ทันการณ์แหนะ”“ฮ่า ๆ รีบขนาดนั้นเลยเหรอคะ”“ใช่ พี่ไม่อยากเสียนิราไปอีก พี่รักนิรา พี่อยากครอบครองเพียงผู้เดียว ต่อให้นิราของพี่จะผ่านใครมาแล้วก็ตาม แต่คนสุดท้ายของน้องต้องเป็นพี่คนหล่อคนนี้คนเดียวครับ”“แหนะ ยังอวยตัวเองอยู่อีก แล้วทำไมต้องโกหกว่าไปทำงานด้วยคะ”“กะจะเซอร์ไพร์สไงครับ น้องว่าพี่ไม่หล่อเหรอ?”“ห
บทที่ 18 เลือกใครบ้านภาณุเมศธนันฉันกลับถึงบ้านก็แปลกใจไม่น้อยเพราะมีรถรามากมายที่ไม่รู้จักจอดอยู่ด้วย แต่มีสองคันที่ฉันรู้จักดี นั่นก็คือ...“รถพี่ธามนี่น่า” ยัยเมพูดขึ้นพร้อมสอดส่อง“นี่รถพี่แมทใช่ไหม” ฉันพูดขึ้น“ใช่ ๆ อะไรเนี่ย วันรวมญาติเหรอ? นั่นมันรถที่บ้านฉันนี่น่า ใครพามา หรือพ่อแม่ฉันจะมาด้วย” พี่แมทคิดจะทำอะไรเนี่ย“ไม่รู้สิ แต่ฉันไม่อยากเข้าบ้านเลยตอนนี้”ทำไมหัวใจมันสั่นขนาดนี้ กลัวหรือกังวลอะไรกันแน่ เฮ้อ~“นิรา กว่าจะมาได้นะ รีบเข้าไปข้างในเถอะ ไป ๆ เมมาด้วยสิ” ยัยโรสออกมาถึงจับมือฉันทันที สองคนนี้ทำความรู้จักกันเมื่อคืนที่ผับแล้ว“โรส พี่แมทมาที่นี่เหรอ” ยัยเมถามขึ้น“ใช่ เมไม่รู้เหรอว่าพ่อแม่เมมาด้วยนะ” สิ้นเสียงยัยโรส ฉันหยุดเดินเสียดื้อ ๆ“แกเป็นอะไรยัยนิรา” ยัยเมถามด้วยความแปลกใจ“นั่นสิ นิราแกโอเคไหมเนี่ย” ยัยโรสมองหน้าฉัน“พี่ธามมาด้วยเหรอ? ” ฉันถามขึ้น“ใช่ ๆ ฉันได้ยินพี่แมทเรียกไอ้ธาม”พี่แมทกับพี่ธามมาทำไม มีอะไรเกิดขึ้นเหรอ
บทที่ 17 ปรับความเข้าใจกันแลัวผับMพวกเรามาสักพักแล้ว มีแค่ฉันกับพี่แมทที่นั่งอยู่ที่เดิม ส่วนยัยเมออกไปเต้นแล้ว วันนี้ให้นางหนึ่งวัน ให้ปล่อยสุดเหวี่ยงไปเลยฉันที่นั่งอยู่ ตอนนี้เริ่มรำคาญอีตาพี่แมทแล้วสิ มาคลอเคลีย นัวเนีย ฉันไม่ห่างเลย อะไรจะขนาดนั้น“นั่งดี ๆ จะตายเหรอคะพี่แมท”“โห ดูพูดเข้า”“นิราเบื่อพี่แล้วนะคะ นั่งห่าง ๆ บ้างก็ได้ นี่จะสิงนิราแล้วนะคะ”“ก็พี่ติดนิราไปแล้วอ่า”“เป็นแบบนี้กับทุกคนใช่ไหมคะ?”“ไม่เอาไม่พูดเรื่องเก่าแล้ว”“นิรา พี่แมท” ฉันหันมองเสียงที่คุ้นหูของอดีตเพื่อนรักที่ควงมากับ....“พี่ภูมิ!” เมื่อเห็นพี่ชาย ฉันก็รีบแกะมือพี่แมทออกจากร่างบาง แล้วลุกขึ้นยืนทันที“นิรา” พี่แมทมองฉันด้วยสายตาละห้อยก่อนจะหันไปมองพี่ภูมิกับยัยโรสที่ควงกันมา สองคนนี้สงสัยจะคบกันแล้วจริง ๆ สินะ“พี่ภูมิอย่าดุนิราเลยค่ะ” เสนอหน้า! ฉันไม่ได้ให้ช่วยสักหน่อยยัยนี่! หึก“บอกแม่แน่ ๆ เป็นเด็กเป็นเล็กหัดเข้าผับกินเหล้า ควงผู้ชาย นิสัยไม่ดี”“นิราไม่ได้
