Novels
Short Stories

Genres

All
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Characters

27
All
Mandiri
Pelakor
Psikopat
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Show more

Plot & Setting

27
Penyesalan×
All
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Show more

Themes

15
All
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Show more

Penyesalan Short Stories & Novels

Discover a collection of enchanting Penyesalan short stories that explore the depths of passion. Perfect for readers seeking one-hour short stories to inspire and ignite their imagination about Penyesalan.
Istri Rahasia Sang Ketua Mafia yang Hilang - undefined novels & stories
Echo
Aku adalah Kepala Penasihat Hukum untuk Darius Pradana, ketua mafia besar Keluarga Pradana. Dan aku juga istri rahasianya. Pada malam hari, dia akan tarik aku ke dalam pelukannya, luapkan gairahnya yang kasar dan nggak terkendali, tinggalkan tanda-tanda di tubuhku, sebuah klaim brutal yang nggak pernah bisa aku tolak. Namun di siang hari, aku hanyalah pengacaranya. Yang dia kasih ke aku hanya perintah-perintah dingin tanpa perasaan. Kita hidup seperti itu selama tiga tahun. Hingga akhirnya aku putuskan, aku sudah nggak sanggup lagi. Tapi dia nggak boleh tahu. Ketika aku serahkan surat cerai yang aku sembunyikan dalam bentuk dokumen laporan pengiriman dan dia tanda tangani namanya di sana, napas yang tanpa sadar aku tahan akhirnya terlepas begitu saja. Selama tujuh tahun aku terus kejar dia, dan nikah dengannya selama tiga tahun. Apa pun yang tersisa di hatiku akhirnya berhenti berdetak. Aku tahu, aku nggak akan pernah bisa miliki dia. Karena hatinya sudah lebih dulu dimiliki orang lain, Angelina Sutrisno, adik perempuan bawahannya. Dia masih ingat restoran favorit Angelina. Dia mabuk kebahagiaan waktu tahu Angelina ajukan cerai. Bahkan, dia tempatkan pengawal pribadinya di depan pintu wanita itu. Semua itu adalah bentuk perhatian yang nggak pernah aku terima. Jadi aku tipu dia agar tanda tangani surat cerai itu, kemasi barang-barangku, lalu menghilang. Yang nggak pernah aku bayangkan adalah apa yang terjadi setelah aku pergi. Dia pasang harga selangit untuk temukan aku, bahkan umumkan ke seluruh dunia kalau aku adalah istrinya.
Cinta Tak Didapatkan, Aku Pergi - undefined novels & stories
Linarin
Selama kami berpacaran di masa kuliah, Thomas Bakri membawa dua porsi sarapan setiap hari. Satu untukku, satu lagi untuk teman sekamarku, Shinta Kirana. Namun, sarapan yang Thomas belikan untukku selalu sama, yaitu roti dan bubur. Sedangkan sarapan untuk Shinta tidak hanya bergizi, tetapi menunya juga selalu berbeda. Bahkan saat ulang tahunku, Thomas menyiapkan dua hadiah. Hadiah ulang tahunku hanya empat lembar kartu ucapan sederhana. Sedangkan untuk Shinta, Thomas menyiapkan tiket konser, foto kreasi DIY berhiaskan manik-manik berlian kecil, gaun putih bak dalam dongeng, dan sebuah cincin seukuran jari kelingking. Hingga hari wisata kelulusan, kami bertiga tiba di stasiun. Thomas dan Shinta berhasil melewati pemeriksaan dengan kartu identitas, sedangkan aku ditahan di luar. Thomas menepuk dahinya dengan penuh penyesalan, lalu tersenyum canggung karena merasa bersalah. "Aku hanya beli tiket untuk Shinta, sampai lupa beli tiket untukmu." "Lagi pula, kami sudah telanjur masuk, sayang kalau tiketnya hangus, lain kali aku ajak kamu wisata berduaan lagi." Shinta menepuk dada sambil berjanji padaku. "Tenang saja, aku akan bantu menjaga pacarmu." Melihat mereka yang pergi berdampingan sambil mengobrol dan tertawa, aku hanya tersenyum pahit. Karena tidak ingin membohongi diri lagi, aku berbalik dan membeli tiket pulang. "Ayah, soal permintaan Ayah agar aku menikah setelah lulus … aku setuju!" "Satu lagi, anak magang bernama Thomas Bakri yang pernah kurekomendasikan kepada Ayah … batalkan saja!"
