Novel
Cerita Pendek

Genre

Semua
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Romansa Menggoda
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Karakter

27
Semua
Psikopat
Mandiri
Pelakor
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Tampilkan lebih banyak

Alur & Latar

27
Penyesalan×
Semua
Dewasa 18+
Menggoda
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Sistem
Perundungan
Kehamilan
Penebusan
Nikah Kontrak
One Night Stand
Cinta Lama Bersemi Kembali
Kekuatan Super
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Petualangan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Pusat Perhatian
Tampilkan lebih banyak

Tema

15
Semua
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Multi POV
Semangat
Tampilkan lebih banyak

Cerita Pendek & Novel Penyesalan

Temukan kumpulan cerita pendek Penyesalan yang memikat yang mengeksplorasi kedalaman gairah. Sempurna untuk pembaca yang mencari cerita pendek satu jam untuk menginspirasi dan membangkitkan imajinasi mereka tentang Penyesalan.
99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank - undefined novel & cerita
Ikan Gelembung
Di hari jadi kelima kami, Jeksen berlutut di tengah ucapan selamat semua orang. “Reiny, maukah kamu menikah denganku?” Namun, wajahku tetap datar tak berekspresi. Sesuai dugaan …. Detik berikutnya, Jeksen melempar cincin di tangannya, membakar gaun pengantin, dan menghancurkan seluruh dekorasi lamaran. Teman masa kecil kesayangannya tertawa terbahak-bahak melihat semua ini. Ini bukan pertama kalinya. Jeksen sudah melamarku 99 kali. Semuanya hanya demi membuat sang teman masa kecil yang depresi itu tertawa. Teman-temannya bersorak sambil mengejek, “Kenapa kali ini Kak Reiny malah sok jual mahal? Cepat terima dong!” “Kami mau lihat kamu ketakutan sampai menangis lagi!” Hatiku tenang, tanpa riak. Aku pun berkata dengan suara datar, “Maaf, aku sudah bertunangan. Baru dua hari yang lalu.” Jeksen tertegun sejenak, lalu mencibir, “Selain aku, siapa lagi yang mau sama kamu?” Semua orang tertawa keras, bahkan mulai bertaruh kapan aku bisa mendapatkan pasangan untuk nikah. Tapi mereka tidak tahu …. Begitu mendengar aku dilamar, pasanganku langsung bergegas kemari untuk merebutku kembali. Sekarang dia sudah dalam perjalanan ….
Kakak Beradik  - undefined novel & cerita
Qiandra
Pada hari kematianku, itu juga adalah ulang tahunku bersama kakak kembarku. Dia menangis tersedu-sedu sambil dipeluk erat oleh pacarku. Sementara itu, ibuku yang sangat marah terus meneleponku tanpa henti. Kakakku malah lebih keterlaluan, dia mengirim pesan yang berisi [Orang sepertimu ini memang egois, tidak bisa melihat orang lain bahagia]. Bahkan ayahku yang biasanya pendiam juga marah besar padaku, [Dia sungguh anak yang tidak tahu berterima kasih]. Mendengar kata-kata itu, aku langsung memegang dadaku. Untungnya, hatiku sudah tidak sakit lagi ....
Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M - undefined novel & cerita
Mountain
Pada malam perayaan ulang tahun pernikahan kami yang pertama, aku tergeletak di atas karpet merah darah, hampir tak bernyawa. Suamiku, Mason, seorang bos mafia, justru merangkul teman masa kecilnya, Yani, sambil menikmati sampanye dan bercakap dengan gembira. Yani tahu aku alergi wijen. Jadi dia membuat setiap hidangan malam ini disiram saus wijen. Aku baru menggigit satu suap. Tenggorokanku langsung membengkak, paru-paruku seperti terbakar, dan ruam merah menjalar di kulitku. Di ambang sesak napas, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk meraih obat alergi di dalam sakuku. Tapi obat itu meleleh, lengket di telapak tanganku. Obatku ternyata telah ditukar menjadi kacang cokelat M&M! Melihat ekspresiku yang tak percaya, Yani tertawa. "Kejutan! Aku sengaja menyuruh Mason mengganti obatmu." "Kita semua tahu kamu cuma pura-pura alergi. Siapa sih yang cuma makan sedikit wijen saja langsung pingsan? Lebay banget." Aku terjatuh dari kursi, berbaring di lantai sambil susah payah bernapas. Di telingaku terdengar suara orang-orang lain yang sedang bertaruh berapa lama aku akan ‘berakting’ kali ini. "Mason… berikan obatku…" Aku memohon dengan suara parau. "Kumohon… aku benar-benar akan mati…" Dia menghela napas. "Drama banget. Kalian perempuan bisa nggak sih berhenti pakai kata ‘mati’ buat mengancam laki-laki? Apa aku belum cukup mencintaimu?" "Yani benar. Selama aku nggak peduli, kamu sendiri yang akan berhenti dengan akting murahan ini." Saat itu, hatiku terasa lebih sakit daripada tenggorokanku. Aku tak lagi menjelaskan apa pun. Dengan tangan gemetar, aku mengirim sinyal permintaan bantuan kepada keluargaku.
