Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Mandiri
Pelakor
Psikopat
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Penyesalan×
All
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Show more

Penyesalan Short Stories & Novels

Discover a collection of enchanting Penyesalan short stories that explore the depths of passion. Perfect for readers seeking one-hour short stories to inspire and ignite their imagination about Penyesalan.
Membunuh Putri Sendiri demi Putri Orang Jahat - undefined novels & stories
Bulan
Saat sekolah putriku menelepon, aku sedang transit di bandara. "Bu Anggi, status murid putri Ibu masih terdaftar di sistem kami. Penghapusan data karena kematian perlu tanda tangan dari kedua orang tuanya." "Ayahnya selalu menolak menerima telepon, apa Ibu bisa datang hari ini?" Aku melihat tujuan yang tertera di kartu pas masuk, lalu mengubah jadwal penerbangan untuk kembali ke Kota Kencana. Sudah tiga tahun. Aku akhirnya melangkah lagi ke SD internasional itu. Di gerbang sekolah sedang diadakan hari orang tua dan anak. Erik Chandra sedang berdiri di area foto bersama seorang anak perempuan kecil, dengan sabar merapikan pita gaun putri yang dikenakan anak itu. Anak perempuan itu bukan putriku. Dia adalah anak dari janda mendiang mentornya. Dia juga orang yang mendorong putriku ke dalam ruang peralatan yang terbengkalai tiga tahun lalu. Para orang tua murid yang menonton di sekitar berbisik-bisik dengan suara lirih. "Kenapa mantan istri Pak Erik datang? Hari ini 'kan hari kebersamaan orang tua dan anak buat Bu Alia dan Pak Erik untuk menemani Nana." "Pasti karena nggak ikhlas, dia mau pakai putri kandungnya buat merebut hak asuh dan harta." Erik yang mendengar keributan itu mendongak dan melihatku. Dia refleks melindungi anak kecil itu di belakang tubuhnya, lalu mengerutkan kening dengan tidak senang. "Anggi." "Semua anak-anak ada di sini, kamu jangan datang ke sekolah buat bikin keributan." Aku melihat tangannya yang menghalangi di depan putri orang lain itu, merasa hal tersebut sangat menusuk mata. Staff tata usaha sekolah berjalan mendekat sambil membawa dokumen, lalu mendesak dengan suara pelan. "Bu Anggi, apa Ibu bawa surat kematian dan sertifikat kremasi Kirei?" Sekeliling seketika menjadi sunyi senyap. Wajah Erik berubah drastis, dia menatapku dengan dingin. "Surat kematian apa?" Aku tidak melihatnya, melainkan hanya menyerahkan dokumen itu kepada staf itu dengan tenang. "Tolong prosesnya dipercepat." "Aku datang bukan buat berebut hak asuh sama kamu." "Aku datang buat urus putus sekolah putriku."
Dia Bagai Pasir di Pelupuk Mataku - undefined novels & stories
Mohini
Saat istriku dinyatakan hamil, di perjalanan pulang tiba-tiba dia berkata kepadaku, "Ada sesuatu yang mau kukatakan." "Sebenarnya anak yang ada di dalam kandunganku adalah anak kakak ipar. Surat izin kelahirannya juga sudah selesai diurus." Senyum di wajahku langsung membeku. Dia mengeluarkan selembar hasil Tes DNA dari dalam tasnya. Pada kolom ayah benar-benar tertulis nama Felix Gondo. Dia berkata dengan nada yang begitu tenang hingga terasa mengerikan, "Hari itu kau demam tinggi dan tertidur di kursi belakang mobil. Kami melakukannya di kursi depan." "Di tempat aku duduk sekarang ini." Dalam sekejap, seluruh tubuhku seakan terjun ke dalam jurang es. Aku membuka mulut, tetapi tenggorokanku terasa seperti tersumbat sesuatu. Setelah mengatakan itu, Salma Kurniawan menatap perutnya yang mulai membesar. Setiap kata yang keluar dari mulutnya menusuk hatiku. "Kalau kau benar-benar nggak bisa menerimanya, aku bisa gugurkan. Tapi kuota surat izin kelahiran cuma ada satu. Kalau kesempatan ini hilang, kita berdua nggak mungkin punya anak lagi." "Sekarang, aku sudah mengatakan yang sebenarnya padamu. Membiarkan anak ini lahir atau nggak, kau yang putuskan."