Mawar Layu di Musim Dingin Kedua - undefined novels & stories
Yusfa
Selama 8 tahun, aku selalu menemani Farrel Grattino menapaki kariernya di dunia penerbangan dari seorang kopilot hingga menjadi kapten. Di tahun tersibuknya, aku bahkan rela mengundurkan diri dari pekerjaan untuk memasak sesuai jadwal penerbangannya. Pernah suatu kali aku bertanya, "Suatu hari nanti apakah kau bisa mengajakku melihat langit di ketinggian sepuluh ribu meter yang selalu kau lihat? Sekali saja." Dia bahkan tidak menghentikan sumpitnya. "Itu tempat kerja, bukan taman hiburan." Aku menjawab, "Baik." Sejak saat itu, aku tidak pernah mengungkitnya lagi. Hingga suatu malam ketika sulit tidur, aku tanpa sengaja menemukan album foto yang dikunci dengan kata sandi di ponselnya. Di dalamnya ada lebih dari empat puluh foto, semuanya diambil dari sudut pandang kokpit. Hamparan lautan awan, matahari terbenam, pelangi ganda setelah hujan, hingga galaksi di langit pada ketinggian sepuluh ribu meter. Setiap foto pernah dia kirim kepada orang yang sama, dengan nama kontak berupa emoji beruang kecil. Foto terbaru diambil tiga hari yang lalu. Senja menyelimuti langit, sementara setengah bulatan matahari menggantung di ujung sayap pesawat. Dia menuliskan sebuah kalimat: [Pemandangan hari ini juga sangat indah. Nanti kalau kau datang, duduklah di kursi observasi sebelah kanan. Itu sudut pandang yang terbaik.] Orang itu membalas dengan emoji pelukan dan empat kata: [Tunggu saat aku cuti.] Aku mengembalikan ponselnya ke tempat semula tanpa mengubah kata sandi ataupun menghapus album fotonya. Fajar menyingsing, aku menyeduh kopi seperti biasa, lalu meminumnya dengan tenang. Setelah itu, aku membuka laptop, menulis surat pengunduran diri, dan memesan tiket pesawat menuju Baili. 8 tahun sudah berlalu. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti mengejar rute penerbangannya dan menunggu waktu makan bersamanya. Aku berhenti menjaga rumah yang kosong sambil menebak-nebak terbang ke mana dia saat ini. Jika langit di ketinggian sepuluh ribu meternya memang tidak memiliki tempat untukku, maka aku akan berpijak di bumi, menumbuhkan kehidupan dan menikmati senjaku sendiri.
Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan - undefined novels & stories
ZZ
Shania Nando dulu merupakan gadis yang paling membuat iri seantero SMA Nogara. Tidak hanya karena wajahnya yang cantik dan prestasinya yang gemilang, tetapi juga karena di belakangnya selalu ada Yuga Adrian. Pria populer sekolah yang bersinar sekaligus pemberontak itu hanya sudi sepenuh hati memanjakan Shania. Mereka sudah berteman dekat sejak kecil, berjanji untuk kuliah di universitas yang sama, bahkan sudah menyiapkan nama untuk anak mereka kelak. Sampai hari itu tiba, saat ayah Yuga dan ibu Shania kepergok tidur bersama dengan pakaian berantakan. Ibu Yuga langsung terguncang hebat saat itu juga, lalu melompat dari balkon hingga darahnya menciprat ke seragam sekolah Yuga yang putih bersih. Hanya dalam semalam, keluarga mereka hancur berantakan. Yuga yang tadinya kesayangan semua orang langsung jatuh ke dalam neraka, tatapan matanya kepada Shania hanya menyisakan kebencian yang menusuk tulang. Yuga membenci Shania, membalas dendam kepadanya, merobek semua foto berdua dan membatalkan janji mereka, lalu menyuruh Shania pergi dari hidupnya. Shania pun pergi sesuai kemauan Yuga, dengan cara yang paling telak, yaitu menghilang selamanya dari dunia Yuga! 10 tahun kemudian, Yuga sudah sukses besar. Kini, di sampingnya ada seorang tunangan yang memiliki latar belakang keluarga sepadan serta berwajah menawan. Sampai suatu hari tanpa sengaja, Yuga kembali ke sekolah lamanya. Di bagian dalam laci meja kelas yang sudah lama terbengkalai, dia menemukan sepucuk surat kematian yang terlambat datang selama bertahun-tahun. Kalimat terakhir di surat itu berbunyi, [Yuga, aku udah nebus dosa pakai nyawaku, sekarang, kamu udah bisa maafin aku, belum?]