บทที่ 16 เช้าอกหัก เย็นได้แฟนใหม่การขัดขืนไม่เป็นผล มิสู้เข้าร่วม และฉันก็เลยจุดนั้นไปแล้ว พี่เขาไม่เพียงไม่ให้ฉันได้เอ่ยปากพูดอะไร ยังทำให้ฉันเกือบจะขาดใจตายอีก เพียงแค่ฉันออกเสียงจะพูด เขาก็ก้มมาประกบจูบอย่างนัวเนีย ช่วงล่างก็ทำหน้าที่ของมันไป ฉันแทบจะแยกอารมณ์ไม่ได้ หายใจไม่ทั่วท้อง จะตายเสียให้ได้ภารกิจร่วมรักบนเตียงหนา ไม่ได้ร้อนแรงอย่างที่คิด มันกลับอ่อนโยนเสียมากกว่า ท่วงทำนองของเอวหนาพริ้วไหว ไม่ได้กระแทกกระทั้น หรือลงแบบหยาบ ๆ แต่อย่างใด มันกลับอ่อนโยนมากกว่า เขาไม่ได้เร่งรีบ ทำไปเรื่อย แต่ก็ทำให้ฉันรู้สึกเกร็งเพราะความเสียวได้อารมณ์มาเต็ม หัวใจที่ร้อนรุ่มเริ่มเบิกบาน ภาพในครั้งอดีตย้อนกลับมา เป็นช่วงเวลาที่มีความสุข ที่ได้พูดคุยและหัวเราะด้วยกัน มันก็ยิ่งทำให้ฉันรู้สึกดีมาก ๆ เพียงแค่สบตาและได้มองคนตรงหน้า หัวใจเต้นไม่เป็นจังหวะ มีความสุขมาก ๆ เหมือนมันจะล้นอกแล้วพากันออกทางหู‘ พลั่บ ๆ ’เสียงเนื้อกระทบดังขึ้นพร้อมเสียงครางของเขาที่เริ่มดังขึ้นเรื่อย ๆ มีเพียงฉันที่นอนกัดฟันไม่ให้เสียงดังออกไป“ครางให้พี่ฟังหน่อยได้
บทที่ 10 ไม่อยากให้ดูเป็นคนโง่ติ๊ง ~ ครืดด ครืดด[ เมล่อน : อะไรเนี่ย เมเพิ่งบอกไปว่าแฟนยัยนิราชืี่ออะไร พี่ก็หาพี่ธามเจอแล้วเหรอ มันเกินไปไหม พี่ไม่ได้เก่งขนาดนั้น มันคงบังเอิญแน่ ๆ พี่รู้ตั้งแต่แรกอยู่แล้ว พี่แค่ถามให้แน่ใจใช่ไหมล่ะ ]หลังจากที่ผมส่งรูปที่เพิ่งถ่ายไป
บทที่ 9 หยุดพูดเดี๋ยวนี้ฉันยืนนิ่งเงียบไปเลย ไม่อยากขัดอะไร อยากให้พวกเขาคุยกันเองมากกว่า“ ใครบอกว่ามีย่าเป็นคนรับใช้ เธอเป็นลูกคนโตของคุณมนตรีต่างหากล่ะครับ ” เขาพูดจบก็ปล่อยมือมีร่าแล้วมาจับมือฉันแทน“ ฮะ จะ...จริงเหรอ ”“ ถ้าพ่อกับแม่ไม่เชื่อก็ถามคุณบัวแย้มดูสิครับ ”“ คุณบัวจริงเหรอคะ ” แม่ขอ
บทที่ 7 ถวายตัว“ ลุกขึ้นมากินข้าวก่อนสิ ”“ ฉันไม่หิวค่ะ ” ความจริงไม่มีแรงมากกว่า เขาเล่นไม่พักเลย จะมีแรงที่ไหนเหลือ“ ไม่หิวก็ต้องกิน เธอจะได้มีแรงปรนเปรอฉันอีก ”“ คุณยังไม่พออีกเหรอ ”“ ยัง ”“ คุณปล่อยให้ฉันกลับห้องไปเถอะ ตอนนี้แม่เลี้ยงคงตามหาฉันอยู่ ”“ ช่างพวกเขาสิ หาเธอไม่เจอก็ดี จะได้ไม
บทที่ 6 ทิ้งนางฟ้าไปหาคนรับใช้?ทางด้านบัวแย้ม มีร่า ตอนนี้กำลังหาคนหายอยู่ ซึ่งหาเท่าไหร่ก็ไม่เจอ“ แม่คิดว่ามันน่าจะหนีออกไปข้างนอกมากกว่า ”“ แต่หนูกลัวว่ามันจะไปป้วนเปี้ยนแถวห้องพี่เจย์มากกว่าค่ะคุณแม่ ถ้าพี่เจย์เห็นมันแล้วเปลี่ยนใจจากหนู จะทำยังไงดีคะ ”“ ไม่หรอก ตาเจย์เห็นมัน คงคิดว่าคนรับใช้





