SISA CINTA UNTUK ISTRIKU
Kulihat bibirnya mengeluarkan setetes darah segar.
"Mas, apaan, sih, kamu. Jangan bikin malu di acara kita. Kamu kenapa, sih?" Maura mencekal tanganku yang berusaha memukuli Aldiansyah lagi. Nafasku memburu, kemarahan ini sudah naik ke ubun-ubun.
Tanpa kusadari, saat ini Mutia pun sudah berdiri di dekat kami.
"Astagfirulloh, Al. Kamu gak papa?" tanya Mutia dengan panik. Dia mendekati Aldiansyah yang sedang berusaha untuk berdiri, dia membantu pria itu untuk bangkit.
Bab Populer