Kak, Aku Kedinginan - undefined novels & stories
Nani
Putri palsu itu hanya bersin sekali. Namun, ketiga kakakku langsung panik seolah langit runtuh, terus berada di sisinya untuk merawatnya tanpa beranjak sedikit pun. Oleh karena itu, ketika putri palsu itu kembali menjebakku dengan menuduhku mendorongnya hingga jatuh ke dalam danau, ketiga kakakku langsung mengurungku di ruang pendingin terbengkalai bersuhu -50 derajat, bahkan memutus satu-satunya sakelar penyelamat di dalamnya. Aku menangis dan berteriak meminta pertolongan kepada Kak Bobby yang seorang presdir, tetapi dia malah mengatakan bahwa aku kejam dan hanya mencari perhatian. Aku memohon kepada Kak Eki yang seorang dokter, tetapi dia justru berkata bahwa semua ini adalah balasan yang pantas kuterima. Aku meminta maaf kepada Kak Dimas yang merupakan pengacara ternama, tetapi dia hanya mencibir dingin. "Kalau selama ini kau iri sama Nara, aku masih bisa memakluminya. Kau tahu tubuhnya lemah, tapi masih mendorongnya ke danau. Kau benar-benar kejam!" "Orang sekeji kau memang pantas dikurung di ruang pendingin supaya sadar diri!" Setelah mengatakan itu, mereka memeluk putri palsu yang terus bersin itu lebih erat agar tetap hangat, lalu buru-buru pergi ke rumah sakit. Suhu tubuhku terus menurun, aku bisa merasakan darahku sedikit demi sedikit membeku. 36 jam kemudian, napasku benar-benar terhenti. Baru tiga hari kemudian, ketika kakak-kakakku pulang dari rumah sakit bersama putri palsu itu, mereka teringat padaku. Namun, mereka tidak tahu bahwa aku telah membeku hidup-hidup, menjadi sesosok mayat beku yang kaku.
Setelah Menjadi Raja Tinju Ilegal, Tunanganku Menyesal - undefined novels & stories
Billion
Usai menjalani hukuman penjara selama tiga tahun, Vina Naryama, kekasih masa kecilku, menemukanku di arena tinju ilegal dan menyeretku keluar dari sana. Dia memukul wajahku dan matanya terbelalak penuh amarah. "Rafael Ranjana, siapa yang kasih kau keberanian buat nggak pulang? Berani-beraninya kau membuat dirimu jadi seperti ini!" Aku mengusap darah di wajahku dan tersenyum tanpa beban. "Bu Vina, satu pukulan dua ratus juta. Kalau masih belum puas, boleh lanjut. Lumayan, bisa sekalian menutup biaya sewa rumahku tahun ini." Kepalan tangan Vina gemetar tidak terkendali, tetapi suaranya melunak. "Ikut aku pulang ... minta maaf ke Sena." "Dia berhati baik. Dia sudah lama nggak mempermasalahkan fitnah yang kau lemparkan padanya." Pandangannya menyapu luka-luka yang memenuhi tubuhku, sorot matanya tampak rumit. "Lihat dirimu sekarang, wajahmu penuh darah seperti hantu. Apa bedanya kau dengan anjing liar di tempat sampah?" Tubuhku bergetar hebat, lalu aku berbalik pergi. Vina tidak tahu, wajah berlumuran darah seperti ini adalah satu-satunya cara bertahan hidup yang kupelajari di penjara. "Jangan lupa, aku masih tunanganmu!" Langkahku terhenti. Bagaimana mungkin aku lupa? Tiga tahun lalu, pada malam pertunanganku, Sena membiusku dan menyeretku ke pelelangan pasar ilegal. Keperjakaanku diperdagangkan secara terbuka, menunggu para wanita kaya mengajukan tawaran. Malam itu, seluruh harga diriku hancur. Aku menjadi bahan tertawaan seluruh warga Kota Jica. Sementara orang yang menandatangani surat penjualanku adalah tunanganku sendiri.
Saat Perang Berakhir, Hidup Baruku Dimulai - undefined novels & stories
Myosotis
Setelah perang berakhir, aku berikan tiga puluh tahun hidupku ke Jordan Handoko. Aku bangun kerajaan bisnisnya dari nol, besarkan anak-anak kita, dan jadi sosok yang diam-diam jaga keutuhan keluarga dari balik layar. Namun ketika dia meninggal, namaku nggak tercantum sedikit pun di dalam surat wasiatnya. Separuh dari seluruh hartanya diwariskan ke anak-anak kita. Sementara separuh lainnya diserahkan kepada Lisa Celindo, putri dari pria yang konon telah selamatkan nyawanya di Notama. Lisa yang sama. Perempuan yang telah curi identitasku. Perempuan yang bangun seluruh kehidupannya di atas puing-puing kehidupanku sendiri. Yang Jordan tinggalkan untuk aku hanyalah selembar catatan singkat, ditulis dengan tulisan tangannya yang begitu aku kenal. [Aku cinta kamu. Kita telah jalani tiga puluh tahun yang indah bersama. Tapi aku utang ke Lisa dan cuma ini yang bisa aku lakukan untuk balas budinya.] Saat itu juga, di ruang kerjanya, aku roboh karena serangan jantung. Jemari tanganku masih genggam erat secarik kertas menyedihkan itu. Ketika buka mataku kembali, aku terlahir lagi di tahun 1945, saat perang baru saja usai. Kali ini, aku nggak akan lagi telan semua kemarahan dan penderitaanku dalam diam. Aku akan lawan dan aku akan rebut kembali setiap hal yang memang sejak awal jadi milikku.
