LOGIN櫻井 王雅(さくらいおうが)23歳。 今まで金で買えなかったものなんかない。 櫻井グループの御曹司。 成績優秀。 容姿端麗。 性格王様。 女はすぐポイ捨て。 そんな男が初めて欲しいと思ったものは コロッケ3個100円の特売セールに微笑みを零す女 名を、真崎 美羽(まさき みう)。 なあ、美羽。 お前の心は、一体いくらで買い占められる? 1億? 2億? 俺の有り金で良ければ、いくらでも払ってやるよ。 総資産、何兆円もある。 今まで、金で買えないものなんか無かった。 だから お前のコロッケ笑顔を手に入れる方法がわからなくて こんなにも苦しい――
View MorePuncak Gunung Sumbing pagi itu nampak berkabut akibat hujan yang turun cukup lebat tadi malam. Hampir keseluruhan dedaunan pepohonan di gunung itu masih tampak basah dan berembun.
Arya yang tengah asyik berlatih, lantas berhenti lalu melangkah ke arah pondok begitu mendapat panggilan sang guru.
Pondok itu berukuran tidak terlalu besar, tetapi memiliki anak tangga yang tingginya sekitar 5 kaki. Arya pun menaiki tangga itu di mana di dalam pondok Nyi Konde Perak tengah duduk bersila.
Setiba di atas pondok itu Arya pun ikut duduk bersila di depan Nyi Konde Perak, tak lama kedua mata perempuan tua di depannya terbuka setelah beberapa saat yang lalu ia picingkan.
“Kenapa tiba-tiba saja Eyang memanggil saya? Padahal saya belum selesai berlatih pagi ini,” tanya Arya.
“Saya rasa sudah cukup kamu berlatih, semua ilmu yang saya wariskan sepertinya telah kau kuasai dengan baik. Saya memanggilmu ingin memberi tahu bahwasanya sudah waktunya kamu untuk turun gunung muridku,” tutur Nyi Konde Perak yang ternyata guru dari Arya.
“Lantas apa tugas yang akan saya lakukan karena Eyang memintaku segera turun gunung? Apakah saya ke Pulau Andalas dulu mencari keberadaan Ibu Saya itu?” Arya bertanya kembali.
“Hemmm, tentu saja tidak harus terlebih dahulu mencari Ibumu ke Pulau Andalas sana. Di Tanah Jawa ini banyak sekali permasalahan yang terjadi, perampokan, penindasan serta pemerkosaan yang dilakukan para manusia bejad. Pertempuran di mana-mana berebut kekuasaan dan itu menyebabkan banyaknya manusia-manusia tak berdosa yang menjadi korban, kau harus bisa memilah mana yang harus kamu bela mana yang musti kamu tumpas nantinya,” tutur Nyi Konde Perak.
“Tapi saya nanti diizinkan juga untuk mencari Ibu saya di Pulau Andalas sana kan Eyang?”
“Tentu saja Arya, sebab di Pulau Andalas juga kerap terjadi kekacauan oleh tangan-tangan yang tak bertanggung jawab. Mereka umumnya para pendekar-pendekar dari golongan hitam yang selalu suka berbuat kejahatan demi mencapai keinginannya, kamu harus berhati-hati mereka bukan saja tega membunuh siapa saja tapi juga pandai menyusun siasat licik.”
“Baik Eyang, nasehat dari Eyang akan selalu saya ingat.”
“Di dalam rimba persilatan sosok pendekar selalu memiliki julukan di samping nama yang melekat pada dirinya, julukan itu biasanya diberikan oleh sosok yang dihormati seperti Raja ataupun Guru. Untuk itu kamu saya beri julukan Rajawali Dari Andalas, tujuannya bukan untuk memamerkan diri karena memiliki ilmu tinggi melainkan sekedar julukan yang akan memudahkan bagi siapa saja yang pernah kamu tolong untuk mengingatmu nantinya,” tutur Nyi Konde Perak.
“Oh, seperti halnya Eyang yang dijuluki Nyi Konde Perak, begitu?” tanya Arya.