Seorang Ibu juga Bisa Durhaka - undefined novels & stories
Hanafi
Tiga tahun setelah ibu dan ayah bercerai, aku bertemu ibu di Resto Bahari. Dia sedang makan bersama anak perempuannya, tatapannya tampak agak canggung saat melihatku. Sebelum pergi, dia membuka kode QR kontak dan menyodorkannya ke depanku. "Simpan WhatsApp Ibu, nanti Ibu kirim uang. Kamu sama ayahmu makan yang enak, ya." Aku mendorong kembali ponselnya. "Nggak usah, Bu Dita." "Dulu aja Ibu nggak pernah sebaik ini sama aku dan ayah." Wajah ibu mendadak kaku, alisnya bertaut rapat. "Kamu kok sama keras kepalanya kayak ayahmu? Kalau kamu ikut Ibu, kamu nggak bakal sampai jadi pelayan gini." "Kasih tahu ayahmu, kalau dia mau ngaku salah, Ibu bakal bawa kamu hidup enak." Aku menatapnya dingin tanpa bersuara. Apa dia tidak tahu kalau ayah sudah meninggal tiga tahun lalu?
Janji Bunga Magnolia di Atas Perahu - undefined novels & stories
Ges
Di Kota Muara Apung tempat tinggal kami, jika ada seorang pria ingin menikahi kekasihnya, maka dia perlu membuat sendiri sebuah perahu dayung sebagai mahar pernikahan. Pada saat perayaan tujuh tahun hubungan kami, pacarku yang bernama Agam Laguna sedang mengadakan upacara peluncuran untuk perahu barunya. Semua orang menyaksikan upacara itu dan bersorak gembira, jantungku berdebar kencang tanpa henti. Saat hendak naik ke perahu, aku tak sengaja mendengar dia dan sahabat-sahabatnya yang sedang mengobrol pelan. “Kalau kau beneran memberikan perahu ini pada Mina, apa kau tidak takut kalau Andin akan mengamuk?” "Benar, Andin itu sangat pemarah, jadi berhati-hati saja, jangan sampai keterlaluan." Pada detik berikutnya, suara santainya terdengar penuh tekad. "Tenang saja. Andin itu mudah dibujuk, dia sangat mencintaiku." "Apalagi di Kota Muara Apung, kalau ada wanita belum menikah sampai usia dua puluh delapan tahun, akan dianggap perawan tua. Dia tidak akan berani macam-macam." “Selain itu, akta nikahnya tetap untuk Andin dan perahu pernikahan ini untuk Mina. Jadi, ini sangat adil dan … anggap saja sebagai penyesalanku.” Apakah sebuah penyesalan jika harus mendaftarkan pernikahan denganku? Mudah dibujuk. Perawan tua. Kata-kata itu terasa menusuk telingaku. Tenggorokanku terasa gatal, tetapi aku tidak akan menangis. Aku mengeluarkan ponsel dan mengirim sebuah pesan. [Bu, aku akan menurut padamu. Sekarang umurku sudah dua puluh delapan tahun, aku tidak akan menunggu lebih lama lagi.]
Sedekat Cinta, Sejauh Ufuk - undefined novels & stories
Jisu
Pada hari kami mendaftarkan pernikahan, Celine Raharja berkata bahwa suami dan istri pisah kamar selama lebih dari seminggu, secara otomatis akan dianggap bercerai. Oleh karena itu, setiap kali kami bertengkar, begitu dia mengambil bantal dan pindah ke kamar tamu, aku selalu langsung merendahkan diri dan meminta maaf. Kalimat itu dia gunakan untuk mengendalikanku selama tiga tahun penuh. Di hari ulang tahunku yang ke-28, dia kembali melewatkan janji makan malam denganku karena seorang anak magang. Setelah pulang ke rumah, aku tidak menyambut kotak berisi kancing manset berlian yang dia sodorkan kepadaku. Dia mengernyit sambil menatapku cukup lama sebelum akhirnya berkata dengan dingin, "Apa di matamu ulang tahun yang bisa dirayakan setiap tahun lebih penting daripada nyawa manusia?" "Setelah mengantar Elio ke rumah sakit, aku sudah berusaha pulang secepat mungkin. Tapi kau masih saja membuat masalah!" "Julian, rasa cemburumu benar-benar membuatku takut!" Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan berjalan menuju kamar tamu. Hanya saja ... kali ini aku tidak lagi mengejarnya.