Aku Menikahi Pamannya, Baru Dia Menyesal - undefined novels & stories
sago pudding‌
Seminggu sebelum hari pernikahan, Liam Suwanto diam-diam ganti nama calon mempelai pria di formulir pendaftaran pernikahan. Nama yang semula miliknya diganti jadi nama pamannya sendiri, Edwin Suwanto, ketua mafia baru Keluarga Suwanto. Seorang temannya menatap dia dengan wajah terkejut. "Kamu sudah gila, yah? Selena sudah tunggu kamu selama tujuh tahun. Di mata semua orang, dia hampir dianggap perawan tua! Dan sekarang kamu justru serahkan dia ke pamanmu yang paling kejam itu?" Liam hanya tersenyum santai. "Lena dan aku kalah dalam sebuah taruhan. Aku sudah janji akan penuhi satu permintaannya." "Lagian, begitu Selena tahu namanya diganti, dia pasti akan panik lalu lari cari aku untuk minta perbaiki semuanya." "Dan lagi, mana mungkin pamanku beneran mau nikahi Selena? Begitu tahu kesalahan itu, dia pasti langsung batalkan pertunangannya. Dan pada akhirnya, Selena tetap akan jadi istriku." Nada suaranya terdengar begitu ringan, seolah semua itu cuma permainan saja. Teman-temannya langsung tertawa terbahak-bahak. Sementara itu, aku telah berdiri di balik pintu cukup lama, dengarkan setiap kata yang mereka ucapkan. Sedikit demi sedikit, hatiku jadi beku. Hari pernikahan akhirnya tiba. Aku tetap datang seperti yang telah direncanakan. Sementara itu, Liam, pria yang selama ini selalu angkuh dan merasa segalanya berada dalam genggamannya justru jadi gila saat berusaha terobos masuk ke dalam gereja. "Aku pengantin prianya! Aku yang seharusnya jadi pengantin prianya!"
Saat Aku Kembali ke Ibuku, Keempat Ayahku Dilanda Penyesalan - undefined novels & stories
Bintang
Ibuku adalah seorang gadis penakluk. Setelah misinya berhasil, dia meninggalkan dunia ini dan mewariskan empat ayah untukku. Ayah pertama adalah seorang konglomerat yang kekayaannya tidak tertandingi. Ayah kedua adalah aktor ternama yang dikenal seluruh negeri. Ayah ketiga memiliki kemampuan medis yang luar biasa, sedangkan ayah keempat memegang jabatan tinggi dan kekuasaan besar. Setelah memanjakanku selama 16 tahun, putri dari cinta pertama mereka, Sophia, akhirnya kembali. Sejak hari itu, keempat ayahku hanya percaya padanya dan tidak lagi memercayaiku. Saat Sophia berkata bahwa aku memakinya lebih hina daripada anjing dan tidak pantas tinggal di rumah, mereka menyuruhku makan makanan anjing dan tidur di kandang. Ketika dia menuduhku menghasut teman-teman di sekolah untuk merundungnya, para ayah memaksaku keluar dari sekolah dan menyewa tiga preman kecil untuk memukuliku di rumah selama tiga bulan. Lalu, setelah Sophia sekali lagi menuduhku mendorongnya, mereka mengurungku di dalam kandang anjing tanpa makanan selama tiga hari tiga malam. Ketika hampir mati kelaparan, aku mendengar suara Ibu. “Friska, apakah kamu ingin kembali ke sisi Ibu?”