Hubungan Gelap Sekretaris dan Suami Pembawa Petaka - undefined novel & cerita
Safira
Setelah menjemput anak, suamiku pergi ke hotel bersama sekretarisnya untuk membahas bisnis. Kebetulan, ada yang memotretnya dan mengunggahnya ke internet hingga menjadi trending topic. Aku buru-buru menelepon, tetapi suamiku malah mengakhiri panggilan dengan tidak sabar, "Kalau bukan ketemu klien di hotel, mau ketemu di mana? Di rumah? Jangan bersikap nggak masuk akal!" Aku segera mengeluarkan uang untuk menekan berita itu. Dua jam kemudian, aku malah mendapat panggilan darurat. Ketika tiba, jasad putraku sudah dingin. Tangannya memegang kartu karyawan sekretaris suamiku. Aku menangis hingga sekujur tubuhku bergetar. Nomorku diblokir Charlie, jadi tidak bisa dihubungi. Setelah mengurus prosedur di rumah sakit, Charlie akhirnya meneleponku. Suaranya dipenuhi amarah. "Kamu bawa anak kita pergi? Kenapa nggak mengabariku? Kami semua menunggunya mengambil kontrak! Cepat bawa dia kemari!" Selesai mengatakan itu, Charlie mengakhiri panggilan dan memblokirku lagi. Aku terkekeh-kekeh melihat pesan yang kukirim tidak bisa masuk. Aku bisa memberimu klien, juga bisa menghancurkan masa depanmu!
Aku Tak Punya Siapapun Lagi - undefined novel & cerita
Skytree
Dokter berkata, aku hanya sisa tiga hari. Gagal hati akut. Satu-satunya harapan adalah uji klinis yang sangat berisiko, peluang terakhir dan paling tipis bagiku untuk bertahan hidup. Namun, suamiku, David, malah memberikan kuota yang tersisa kepada adik perempuan angkatku, Emma, yang juga merupakan ibu baptis putriku. Kondisi penyakitnya masih dalam tahap awal. Dia bilang itu adalah “pilihan yang tepat” karena dia “lebih pantas untuk hidup.” Aku pun menandatangani dokumen untuk menghentikan pengobatan dan meminum obat pereda nyeri berdosis tinggi yang diresepkan oleh dokter. Ganjarannya adalah organ dalamku akan gagal berfungsi dan aku akan kehilangan nyawa. Ketika aku menyerahkan perusahaan perhiasan dan rancangan desain yang telah aku kerjakan dengan susah payah kepada Emma, ayah dan ibu memujiku karena menjadi “kakak perempuan yang baik”. Ketika aku setuju untuk bercerai dan membiarkan David menikahi Emma, David mengatakan “akhirnya aku bersikap perhatian”. Ketika aku membiarkan anakku untuk memanggil Emma dengan sebutan ibu, anakku bertepuk tangan dengan gembira dan berkata, “Emma adalah ibu yang lembut dan baik.” Ketika aku memberikan semua hartaku kepada Emma, seluruh keluargaku menganggapnya wajar dan tidak melihat sesuatu yang aneh pada diriku. Aku sangat penasaran, apakah mereka masih bisa tertawa setelah mendengar berita kematianku?