Ketika Cinta Tinggal Kenangan - undefined novels & stories
Feli
Sehari sebelum ujian masuk perguruan tinggi, aku sengaja merekam sebuah video. Isinya adalah percakapan antara diriku sepuluh tahun lalu dengan diriku sepuluh tahun kemudian. Siapa sangka… Video itu benar-benar terhubung dengan diriku di masa depan. “Apa aku berhasil masuk program sarjana-magister terpadu di Universitas Kahyangan?” “Adam Lewis masih jadi sahabat terbaikku, ‘kan? Meski sifatnya menyebalkan, selain aku, memangnya ada orang lain yang mau memperlakukannya setulus ini?” “Kalau semuanya berjalan lancar, sekarang aku pasti sudah lulus S2.” “Aku juga pasti sudah menjalani kisah cinta dari bangku kuliah sampai ke pelaminan bersama Mika Damyong, ‘kan?” “Mungkin saja… kami bahkan sudah punya anak yang lucu.” “Aku sudah menyiapkan namanya sejak lama.” Aku membayangkan masa depan dengan penuh semangat. Namun, saat diriku sepuluh tahun kemudian mendengar nama Mika, emosiku langsung meledak. “Mika sengaja menyiapkan pena bertinta menghilang untukmu supaya Adam jadi juara umum tingkat kota!” “Kamu gagal masuk Universitas Kahyangan dan terpaksa mengulang ujian setahun kemudian!” “Di depanmu, Mika berpura-pura sedih.” “Dia bahkan setuju menjalani hubungan jarak jauh denganmu.” “Tapi begitu di kampus, dia justru terang-terangan berpacaran dengan Adam” “Mereka menjadi pasangan serasi yang membuat semua orang iri.” “Rafael Mananta…” “Kamu benar-benar bodoh!” “Kamu sudah diselingkuhi…” “Masih saja berterima kasih sama Adam karena sudah menjaga pacarmu!”
Di Perbatasan Utara, Hatiku Berlabuh - undefined novels & stories
Yina
Saat Anjani Adyatama menjalani terapi MECT untuk pertama kalinya, tidak ada seorang pun di sisinya. Bahkan, Nathan Bimantara, tunangannya yang sangat mencintainya, juga tidak hadir di sana. Setelah dokter menyuntikkan obat pelemas otot ke tubuhnya, Anjani merasa pusing, juga menjadi antara sadar dan tidak sadar. Kemudian, dalam keadaan setengah sadar itu, Anjani teringat kejadian pada sore itu. Anjani sudah mengantre selama tiga jam untuk membeli kue. Lalu, kue itu dibawanya pulang dengan maksud memberikan kejutan kepada Nathan. Akan tetapi, yang dilihat Anjani justru adegan Nathan sedang berciuman dengan adiknya, Jihan Adyatama. Bibir dan lidah keduanya saling bertaut. Mereka saling berpelukan erat, seakan tidak sanggup untuk berpisah. Kue di tangan Anjani langsung terjatuh ke lantai dan hancur berantakan. Anjani pun menampar wajah Nathan. Akan tetapi, Jihan justru mendorong Anjani hingga jatuh dari tangga.
Perpisahan Tanpa Berpamitan - undefined novels & stories
Yammy
Ada seorang penerjemah bahasa Franc yang bekerja untuk suamiku. Mereka berhubungan sangat dekat. Terkadang, mereka bahkan berbagi kamar ketika bepergian untuk bekerja. Aku sangat terganggu oleh hal ini. Namun, suamiku menjelaskan dengan tidak sabar, "Pekerjaan Tara mengharuskannya untuk selalu bersamaku. Apa yang kamu pikirkan? Orang yang punya pikiran negatif akan selalu mikir yang nggak-nggak!" Aku juga merasa aku terlalu sensitif. Sampai suatu hari, di depanku, Tara berkata kepada suamiku dalam bahasa Franc, "Jangan bilang kamu mau temani wanita tua itu malam ini?" Jovan menjawab, "Tentu saja nggak, Sayang. Aku harus buat alasan untuk bohongi dia, lalu temani kamu malam ini." Pada saat ini, mereka berdua mengira aku tidak mengerti bahasa Franc.
Malam Sebelum Pernikahan, Dia Ingin Mengganti Mempelai Wanita - undefined novels & stories
Bella
Pada malam sebelum pernikahan, tunanganku tiba-tiba memintaku menyerahkan upacara pernikahan kami kepada cinta pertamanya, Sofia. Di kehidupan sebelumnya, aku menolaknya dengan tegas. Setelah itu, aku menikah dalam sebuah pernikahan mewah dan menjadi ibu baptis mafia Chicago. Ketika Sofia mendengar kabar itu, hatinya hancur. Dia melompat ke laut dan mengakhiri hidupnya. Vincent menyalahkanku atas kematian Sofia. Selama 30 tahun berikutnya, kalimat yang paling sering dia ucapkan kepadaku adalah, "Elena, kalau hari itu aku menikahi Sofia, dia nggak akan mati." Di ranjang kematiannya, dia bahkan berpesan kepada anak-anak kami, "Jangan makamkan aku bersama Elena." Setahun setelah dia meninggal, aku jatuh sakit parah dan akhirnya meninggal dunia. Namun ketika membuka mata lagi, aku kembali ke malam sebelum pernikahan kami. Dari telepon, suara Vincent kembali terdengar. "Sofia lebih membutuhkan status ini daripada kamu. Semua orang tahu aku mencintaimu, jadi mereka menghormatimu. Tapi Sofia berbeda. Dia hanya gadis yatim piatu yang malang ...." Sebelum dia sempat menyelesaikan ucapannya, aku menjawab dengan tenang, "Baik, aku setuju." Aku berbalik dan menandatangani surat pemutusan hubungan dengan keluarga. Kemudian, aku terbang ke Sisilia, tempat Institut Salk yang sejak dulu selalu aku kagumi berada. Di kehidupan kali ini, aku tidak akan lagi menjadi pelengkap hidupnya.