“Ya benar, tapi julukan saya ini bukan dari Guru saya melainkan dari seorang Raja yang dulu pernah saya bantu mempertahankan Kerajaannya dari serangan musuh.”
“Lalu apakah Brahma akan saya bawa serta dalam memulai perjalanan menegakan kebenaran di muka bumi ini, Eyang?”
Pemuda itu teringat pada seekor burung rajawali yang sangat besar berwarna putih. Sejak kecil, Arya selalu bermain dan dijaga oleh burung rajawali itu saat Nyi Konde Perak berpergian sejenak meninggalkan puncak Gunung Sumbing. Saking besarnya burung rajawali itu, Brahma bahkan mampu membawa beberapa orang dewasa di punggungnya sambil terbang dan mampu pula menjinjing dua ekor induk kerbau ke udara.
Brahma juga akan dengan mudah membunuh siapa saja yang ia lihat saat terbang di udara membuat keonaran di muka bumi, meskipun dia tak pandai bicara layaknya manusia namun ia faham setiap kata-kata yang diucapkan Nyi Konde Perak dan Arya.
Nyi Konde Perak terdiam, sebelum akhirnya ia berbicara, “Hemmm, kamu tidak boleh manja. Brahma bisa saja kamu panggil kapanpun kamu mau asal dalam keadaan benar-benar terdesak seperti halnya menggunakan Pedang Rajawali Putih,” jawab Nyi Konde Perak.
Arya pun mengangguk. “Baik Eyang, saya tidak akan sembarangan menggunakan Pedang Rajawali Putih atau juga memanggil Brahma.”
“Sekarang berangkatlah muridku. Selalu ikuti kata hatimu dalam setiap menentukan arah langkah, jika kau telah melangkah jangan pernah menoleh lagi ke belakang. Ingat Arya selalulah berpegang teguh pada amanah untuk menegakan kebenaran membasmi keangkaramurkaan di muka bumi ini,” Nyi Konde memberi nasehat.
“Baik Eyang, ilmu yang Eyang wariskan ini akan saya gunakan untuk membela kebenaran. Terima kasih selama ini saya Eyang asuh dan gembleng menjadi seorang pendekar, saya tidak tahu dengan apa akan membalas budi baik Eyang ini,” ucap Arya.
“Saya tak pernah mengharapkan balas budimu Arya, dengan kamu tetap berpegang teguh menggunakan ilmu yang kau miliki di jalan yang benar itu sudah cukup membuatku senang.”
“Saya pamit Eyang,” ucap Arya seraya membungkuk dan mencium kedua tangan Gurunya, Nyi Konde Perak tersenyum lalu mengusap-usap pundak muridnya itu.
Setelah Arya turun dari pondok ia pun langsung langkahkan kakinya menuruni lereng Gunung Sumbing itu sambil bersiul-siul.
Seperti yang tadi disarankan Gurunya, Arya tak sekalipun menoleh ke belakang ke arah pondok di mana di sana Nyi Konde Perak yang masih duduk bersila memicingkan kedua matanya kembali seperti orang yang sedang bersemedi.
Yang namanya seorang pendekar berilmu tinggi tentu tidak sama cara menuruni lereng gunung dengan manusia biasa pada umumnya, tubuh Arya seperti kapas yang ringan berkelebat dari atas ujung dahan pepohonan ke ujung dahan pepohonan lainnya hingga dalam sekejab saja ia telah tiba di lembah.
*****
Tak lama, Arya pun tiba di lembah Gunung Sumbing.Anak sungai berbatu-batu membuatnya melompat dan menjejakan kedua kakinya di batu yang satu ke batu yang lainnya Arya pun tiba di seberang.
Seakan tantangan belum berhenti, setelah menyeberangi anak sungai berbatu-batu, Arya dihadapkan dengan hutan belantara, pepopohan di hutan itu sangat rapat dan berdaun rimbun.
Anehnya, dia merasakan hawa tak mengenakan saat menyelusuri hutan belantara itu.