18 Kali Janji, Tak Sekali Terwujud - undefined novel & cerita
Dream
Pernikahan sudah berjalan tiga tahun, tetapi istriku yang seorang pilot sudah 18 kali membatalkan rencana pendaftaran pernikahan kami. Yang pertama, karena pemuda yang dimentorinya melakukan uji terbang. Aku menunggunya seharian penuh di depan kantor catatan sipil. Yang kedua, saat di tengah jalan, dia menerima telepon dari pemuda yang dimentorinya itu. Kemudian, dia tiba-tiba berbalik arah dan menurunkanku begitu saja di pinggir jalan. Setelah itu, setiap kali aku dan dia berjanji untuk mendaftarkan pernikahan, pemuda yang dimentorinya itu selalu saja mengalami berbagai masalah. Akhirnya, aku memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Namun, tepat di saat aku melangkah naik ke pesawat menuju Nevora, dia justru mengejarku sampai ke sana seperti orang gila.
Berjuang Napas Kembali - undefined novel & cerita
Crimson Delay
Aku dan Yudi mengalami kecelakaan mobil. Demi melindunginya, aku yang sedang hamil tujuh bulan menjadi vegetatif. Setelah aku sadar dari koma selama tiga tahun, Yudi yang telah mengalami amnesia, menjadi suami kakakku dan anak yang kulahirkan dengan susah payah mengaku kakakku sebagai ibunya. Aku menggunakan berbagai cara agar Yudi mengingatku, tetapi dia malah semakin mencintai kakakku. Bahkan anakku pun menyalahkanku, kenapa aku sadar dan mengganggu kehidupan mereka yang bahagia. Saat aku memutuskan untuk melepaskannya, aku mendengar percakapan Yudi dengan yang lainnya. "Yudi, Sella hampir mati demi melindungimu. Kalau dia tahu kamu berpura-pura amnesia..." "Seminggu lagi, perjanjian tiga tahun antara aku dan kakaknya akan berakhir. Setelah memberinya pernikahan yang megah, aku akan pura-pura memulihkan ingatanku dan berbaikan dengannya." Aku terkejut, tak kusangka Yudi pura-pura amnesia. Aku menatap catatan medis di tanganku. Sayangnya, aku tidak bisa tunggu lebih lama lagi.
Kelahiran yang Menghancurkan - undefined novel & cerita
Bagel
Saat usia kehamilanku sembilan bulan, aku sudah ada di penghujung masa kehamilan, tubuhku terasa berat dengan bayi yang bisa lahir kapan saja. Tapi suamiku, Alexander Santoso, wakil kepala keluarga, justru mengurungku. Dia menahanku di sebuah ruang medis bawah tanah yang dingin dan steril, lalu menyuntikkan obat penahan kontraksi. Saat aku berteriak kesakitan, dia menatapku dengan dingin dan berkata aku harus menahannya. Karena pada saat yang sama, istri almarhum kakaknya, Elisa juga diperkirakan akan melahirkan. Sebuah sumpah darah yang pernah dia buat dengan mendiang kakaknya menyatakan bahwa anak laki-laki sulung akan mewarisi wilayah keluarga di Teluk Barat Jaya yang begitu menguntungkan. "Warisan itu milik anak Elisa," katanya. "Davin sudah tiada, dia benar-benar sendirian dan tak punya apa-apa. Seluruh cintaku tetap untukmu, Alana. Aku hanya butuh dia melahirkan dengan selamat. Setelah itu, barulah giliranmu." Obat itu membuat tubuhku terus-menerus tersiksa. Aku memohon padanya untuk membawaku ke rumah sakit. Dia justru mencekik leherku, memaksaku menatap mata dinginnya. "Berhenti berpura-pura! Aku tahu kau baik-baik saja. Kau cuma berusaha merebut warisan itu." "Untuk mendahului Elisa, kau rela melakukan apa saja." Wajahku pucat, tubuhku bergetar hebat. Dengan sisa tenaga, aku berbisik lirih, "Bayinya akan lahir... aku tidak peduli soal warisan. Aku hanya mencintaimu, dan aku ingin anak kita lahir dengan selamat!" Dia mencibir. "Kalau kau memang sesuci itu, kalau kau benar mencintaiku, kau tak akan pernah memaksa Elisa menandatangani perjanjian pranikah yang membuat anaknya kehilangan hak warisan." "Jangan khawatir, aku akan kembali padamu setelah dia melahirkan. Bagaimanapun, kau mengandung darah dagingku." Sepanjang malam, dia berjaga di depan ruang bersalin Elisa. Baru setelah melihat bayi itu di pelukan Elisa, dia teringat padaku. Dia akhirnya menyuruh tangan kanannya, Raka untuk membebaskanku. Tapi ketika Raka menelepon, suaranya gemetar. "Bos... nyonya dan bayinya... mereka sudah tidak ada." Di saat itu juga, Alexander hancur.