Mereka Pilih Adiku Jadi Pengantin - undefined novels & stories
Rosemary
Sejak kecil, adikku, Nina Basuki, selalu jadi anak yang paling disayangi oleh keluargaku. Dia dapatkan kamar terbaik, gaun-gaun tercantik, permintaan maaf yang selalu datang lebih dulu, serta setiap kelembutan yang dimiliki kedua orang tuaku. Sementara aku, sebagai anak sulung, selalu diharapkan untuk ngalah. Lalu aku bertemu Hendri Darmawan. Pada malam saat dia melamarku, dia genggam tanganku erat-erat dan janji akan cintai aku seumur hidup. Untuk pertama kalinya, aku merasa akhirnya ada seseorang yang benar-benar pilih aku. Aku pikir, akhirnya aku temukan cinta sejati. Sampai hari ketika aku coba gaun pengantinku. Nina bilang mau temani aku pilih gaun. Namun saat aku keluar dari ruang ganti, aku lihat dia berdiri tepat di hadapan Hendri, rapikan dasinya dengan begitu akrab, seolah-olah dialah calon pengantin wanita. Aku hendak bilang, "Biar aku saja yang lakukan itu." Namun penata busana sudah lebih dulu hampiri Nina sambil tersenyum. "Pengantin wanita, silakan ke sini." Hari itu fotografer ambil sembilan puluh sembilan foto. Setiap foto hanya berisi adikku dan tunanganku. Nggak ada satu pun yang tampilkan diriku, pengantin yang sebenarnya. Ibuku yang duduk di sofa tersenyum hangat. "Nina cantik sekali waktu pakai gaun putih." Ayah mengangguk setuju. "Dia lebih terlihat kayak pengantinnya dibanding Julia." Kemudian fotografer angkat kameranya dan lirik aku dari balik lensa. "Nona, bisa geser sedikit? Kamu halangi cahayanya." Aku melangkah ke samping tanpa sepatah kata pun, lalu berdiri bersandar di dinding. Pada saat itulah aku akhirnya ngerti. Pernikahan ini nggak pernah benar-benar butuhkan aku. Dan jika cinta yang dulu Hendri janjikan ke aku bisa dengan begitu mudah diberikan ke orang lain, maka pergi adalah satu-satunya harga diri yang masih tersisa untuk aku pertahankan.
Harga Cinta di Balik Ujian Sang Pewaris Mafia - undefined novels & stories
Summer
Pacarku adalah pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Selesar. Untuk tes kesetiaanku, selama lima tahun kita pacaran, dia nggak pernah keluarkan uang sepeser pun untuk aku. Bahkan saat beli kondom, dia tetap bersikeras agar kita bayar masing-masing setengah. Minggu lalu aku alami kecelakaan mobil. Demi selamatkan bayi yang sedang aku kandung, aku sangat butuh uang 16 juta rupiah untuk jalani operasi darurat. Dari ranjang rumah sakit, aku telepon dia sambil mohon bantuan. Namun yang aku dapat hanyalah tuduhan kalau aku lagi bohong untuk peras uangnya, sebelum akhirnya sambungan telepon diputus begitu saja. Dalam keputusasaan, aku hubungi semua teman dan kenalan yang aku miliki, mohon bantuan ke sana sini. Saat akhirnya uang itu berhasil aku kumpulkan, rasa sakit yang luar biasa robek perutku. Detak jantung bayiku telah berhenti. Setelah makamkan bayiku, aku kembali ke apartemen untuk kemasi barang-barangku. Di sana aku nggak sengaja temukan daftar hadiah ulang tahun yang telah dia siapkan untuk Nadia, tetangga sekaligus sahabat masa kecilnya. Sebuah kapal pesiar mewah. Sebuah bintang yang dinamai atas namanya. Dan sederet barang bermerek. Saat itu juga, suara Daniel Marwan terdengar dari ruangan sebelah. Dia sedang bicara melalui telepon dengan para anak buah kepercayaannya. "Bos, apa benar Elena sampai mohon 16 juta rupiah ke kamu?" Daniel Marwan mendengus sinis penuh kesombongan. "Iya. Dan aku tetap tolak itu. Nadia memang benar. Elena itu cuma anak yatim piatu yang nggak mungkin sanggup tinggalkan aku. Tapi kalau dia ingin jadi bagian dari keluargaku, dia harus lulus ujian yang ketat. Sebentar lagi semuanya selesai. Nanti dia akan ngerti kalau semua ini aku lakukan demi kebaikannya sendiri." Jadi lima tahun pengabdianku, dan nyawa anakku, semuanya hanya sekadar ujian menjijikkan demi dapatkan pengakuan sebagai nyonya keluarga mafia. Apa pun alasannya, sekarang semuanya sudah nggak berarti lagi. Sejak dokter nyatakan bayiku sudah meninggal, saat itulah aku putuskan untuk tinggalkan Daniel selamanya.
Tanpa Lamaran Ke-101 - undefined novels & stories
Ehsan
Aku dan seorang aktris papan atas, pernah membuat sebuah janji. Asalkan aku melamarnya secara heboh sebanyak 99 kali dengan siaran langsung di seluruh internet, dia akan mengumumkan hubungan kami secara resmi pada lamaran yang ke-100. Namun, saat aku melakukan lamaran yang ke-100, dia malah menemani seorang aktor pendatang baru untuk berlatih teknik berciuman di atas kapal pesiar pribadi sambil tersenyum manis. Aku pun menjadi bahan tertawaan sepenuhnya. Dengan penuh rasa bersalah, aktris itu mengirimkan pesan kepadaku. [Pada lamaranmu yang ke-101, aku pasti akan menerimamu.] Kali ini, dia berdandan secantik bidadari yang turun dari kayangan dan masuk ke dalam ruang siaran langsungku. Namun, tepat di hadapannya, aku membakar 100 surat lamaran yang pernah kutulis untuknya, termasuk surat diagnosis kanker lambungku yang kusembunyikan di sela-sela surat itu. "Nggak ada lamaran yang ke-101 lagi, Nona Amanda."