Selamat Tinggal, Mimpi Lama - undefined novels & stories
Silas
Pada Hari Anak Internasional, aku tiba-tiba menerima telepon dari putriku di masa depan. Sambil tersenyum, aku bertanya, "Nak, apa Mama dan Papa masih saling mencintai dan hidup bahagia?" Dengan bangga, gadis kecil itu menjawab, "Tentu! Papa dan Mama saling sayang. Mereka nggak pernah bertengkar. Papa bilang, Mama itu orang yang paling Papa cintai seumur hidup!" Wajahku langsung memerah. Dalam hati aku mengomel, sejak kapan Joel pandai mengatakan hal semanis itu di depan anak? Tenggelam dalam rasa bahagia, aku kembali bertanya, "Kalau gitu, margamu ikut Mama, Winata, atau ikut Papa, Gutama?" Gadis kecil itu terdiam sejenak, seolah kebingungan. "Aku ikut Papa, Gutama. Tapi Mama marganya Santoso. Namanya Olivia." Seketika tubuhku membeku. Olivia ... itu nama sahabat masa kecilku. Kemarin, dia bahkan sampai masuk rumah sakit karena membelaku saat bertengkar dengan Joel.
Cinta Segitiga Di Antara Dia, Aku, Dan Kakakku - undefined novels & stories
Canis
Perbatasan berhasil ditembus musuh. Arsendra, jenderal muda dari Keluarga Radinata, mengucapkan sumpah militer, "Sebelum musuh ditaklukkan, aku tidak akan pulang." Kaisar sangat gembira dan memutuskan untuk menganugerahkan pernikahan kepadanya. Seluruh ibu kota kerajaan tahu bahwa Arsendra dan kakak perempuanku, Kinasih, saling mencintai. Namun, dia malah memilihku. Pada malam pernikahan kami, dia berdiri di depan ranjang dan berkata dengan nada datar, "Perjalanan ke perbatasan kali ini penuh bahaya dan kemungkinan besar aku nggak akan kembali hidup-hidup. Aku nggak ingin Kinasih ikut mengalami malapetaka seperti ini." "Titah Kaisar sulit ditolak. Aku terpaksa memilih seseorang. Maaf sudah membuatmu menanggung semua ini." Aku terdiam sesaat, lalu tidak tahan untuk bertanya balik, "Lalu, aku ini apa?" Dia terkekeh pelan, senyumnya begitu dingin, "Anggap saja aku berutang padamu." Dia mendorong pintu dan pergi. Aku pun mengembuskan napas lega. Arsendra tidak tahu bahwa sedari dulu aku juga sudah memiliki seseorang yang kucintai. Dengan begitu, kami bisa dibilang impas. Selama tujuh tahun menjaga perbatasan, kami berkali-kali lolos dari maut. Aku menemaninya bertaruh nyawa di medan perang. Kami pernah menghadapi pembunuhan, penyergapan, terluka, dan berkali-kali meloloskan diri dari maut .... Aku tidak pernah mengeluh. Sebaliknya, aku mengerahkan segenap tenaga untuk membantunya menstabilkan moral pasukan dan mengurus perbekalan. Bahkan ketika Arsendra terluka parah dan membutuhkan empedu ular berbisa untuk mengeluarkan racun dari tubuhnya, aku mempertaruhkan nyawaku sendiri dengan memasuki Gua Lima Racun demi mendapatkan empedu ular itu. Akhirnya, Arsendra berhasil menaklukkan musuh dan memasukkan wilayah barat kekuasaan kerajaan. Setelah kembali dengan kemenangan, Kaisar menganugerahinya gelar Pangeran meskipun dia bukan berasal dari keluarga kerajaan. Kaisar kemudian bertanya hadiah apa yang dia inginkan. "Hamba memohon agar istri hamba diturunkan kedudukannya menjadi selir dan hamba diizinkan menikahi Putri Kinasih sebagai istri utama." Pada akhirnya, dia tetap ingin menikahi kakakku. Namun untungnya, keinginanku akhirnya juga bisa terwujud. Aku akhirnya bisa pergi.