Balas Dendam yang Hening - undefined novel & cerita
Cocojam
Aku adalah satu-satunya kelemahannya. Ketua Mafia Alex Mahardika, penguasa Kota Valenusa. Dan aku adalah permaisurinya. Namun beberapa hari sebelum anak kami lahir, aku dilempar ke Pertarungan Dermaga Hitam, tempat itu adalah tempat permainan kejam yang disiarkan untuk hiburan dunia mafia. Peluru beterbangan, jebakan tersembunyi menunggu di setiap sudut, setiap upayaku yang ketakutan dan menyedihkan untuk bertahan hidup disiarkan langsung di layar-layar raksasa. Lalu, aku mendengar suara tangan kanan kepercayaannya dari pengeras suara. "Bos, istri Anda akan segera melahirkan. Anda yakin mau berada di sini?" Aku membeku. Alex ada di sini? Beberapa saat kemudian, suara manis seorang wanita terdengar dari pengeras suara. "Lupakan jalang itu. Alex bilang satu-satunya hal yang penting hari ini adalah berada di sini bersamaku. Iya kan, sayang?" Itu Nadira Santoso. Putri dari Aliansi Valenusa. Kekasih masa kecil Alex dari Kota Valenusa, wanita yang selalu dia manjakan dan perlakukan secara istimewa. Selama bertahun-tahun dia menolak perasaan wanita itu, tetapi tidak pernah menolak kemauannya. Hari ini dia sedang dalam suasana hati yang buruk dan memaksa ingin menonton pertandingan maut itu, jadi Alex datang untuk menemaninya. Aku berteriak memanggil Alex, dan memohon bantuannya, tetapi dia tetap yakin aku adalah pembunuh bayaran yang menyamar. Karena Nadira tertawa dan berkata permainan itu perlu dibuat lebih menarik, dia menekan tombol itu. Anjing-anjing patroli yang buas mengejarku. Air ketubanku pecah, bercampur dengan darah di tanah. Aku pun kesakitan. Permainan itu mencapai puncaknya ketika lebih banyak anjing dan pria bersenjata mengepungku dari segala arah. Semua orang bertaruh siapa yang akan mati berikutnya. Alex tersenyum sambil berkata dengan suaranya yang rendah dan terdengar tidak peduli, "Aku bertaruh perempuan menjijikkan itu yang akan mati." Dia baru mengetahui kebenarannya ketika aku kehabisan darah di meja operasi, dan anak kami mati bersamaku. Mereka bilang ketua mafia yang kejam itu hancur. Benar-benar hancur.
Cinta Terkubur dalam Arus Sungai - undefined novel & cerita
Jannah Raudhah
Di antara putri orang kaya yang asli dan palsu, aku adalah putri orang kaya asli yang dibenci. Aku dan adikku diculik secara bersamaan. Penculik kami pun memotong salah satu jariku dan mengirimkannya kepada orang tuaku. Namun, orang tuaku malah bersyukur karena itu bukan jari adikku. Adikku diam-diam memberi isyarat pada orang tuaku untuk melapor polisi, tetapi malah ketahuan penculik kami. Demi melindungi adikku, orang tuaku mengatakan bahwa aku yang membocorkan alamatnya. Oleh karena itu, penculik itu pun menyiksaku sampai mati, sedangkan adikku berhasil diselamatkan. Namun, begitu melihat tubuhku yang dimutilasi, orang tuaku akhirnya menjadi gila dan mengatakan ingin adik dan penculik itu membayarnya dengan nyawa mereka.
