Liz
Arga Setiawan terkenal sebagai sosok yang sangat berprinsip. Dia selalu tepat waktu dan taat aturan, tak pernah sekali pun membuat pengecualian.
Namun, untuk urusan mengurus buku nikah bersama Rania Pranoto, dia sudah mengingkari janjinya hingga delapan kali.
Pertama, karena Clara Gunawan, adik tingkatnya yang telah delapan tahun berada di luar negeri, kembali ke tanah air dan dia harus menjemputnya di bandara.
Kedua, karena jari Clara memerah akibat tersiram air panas saat memasak.
Ketiga, karena anak Clara jatuh sakit.
...
Kini, untuk kedelapan kalinya, dia kembali tidak muncul. Dia hanya sempat menelepon terburu-buru dan berkata singkat, "Aku ada urusan. Nanti aku nyusul."
Rania menatap nomor antrean mereka berkali-kali dilewati, hingga petugas di loket mengetuk kaca jendela.
"Nona, kok pacarnya nggak datang lagi? Kami sebentar lagi tutup, lho."
Saat dia bersiap menelepon lagi, pesan dari Arga justru lebih dulu masuk.
[Urusanku belum kelar. Buku nikahnya kita urus lain hari ya.]
Membaca pesan itu, ada rasa perih yang tak terlukiskan menyelimuti hatinya.
Tepat saat dia hendak memasukkan ponselnya dan beranjak pergi, dia tak sengaja melihat linimasa media sosial. Sebuah unggahan terbaru dari Clara membuat tubuhnya terpaku.
Dalam foto itu, Clara tersenyum riang. Di sampingnya, Arga sedang menggendong putra Clara, menatap Clara dengan tatapan penuh kasih sayang.
Dengan keterangan: [Kenzy ingin main ke taman hiburan. Makasih, Kak, sudah menemani kami seharian!]
Menatap foto itu, tenggorokan Rania terasa tercekat, seolah dipenuhi timah yang berat dan getir.
Ternyata, 'urusan penting' yang pria itu maksud kali ini adalah menemani putra Clara ke taman hiburan.
Dada Rania terasa nyeri menusuk. Rasa sakit hati dan amarah membakar dirinya hingga sekujur tubuh gemetar.
Tepat saat dia bersiap menelepon Arga untuk menuntut penjelasan, dia melihat komentar dari teman-teman mereka yang mulai menggoda di kolom komentar.
[Udah bertahun-tahun berlalu, Dokter Arga masih aja lebih manjain adik tingkatnya kayak dulu.]