Putri Kesayangan Sang Ketua Mafia - undefined novels & stories
Vesper Shaw
Ayahku adalah Enzo Kusnadi, sang ketua mafia dari salah satu keluarga mafia paling berkuasa di Nevala. Dan aku adalah putrinya, sang putri kecil yang paling dia sayangi. Harta paling berharga dalam hidupnya. Ayah sembunyikan aku dari dunianya demi lindungi aku. Namun dia juga nggak ingin aku hidup sendirian. Karena itu, dia atur sebuah pernikahan untuk aku. Pria yang akan jadi suamiku adalah Leon Sudirman, putra dari pria terkaya di Nevala. Tampan, kaya raya, dan seorang bintang baru yang sedang bersinar di dunia bisnis. Jika dilihat dari luar dia adalah pria yang sempurna. Untuk pernikahan kita, Ayah bahkan pesan gaun pengantin khusus yang dibuat oleh seorang desainer ternama dari Milana. Hari ini adalah jadwal fitting gaunku. Namun begitu aku melangkah masuk ke butik pengantin itu, jantungku seakan berhenti berdetak. Nina Melati, teman masa kecil Leon, sedang kenakan gaun pengantinku. Saat lihat aku, senyuman kecil penuh kesombongan perlahan muncul di sudut bibirnya. Lalu dia ambil sebuah gaun pengiring pengantin putih berbahan poliester murahan dari atas meja dan lemparkan itu ke tanganku. "Pakai ini," katanya sambil angkat dagunya, seolah tempat itu adalah miliknya. "Kamu bisa pakai ini saat upacara nanti." Aku menatap kain tipis dan murahan di tanganku. Kemudian aku kembali menatapnya. Suaraku berubah jadi dingin. "Aku ini calon pengantin wanita. Kamu malah suruh aku pakai ini?" Nina tertawa kecil. Tawanya tajam dan penuh penghinaan. "Sudah, turuti aku saja dan nggak usah buat masalah. Leon sudah putuskan aku yang akan jalan menuju altar gantikan kamu. Sedangkan kamu cukup berdiri di sana seperti pengiring pengantin yang baik. Ikuti saja semuanya sampai selesai." Selama beberapa detik, aku nggak mampu berkata apa-apa. Lalu aku keluarkan HP-ku. Aku cari nomor Leon dan langsung telepon dia. Telepon itu berdering dua kali sebelum akhirnya diangkat. "Leon, soal Nina yang akan gantikan aku di altar. Apa menurutmu, kamu nggak mau jelasin ke aku?"
Sepanjang Hidup Ini, Kuharap Kita Tak Bertemu Lagi - undefined novels & stories
Ever
Selesai ujian masuk perguruan tinggi, aku tidak sengaja melihat sebuah unggahan. [Kalau bisa mengulang, jurusan apa yang akan kamu ganti kali ini?] Di kolom komentar, banyak sekali orang yang ingin berganti jurusan dan alasan penyesalan mereka juga bermacam-macam. Ada satu komentar yang terlihat begitu berbeda di antara sekian banyak jawaban. [Aku akan memilih jurusan Sastra dalam negeri.] [Dengan begitu, aku dan dia nggak perlu melewatkan empat tahun yang harusnya bisa kami lalui bersama tiap waktu, cuma karena mikirin si beban itu.] Aku pun tersenyum. Baru saja hendak menggeser layar, tiba-tiba aku melihat foto profil dan akun yang sama persis dengan Nadya Jiandra, teman masa kecilku. Saat aku mengekliknya, profil pribadinya juga sama persis, hanya saja usianya sepuluh tahun lebih tua. Hatiku langsung terasa hampa. Ternyata, inilah Nadya sepuluh tahun kemudian. Pantas saja, saat tahu kami diterima di jurusan yang sama, hanya aku satu-satunya yang bersorak gembira. Pantas saja, saat melihat teman masa kecilku, Aldo Prasetya, menerima surat penerimaan dari jurusan Sastra dalam negeri, Nadya terdiam begitu lama. Ternyata, akulah yang menjadi beban bagi Nadya, yang menyebabkan begitu banyak penyesalan dan kekecewaan di hatinya. Jika seperti itu …. Aku dengan tenang mengeklik tombol konfirmasi dan menerima surat penerimaan kuliah yang seluruhnya ditulis dalam bahasa asing itu. Jika seperti itu, biarkan aku mengakhiri kesalahan ini sepuluh tahun lebih awal.