Mereka Pilih Adiku Jadi Pengantin - undefined novel & cerita
Rosemary
Sejak kecil, adikku, Nina Basuki, selalu jadi anak yang paling disayangi oleh keluargaku. Dia dapatkan kamar terbaik, gaun-gaun tercantik, permintaan maaf yang selalu datang lebih dulu, serta setiap kelembutan yang dimiliki kedua orang tuaku. Sementara aku, sebagai anak sulung, selalu diharapkan untuk ngalah. Lalu aku bertemu Hendri Darmawan. Pada malam saat dia melamarku, dia genggam tanganku erat-erat dan janji akan cintai aku seumur hidup. Untuk pertama kalinya, aku merasa akhirnya ada seseorang yang benar-benar pilih aku. Aku pikir, akhirnya aku temukan cinta sejati. Sampai hari ketika aku coba gaun pengantinku. Nina bilang mau temani aku pilih gaun. Namun saat aku keluar dari ruang ganti, aku lihat dia berdiri tepat di hadapan Hendri, rapikan dasinya dengan begitu akrab, seolah-olah dialah calon pengantin wanita. Aku hendak bilang, "Biar aku saja yang lakukan itu." Namun penata busana sudah lebih dulu hampiri Nina sambil tersenyum. "Pengantin wanita, silakan ke sini." Hari itu fotografer ambil sembilan puluh sembilan foto. Setiap foto hanya berisi adikku dan tunanganku. Nggak ada satu pun yang tampilkan diriku, pengantin yang sebenarnya. Ibuku yang duduk di sofa tersenyum hangat. "Nina cantik sekali waktu pakai gaun putih." Ayah mengangguk setuju. "Dia lebih terlihat kayak pengantinnya dibanding Julia." Kemudian fotografer angkat kameranya dan lirik aku dari balik lensa. "Nona, bisa geser sedikit? Kamu halangi cahayanya." Aku melangkah ke samping tanpa sepatah kata pun, lalu berdiri bersandar di dinding. Pada saat itulah aku akhirnya ngerti. Pernikahan ini nggak pernah benar-benar butuhkan aku. Dan jika cinta yang dulu Hendri janjikan ke aku bisa dengan begitu mudah diberikan ke orang lain, maka pergi adalah satu-satunya harga diri yang masih tersisa untuk aku pertahankan.
Maaf N atau Hanya N - undefined novel & cerita
Hes
Pada malam ketika Reza Mahardika memenangkan penghargaan Aktor Terbaik, aku berada di belakang panggung, sekali lagi membantunya menghadapi rumor skandal, untuk yang kesembilan puluh sembilan kalinya. Ketika wartawan bertanya piala itu akan dipersembahkan untuk siapa, dia berkata sambil tersenyum lembut, "Untuk seseorang yang telah menungguku selama bertahun-tahun dan juga telah lama aku kecewakan." Aku berdiri di balik bayang-bayang, dan jantungku berdebar pelan. Bagaimanapun juga, kami telah menjalani pernikahan diam-diam selama delapan tahun. Saat dia sedang terpuruk, aku menjual barang-barang warisan ibuku demi membiayai pendidikannya di bidang akting. Saat seluruh warganet menghujatnya, aku begadang semalaman menulis klarifikasi, bahkan berlutut memohon kepada sutradara agar tidak mengganti perannya. Kemudian setelah dia menjadi terkenal, aku justru menjadi masa lalu yang dia coba hindari. Dia berkata, "Setelah aku memenangkan penghargaan sebagai Aktor Terbaik, aku akan mengumumkan hubungan kita." Aku mengira, jawaban selama delapan tahun itu akhirnya akan terungkap malam ini. Acara penghargaan belum selesai, aku pergi ke ruang istirahat untuk mengantarkannya mantel, tetapi tanpa sengaja mendengar manajernya sedang bertanya padanya. "Keira sedang menangis, katanya kau pernah berjanji akan memberinya status yang jelas." Reza terdiam cukup lama. "Aku memang berhutang padanya. Seandainya dulu aku tidak buru-buru mendaftarkan pernikahanku dengan Nara sampai melewatkan panggilan telepon terakhir dari ayahnya, dia tidak akan membenciku selama bertahun-tahun seperti ini." "Lalu, bagaimana dengan Nara?" Dia menjawab, "Nara itu orang yang pengertian, dia tidak akan membuat keributan." Aku berdiri di luar pintu, lalu tiba-tiba tersenyum. Ternyata, selama delapan tahun aku memilih diam, di matanya hanya dianggap sebagai pengertian. Pukul tiga dini hari, topik teratas meledak di media sosial. Dia menggandeng Keira keluar dari hotel, lalu memasangkan cincin pernikahanku ke jari manis wanita itu. Keterangan unggahannya berbunyi: [Jawaban yang datang terlambat.] Aku tidak meneleponnya, juga tidak menuntut penjelasan. Hanya diam-diam membeli tiket pesawat ke Nordavia. Reza, mulai sekarang, aku tidak akan lagi menjadi penontonmu.