Aku Mati Karena Sebuah Lelucon April Mop - undefined novels & stories
Faisal
Setiap tanggal 1 April, tepat di Hari April Mop, kakakku selalu bersekongkol dengan adik perempuanku untuk mengerjaiku. Tahun lalu, mereka mengunciku di dalam ruang pendingin. Akibatnya, aku mengidap asma yang sangat parah. Tahun ini, kakak tiba-tiba meminta maaf. Katanya, sebagai bentuk permintaan maaf, dia akan mengajakku cave diving. Aku menyelam dengan penuh harapan. Namun ketika mencapai kedalaman sekitar dua puluh meter, sesak napas yang mematikan tiba-tiba menyerang. Tanpa kusadari, adikku diam-diam telah menutup katup oksigenku. Tawa puasnya langsung terdengar dari alat komunikasi bawah air. “Kak Hans, lihat, ‘kan? Aku bilang apa? Kak Salsa pasti bakal tertipu!” “Memang kamu paling pintar. Bisa-bisanya kepikiran cara seperti ini buat ngerjain kakakmu. Dasar usil!” timpal Hans lembut penuh kasih sayang. Wajahku perlahan berubah ungu kebiruan karena kehabisan napas. Aku mati-matian berusaha membuka katup oksigen cadangan. Namun adikku justru berenang mendekat, lalu menepis tanganku. “Kak, lihat tuh! Kak Salsa jago banget aktingnya. Baru juga beberapa detik sudah pura-pura nggak kuat,” katanya manja melalui alat komunikasi. Suara Hans terdengar dingin. “Tahan sebentar lagi. Kamu memang terlalu dimanja. Baru segitu saja sudah nggak kuat.” “Dasar memalukan! Kamu nggak ada apa-apanya dibanding Fara.” Aku menatap sosok kakakku dengan penuh keputusasaan. Kak... Apa kakak sudah lupa? Karena lelucon kalian tahun lalu… Paru-paruku telah mengalami kerusakan permanen. Napasku semakin berat. Pandanganku perlahan menggelap. Tubuhku akhirnya tenggelam ke dasar laut yang sunyi dan gelap. Kak... Lelucon kali ini... Sama sekali tidak lucu. Karena... Aku benar-benar akan pergi… Untuk selamanya.
Memilih Cinta yang Tepat - undefined novels & stories
Sekar
Saat Anya Hardian kembali sadar, dua sosok telah berdiri di hadapannya. Yang pertama adalah Juan Pratham, pria yang telah dia cintai selama sepuluh tahun, tetapi baru sehari yang lalu tiba-tiba mengakhiri hubungan mereka. Lalu, yang kedua adalah Raline Govinda, wanita yang telah mencuri hati pria itu, sosok yang kini menjadi cinta sejati Juan.
Jujur atau Tantangan: Aku Pilih Pergi - undefined novels & stories
Bagel
Setiap kali bermain game "Jujur atau Tantangan", Clara, teman masa kecil pacarku, selalu menantang Ronan untuk mengerjaiku, sedangkan Ronan tidak pernah menolak, dia berpura-pura melamarku. Terakhir kali, aku sempat percaya dengan tipuan mereka. Aku mengulurkan tangan dengan senang hati, tetapi komponen di dalam cincin itu tiba-tiba menjepit jariku, seketika itu juga aku menjerit kesakitan. Ronan dan Clara tertawa terbahak-bahak, mengabaikan jariku yang sudah membiru karena terjepit. Setelah itu, Ronan menahanku di dinding dan bersumpah bahwa dia akan serius melamarku tahun ini. Sehingga ketika pengawalnya mengantarku ke klub elite tempat kami pertama kali bertemu, aku mengenakan gaun sutra putih yang mahal, menata rambut, bahkan berdandan secantik mungkin. Aku juga membayangkan momen lamaran yang mengharukan, membayangkan aku menganggukkan kepala dan menjawab, "Ya, aku bersedia." Namun begitu aku membuka pintu ruang VIP, betapa terkejutnya diriku, ada seseorang yang mengguyur segelas anggur merah ke wajahku. Minuman itu menetes dari dagu dan membasahi gaunku. Tawa seorang wanita langsung pecah di tengah kerumunan. "Sudah kubilang, Aurora pasti datang, 'kan? Ronan, kamu kalah!" Ronan menghampiriku dengan wajah pasrah. Pria itu mengusap wajahku menggunakan tisu dengan lembut, nada suaranya masih selembut biasanya. "Kamu dandan demi aku, ya? Sayang sekali, gaunmu jadi kotor." "Clara menantangku bertaruh apakah kamu berani datang ke klub kita malam ini, aku yakin kamu pasti datang. Taruhannya seperti ini: Kalau kamu nggak datang, aku akan melamarmu besok. Sebaliknya, kalau kamu datang, maka lamaran ini diundur tahun depan." "Maaf, Sayang. Karena kamu datang, jadi kita batal menikah tahun ini." Aku menatapnya. Setelah terdiam lama, aku bertanya, "Apa kamu ingat besok itu hari apa?" Pria itu mengangkat bahu sambil tersenyum. "Tentu, besok adalah hari jadian kita yang keenam tahun, aku nggak mungkin lupa." Anggur merah itu mengalir melewati tulang selangkaku, rasa dingin dan lengketnya membuat tubuhku menggigil. Tiba-tiba, semua terasa sia-sia. Hari jadian kami tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan salah satu lelucon mereka ini. Orang sepertiku tidak pernah bisa menang melawan teman masa kecilnya, Clara. Aku melepaskan gelang perak yang terus kupakai selama enam tahun dari pergelangan tanganku. "Semua sudah berakhir, kita putus!"