Penyesalan di Ujung Perpisahan - undefined novels & stories
Niana
Pada tahun ketiga aku memalsukan kematianku, aku didatangi oleh ibu dan anak dari Keluarga Surya. Demi mengusir mereka, aku mengancam akan bunuh diri sambil membawa pisau. Sampai putri kami yang berusia tujuh tahun memegang selang oksigen ayahku. Gina berdiri di samping, mengancam dengan suara bergetar. "Ezra, kamu mau ayahmu mati atau menikahiku kembali, keputusan ada di tanganmu!" Aku terlalu emosi hingga sekujur tubuhku gemetar, tetapi terpaksa aku meletakkan pisau dan menikahinya kembali. Begitu kembali ke rumah yang tidak asing itu, aku berubah menjadi sosok ayah dan suami yang paling sempurna di Keluarga Surya. Adik angkatku sedang murung dan butuh ditemani Gina. Aku segera menyingkir ke hotel, bahkan aku tidak menghubungi Gina meskipun aku menderita maag parah hingga harus menjalani operasi. Putriku sedang susah makan, dia ingin makan masakan pamannya. Aku langsung menjemput Juan tanpa ragu untuk tinggal bersama kami. Bahkan pada hari ulang tahunku, Juan tiba-tiba berkata sambil menangis. "Aku iri padamu, Kak. Kamu punya istri dan putri sebaik mereka, nggak kayak aku, aku nggak pernah mendapat hadiah ulang tahun sebagus ini." Aku melepas gelang manik di pergelangan tanganku kemudian memasangkannya ke tangannya tanpa ragu. Manik-manik merah itu terlihat menyala di pergelangan tangan Juan, sangat memukau. Gina sangat marah. Dia meraih tanganku sambil berkata dengan penuh emosi. "Ezra, gelang ini adalah hadiah tanda cinta yang dulu kuberikan kepadamu!"
Rahasia dalam Surat Cinta - undefined novels & stories
Genta
Guru pensiunan bernama Erika Kusuma diundang dalam sebuah wawancara. Murid-muridnya tersebar di mana-mana, ada yang menjadi CEO, ada pula yang menjadi ilmuwan. Ketika ditanya murid mana yang paling dia ingat, Erika mengatupkan bibir, lalu berkata sambil tersenyum pahit, "Ada seorang siswa yang membuatku prihatin, dia selalu peringkat satu di angkatannya, tapi pacaran dengan anak muda yang nilainya paling jelek di kelas. Demi masa depannya, aku mengubah surat cintanya menjadi surat ejekan lalu membacakannya di rapat orang tua murid. Sejak saat itu, mereka pun putus. Nggak disangka, dia gagal masuk universitas, sedangkan anak muda itu berhasil diterima universitas ternama dan menjadi taipan sukses di dunia keuangan. Hidup memang sulit ditebak." Pembawa acara ikut merasa prihatin, lalu menanyakan apakah ada yang mau disampaikan Erika kepada siswa itu. Erika menghela napas, lalu menjawab dengan mata berkaca-kaca, "Percuma saja, dia nggak akan bisa mendengarnya. Dia terkena leukimia dan nggak punya uang untuk berobat, akhirnya meninggal tiga tahun lalu." Video ini diunggah, dalam waktu singkat menjadi trending di media sosial. Sementara sang tokoh utama pria dalam kisah ini, Ethan Prayogo, tidak mengetahui hal ini. Ethan baru saja selesai menghadiri konferensi keuangan internasional, dan bergegas pergi membelikan kalung berlian merah muda untuk tunangannya, Maya Yunarto.