Bayang-Bayang Yang Terlambat - undefined novel & cerita
Tania Aurelia
Tasya punya 19 kesempatan untuk menggoda Gio Nando untuk menidurinya. Asal berhasil satu kali saja, itu sudah cukup dan dirinya dianggap menang. Namun, kalau sampai gagal 19 kali, dia harus rela melepaskan gelar sebagai Nyonya Nando. Itulah isi taruhan antara dia dan ibu tiri Gio. Dengan penuh percaya diri, Tasya pun menandatangani kesepakatan itu. Sayangnya, hingga sampai kesempatan ke-18, semuanya gagal. Sampai akhirnya, tibalah di kesempatan ke-19….
Di Balik Bayang-Bayang Keluarga - undefined novel & cerita
Soda
Sejak usia dua tahun, Erianna Vindra menjadi bank darah pribadi untuk adik kembarnya setelah didiagnosa memiliki kelainan genetik yang langka. Dokter memprediksi adiknya tidak akan hidup lebih dari delapan belas tahun, jadi keluarga dan kakak laki-lakinya sangat menyayangi adiknya. Mengutamakannya dalam segala hal. Mereka bahkan menyalahkan Erianna, menuduhnya "mencuri" nutrisi adiknya dari dalam kandungan sehingga membuatnya sakit-sakitan. Di kehidupan sebelumnya, tidak ada satupun di keluarganya yang menyayanginya. Hanya tunangannya, Devan, yang benar-benar tetap berada di sisinya. Tapi, Erianna tidak pernah menyangka bahwa ada yang disembunyikan di balik cinta Devan. Hingga adiknya tanpa sengaja jatuh dari tebing dan perlu transfusi darah penuh. Devan mengisi formulir persetujuan tanpa ragu, mengirim dirinya ke meja operasi untuk jadi pendonor. Saat darahnya mengalir dan kesadarannya hampir sirna, Erianna berjanji bahwa, di kehidupan lain, dia tidak akan menjadi bank darah untuk adiknya lagi! Berikutnya, saat dia membuka mata, dia kembali ke hari dimana dia telah bertunangan dengan Devan ….
Membiarkanku Jadi Pasien Terakhir - undefined novel & cerita
Lintang
Dalam perjalanan untuk mendaftarkan pernikahan, kami mengalami kecelakaan mobil. Aku dan adik angkatku, Jemima, yang berada di mobil yang sama, langsung dilarikan ke rumah sakit. Ibuku yang dikenal sebagai salah satu dokter bedah terbaik di rumah sakit itu, hanya melirik sekilas ke arah diriku yang punggungnya sudah berlumuran darah. Kemudian, dia buru-buru memanggil seluruh tenaga medis untuk memeriksa Jemima yang hanya mengalami luka sepanjang lima sentimeter di lengannya. "Luka Mima kelihatan jelas dari luar. Kalau nggak segera ditangani, nanti bisa meninggalkan bekas!" "Kita ini ibu dan anak kandung. Kalau sekarang Ibu mendahulukanmu, orang-orang pasti bakal bilang Ibu pilih kasih!" "Setelah luka Mima selesai ditangani, Ibu akan datang mengurus lukamu!" Aku tidak punya pilihan selain menarik tangan tunanganku yang baru saja selesai mengenakan jas dokter. "Raditya, tolong aku ...." Hanya saja sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku, dia sudah menepis tanganku dengan dingin. "Kamu duduknya di kursi belakang yang paling aman. Mima duduk di kursi penumpang depan. Memangnya lukamu bisa lebih parah daripada dia?" "Claudia Lukman, bisa nggak sekali saja kamu berhenti rebutan sama Jemima?" Tanpa menoleh padaku sedikit pun, Raditya langsung bergegas masuk ke ruang gawat darurat dengan raut wajah penuh kecemasan. Namun, Raditya melupakan satu hal. Saat kecelakaan terjadi, dialah yang membanting setir ke arah berlawanan untuk melindungi Jemima yang duduk di kursi depan. Akibatnya, aku yang duduk di belakang justru menerima sebagian besar benturan. Ibuku juga lupa bahwa gelang merah yang terpasang di pergelangan tanganku mengartikan satu hal, yaitu kondisiku kritis. Kesadaranku mulai mengabur. Aku tahu pecahan kaca yang sudah menancap ke dalam tubuhku itu sebentar lagi akan merenggut nyawaku.