Putri yang Mereka Biarkan Mati - undefined novels & stories
Finn
Bella Basuki sekarat. Leukemia mieloid akut stadium tiga. Dokter keluarga kabari aku lewat telepon, satu-satunya harapan adalah transplantasi sumsum tulang. Dibutuhkan donor yang benar-benar cocok. Dan saudara kembar identik punya tingkat kecocokan hingga sembilan puluh sembilan persen. Aku remas lembar hasil diagnosis itu. Di bagian paling atas tertulis namaku: Gemma Basuki. Namun suara dokter bergetar saat dia berulang kali minta maaf. Terjadi kesalahan administrasi. Yang sakit bukan aku. Melainkan saudara kembarku Bella. Dan obatnya adalah aku. Aku harus segera pulang. Hujan menghantam jendela taksi tanpa henti. Sepanjang perjalanan, aku terus bayangkan gimana semuanya akan terjadi. Ayah akan letakkan cerutunya. Ibu akan terkejut. Lalu aku akan jelaskan kekeliruan itu. Nama di laporan itu memang namaku, tetapi hasil pemeriksaan darah adalah milik Bianca. Aku masih bisa perbaiki semuanya sebelum terlambat. HP-ku tiba-tiba menyala. Grup keluarga. Sebuah pesan singkat dari Ayah muncul di layar. [Gemma divonis penyakit terminal. Bianca nggak boleh jadi pendonor. Ini keputusan keluarga.] Darahku seketika membeku. Mereka sudah lihat berkas yang salah kirim. Mereka kira akulah yang lagi sekarat dan mereka pilih biarkan aku mati. Saat aku dorong pintu rumah hingga terbuka dan lihat sosok Ayah berdiri di sana, aku langsung rasakan hawa di sekelilingku berubah. Seolah suhu ruangan mendadak turun drastis. Seakan seluruh dunia membeku di sekitarku. Mataku mulai terasa panas. Air mata menggenang, nggak mampu kutahan lagi. "Ayah," ucapku lirih, berusaha jaga suaraku agar nggak pecah. "Aku mau tanya sesuatu." Dia angkat kepala dari cerutunya dengan raut kesal. "Kalau yang sedang sekarat itu Bianca," bisikku. "Apa Ayah akan minta aku donorkan sumsum tulangku untuk selamatkan dia?" Ruangan itu langsung sunyi. Ayah perlahan letakkan cerutunya. Keheningan panjang penuhi udara. "Aku nggak akan lakukan itu," jawabnya akhirnya. "Tentu saja nggak. Keluarga kita punya cukup sumber daya. Kita akan cari pendonor lain. Kita nggak akan pernah minta kamu ambil risiko sebesar itu." Senyum tipis terukir di bibirku. Senyum kecil yang pahit. "Bagus," kataku pelan. "Itu jawaban ayah sendiri, jangan nyesal nanti."