Pembalasan Dendam Sang Penyelamat Dunia - undefined novels & stories
Gumiho
Dalam sebuah misi pembasmian zombi, aku tak sengaja terinfeksi virus zombi saat berusaha melindungi tim. Namun, Kirana Nismara, pacarku yang juga menjabat sebagai kapten tim, berdalih ingin menghindari tuduhan pilih kasih, lalu memberikan satu-satunya obat penawar kepada seorang anggota tim yang kabur diam-diam lalu terinfeksi. Dengan mata memerah, dia meyakinkanku, "Arya, percayalah padaku. Selama tiga hari masa inkubasi virus ini, aku pasti akan mencarikan obat penawar lagi untukmu." Aku menahan rasa sakit yang terasa membakar di dalam tubuh dan mengangguk. Keesokan harinya, dia benar-benar membawa pulang satu dosis obat penawar. Namun, tepat satu detik sebelum obat itu disuntikkan ke pembuluh darahku, anggota tim yang tidak pernah sekalipun keluar dari markas, Juna Baskara, tiba-tiba mengerutkan kening. "Kirana, kepalaku sangat sakit … aku takut jangan-jangan sudah terinfeksi." Di hadapan semua orang, Kirana tanpa ragu memberikan obat penawar itu kepada Juna. "Juna adalah anggota tim kita, kalau terjadi sesuatu padanya, itu berarti aku sudah gagal menjalankan tugas sebagai Kapten." "Arya, kau adalah Wakil Kapten, terlebih lagi, kau adalah pacarku. Aku tidak boleh sampai pilih kasih." Aku melihat kilatan kemenangan yang sekilas muncul di sorot mata Juna serta ekspresi Kirana yang tidak memberi ruang untuk dibantah, aku pun tertawa sinis karena kesal. Tidak boleh pilih kasih? Baiklah. Dia akan segera mengerti tentang sesuatu. Bahwa tanpaku, tim ini sama sekali tidak mungkin bisa bertahan hingga sekarang. Karena aku adalah Evolusioner Sempurna, yang tingkat kemunculannya di dunia pasca-apokaliptik hanya nol koma satu persen.
Bunga yang Bersemi Dalam Mimpi - undefined novels & stories
Ochos
"Kak, aku sudah setuju untuk nikah sama orang yang kalian jodohkan." Suara tenang Fiona Kongadi terdengar sangat jelas di tengah keheningan malam. Mendengar hal itu, Francis Kongadi akhirnya mengembuskan napas lega. "Kamu akhirnya rela putus dengan pacarmu itu? Setelah bertahun-tahun pacaran, dia nggak pernah mau pulang bersamamu untuk ketemu aku, Ayah, dan Ibu. Sejak awal, sudah kutahu hubungan kalian nggak akan berakhir baik." Mendengar nada bicara kakaknya yang penuh keyakinan, Fiona menunduk dan mengiakan dengan pelan, "Dulu, aku yang salah. Aku akan selesaikan urusanku di sini secepat mungkin. Mengenai masalah pernikahan, kalian tolong aturkan dulu, ya. Beri aku waktu dua minggu saja."
Paket Terkirim dengan Selamat, Istri Ditinggalkan - undefined novels & stories
Myosotis
Pukul 04.00 pagi. Bandara Internasional Kelala. Aku matikan mode pesawat. Sesaat kemudian, layar HP-ku nyala. Notifikasi pertama yang muncul adalah sebuah unggahan Instagram dari suamiku. Daniel Suhardi. Ketua Mafia Pemimpin Keluarga Suhardi. Unggahan itu dibuat pukul 03.30 pagi. Sebuah foto punggung Sara Guwina. Dengan tulisan: [Penjemputan ke-50 selesai. Paket sudah diantar dengan aman.] Satu jam sebelumnya, pesawat yang aku tumpangi alami turbulensi udara yang sangat parah. Dalam hitungan detik, pesawat itu jatuh dua ribu kaki. Aku cengkeram sabuk pengaman sekuat tenaga hingga buku-buku jariku memutih. Surat ancaman dari keluarga saingan yang sudah kusut tertekan di antara tulang rusukku, terasa tajam seperti bilah pisau. Di detik-detik ketika pesawat itu jatuh tanpa kendali. Di tengah kepanikan yang hampir telan aku, hanya ada satu pikiran yang terus membara dalam kepalaku: Kalau aku selamat, kalau Daniel tunggu aku di pintu kedatangan, aku akan robek surat mutasi ke Dulako itu. Aku akan tetap tinggal. Namun, nggak ada panggilan tak terjawab, nggak ada pesan, nggak ada apa pun. Dia terlalu sibuk urusin Sara. Dia tahu jadwal penerbanganku. Dia hanya nggak peduli. Empat tahun pernikahan. Lima puluh kali pengawalan bersenjata lengkap untuk Sara. Sedangkan untuk seratus dua belas kali penerbangan jarak jauh yang aku lakukan selama empat tahun yang sama, perlakuan paling spesial yang pernah aku dapat cuma seorang sopir dengan mobil sedan tanpa tanda pengenal. Bahkan pada malam ketika anak buah Keluarga Gibran buntuti aku dari Mepore, dan aku harus kunci diri selama enam jam di kamar mandi sebuah restoran. Daniel baru angkat teleponku saat fajar tiba, setelah aku coba ke dua belas kali. Mutasiku ke Dulako sudah dikonfirmasi. Surat perjanjian perceraian yang sudah aku tandatangani tersimpan di dalam tasku. Dan kali ini adalah terakhir kalinya aku kembali demi dirinya.