Bos Mafia Jatuh Ke Dalam Pelukan Adik Tiri - undefined novel & cerita
Bagel
Begitu aku hamil, aku dielu-elukan sebagai perempuan paling berharga di dunia mafia. Suamiku, kepala keluarga baru Keluarga Jasman, sampai menutup satu area rumah sakit swasta khusus untuk pemeriksaan kehamilanku. Sementara ayahku, Chandra, memanggil semua koki berbintang Michelin di Kota Nordi ke kediaman keluarga, hanya agar aku bisa makan apa pun yang kuinginkan. Bayi yang kukandung ditakdirkan menjadi satu-satunya pewaris dari dua keluarga mafia paling berkuasa. Namun, pada hari ketika kami seharusnya menandatangani dokumen yang menjamin warisan anakku, mereka berdua menghilang. "Ada urusan keluarga mendesak," kata suamiku, Desta, sambil mengecup keningku. "Kita bisa selesaikan urusan warisan anak ini setelah kita kembali. Nggak perlu terburu-buru." Tak lama setelah mereka pergi, aku menerima sebuah tautan menuju siaran langsung anonim. Suara ayahku terdengar dari video itu, dingin, lebih dingin dari yang pernah kudengar sebelumnya. "Jadi kamu bilang kontrak pernikahanmu dengan Eva nggak pernah sah. Bukankah itu berarti anak itu adalah anak haram?" Vincent tampak bersantai di sebuah klub, mengembuskan cincin asap rokok. Dalam pelukannya ada saudari tiriku, Sarah. "Eva selalu mendapatkan cinta dan perhatian," ujarnya santai. "Anaknya nggak akan kekurangan apa pun." "Sarah sudah bertahun-tahun diejek karena statusnya. Aku harus memperbaiki semuanya untuknya, memberinya keadilan, memberi anak kami nama yang sah." Saat itu juga, dadaku terasa diremas. Napasku tersengal, nyaris tak bisa bernapas. Kemudian, ponselku bergetar lagi. Sebuah pesan masuk. [ Selamat datang kembali di Keluarga Gandara, ratuku. ] [ Sebut saja satu kata dan anak yang kamu kandung akan menyandang nama Keluarga Gandara serta menjadi pewaris paling berkuasa di dunia mafia Amira. ]
Pernikahan yang Tidak Perlu Bercerai - undefined novel & cerita
Rain
Suamiku, Jerico Adrian sudah ribuan kali main gila di luar sana, tapi dia tetap tidak mau bercerai. Keluarganya bilang, aku ini perempuan kampungan yang tidak tahu diri. Lima tahun lalu, saat aku pertama kali minta cerai, Jerico tidak mengatakan apa-apa, dia hanya mengurungku di vila selama satu bulan penuh. Satu bulan kemudian, aku mendapati diriku hamil. Tiga tahun lalu, saat aku minta cerai untuk kedua kalinya, Jerico langsung pulang ke rumah orang tuanya malam itu juga. Tidak lama setelah itu, aku hanya mendapatkan hak untuk menemui anakku seminggu sekali. Hari ini adalah yang ketiga kalinya, aku akhirnya bisa pergi. Karena aku menyadari bahwa anakku tidak mencintaiku, pernikahan kami juga palsu. Aku tidak ada bedanya dengan wanita-wanita di luar sana.