Perkataan sang guru untuk menegakan kebenaran di manapun ia berada tiba-tiba terlintas.
Sebagai Pendekar, ia telah berjanji untuk menyelesaikan semua tugas menumpas segala keangkaramurkaan dari orang-orang jahat atau para pendekar dari golongan hitam yang selalu membuat keonaran di Pulau Jawa. Setelahnya, ia baru akan mencari Ibunya di Pulau Andalas.
Diam-diam, pemuda itu pun berdoa dalam hati. "Semoga perjalananku selancar ketika aku menuruni Gunung Sumbing."
「みなさま、お待たせしました! 今から、ミュー先生、あ、違った。新婦の登場です!」 どっ、と遊戯室に笑いが起きた。ガックンが司会を進めてくれるようだが、勿論プロじゃないから間違えてしまった。でも笑いがあって、楽しい。 遊戯室の入り口に、オフクロが美羽のために作ってくれたという、純白のドレスに身を包んだ花嫁が現れた。『生きる意味 探してた あなたに逢うまでは 鮮やかな夢 心繋ぐ 深い絆...…』 美しいピアノの調べに、女性ヴォーカルの透き通る声が遊戯室に響いた。 ゆっくりと、恭一郎にエスコートされた美羽が、俺の方へ向かって歩いてくる。 オフショルのドレスなのに、シンプルで上品で、とても洗礼されている。 流石、サヨ・サクライのドレス。 彼女の美しさが、このドレスによってより一層引き立っている。真凛も腕がいい。メイクも完璧だ。美羽は、本当に綺麗だった。世界一の花嫁だ。『傷つくことで 初めて知った』 美羽ちゃん綺麗だなぁー、と早速、横山と平岡が揃って泣き出した。 案の定号泣している。美羽の親父代わりだっただろうから、無理もない。 『あなたの深い 愛で包まれてた事を』 美羽と出逢って、俺はこんなにも幸せに包まれて、変わったんだ。 いつも美羽が、俺を深い愛情で包
そうそう。真秀と真凛の結婚式も、今度施設で挙げるんだ。 とりあえず先に俺と美羽を祝福してからだって。 海外で挙式させてやりたかったんだけど、パスポートの関係で子供たちを連れて行くのが無理だからどうしようかと思っていたら、真秀や真凛も、俺等と同じく施設での結婚式をやりたいって言ったんだ。 花井の件がカタついてから、用意していた礼に出生調査票渡してやったら、泣いて喜んでたことを昨日のように思い出す。 俺の予想通り、真秀と真凛は本当の兄妹じゃなかったんだ。 病院で取り違えがあったらしい。同じ日に産まれた、双子の兄妹。 そんな偶然ってあるんだな。 まあ、アイツ等が別に本当に血がつながっていても、二人きりしかいないんだし、誰に迷惑をかけるわけじゃないし、別にそのまま愛し合ってもいいとは思うけど。 でも、この世の中では、それはやっぱり道徳的に無理なんだ。だからふたりとも苦しんでいた。 真凛だって真秀との子供を産みたいだろうし、本当の兄妹なら近親相姦になってしまうから、子供は諦めただろう。だから本当の兄妹じゃなくて良かったなと思う。変な話だけど。 それに今日は、真凛が美羽のメイクを担当してくれたんだ。 髪の毛も綺麗に整えてくれるって言ってたな。 彼女の夢は、メイクアップアーティストなんだってさ。でも、その日暮らしの生活が精一杯の自分には、そんなチャンスはなかなかないし、勉強できる機会も無いから、諦めていたんだと聞いた。 だから自分の化粧も派手で濃かったんだな、と納得した。 真凛の夢は、俺が手伝ってやるつもりだ。 センスはあるんだ。機転も利く女だし、頑張る夢は応援してやりたい。 そうだ! 今度サヨ・サクライのカタログに写真撮影する時、メイクとして同行させ、真凛を売り込んでやろう。 後は彼