Merangkai Doa untuk Kebahagiaanmu - undefined novels & stories
Semi
Setelah mendengar kabar bahwa Hans Setiawan terluka dan dirawat di rumah sakit ketika melindungi cinta sejatinya, Stella Gondo segera bergegas ke rumah sakit. Dia melihat Sonia Gondo melemparkan diri ke dalam pelukan Hans sambil berlinangkan air mata. "Kenapa kamu begitu bodoh? Saat terjadi kecelakaan mobil, semua orang pasti akan lari secepat mungkin, tapi kamu malah mendorongku dan melindungiku dari mobil. Bertahun-tahun telah berlalu, kenapa kamu masih menyukaiku? Aku kabur dari pernikahan kita waktu itu, dan membuatmu menjadi bahan tertawaan di seluruh kalangan. Apa kamu nggak membenciku sedikit pun?" Hans memejamkan matanya, tangannya sedikit gemetar di sisi tubuhnya, suaranya tertahan dan rendah. "Mungkin karena terlalu mencintai, jadi kebencian sudah nggak begitu penting lagi." Sonia menangis hingga nyaris kehilangan suaranya. Dia menahan isak tangisnya, hatinya terasa hancur. "Hans, aku menyesal. Aku menyesal mengapa aku meninggalkanmu waktu itu. Tapi nggak ada kemungkinan bagi kita lagi, 'kan? Kamu sudah menjadi milik adikku."
Dia Menolakku 99 Kali dan Kini Menyesal - undefined novels & stories
Popi
Karena di dalam lift tidak ada sinyal, aku melewatkan satu panggilan dari Viny. Detik berikutnya, sebuah pesan pembatalan pertunangan darinya masuk. [Batalkan pertunangan kita, aku tidak ingin menikah denganmu lagi. Marvel sedang tidak enak badan. Aku pergi untuk merawatnya. Jangan datang mengganggu kami ….] Ini adalah kali ke-99 Viny meminta membatalkan pertunangan kami demi Marvel. Kali ini, karena sudah sangat terluka, aku tidak lagi buru-buru memohon agar dia berubah pikiran. Tepat pada saat itu, deretan komentar melayang tiba-tiba muncul di depan mataku. [Tokoh utama, kenapa kamu belum mengejar tokoh wanita? Dia mencintaimu! Hanya saja dia tidak pandai mengungkapkannya!] [Dia sama sekali tidak mencintai Marvel! Setiap kali dia mendekati Marvel dan meminta putus pertunangan denganmu, itu hanya untuk membuatmu cemburu!] [Jika benar-benar tidak ingin diganggu, kenapa dia memberitahumu di mana keberadaannya? Cepat pergi dan bujuk dia!] Jantungku berdegup kencang. Jadi ... ternyata selama ini Viny mencintaiku? Namun, aku tidak menginginkan lagi cinta yang tidak pernah bisa kurasakan seperti ini ....
Gerimis Terakhir di Jianika - undefined novels & stories
C.H
Tepat pada tahun kesepuluh sejak aku terlempar ke dunia modern tanpa sengaja, sistem akhirnya menyadari keberadaanku sebagai sebuah anomali. Sistem bersiap mengirimku kembali ke dinasti asalku dan memberiku waktu tiga hari untuk berpamitan. Pada hari pertama, Viona Limawan memintaku merelakan pernikahan kami demi sahabat masa kecilnya. Aku tidak menangis atau membuat keributan. Aku hanya tersenyum, melepas cincin pertunangan, lalu mengembalikannya kepadanya. Hari kedua, dia membawa sahabat masa kecilnya pulang dan berkata ingin memberinya tempat tinggal. Aku menerimanya dengan tenang dan memilih mengalah. Hari ketiga, dia ingin mengajak sahabat masa kecilnya berbulan madu ke Jianika, tempat yang selama ini paling ingin kukunjungi. Aku tetap membantunya mengatur semua persiapannya dengan sabar. Namun, saat kendaraan yang membawa mereka melaju menuju Jianika, aku justru berbalik dan melangkah menuju arah pulangku sendiri. Mimpi yang bertahan selama sepuluh tahun akhirnya benar-benar usai.
Semoga Tak Ada Lagi Badai di Separuh Hidupku - undefined novels & stories
L.S
Aku menghabiskan tiga tahun penuh untuk menaklukkan hati Nathan Setiawan, pria yang dikenal bak bunga di puncak gunung yang sulit dijangkau. Lalu, dengan mengorbankan seluruh karierku, akhirnya aku berhasil menjadi Nyonya Setiawan yang begitu diidam-idamkan banyak orang. Namun, tepat pada hari peringatan lima tahun pernikahan kami, aku memutuskan untuk bercerai. Pengacaraku adalah sahabatku sendiri. Berulang kali dia bertanya, "Kau yakin? Dulu, demi menikah dengannya, kau bahkan langsung menolak tawaran dari Vogue. Sekarang, kau malah bilang mau bercerai?" Aku menahan getir yang memenuhi dadaku. "Tolong buatkan surat perjanjian perceraian untukku. Secepat mungkin." Dia tidak mengerti. "Kenapa?" Aku memandang buket bunga kecubung hitam yang dibungkus dengan begitu mewah di atas meja makan, lalu memberikan jawaban terakhir, "Karena ... sebuket bunga."
PREV
12345
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status