Di Hari Anak, Aku Mati Di Tangan Adik AI - undefined novels & stories
Ben
Ibuku adalah doktor AI terkemuka. Tidak lama setelah aku lahir, ibuku secara khusus menciptakan seorang adik perempuan AI untukku. Ibuku mengatakan, adik AI itu dibekali sistem pendeteksi kebohongan paling akurat di dunia. Kalau aku berbohong, dia pasti bisa tahu. Sejak saat itu, adik AI menjadi hakim yang menentukan nasibku. Setiap kali dia mengeluarkan peringatan, sekalipun aku tidak berbohong, ibuku tetap menampar dan mengurungku di ruangan sempit dan gelap. Aku pernah membela diri, juga pernah melawan. Namun, ibuku tetap yakin bahwa AI ciptaannya tidak mungkin melakukan kesalahan. Sejak itu, ibuku makin yakin bahwa aku memang pembohong. Pada Hari Anak Nasional, untuk pertama kalinya ibu mengajakku dan adik pergi ke taman hiburan. Saat melihat tempat bungee jumping yang setinggi puluhan meter, aku menekan dadaku yang nyeri luar biasa sambil menggelengkan kepala. Adik AI menampilkan laporan data dengan ekspresi dingin, "Detak jantung Kakak yang nggak normal disebabkan karena dia sedang berbohong. Hasil pemindaian seluruh tubuh menunjukkan kondisinya sehat." Wajah ibuku langsung muram, lalu menarik telingaku sambil menyeretku sampai di area bungee jumping. "Masih berani bohong! Kamu harus lompat hari ini!" Ketika tubuhku mulai melayang, jantungku terasa seperti diremas, rasa sakitnya membuatku sulit bernapas. Penglihatanku makin kabur, tetapi ibu masih terus memarahiku karena sifat suka berbohongku tidak berubah. Air mata bercampur darah mengalir dari sudut mataku. 'Ibu, kali ini aku benaran nggak bohong.' 'Aku sudah mati, kelak nggak akan bisa bohong lagi.'
Maaf N atau Hanya N - undefined novels & stories
Hes
Pada malam ketika Reza Mahardika memenangkan penghargaan Aktor Terbaik, aku berada di belakang panggung, sekali lagi membantunya menghadapi rumor skandal, untuk yang kesembilan puluh sembilan kalinya. Ketika wartawan bertanya piala itu akan dipersembahkan untuk siapa, dia berkata sambil tersenyum lembut, "Untuk seseorang yang telah menungguku selama bertahun-tahun dan juga telah lama aku kecewakan." Aku berdiri di balik bayang-bayang, dan jantungku berdebar pelan. Bagaimanapun juga, kami telah menjalani pernikahan diam-diam selama delapan tahun. Saat dia sedang terpuruk, aku menjual barang-barang warisan ibuku demi membiayai pendidikannya di bidang akting. Saat seluruh warganet menghujatnya, aku begadang semalaman menulis klarifikasi, bahkan berlutut memohon kepada sutradara agar tidak mengganti perannya. Kemudian setelah dia menjadi terkenal, aku justru menjadi masa lalu yang dia coba hindari. Dia berkata, "Setelah aku memenangkan penghargaan sebagai Aktor Terbaik, aku akan mengumumkan hubungan kita." Aku mengira, jawaban selama delapan tahun itu akhirnya akan terungkap malam ini. Acara penghargaan belum selesai, aku pergi ke ruang istirahat untuk mengantarkannya mantel, tetapi tanpa sengaja mendengar manajernya sedang bertanya padanya. "Keira sedang menangis, katanya kau pernah berjanji akan memberinya status yang jelas." Reza terdiam cukup lama. "Aku memang berhutang padanya. Seandainya dulu aku tidak buru-buru mendaftarkan pernikahanku dengan Nara sampai melewatkan panggilan telepon terakhir dari ayahnya, dia tidak akan membenciku selama bertahun-tahun seperti ini." "Lalu, bagaimana dengan Nara?" Dia menjawab, "Nara itu orang yang pengertian, dia tidak akan membuat keributan." Aku berdiri di luar pintu, lalu tiba-tiba tersenyum. Ternyata, selama delapan tahun aku memilih diam, di matanya hanya dianggap sebagai pengertian. Pukul tiga dini hari, topik teratas meledak di media sosial. Dia menggandeng Keira keluar dari hotel, lalu memasangkan cincin pernikahanku ke jari manis wanita itu. Keterangan unggahannya berbunyi: [Jawaban yang datang terlambat.] Aku tidak meneleponnya, juga tidak menuntut penjelasan. Hanya diam-diam membeli tiket pesawat ke Nordavia. Reza, mulai sekarang, aku tidak akan lagi menjadi penontonmu.
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status