Kutitipkan Tulusku pada Waktu, Kau Balas Khianat - undefined novel & cerita
Danu
Pada hari ketika misi rahasia suamiku berakhir, aku mengajak putriku ke sekolah dasar untuk mengambil formulir pendaftaran. Petugas sekolah tampak keheranan. "Ayah putri Ibu sudah tercatat bersama nama anak lain di sistem. Coba periksa lagi, data yang dimasukkan sudah benar?" Aku mengerutkan kening. "Nggak mungkin. Coba saya tanya dulu." Saat membuka ponsel, aku menerima notifikasi postingan baru dari Dhani, suamiku. Dia pasti lupa menyembunyikannya dari akunku. [Tujuh tahun menikah rahasia, sekarang akhirnya bisa dengan bangga memberi tahu seluruh dunia, kamu adalah istriku.] Dalam foto itu, sahabatku menggendong putranya sambil bersandar di bahu Dhani, dengan mata berkerut karena senyum lebar. Yang mereka pegang adalah akta nikah yang persis sama dengan yang ada di tanganku. Otakku seketika kosong, jari-jariku tanpa sadar terus menggulir ke bawah. Kolom komentar penuh dengan ucapan selamat. Ada teman-teman yang sama-sama kenal denganku dan Dhani, ada juga rekan-rekan kerjaku. Komentar paling bawah adalah dari ibu mertuaku. [Kasihan dia sudah menyembunyikan pernikahan kalian selama tujuh tahun. Kamu harus menebusnya kepada mereka.] [Jangan lupa dirahasiakan dari Kania. Jangan sampai dia tahu akta nikahnya palsu, dia pasti patah hati.] Dhani membalas dengan emoji oke. Jari-jariku yang memegang ponsel mulai gemetar. Ternyata, selama tujuh tahun ini aku berbakti merawat ibunya dan membesarkan putrinya. Sementara dia sibuk menemani istri dan anak yang lain. Semua orang tahu, tapi mereka semua membantu menyembunyikannya dariku. Dadaku terasa sesak hingga sulit bernapas. Putriku menarik-narik bajuku, lalu menunjuk ke arah pintu dengan hati-hati. "Ibu, hujannya tambah deras. Kita masih mau nunggu Ayah?" Aku membuka payung dan menggenggam tangan mungilnya. "Jangan ditunggu lagi." "Mulai sekarang, kita nggak akan menunggunya lagi."
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada - undefined novel & cerita
Yola
Ketika Susan terluka parah akibat ledakan kompor gas, hanya putranya yang berusia lima tahun yang berada di sisinya. Rohnya berdiri di samping Julian, melihatnya menangis sambil menelepon dan memohon agar Ginos bisa pulang untuk menyelamatkan ibunya. Namun, Ginos hanya memarahi dan menyuruhnya untuk jangan belajar berbohong seperti ibunya, lalu menutup telepon. Julian menyeka air matanya dan akhirnya memanggil ambulans, tetapi ambulans malah direnggut oleh Ginos. "Ayah, Ibu berdarah banyak dan sekarat. Bisakah Ayah tidak merebut ambulans?" "Dasar penipu, jangan ribut! Minggir, Wenny akan melahirkan, dia lebih butuh ambulans daripada Susan!" Ginos mendorong Julian yang menangis sedih, lalu pergi membawa Wenny ke dalam ambulans tanpa menoleh. "Ayah... Ayah! Tolong Ibu!" Julian menangis dan mengejar ambulans, tanpa memperhatikan truk yang melaju kencang. Susan meneriakkan nama putranya sekuat tenaga dan mencoba mendorongnya. Namun, dia tak bisa berbuat apa-apa selain menyaksikan Julian terjepit di bawah roda truk. Lautan darah. Susan hampir gila! Beberapa tahun ini, Ginos berulang kali meninggalkan mereka demi Wenny dan putrinya. Susan bertengkar dengannya, tetapi Ginos bilang dia hanya membalas budi ayah Wenny karena telah menyelamatkannya. Dia mengira Ginos memang nggak bisa bedain mana yang pantas dan nggak. Siapa sangka, Ginos bahkan tidak peduli dengan nyawa mereka! Dialah yang membunuh Julian... Susan mengembuskan napas terakhirnya dengan rasa sakit yang menyayat hati. Kalau ada kehidupan selanjutnya, Susan tidak ingin berhubungan dengan Ginos!
Suami dan Anakku Menyesal Setelah Kepergianku - undefined novel & cerita
Fathia Rara Adinda
Pada hari ulang tahun putraku, suamiku menyuruh kekasih masa lalunya untuk datang ke rumah menjemput anakku. Aku bersikeras melarang dia pergi. Saat kami bersitegang, tiba-tiba muncul kobaran api besar di lorong. Aku tertimpa puing-puing yang jatuh, kepalaku terluka parah, darah mengalir, tetapi anak yang kulindungi di bawah tubuh, tidak terluka sedikit pun. Namun, ketika suamiku yang seorang pemadam kebakaran datang untuk menyelamatkan kami, dia malah menyerahkan satu-satunya masker gas kepada wanita itu. “Ayah, cepat selamatkan Tante Lisa dulu, tubuhnya lemah. Ibu, kamu tunggu paman lain saja yang datang menyelamatkanmu!” Aku menatap mereka pergi, bibirku menyunggingkan senyuman pahit. Sepertinya mereka lupa bahwa aku punya asma parah. Tanpa masker gas, aku bisa mati.
Sebelumnya
12345

Anda juga akan menyukai

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status