「美羽さんのお陰で、新しいブランドを立ち上げることにしたの。キングフェザー専属よ。ブランド名は、ビューティーフェザー。いい名前でしょう? 女性ドレス専門! あ、リトルフェザーも作ろうかしら。チイちゃんみたいな小さな女の子と、男の子にも着れるような、かわいいお洋服をデザインするの。普段着からフォーマルまで作って……メンズ部門も楽しそうだから、ワクワクするわね! 言ったからには、しっかりプロデュースしてね。あ、売り上げの5パーセントは、王雅の機関に寄付するつもりよ」 「いいじゃねえか! ガンガン稼いでくれよ。メンズ部門は俺に任せてくれ。あ、オヤジも協力してくれよな!」 ビューティーフェザー(美羽)か。最高だ。 オフクロも粋なコトする。 俺の方でプロデュースしたメンズ部門でしっかり売り上げを叩きだして、目いっぱい寄付してもらおーっと。「もう既に櫻井グループを私物化して、勝手にキングフェザーに使っているだろう。私が知らないとでも思っているのか、王雅」「いいじゃねえか。ケチケチするなよ。親の財産を子供が使ってなにが悪い? 会社に大貢献してるんだし、取締役の特権だろ」「誰よ、さっきは親じゃないとか言っておいて! 調子がいいわね。あなた、もう王雅に援助しなくてもいいわよ」 俺とオヤジの会話に、オフクロが口を挟んできた。 「いやいや。孫と遊ばせてくれるというなら、もっと色々協力してもいいのだが? 今後もキングフェザーのビルテナント賃料、無料で手を打ってやろうじゃないか。今度港区の立地のいい場所にホテルとオフィスビル建設するから、そのビルのフロアも、キングフェザーのオフィスに利用するなら、無料で使わせてやるぞ。どうだ、王雅」 オヤジがとんでもないことを言い出した。「それとこれとは話が別だろ! 孫を盾に取るなよ。絶対ダメだっ!! でも、テナント賃料はタダにしてくれ。それは大いに助かる。オフィス
「ごめんなさい、王雅」オフクロが俺の傍に来て、目じりにうっすら浮かんだ涙を拭ってくれた。「やっぱり美羽さんの言う通り、ずっと辛い思いをしていたのね。全然気が付かなくて、親失格ね。王雅にこの前、今まで育ててくれてありがとうって言われて、振り返ってみたら、私達親らしいこと、なにも王雅にしてあげてないなって思ったの」「もういいよ。触んな。恥ずかしいから」 これ以上みっともない姿を、こんな大勢いる広場で晒したくない。 「王雅、本当にいい女性を見つけたのね。美羽さんは王雅には勿体ないくらい、とっても素敵な女性ね! 実を言うとね、私、ずっと娘が欲しかったの。王雅ができて男の子ってわかった時、残念に思ったのよ。かわいいお洋服を子供に作ってあげられないでしょう? それでも自分の子供だからかわいいかと思って期待したんだけど、王雅は全くかわいくないし、もう、心底ガッカリしたのよ。お陰で仕事に没頭して、これだけのデザイナーになれたんだけどね。だから王雅の時に出来なかった分、美羽さんに沢山お洋服作るのが、今からとっても楽しみなの。あ、早く孫も作ってね! チイちゃんみたいな、かわいい女の子がいいわ。男はもう、王雅でコリゴリ」 本人に向かって言うかふつう。マジでひどい親だな。がっかりしたとか本人に聞かせる話か?「大事な子供を、オフクロみてーなひどい女に誰が抱かすか。お断りだ」「まっ! それが親に向かって言うセリフなの!?」「親じゃねーだろ。ずっと放置しといて、今更なんだよ! しかもガッカリしたとか言いやがって! 親が子供に向かって言うセリフかよ!?」「だから放置については、ごめんなさいって言ったでしょ! ガッカリっていうのも、本当のことなんだもの!! 正直な感想でしょ」「言っていいことと悪いことの区別もつかねえのか? ゴメンですんだら、ケーサツいらねーんだよ!」 このセリフ、いつもライタが言って